Pelaku Pembobol Alfamart Dicokok Tim Reskrim Polres Tasikmalaya

Koropak.co.id, 28 November 2019 16:37:01
Penulis : D. Farhan Kamil
Pelaku Pembobol Alfamart Dicokok Tim Reskrim Polres Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Kurang dari dua pekan, Polisi berhasil meringkus sindikat pencurian minimarket. Dua dari tiga orang pelaku pencurian Alfamart Salawu pada Minggu 10 Nopember 2019 dini hari, berhasil ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Tasikmalaya dan Unit Reskrim Polsek Salawu.

Berawal dari penangkapan Asep Nuryawan alias Dias (45) warga Ciguling Desa Pasanggrahan Kecamatan Sumedang Kabupaten Sumedang di wilayah Bandung pada tanggal 17 Nopember 2019, petugas kemudian mengantongi identitas seorang pelaku lainnya di wilayah Cilincing Jakarta Utara.

"Dari keterangan Dias, dua hari berikutnya petugas bergerak menuju wilayah Cilincing dan berkat bantun Tim JATANRAS Polda Merto Jaya, kita berhasil mengamankan Didin Wahyudi (37) di rumahnya," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra S.IK, Kamis (28/11/2019).

Dari keterangan kedua pelaku, dalam setiap menjalankan aksi pencurian selalu dilakukan bertiga. Didin dan Dias merupakan pelaku utama, sedangkan untuk satu orang pelaku lainnya direkrut oleh Didin.

Untuk kasus Salawu terang Dony, tiga orang pelaku yakni Didin, Dias dan Jamal (DPO/Daftar Pencarian Orang), berangkat dari Bandung menuju Salawu Kabupaten Tasikmalaya, menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih milik Didin yang dikendarai Dias.

"Setibanya di lokasi dalam keadaan sepi, mobil di parkir tepat di depan pintu Alfamart kemudian membobol pintu toko dengan cara merusak kunci gembok. Setelah berada di dalam ruangan, mereka merusak jaringan CCTV sebelum mengeruk barang-barang bernilai di dalamnya seperti rokok," tuturnya.

 

 

Koropak.co.id - Pelaku Pembobol Alfamart Dicokok Tim Reskrim Polres Tasikmalaya (2)

 

Dari tangan pelaku terang Kapolres, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti di antaranya, 1.330 bungkus rokok berbagai merek, 10 bungkus susu Morinaga Child School, 14 bungkus susu Lactogrow dan berbagai jenis kunci palsu serta sejumlah perkakas seperti tang pemotong, obeng modifikasi dan beberapa unit handphone.

"Kita juga mengamankan satu unit kendaraan merek Toyota Avanza warna putih yang digunakan dalam aksi pencurian. Kasus ini masih akan terus kita kembangkan termasuk salah satunya mengejar Jamal yang berperan sebagai pengangkut barang-barang curian ke dalam mobil," tuturnya.

Lebih lanjut Dony menyebutkan, para pelaku dijerat pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara. *a

 


Baca pula : Residivis Penghuni 4 Kali Penjara Tak Nampak Cemas

 

Komentar

FKY 2022 dan Ruang Ekspresi Budaya

Koropak.co.id, 26 September 2022 07:17:44

Eris Kuswara

 

Koropak.co.id, Yogyakarta - Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) Tahun 2022 sukses digelar. Dua pekan digelar meriah, hingga kemarin Ahad 25 September 2022, acara yang dipusatkan di Taman Kuliner Condongcatur itu resmi ditutup.

FKY 2022 berhasil tampil berbeda dengan tahun sebelumnya. Terlebih tahun ini, FKY mengusung visi "pencatatan kebudayaan." 

Konsep kegiatan juga lebih beragam. Mulai dari venue, hingga keterlibatannya mencakup pegiat seni dan budaya dari lima kabupaten di Yogyakarta, diantaranya Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan bahwa FKY 2022 berhasil menciptakan ruang ekspresi kebudayaan yang bisa dinikmati oleh masyarakat dengan berbagai macam kegiatan dan program menarik yang disuguhkan. 

"Setidaknya ada tujuh objek kebudayaan, mulai dari tata nilai, adat istiadat, pengetahuan dan teknologi, bahasa, hingga seni dan benda yang ditampilkan melalui budaya," kata Dian saat penutupan.

Ia menyebutkan, semua warisan budaya dalam kegiatan ini diupayakan tersentuh dengan manis dan menyenangkan. Pun dengan SDM yang terlibat. Semuanya berkreasi.

"Mulai dari pelaku hingga lembaga pranata di seluruh masyarakat DIY juga tersentuh dan tergerakan dalam proses-proses aktivasi kegiatan kebudayaan Yogyakarta," ungkap Dian.

Dian menjelaskan, FKY 2022 memang sengaja didokumentasikan dan diarsipkan secara digital, agar nantinya bisa menjadi data kebudayaan yang dapat terus dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat luas. FKY 2022 juga diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan tentang kebudayaan di masa depan bagi masyarakat.



Baca: Festival Blangkon Solo, Sasar Anak Muda Cinta Budaya


"Kami berharap semoga FKY 2022, dapat terus merekahkan dampak baiknya dan menebarkan berkah yang melimpah ruah di tengah dinamika kebudayaan Yogyakarta baik hari ini dan masa yang akan  datang," tambahnya.

Di tempat sama, Ketua Penyelenggara FKY 2022, Doni Maulistya menjelaskan, selama empat hari penyelenggaraan FKY 2022, tercatat lebih dari 39 ribu masyarakat turut terlibat dalam menghadiri kegiatan di berbagai lokasi. Selain itu, secara daring, sebanyak 13 ribu orang mengakses kegiatan ini melalui kanal online FKY 2022.

"Hingga hari terakhir ini, kami juga mencatatkan kurang lebih sebanyak 39 ribu masyarakat hadir di FKY 2022 di berbagai lokasi, termasuk yang paling banyak di Taman Kuliner Condongcatur. Kemudian masih ada juga 13 ribu lainnya yang mengaksesnya secara daring," jelas Doni.

Doni mengatakan, selama empat hari penyelenggaraan, sebanyak 1.749 seniman, pegiat budaya serta industri, tampil dan terlibat dalam FKY 2022, yang di mana mereka juga mendapatkan ruang kreasi untuk tampil. Ia yakin, sekarang sudah muncul  kesadaran publik dalam menyajikan ruang hiburan dan penampilan, menghadirkan beragam kebudayaan.

"Sedangkan dari sisi ekonomi, kami juga mencatatkan adanya geliat yang positif, yakni salah satunya dalam Peristiwa Sastra di Wisdom Park yang mampu menyedot perhatian setidaknya 1.000 pengunjung setiap hari. Selain itu juga, dari 60 tenant di Taman Kuliner, ada transaksi ekonomi yang mencapai lebih dari Rp25 juta per harinya," katanya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Baca Puisi Karya WS Rendra, Anies Pastikan Tak Ada Komersialisasi Seni Budaya di TIM

Koropak.co.id, 24 September 2022 15:07:09

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Gedung Teater Graha Bhakti Budaya yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 23 September 2022 malam. 

Dalam pagelaran perdana di Graha Bakti Budaya itu, Anies Baswedan juga tampil di atas panggung dengan membacakan sajak 'Rakyat adalah Kedaulatan' karya sastrawan, WS Rendra.

Anies Baswedan mengungkapkan bahwa kehadiran Graha Bhakti Budaya ini menjadi babak baru bagi seni pertunjukan di Jakarta. Selain itu, Graha Bakti Budaya juga untuk pertama kalinya digunakan kembali dengan teknologi terbarunya yakni menggunakan pendekatan state of the art.

"Kami berharap kehadiran Graha Bhakti Budaya ini juga bisa meningkatkan posisi Jakarta dan Indonesia agar tidak menjadi pemain samping. Pasalnya, kami juga menginginkan Jakarta dan Indonesia itu bisa menjadi pemain dominan di gelanggang seni budaya internasional," ungkap Anies selepas pentas di Graha Bhakti Budaya TIM, Jakarta, Jumat (23/09).

Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan juga memastikan bahwa tidak ada komersialisasi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta sebagai upaya dalam mendukung kemajuan seni budaya.

"Oleh karena itulah, kami mewujudkan komitmen tersebut dalam bentuk anggaran yang nantinya akan disalurkan dari pemerintah agar kegiatan seni bisa berjalan tanpa ada komersialisasi. Untuk itu kami juga meminta agar ada alokasi subsidi guna menjamin kelangsungan aktivitas seni budaya di TIM yang dibangun dengan alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1,4 triliun," jelasnya.



Baca: Jalan Pasar Baru Jakarta Jadi Cagar Budaya


Anies menambahkan bahwa pihaknya sendiri tidak berorientasi untuk mencari keuntungan. Selain itu, TIM sendiri dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui unit usahanya yang khusus mengelola terkait kegiatan seni budaya, terpisah dari unit komersial.

"Contoh serupa juga dilakukan untuk layanan transportasi umum melalui kucuran subsidi, sehingga tarifnya pun tidak akan  memberatkan kantong masyarakat dikarenakan dijual dengan tarif terjangkau. Rencananya, revitalisasi TIM ini akan diresmikan pada Senin 26 September 2022 mendatang setelah direnovasi pada Juli 2019 lalu," tambahnya.

Namun di sisi lain, perwakilan Forum Seniman Peduli TIM, Mogan Pasaribu menjelaskan bahwa pernyataan Anies Baswedan terkait tidak ada komersialisasi di TIM tak terbukti. Salah satu bukti adanya komersialisasi yakni pihak Jakpro menetapkan harga sewa secara sepihak untuk gedung Graha Bhakti Budaya yang dipatok Rp185 juta per delapan jam.

"Persoalan gawat ini sudah santer menjadi pembincangan. Gedung Graha Bhakti Budaya yang baru ini konon sewanya dipatok dengan tarif Rp185 juta per delapan jam. Tentunya, tarif yang dipatok ini sangat tidak masuk akal sekali, terlebih jika itu ditujukan kepada para seniman," jelas Mogan dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu saja, Mogan juga mengaku mendapatkan informasi yang nantinya gedung kesenian tersebut akan bisa disewa untuk kegiatan lainnya yang bersifat komersil, seperti pesta pernikahan, perayaan ulang tahun partai politik, dan lain sebagainya yang tentunya tidak berkenaan dengan urusan kesenian.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Menguak Fenomena Menyakiti Diri Sendiri dalam Naskah Hanum "Luka Adalah Reda"

Koropak.co.id, 24 September 2022 12:08:56

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Barak Teater Bandung kembali menggelar pementasan drama musikal menguak fenomena menyakiti diri sendiri bertajuk HANUM "Luka Adalah Reda" karya sutradara Dado Tisna yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kota Bandung, mulai Sabtu 24 s.d Ahad 25 September 2022.

Pentas drama musikal yang dilaksanakan itu sendiri terbagi dalam tiga sesi, yakni sesi pertama digelar pada pukul 10.00 WIB s.d 11.30 WIB. Kemudian sesi kedua digelar pada pukul 13.30 WIB s.d 15.00 WIB, dan sesi ketiga digelar pukul 15.00 WIB s.d 16.30 WIB.

Ketua Barak Teater Bandung, Farhan Fadillah mengungkapkan, pementasan drama musikal kali ini digelar berangkat dari kepeduliannya terhadap kesehatan mental di tengah maraknya kasus perceraian di masyarakat yang berdampak pada anak-anak hingga melakukan tindakan menyakiti diri sendiri.

"Tindakan yang menyakiti diri sendiri itu juga dilakukan sebagai pelarian dari sekelumit permasalahan yang sedang dihadapi. Naskah ini juga dibuat sebagai ajang pembelajaran serta sarana penyadaran bagi masyarakat akan betapa pentingnya kesehatan mental yang jarang diketahui lingkungan," kata Farhan sebagaimana rilis yang diterima Koropak, Jumat 23 September 2022.



Baca: STIA YPPT Priatim Sabet Piala Bergilir Siliwangi Monologue Event


Sementara itu, dalam pementasan drama musikal tersebut, "Hanum" sebagai tokoh utamanya diperankan oleh Mahasiswi Jurusan Teater Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Sinta Sintia. 

Ditemani 10 aktor atau pemeran lainnya, Sinta pun akan mengemas isu kesehatan mental tersebut secara ringan yang dibalut dengan tarian dan nyanyian, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan mulai dari remaja hingga dewasa.

Berbeda dengan pentas sebelumnya, kali ini Barak Teater Bandung bekerjasama dengan komunitas Bingkai yang akan menyediakan pojok curhat bagi siapa saja yang membutuhkan konseling setelah pentas selesai.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Jalan Pasar Baru Jakarta Jadi Cagar Budaya

Koropak.co.id, 24 September 2022 07:12:41

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menetapkan Kompleks Jalan Pasar Baru sebagai Kawasan Cagar Budaya. Selain itu, Batu Penggilingan dan Prasasti Padrao juga ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengungkapkan bahwa, penetapan cagar budaya ini dilakukan setelah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta melakukan proses kajian, kemudian setelah itu barulah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur.

"Ditetapkannya Kompleks Pasar Baru sebagai Situs Cagar Budaya dikarenakan bangunan yang ada di kawasan itu memiliki struktur cagar budaya dan menyimpan berbagai informasi mengenai kegiatan manusia di masa lalu," kata Iwan dalam laman PPID Jakarta, belum lama ini.

Ia menegaskan, keberadaan warisan leluhur itu perlu dilestarikan dan dilindungi. Terlebih kata dia, Kompleks Jalan Pasar Baru juga merupakan kawasan perdagangan yang telah berkembang sejak awal abad ke-19.

Sebetulnya di kawasan itu banyak peninggalan sejarah. Di dalam Kompleks Jalan Pasar Baru tersebut, sambungnya, terdapat beberapa struktur dan bangunan yang sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Sementara untuk Benda Cagar Budaya Batu Penggilingan yang ditetapkan berjumlah 6 buah batu penggilingan tebu yang lokasinya berada di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Benda tersebut ternyata sudah ada sejak abad ke-17 sekaligus menjadi cikal bakal perkembangan industri gula tradisional di Indonesia," tambahnya.



Baca: 52 ODCB Pangandaran Belum Terdaftar Cagar Budaya


Iwan menjelaskan ihwal nama "Penggilingan" pada benda cagar budaya itu juga diadopsi menjadi nama daerah tempat batu tersebut berada. Sedangkan untuk Prasasti Padrao yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya, merupakan koleksi dari Museum Nasional Indonesia. 

"Batu Padrao ini memiliki empat sisi dan memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter. Sayangnya, hanya dua sisi saja yang tampak ada inskripsinya. Sementara dua bagian lainnya tidak memiliki inskripsi, hanya saja memiliki pahatan yang kemungkinan besar dibuat oleh tangan manusia pada masa lalu," tuturnya.

Prasasti yang dibuat pada tahun 1522-an itu, lanjut Iwan, merupakan penanda khas bangsa Portugis di setiap wilayah yang dikunjunginya. Tak hanya itu saja, prasasti tersebut juga merupakan bukti awal kehadiran bangsa Eropa di wilayah Kerajaan Padjajaran sekaligus juga menunjukkan sikap keterbukaan kerajaan di Nusantara kepada setiap pendatang.

"Diketahui, pada 21 Agustus 1522-an, Batu Padrao ini menjadi penanda adanya perjanjian internasional yang dilakukan Surawisesa dari Kerajaan Sunda Padjadjaran dengan Henrique Leme dari Portugis. Selain itu, kehadiran Prasasti Padrao ini juga sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan Sunda Kelapa sebagai salah satu zona ekonomi pada masa itu," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Mengenang Yun Hap, Mahasiswa UI Korban Tragedi Semanggi II

Koropak.co.id, 23 September 2022 12:09:42

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Tepat hari Jumat di tanggal ini, 23 tahun lalu, seorang mahasiswa harus meregang nyawa. Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjadi korban tragedi Semanggi.

Langit Ibu Kota kelam. Tragedi Semanggi II meletus. Sepanjang hari Jumat 24 September 1999 itu, wilayah Jakarta siaga. 

Kala itu spirit reformasi bergema hebat. Puluhan ribu mahasiswa bergerak ke Jakarta. Mereka mendesak pemerintahan transisi untuk mengeluarkan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB). 

UU itu dinilai banyak kalangan penuh kekurangan. Satu di antaranya, memberikan keleluasaan kepada militer untuk melakukan keadaan negara sesuai dengan kepentingan militer. 

Mahasiswa bergerak dalam jumlah yang besar untuk bersama-sama menentang diberlakukannya UU PKB tersebut. Nahas, dalam aksi tersebut, mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) Angkatan 1996, Yap Yun Hap meninggal dunia dengan luka tembak di depan Universitas Atma Jaya. 

Sementara itu, ratusan mahasiswa lainnya ditambah warga mengalami luka-luka akibat tragedi tersebut. Peristiwa itu pun menjadi salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di Indonesia.

Peristiwa itu berawal pada Kamis, 23 September 1999. Saat itu, Yun Hap tengah berkumpul di Kantin Teknik untuk kemudian bertemu dengan massa aksi lainnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (FISIP) UI. Kemudian selepas dzuhur, mereka pun berangkat menaiki bus melewati Jalan Pasar Minggu sampai Gedung Bank Danamon, Semanggi, Jakarta. 

Setelah itu, rombongan pun berjalan sampai ke depan Jakarta Convention Center (JCC) dekat Jembatan Semanggi. Namun sesampainya disana, aksi lempar batu pun tak terelekan akibat provokasi yang dilakukan mahasiswa kepada polisi. Akibatnya, mahasiswa dipukul mundur polisi sampai ke Atma Jaya.



Baca: Tragedi Tanjung Priok, Sejarah Kelam Pelanggaran HAM


Sejak Kamis malam, situasi semakin mencekam ketika bom-bom dan pistol gas air mata ditembakkan aparat tanpa henti ke arah Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta. Untuk menghindari adanya sweeping yang dilakukan polisi, massa aksi memutuskan untuk bermalam di lapangan basket Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta dan kembali ke tempat tinggal masing-masing pada keesokan paginya. 

Selanjutnya pada Jumat, 24 September 1999, setelah salat Jumat, massa aksi dari UI kembali dan turun di putaran jalan Mal Ambassador. Ketika massa aksi lainnya dari Salemba datang sekitar pukul 18.00 WIB, mereka pun bersama-sama melakukan aksi long march ke arah Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. 

Saat itu Yun Hap sendiri tengah berkumpul bersama sekitar 300 mahasiswa dan masyarakat di sekitar Universitas Atma Jaya. Secara tiba-tiba, delapan truk berisi aparat keamanan datang dari arah fly over Casablanca sembari menembakan rentetan peluru secara membabi buta. 

Mahasiswa dan warga yang tengah berkumpul pun akhirnya kocar kacir dan berhamburan menyebar ke berbagai arah untuk  menyelamatkan diri akibat rentetan peluru yang ditembakkan. Belum sempat melarikan diri, Yun Hap yang saat itu tengah memakan nasi pemberian masyarakat harus terkapar akibat timah panas yang ditembakan aparat secara membabi buta.

Yun Hap tertembak oleh aparat dari arah belakang dan peluru sampai menembus punggungnya, mematahkan satu tulang iga kiri, menyerempet tulang belikat, tulang leher, kerongkongan, hingga pada akhirnya bersarang di otot kanan sebelah depan. Usai tertembak, Yun Hap langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. 

Saat itu, jasad Yun Hap diautopsi oleh dokter Djaja Suryaatmadja. Berdasarkan hasil keterangan dokter Djaja menyebutkan bahwa  proyektil peluru yang ditemukan dalam tubuh Yun Hap itu adalah proyektil peluru khusus yang biasa digunakan oleh aparat TNI dan Kepolisian.

Pada Sabtu, 25 September 1999, jenazah Yun Hap pun kemudian disemayamkan di Balai Mahasiswa UI Salemba. Setelah itu, jenazah kembali disemayamkan di Yayasan Rumah Duka Abadi Daan Mogot sebelum dimakamkan di Pondok Rangon. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Tentang Budaya Tertib Berlalu Lintas dan UU Nomor 22 Tahun 2009

Koropak.co.id, 22 September 2022 12:28:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Perkembangan dunia otomotif semakin pesat. Dampaknya, dialanan, keberadaan mobil dan motor makin sesak.

Ancaman nyata dari sesaknya kendaraan di jalan raya adalah lalu lintas yang semakin semrawut. Dan solusi paling memungkinkan atas keruwetan ini adalah budaya tertib berlalulintas.

Budaya tertib berlalulintas dapat menekan sikap "Arogan" pengendara lalu lintas. Karena sejatinya, sikap tepo seliro, saling menghargai sesama pengguna jalan raya dan taat aturan berkendara merupakan karakter luhur bangsa Indonesia.

Hadirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan merupakan salah satu jawaban dari kondisi lalu lintas di negara kita. Dalam regulasi tersebut diterangkan tentang etika berlalu lintas. 

Penjelasan umum undang-undang itu menyebutkan betapa pentingnya "Etika berlalu lintas." Etika dapat dibangun dengan pembinaan, pemberian bimbingan, dan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini.



Baca: Menguak Sejarah Car Free Day, Di Indonesia Digelar Pada 2007


UU ini juga menyoroti soal kecelakaan lalu lintas. Melalui regulas ini, pemerintah  melakukan upaya penanggulangan kecelakaan secara komprehensif yang mencakup upaya pembinaan, pencegahan, pengaturan, dan penegakan hukum. 

Hal lain yang juga menjadi isu utama dalam undang-undang itu adalah terkait pentingnya penegakan hukum yang dilaksanakan agar lebih efektif, baik melalui sanksi pidana kurungan atau denda untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran.

Selain sanksi pidana, dalam undang-undang itu juga diatur mengenai sanksi administratif yang dikenakan bagi perusahaan angkutan berupa peringatan, pembekuan izin, pencabutan izin, dan pemberian denda. Kemudian ketentuan mengenai sanksi pidana dan administratif, turut diancamkan pula kepada pejabat atau penyelenggara jalan.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Solo Baru Mendaftarkan 35 Corak Batik Jadi WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 21 September 2022 12:06:55

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Tengah - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Jawa Tengah, baru mendaftarkan 35 corak batik sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sejatinya, Disbudpar Kota Solo tersebut sudah melakukan upaya tersebut sejak 2020, tapi kenapa baru sekarang?

Walhasil hingga detik ini, puluhan corak batik itu belum diakui dunia. Corak batik Solo belum ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb). Kabar beredar, ke 35 corak batik itu ada kesamaan corak batik dengan daerah lain.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Solo, Is Purwaningsih menjelaskan bahwa pendaftaran 35 corak batik sebagai Warisan Budaya Tak benda ke UNESCO yang sudah dilakukan sejak 2020.

Upaya itu, kata Is, sebagai tindaklanjut dari usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kepada kabupaten/kota agar mendaftarkan Warisan Budaya Tak benda yang dimiliki.



Baca: Batik Pesisir, Maju Setelah Industri Tekstil India Mundur


"Pada 2020, kami mendaftarkan 35 corak batik tersebut, namun setelah melalui kurasi dan penilaian tim ahli, ternyata corak batik di Solo juga ada di daerah lain. Oleh karena itulah, Kemendikbudristek pun meminta agar ada perbaikan keterangan terkait corak batik Solo yang akan didaftarkan ke UNESCO," kata Is Purwaningsih belum lama ini.

Is Purwaningsih menambahkan, hal tersebut dilakukan agar 35 corak batik yang didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak benda ke UNESCO itu benar-benar asli dari Solo. Pihaknya mengungkapkan, beberapa corak batik Solo yang diajukan ke UNESCO diantaranya, sidomukti, sekar jagad, parang, dan lainnya.

"Sampai dengan saat ini, upaya perbaikan itu belum bisa dilakukan. Akibatnya, 35 corak batik yang seharusnya bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda pada Desember 2021 itu pun belum juga bisa dilakukan," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Is Purwaningsih juga mengungkapkan bahwa penetapan yang tidak berhasil dilakukan pada 2021 itu, karena ditemukannya corak batik yang sama di Jogja. Oleh karena itulah, pihaknya pun harus melengkapi deskripsi dan kajian yang lebih mendalam lagi.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


PT KHE Optimistis Proyek PLTA Kayan Sesuai Target

Koropak.co.id, 16 September 2022 07:10:40

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Pembangunan Bendungan Kayan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, terus dikebut. PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) tengah merampungkan pembuatan jalan penghubung dari jalan umum terdekat menuju titik lokasi bakal bendungan. 

PT KHE optimistis, pengerjaan konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan  dapat dimulai 2023 dan beroperasi secara bertahap pada 2026. Rencananya, di PLTA Kayan Cascade yang memanfaatkan sungai Kayan itu terdiri atas lima bendungan dengan 5 s.d. 6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya. 

Untuk tahap pertama, PLTA Kayan Cascade berkapasitas 900 Megawatt (MW), tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW. Proyek tersebut diperkirakan memakan biaya sekitar 17 miliar dolar AS. Sumber dananya dari PT KHE dan rekan, salah satunya Sumitomo Jepang.

Direktur Operasional PT KHE, Khaeroni, mengatakan, pembangunan jalan tersebut akan terbagi dalam tiga seksi pengerjaan, yakni dari titik Bendungan Kayan I menuju Tugu Lima, kemudian Tugu Lima menuju Sungai Muara Pangean, dan Sungai Muara Pangean menuju jalan PU (Pekerjaan Umum) atau jalan umum. Panjangnya 12 kilometer.

"Untuk memulai tahap konstruksi 2023, sedang dikerjakan perluasan jalan angkutan alat berat serta izin peledakan. Gudang bahan peledaknya sudah siap sejak lama,” ujar Khaeroni.

Di bawah koordinasi Manajer Lapangan Sapta Nugraha dan Safran, saat ini PT KHE tengah melakukan land clearing dan pembukaan jalan di sekitar PLTA Kayan. Sementara kegiatan land clearing kedua di area tugu 5 yang diperuntukkan bagi infrastruktur. "Karena kemarin banjir, jadi agak tersendat. Selesai itu nanti kita harapkan 80 hektare lebih," ungkap Khaeroni.

Jalan penghubung ke gudang penyimpanan bahan peledak di tugu 5 melewati Sungai Pangean, Kecamatan Peso sudah selesai. PT KHE juga telah memesan bangunan konstruksi jembatan. "Jalan penghubung ke bahan peledak sudah selesai. Jadi, jalan PU menuju Sungai Pangean, dari Sungai Pangean ke Tugu 5 itu kita sudah pesan jembatan besar. Kemungkinan tidak lama lagi tiba. Kemarin pengirimannya agak tersendat dari Surabaya karena pada saat lebaran mereka tidak terima pengiriman muatan barang besi yang banyak," jelas Khaeroni.



Baca: Masuk MURI, Mahasiswa UMP Main Kentongan Terbanyak


Khaeroni melanjutkan, "Kemarin, logistik angkut dari Tanjung Selor menuju Peso kondisinya pas air surut, sehingga mereka harus kembali lagi. Nanti pengiriman logistik sampai Tugu 5 harus keadaan air pasang".

Untuk memperlancar pengiriman material konstruksi di Peso, ada 11 titik Sungai Kayan akan dilakukan pengerukan. Salah satu spotnya ada di depan Desa Long Bia, ada adras. “Terus ada tikungan sungai dekat Peso ada pengerukan. Untuk pengerukan di beberapa titik spot itu kemarin kami sudah proses izin pemanfaatannya ke kementerian ESDM. Sekarang lagi proses peningkatan IUP OP dan kemarin sudah dapat rekomendasi dari PUPR untuk perizinan pengerukan," paparnya.

Menurutnya, untuk infrastruktur sedang diupayakan untuk permohonan izin peledakan, di mana rekomendasi dari Polres Bulungan dan Polda Kaltara telah selesai. Dengan begitu, tidak lama lagi sudah bsia melakukan peledakan jalan yang menuju bendungan. Peledakan itu bisa makan waktu enam bulanan. Sampai ke titik bendungan dilakukan peledakan pembuatan diversion channel atau pengelak sungai itu.

Diversion channel adalah saluran pembagi debit atau shorcut untuk mengurangi debit banjir pada sungai yang langsung dialirkan ke laut. "Rencana awal tahun 2023 itu sudah membuat diversion channel, terus lanjut konstruksi bendungan," ucap Khaeroni.

Ia menambahkan, untuk  penyelesaian akses jalan penghubung antara titik lokasi pembangunan PLTA Kayan I, per September ini perlu dilakukan peledakan 115 ribu meter kubik material batu di sejumlah titik jalur akses tersebut.


Silakan tonton berbagai video menarik disini


Kawal Pemilu Jurdil, SMSI Tasik Datangi Bawaslu

Koropak.co.id, 15 September 2022 15:07:21

Admin

Koropak.co.id, Jawa Barat - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Tasikmalaya mendatangi kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya, Rabu, 14 September 2022. Ada banyak tema yang dibicarakan, dua di antaranya tentang media massa dan pemilu.

Ketua SMSI Tasikmalaya, Iskandar, menyebutkan, secara nasional ada lebih dari dua ribu media daring yang tergabung dalam SMSI, sementara di Tasikmalaya ada sembilan media yang menjadi anggota serikat dan telah berbadan hukum.

Banyaknya jumlah anggota SMSI itu menjadi potensi strategis dalam menjaga gerbong demokrasi agar tetap berjalan sesuai koridor. Untuk itu, SMSI Tasikmalaya berkomitmen menjaga dan mengawal agenda-agenda politik 2024, sehingga menjadi pemilu yang berkualitas.



Baca: Ketua SMSI Tasik Sowan ke Markas TNI AU, Danlanud: Ayo Bersinergi


"Pemilu yang adil, jujur, dan transparan akan menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang baik, dan akan berdampak positif pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. SMSI memiliki peran yang strategis dalam menyampaikan informasi terkait pemilu. Diperlukan kesepahaman dan komunikasi yang baik antara Bawaslu dan SMSI Tasikmalaya," papar Iskandar.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Ijang Jamaludin, merespons positif kehadiran SMSI Tasikmalaya. Menurutnya, pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama, sehingga bisa menghasilkan pemimpin yang amanah. 

Ijang berharap, SMSI Tasikmalaya bisa turut serta dalam menyosialisasikan aturan-aturan pemilu, termasuk tata cara pelaporan jika menemukan pelanggaran. "Masyarakat bukan cuma berhak memilih, tapi juga punya kewajiban mengawal pascapemilu," tandasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik disini

14 Provinsi Bakal Terima Sertifikat Gamelan sebagai WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 14 September 2022 15:03:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) telah mengesahkan gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dalam sidang yang digelar pada pertengahan Desember 2021 lalu.

Untuk itu, kementerian terkait akan menyerahkan sertifikat gamelan sebagai WBTb dari UNESCO kepada masyarakat Indonesia sebagai pemilik budaya gamelan. Sebanyak 14 Pemerintah Provinsi (Pemprov), Institute Seni Surakarta serta Maestro Gamelan (alm) Rahayu Supanggah dan Made Bandem akan menjadi perwakilan masyarakat dalam menerima sertifikat gamelan tersebut.

Rencananya, agenda tersebut akan dilaksanakan di Balai Kota Surakarta, dalam konser Mahambara Gamelan Nusantara bertajuk "Gamelan Indonesia untuk Dunia", pada Jumat, 16 September 2022. Adapun provinsi yang menjadi pengusul gamelan untuk UNESCO di antaranya Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan Kalimantan Selatan.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Restu Gunawan, menjelaskan, sebenarnya gamelan telah diusulkan kepada UNESCO sejak tahun 2018. Setelah penantian panjang, akhirnya gamelan dinyatakan secara resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak benda (WBTb) UNESCO.



Baca: UNESCO Tetapkan Gamelan Indonesia Jadi Warisan Budaya Takbenda


"Penetapan tersebut dilakukan pada sidang ke-16 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang dilaksanakan di Paris, Perancis pada 15 Desember 2021. Gamelan juga ditetapkan bersama dengan 46 warisan budaya takbenda lainnya di berbagai penjuru dunia, di antaranya Nora, drama-tari di Thailand Selatan, dan Al-Naoor, kerajinan seni tradisional dari Irak," paparnya.

Restu menambahkan, hingga saat ini, Indonesia sudah memiliki 11 Warisan Budaya Tak benda (WBTb) yang sudah masuk dalam daftar UNESCO. Ia merasa bangga dan bahagia atas ditetapkannya gamelan sebagai Warisan Budaya Tak benda UNESCO. 

Selain Gamelan, sebelumnya ada Pantun sebagai multinasional nominasi bersama dengan Malaysia (2020), Tradisi Pencak Silat (2019), Pinisi sebagai seni membuat perahu di Sulawesi Selatan (2017), Tiga genre tari tradisional di Bali (2015), Noken sebagai tas rajut dan ikat dari Papua (2012), Tari Saman (2011), Angklung (2010), Batik Indonesia (2009), Wayang (2008), Keris Indonesia (2008), dan 1 program terbaik untuk Pelatihan membatik kepada siswa sekolah (2009) yang ditetapkan sebagai WBTb UNESCO.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Lestarikan Pencak Silat, Pemprov Jabar Bakal Bangun Padepokan 8 Hektare

Koropak.co.id, 13 September 2022 12:13:02

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen melestarikan dan mengembangkan pencak silat agar bisa lebih banyak raih prestasi. Salah satu bentuk dukungan itu adalah akan membangun padepokan di lahan seluas delapan hektare, di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku dirinya yang akan mendesain sendiri padepokan tersebut. "Kita akan lestarikan budaya tersebut dengan mengumandangkan hari Pencak Silat Jabar 12 Desember. Kita juga berupaya untuk menjadi yang terdepan dalam memfasilitasi berbagai macam olahraga, termasuk pencak silat yang kerap berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional," tutur Ridwan Kamil dalam pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat masa bakti 2022 s.d. 2026 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 12 September 2022. 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan, kontingen Jawa Barat selalu berhasil menjadi juara umum, baik di Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun di perhelatan internasional. Untuk itu diperlukan keberpihakan yang nyata terhadap olah raga beladiri tersebut.

Ia berharap, pencak silat tidak hanya sukses sebagai cabang olahraga dan seni budaya, akan tetapi juga menjadi media pembentukan watak dan karakter unggul dan tangguh. Menurutnya, pencak silat bisa menjadi salah satu nutrisi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. 



Baca: Silat Melayu Pukol Tujuh Diajukan Masuk WBTb Indonesia


Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, menegaskan, pencak silat merupakan olahraga dan seni bela diri milik seluruh rakyat yang membawa misi nenek moyang bangsa Indonesia dalam rangka menghasilkan generasi penerus yang tangguh, ulet, tahan banting, berani, jujur dan adil.

"Tentunya kita harus menjadi bangsa yang pendekar, bangsa yang tidak kenal menyerah, bangsa yang menegakkan kebenaran, keadilan dan kejujuran. Sebuah kehormatan bagi saya karena dapat memberikan pengabdian, berbakti, membina, dan melestarikan pencak silat hingga saat ini," tegas Prabowo.

Ia meminta kepada pengurus IPSI Jabar yang baru dilantik agar dapat membina generasi penerus bangsa yang kuat dan tahan banting, jujur, serta adil. Jika semua itu dapat terealisasi, masa depan Indonesia akan cerah di tangan pemuda yang menganut paham optimisme.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Festival Panen Kopi Gayo Dorong Ekonomi Kreatif

Koropak.co.id, 12 September 2022 12:04:47

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali menggelar Festival Panen Kopi Gayo yang dilaksanakan di Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah mulai 10 September s.d. 11 September 2022. 

Penabuhan gong yang dilakukan Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam Setdakab Aceh Tengah, Khaidir, menjadi penanda dibukanya festival kelima kalinya sejak pertama dilaksanakan pada 2017 di Dataran Tinggi Tanah Gayo, Takengon, Aceh Tengah.

Khaidir menjelaskan, Festival Panen Kopi Gayo merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus wahana ekselerasi dan pemajuan kebudayaan, khususnya di kawasan Kabupaten Aceh Tengah. 

"Festival ini juga mengombinasikan antara kegiatan pasar kopi, budaya, pariwisata, dan festival budaya. Pertunjukan yang semuanya dalam satu paket kegiatan itu juga merupakan bentuk dari selebrasi atas kegiatan panen raya atau besar Kopi Gayo sebagai salah satu komoditi unggulan di Tanah Gayo," papar Khaidir.



Baca: Festival Pesona Barsela, Cara Aceh Kenalkan Budaya


Khaidir menambahkan, Festival Kopi Gayo juga dilaksanakan dengan tujuan sebagai pilot pemberdayaan masyarakat melalui kebudayaan dengan cara yang kreatif, mandiri, dan berkelanjutan. Dalam festival ini masyarakat sekitar terlibat sebagai pelaksana sekaligus penyelenggara kegiatan.

"Keterlibatan masyarakat sekitar juga sebagai upaya dalam mendukung program ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Tentunya, hal ini juga patut kita apresiasi sebagai bentuk upaya dalam mengenalkan dan menumbuhkan semangat bagi generasi muda di Aceh Tengah saat ini agar bisa melestarikan Kebudayaan Gayo," tambahnya.

Ia memaparkan, Pemkab Aceh Tengah saat ini tengah serius memajukan sektor kepariwisataan, baik itu wisata budaya, seni maupun wisata alam yang dipadukan dengan sektor agro, khususnya komoditi unggulan kopi.

"Tentunya, hal itu harus dibarengi dengan dukungan dari berbagai sektor yang dikelola dengan baik agar dapat memberikan kepuasan bagi para pengunjung dan wisatawan. Ke depan kami akan lebih gencar lagi dalam mempromosikan dan meningkatkan potensi-potensi wisata yang dimiliki," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini: