CostuMAXI Yamaha Seleksi Modifikator Regional Jabodetabek

Koropak.co.id, 21 February 2020 14:35:56
Penulis : Dede Hadiyana
CostuMAXI Yamaha Seleksi Modifikator Regional Jabodetabek


Koropak.co.id - Yamaha gelar kontes modifikasi CustoMAXI sebagai wadah bagi modifikator menyalurkan hobi dan kreativitas. dalam memodikasi MAXI Yamaha yang terus mengundang perhatian para pecinta modifikasi.

Dalam rilis yang diterima Koropak, Jumat (24/1/2020) Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Yordan Satriadi mengatakan pada periode 2019-2020, CostuMAXI memasuki putaran semifinal dengan menampilkan sebanyak 45 motor.

Ditambahkan Yordan, kontes yang digelar di Koma Junkyard Bekasi, Sabtu (18/1/2020) tersebut digelar perdana untuk region Jabodetabek.

"Para peserta event CostuMAXI x Yamaha Heritage Built kali ini menampilkan modifikasi yang menarik dan kreatif serta menjadi referensi bagi para pengguna MAXI Yamaha," ujarnya.

 

Koropak.co.id - CostuMAXI Yamaha Seleksi Modifikator Regional Jabodetabek (2)

 


Baca : Yamaha Hadirkan Dua Kategori Baru Di Yamaha Heritage Built

Memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan, kata Yordan, titel yang diusung yakni CustoMAXI x Yamaha Heritage Built dengan melombakan kategori MAXI Yamaha kelas Master dan Daily Use untuk Xmax, Nmax, Aerox, Lexi. Dan kategori baru Digital Modif Competition All New Nmax 155 dan Yamaha Heritage Built untuk All New XSR 155.

"Terima kasih atas partisipasi dari modifikator regional Jabodetabek. Ikuti terus kemeriahan semifinal CustoMAXI x Yamaha Heritage Built yang akan berlanjut di Bali pada 2 Februari 2020 nanti," ujarnya.

Para pemenang di area Jabodetabek termasuk 10 finalis kategori Digital Modif Competition All New Nmax 155 berhak mengikuti final yang akan digelar pada April 2020 mendatang dan pemenangnya akan diumumkan pada 8 Februari 2020, dan 8 Maret 2020.*

 


Baca pula : Yamaha Umumkan Jawara Unggulan CostuMAXI

 

Komentar

Pemprov Sulteng Ajukan Kain Tenun Donggala Jadi WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 28 May 2022 12:14:01

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terkenal kaya akan warisan budaya. Salah satunya adalah kerajinan menenun kain yang berkembang di daerah Donggala, Sulteng dan dikenal dengan nama 'Kain Tenun Donggala'.

Sebagai upaya dalam mempertahankan sekaligus melestarikan warisan budaya khas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng tengah mengajukan kain tenun Donggala untuk masuk dalam Warisan Budaya Tak benda (WBTb) The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Saat ini kami tengah menunggu kain tenun Donggala, salah satu warisan budaya khas Sulteng, sebagai Warisan Budaya Tak benda UNESCO," kata Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sulteng, Diah Agustiningsih, belum lama ini.

Pihaknya saat ini terus mendorong agar desainer lokal kain tenun Donggala membuat berbagai inovasi atau mode baru dari kain tenun tersebut, mulai dari baju, celana, hingga sepatu.

"Dengan terus digenjotnya desainer lokal untuk menciptakan berbagai mode terbaru, maka secara tidak langsung hal itu akan turut mengangkat eksistensi kain tenun Donggala, baik di kancah lokal, nasional, hingga internasional," ucapnya.



Baca: Mushaf Al-Qur'an Blawong akan Ditetapkan Sebagai Benda Cagar Budaya


Pemprov Sulteng juga turut mendorong agar para desainer lokal kain tenun Donggala untuk bisa mengikuti perkembangan zaman dengan menghasilkan berbagai produk kekinian, seperti membuat pakaian atau sepatu berbahan baku kain tenun Donggala.

"Jika desainer mengikuti apa yang disarankan, kami optimistis kain tenun Donggala Sulteng itu akan diminati masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.

Alasan mengapa kain tenun Donggala harus ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda UNESCO,  itu lantaran kain tenun khas Sulteng tersebut merupakan warisan budaya bernilai estetik yang tinggi.

"Tentunya ini merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan kain tenun Donggala agar tetap bertahan dan eksis di tengah perkembangana zaman yang semakin hari semakin maju," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Avrist Life, Asuransi Jiwa yang Sudah Ada Sejak 1975

Koropak.co.id, 25 May 2022 07:13:40

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kematian memang penuh misteri dan tidak bisa diprediksi kapang datangnya. Sebagai manusia, tentunya yang bisa dilakukan hanyalah mempersiapkan diri apabila kematian tersebut datang menjemput. 

Banyak bentuk persiapan yang bisa dilakukan, seperti dengan memastikan keluarga yang kita tinggalkan tetap aman dan tercukupi segi finansialnya. 

Hal itu pun bisa dilakukan dengan mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi jiwa.Asuransi jiwa merupakan perlindungan bagi keluarga peserta pemegang polis asuransi apabila terjadi kematian. 

Asuransi jiwa juga memungkinkan keluarga peserta polis asuransi untuk mendapatkan keamanan finansial serta perlindungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satu asuransi jiwa terbaik yang menawarkan beragam manfaatnya adalah Asuransi Avrist (Avrist Life).

Avrist Life atau Asuransi Avrist merupakan perusahaan asuransi jiwa yang dikelola oleh PT Avrist Assurance (Avrist) dan telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Untuk produk yang dihadirkan Asuransi Avrist Life sendiri mencakup asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi syariah, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Diketahui salah satu produk unggulannya adalah Asuransi Kesehatan Avrist yang memberikan manfaat asuransi kesehatan dan asuransi jiwa secara sekaligus serta menanggung hingga nasabah usia 96 tahun.

Bicara mengenai sejarah PT. Avrist Assurance yang mengelola Avrist Life, perusahan tersebut berdiri pada 1975-an dan merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan pertama yang ada di Indonesia. 

Kemudian pada 1984, Avrist Assurance sempat dikenal dengan nama Asuransi Jiwa Ikrar Abadi yang bekerja sama dengan American International Assurance atau yang lebih dikenal sebagai AIA Indonesia.



Baca: Asuransi Jasindo, Berdiri 100 Tahun Sebelum Indonesia Merdeka


Seiring berjalannya waktu, kini Avrist Assurance telah memiliki 50 kantor pemasaran di berbagai wilayah di Indonesia yang didukung juga dengan 450 karyawan dan 4.300 agen. 

Selain itu, Avrist Assurance juga memiliki tiga anak perusahaan, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist, PT Avrist General Insurance, dan PT Avrist Asset Management.

Pada 2009, American International Assurance menjual perusahaan asuransi patungan tersebut pada Harry Harmain Diah. Sehingga, sejak saat itulah nama perusahaan pun diubah menjadi Avrist Assurance.

Berselang satu tahun kemudian tepatnya pada 2010, Avrist Assurance menjalin kemitraan dengan Meiji Yasuda Life Insurance Company, salah satu pemimpin pasar industri asuransi jiwa di Jepang dengan pengalaman lebih dari 130 tahun. 

Adanya kerja sama ini tentunya diharapkan agar Avrist dapat bersaing dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya dan juga mampu memberikan pelayanan terbaiknya.

Dikarenakan berfokus dalam menawarkan produk asuransi jiwa dan kesehatan, Avrist Assurance pun kerap disebut sebagai Asuransi Avrist Life atau Avrist Life Insurance.

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun lamanya, Avrist Assurance telah berhasil mengembangkan berbagai kanal distribusinya, mulai dari Agency, Bancassurance, Employee Benefit, dan Syariah.

Kanal distribusi tersebut tentunya menyediakan berbagai produk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, asuransi berbasis syariah, asuransi jiwa kredit, dan dana pensiun baik untuk perorangan maupun Asuransi Avrist untuk karyawan (perusahaan).


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Mushaf Al-Qur'an Blawong akan Ditetapkan Sebagai Benda Cagar Budaya

Koropak.co.id, 23 May 2022 12:24:51

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang terus  mengupayakan legalitas perlindungan terhadap bebagai benda cagar budaya yang ada di daerahnya. Itu penting dilakukan sebagai landasan sekaligus dasar hukum untuk kegiatan pelestarian, serta menjaga keberlangsungan benda-benda yang memiliki nilai sejarah.

Tim Ahli Cagar Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Tri Subekso, mengungkapkan, saat ini setidaknya ada 35 jenis benda cagar budaya di Kabupaten Semarang yang masih menunggu surat keputusan penetapan benda cagar budaya dari pemerintah.

"Dari ke-35 jenis benda cagar budaya itu salah satunya adalah mushaf Al-Qur'an 'Blawong' atau yang selama ini dikenal dengan Al-Qur'an Gogodalem," ungkap Tri Subekso, belum lama ini. 



Baca: Menjelajah Indonesia dalam Semalam di Hamburg


Menurut Tri, mushaf Al-Qur'an peninggalan Wali Nitinegoro yang kini masih tersimpan di masjid At Taqwa Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, itu memiliki nilai sejarah. Mushaf Al-Qur'an tersebut ditulis dengan tangan. 

"Sampul mushaf Al-Qur'an itu dibuat dari bahan kulit. Selama ini, mushaf Al-Qur'an tersebut hanya dibuka dan dibaca setahun sekali setiap tanggal 20 Sya'ban yang merupakan haul Wali Nitinegoro," ucapnya. 

Tri menyampaikan, benda cagar budaya tersebut merupakan peninggalan Wali Nitinegoro, putra Bupati Kaliwungu, Kendal, yang hidup pada masa syiar Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said, salah satu dari Sembilan wali penyebar Islam di tanah Jawa.

"Selain mushaf Al-Qur'an Blawong, benda cagar budaya lainnya yang masih menunggu surat keputusan penetapan sebagai benda cagar budaya yaitu Arca Ganesha Sikunir dan Arca Ganesha Karangjati," ujarnya. 

Ada juga Situs Candi Kalitaman, Situs Candi Sokowolu, Situs Petirtaan Derekan, situs Candi Dukuh dan lainnya. Berdasarkan informasi yang didapatkannya, surat keputusan penetapan benda cagar budaya itu baru akan keluar pada Juni 2022. 


Silakan tonton berbagai video menarik lainnya disini:


Menjelajah Indonesia dalam Semalam di Hamburg

Koropak.co.id, 13 May 2022 07:41:48

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Antusiasme masyarakat Jerman dan Diaspora Indonesia untuk "melihat" Indonesia lebih dekat tampak tinggi. Itu terlihat dari kehadiran dan partisipasi mereka dalam "Lange Nacht der Konsulate" atau "Malam Panjang di Konsulat" yang berlangsung di KJRI Hamburg, beberapa waktu lalu.

Konsul Jenderal RI Hamburg, Ardian Wicaksono, berharap, acara tersebut dapat menginspirasi pengunjung untuk berkunjungan ke destinasi wisata Indonesia dan lebih menyukai Indonesia. "Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memeringati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman. Dalam kesempatan ini, kami juga mengajak pengunjung untuk menikmati pengalaman menjelajahi Indonesia dalam semalam," ucap Wicaksono. 

Pengalaman menjelajah Indonesia dalam semalam itu ditunjukkan melalui pertunjukan musik gamelan "Margi Budoyo-KJRI Hamburg" dan permainan angklung dari komunitas "Angklung Hamburg Orchestra", tarian daerah yakni tari Pendet dan Ronggeng Blantek, serta penampilan grup musik TOFFI Hamburg dengan lagu tradisional Indonesia.



Baca: Paviliun Indonesia Semarakkan Festival dell'Oriente Roma


Juga turut dipamerkan kerajinan tangan Indonesia, kuliner Indonesia oleh masyarakat Indonesia, dan kopi Indonesia oleh dua perusahaan kopi Indonesia di Jerman. Acara semakin meriah dengan peran serta dari diaspora Indonesia untuk mempromosikan bahasa Indonesia melalui Pojok Bahasa Indonesia.

State Secretary for Interior and Sports Kota Hamburg, Christoph Holstein, mengatakan, kegiatan Lange Nacht der Konsulate yang berlangsung di KJRI Hamburg tersebut mencerminkan keterwakilan Hamburg sebagai kota internasional.

"Kegiatan ini menggambarkan keterwakilan Hamburg terutama dalam peran dan beragamnya Diaspora Indonesia dan warga Jerman yang ingin mengenal Indonesia di kota Hamburg," kata Christoph.

Kegiatan Lange Nacht der Konsulate juga turut dimanfaatkan KJRI Hamburg untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia, kekayaan kuliner Indonesia, keragaman kopi Indonesia hingga keunikan pariwisata di Indonesia. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Benteng Eks Keraton Kartasura Resmi Jadi BCB Kabupaten

Koropak.co.id, 12 May 2022 12:30:23

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Benteng eks Keraton Kartasura resmi ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya (BCB) tingkat kabupaten. Bupati Sukoharjo, Etik Sukoharjo, mengeluarkan keputusan itu pada 28 April 2022.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Siti Laeli, menjelaskan, bekas Keraton Kartasura sudah menjadi situs cagar budaya dan dilindungi. Situs cagar budaya tersebut meliputi, masjid, sumur, makam sedah mirah, makam haryo panular, gedung miring, serta tembok dalam dan luar.

Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, nantinya Benteng eks Keraton Kartasura tersebut akan diusulkan ke tingkat provinsi. Itu akan dilakukan secara bertahap. Sekarang yang terpenting sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang (UU).



Baca: Tembok Benteng Keraton Kartasura Dirusak, Dimana Pemerintah?


Ia mengingatkan, masyarakat tidak boleh lupa dengan sejarah. Pasalnya, adanya Keraton Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta itu berawal dari Keraton Kartasura. Untuk itu pihaknya akan intens melakukan sosialisasi.

Keberadaan bangunan yang sudah berusia sekitar 342 tahun itu masuk sebagai kriteria menjadi cagar budaya. Padahal dulu dibangun tanpa semen akan tetapi mampu berdiri kokoh sampai dengan saat ini. Pihaknya mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga dan merawatnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Tiga Tradisi Jepara Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia

Koropak.co.id, 11 May 2022 08:13:17

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Tiga tradisi khas masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diakui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia. Ketiga tradisi itu adalah lomba kupatan dengan larung kepala kerbau, perang obor, dan jembul tulakan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Ida Lestari, menjelaskan, ketiga tradisi itu sudah mendapatkan sertifikat dari Kemendikbud Ristek sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) tingkat nasional. 

Ida menyebutkan, pendaftaran ketiga tradisi tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Jepara. Dengan adanya pengakuan dari Pemerintah Pusat, maka pemerintah daerah akan memberikan perhatian dengan memberikan dukungan anggaran. Ketiga tradisi itu akan dijadikan agenda rutin Pemkab Jepara.



Baca: Jadi Warisan Budaya, Gubernur Riau Ajak Lestarikan Lampu Colok


Larung sesaji berupa kepala kerbau ini biasanya digelar setiap 8 Syawal atau tujuh hari setelah lebaran. Sedangkan untuk tradisi jembul digelar setiap Senin Pahing oleh masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo.

Adapun perang obor merupakan tradisi warga Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, yang diyakini masyarakat sebagai tolak bala. Tradisi ini juga rutin digelar setiap Senin Pahing malam, Selasa Pon di bulan Zulhijah, bersamaan dengan acara sedekah bumi.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Seba, Satu Cara Warga Badui Mensyukuri Hasil Tani

Koropak.co.id, 09 May 2022 08:11:39

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Masyarakat Suku Badui yang ada di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan rasa syukur atas hasil produksi pertanian yang melimpah. Salah satunya Seba atau berkunjung ke bupati dan pejabat.

Seperti yang dilakukan belum lama ini. Mereka melaksanakan Seba di Pendopo Kabupaten Lebak. Seba ini sendiri merupakan wujud rasa syukur sekaligus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah yang melindungi masyarakat Badui dalam mengelola usaha pertanian dan juga keamanan.

"Untuk tahun ini, kami menggelar Seba Leutik atau Seba kecil dengan jumlah Badui Luar sebanyak 158 orang dan Badui Dalam sebanyak 23 orang," ujar tokoh adat Badui, Jaro Saija.

Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, menuturkan, pemerintah daerah sampai saat ini masih melestarikan budaya dari leluhur masyarakat Badui, termasuk tradisi Seba.



Baca: Jadi Warisan Budaya, Gubernur Riau Ajak Lestarikan Lampu Colok


Selain itu, pemerintah daerah turut memberikan jaminan keamanan di lingkungan kawasan masyarakat Badui. Masyarakat Badui juga diharapkan terus menjaga hutan agar tetap lestari. Diketahui kawasan Badui merupakan daerah resapan dan hulu air. Jika kawasan hulu air rusak, dapat menimbulkan bencana banjir dan kesulitan air bersih.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Edi Wardoyo mengapresiasi tradisi ritual Seba yang dilaksanakan masyarakat Badui. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia.

Pemerintah turut mendorong budaya tradisi Seba masyarakat Badui untuk terus dilestarikan. Pasalnya, budaya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pertumbuhan ekonomi.


Simak berbagai video menarik di sini:


Jadi Warisan Budaya, Gubernur Riau Ajak Lestarikan Lampu Colok

Koropak.co.id, 29 April 2022 19:24:06

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Gubernur Riau, Syamsuar secara resmi membuka festival lampu colok dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan di Riau, Kamis malam 28 April 2022. 

Tercatat, untuk di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, festival lampu colok tersebut dilakukan pada masing-masing kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dilansir dari berbagai sumber, Gubernur Riau, Syamsuar pun berharap, agar budaya lampu colok bisa terus di lestarikan ke depannya di seluruh kabupaten dan kota di Riau.

"Saat ini kita telah memasuki malam ke-27 Ramadan, dan sebagaimana adat dan budaya melayu yang selalu dilaksanakan secara turun temurun, kita juga mulai memasang lampu colok," kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan bahwa, saat ini lampu colok tersebut telah masuk sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) nasional. Oleh karena itulah, budaya yang dilaksanakan turun temurun ini perlu dijaga dan lestarikan. 



Baca : Pemprov Riau Siap Gelar Festival Lampu Colok Kreatif


"Salah satu upaya untuk melestarikan budaya lampu colok ini, di tahun 2022 ini Pemprov Riau menggelar festival lampu colok kreatif. Hal ini juga dilaksanakan dengan tujuan agar tumbuh anak-anak Riau yang kreatif dalam rangka membudayakan dan melestarikan budaya lampu colok di bumi Riau yang kita cintai ini," ujarnya.

Nantinya, Lanjut Syamsuar, festival lampu colok kreatif ini akan dinilai atau diperlombakan. Hal tersebut tentunya dilakukan agar peserta bisa lebih bersemangat lagi.

"Jadi nanti kita akan melihat daerah mana yang paling kreatif. Kemudian setelah itu kita akan menentukan pemenangnya, sekaligus untuk pemberian hadiahnya akan diumumkan pada hari raya Idul Fitri mendatang," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, ada makna yang terkandung dalam budaya lampu colok ini sendiri, yaitu ikut bergembira dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di samping itu juga, alasan mengapa lampu colok ini harus dipasang di malam ke-27 Ramadan? Karena banyak orang yang berpendapat bahwa malam lailatul qadar itu jatuh pada malam ke-27 Ramadan.

"Maka dari itulah, kami juga berharap semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut sepanjang masa, dan tidak hanya digelar di Pekanbaru dan Bengkalis saja, akan tetapi juga diseluruh daerah di Riau. Karena, ini juga merupakan bagian dari kebudayaan Riau yang tidak boleh kita lupakan," pungkasnya.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Menjajal Solusi Pasca Pandemi dengan Kebudayaan

Koropak.co.id, 29 April 2022 13:17:10

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia 2022, pada September 2022 mendatang,  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 atau G20 Culture Ministers' Meeting (CMM). 

Diketahui, sebagai rangkaian awal kegiatan G20 Bidang Kebudayaan menuju G20 CMM, Kemendikbud Ristek pun menggelar 1st Senior Officials Meeting (SOM) G20, pada Jumat 22 April 2022 lalu.

Dilansir dari laman indonesia.go.id, pertemuan tersebut diikuti oleh para delegasi anggota G20, negara undangan khusus, dan organisasi internasional secara daring.

Selain itu, rangkaian kegiatan G20 Bidang Kebudayaan tersebut mengusung tema "Kebudayaan untuk Hidup yang Berkelanjutan". Dalam kaitan tema SOM G20 itu, Kemendikbud Ristek melakukan refleksi tentang situasi pasca pandemi. 

"Pandemi telah mengungkapkan kerentanan laten dalam gaya hidup modern kita. Saat ini, kita tidak lagi berbicara tentang kemiskinan, ketidaksetaraan dan ketidakadilan, akan tetapi tentang kelangsungan hidup manusia sebagai spesies. Untuk pulih bersama dan pulih lebih kuat, maka kita membutuhkan gaya hidup baru yang lebih berkelanjutan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid.

Tercatat, ada dua tujuan utama Kemendikbud Ristek sebagai pengampu G20 Bidang Kebudayaan. Tujuan pertama, yakni untuk membangun konsensus global normal baru yang berkelanjutan. Sementara yang kedua, menginisiasi agenda pemulihan global melalui pembentukan jaringan aksi bersama di bidang kebudayaan.

Tak hanya itu saja, pertemuan perdana SOM G20 Bidang Kebudayaan itu fokus membahas peran budaya dalam mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan. Pertemuan kali ini juga turut mengeksplorasi kemungkinan normal baru, yaitu transisi menuju kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada keadilan sosial-ekologis berdasarkan dengan keragaman sumber daya budaya.

Lima Agenda

Dalam kesempatan itu, Hilmar Farid menyebutkan bahwa ada lima isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertama, mengenai peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan. Kedua, tentang dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari kebijakan berbasis budaya. 



Baca : Ketika Delegasi G20 Jadi Orang Jawa Sehari


Kemudian yang ketiga, tentang cultural commoning atau pengelolaan bersama atas sumber daya budaya yang mempromosikan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal. Keempat, akses yang berkeadilan untuk peluang ekonomi budaya dan yang kelima tentang mobilisasi sumber daya internasional yang mengarus utamakan pemulihan berkelanjutan dengan menginisiasi suatu mekanisme pendanaan untuk pemulihan seni dan budaya yang sangat terpukul selama pandemi.

Hilmar Farid menjelaskan satu hal bahwa dalam mempromosikan gaya hidup baru ini, budaya tentunya memainkan peran penting khususnya dalam menawarkan jalan kebudayaan sebagai solusi pasca pandemi. Inilah yang menjadi jalan kebudayaan yang ditawarkan Presidensi Indonesia di G20 tahun ini.

"Berbagai pengetahuan, institusi, ekspresi budaya, dan praktik yang kita warisi juga telah melewati ujian waktu, sehingga terus dibawa ke zaman modern. Jika berbagai sumber budaya ini dikonsolidasikan, maka kita akan memiliki sarana untuk menciptakan gaya hidup yang lebih berkelanjutan," tutur doktor ilmu sejarah itu.

Sementara itu, diketahui puncak Puncak dari G20 Bidang Kebudayaan adalah CMM yang diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 12 dan 13 September 2022 mendatang. 

Pada pertemuan para Menteri Kebudayaan ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemenristekdikbud akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain kirab budaya, rapat raksasa, konser G20, dan ruwatan bumi.

Kirab budaya dan rapat raksasa itu juga rencananya akan dihadiri oleh tidak kurang dari 2.000 pelaku budaya, masyarakat adat, dan komunitas budaya. Sedangkan untuk konser G20 akan melibatkan kolaborasi musisi dari negara-negara G20. 

Selain itu, untuk Ruwatan Nusantara, Student Festival, Indonesia Bertutur, Konferensi Internasional Kebudayaan Indonesia, dan beragam kegiatan lainnya pun akan diselenggarakan untuk menyukseskan G20 Bidang Kebudayaan.

Semarak kegiatan G20 Kebudayaan ini tentunya menandakan Indonesia mampu mendorong kehidupan keragaman dan perilaku budaya Nusantara sebagai jalan keluar dari krisis yang terjadi akibat pandemi maupun kerusakan ekologi sebagai dampak eksploitasi sumber daya alam.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Enam Koleksi Museum Jakarta Resmi Jadi Benda Cagar Budaya

Koropak.co.id, 28 April 2022 13:01:00

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu secara resmi menetapkan enam koleksi museum sebagai Benda Cagar Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, mengatakan bahwa penetapan ini dilakukan setelah melalui proses kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta yang kemudian merekomendasikan enam koleksi dari Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, serta Museum Joang '45.

"Objek yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya ini, tentunya merupakan koleksi unggulan dari masing-masing museum yang memiliki nilai penting. Mulai dari segi kesejarahan dan kesenian serta memenuhi kriteria sebagai Benda Cagar Budaya," kata Iwan sebagaimana dilansir dari laman InfoPublik, Kamis 28 April 2022.

Iwan mengungkapkan bahwa keenam objek Benda Cagar Budaya tersebut meliputi Lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh, Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan, Lukisan Prambanan Seko karya S. Sudjojono, Lukisan Dewi karya Agus Djaya, Meriam Si Jagur, dan Mobil Rep-1 yang merupakan kendaraan dinas presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Diketahui, Lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh Sjarif Boestaman merupakan koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 334 Tahun 2022. 

Dilukis di atas kanvas dengan menggunakan media cat minyak, lukisan bergaya realisme romantis Eropa ini juga  merupakan bagian dari khasanah pertama aliran realisme dalam perkembangan seni lukis modern. Pada lukisan ini, tergambar potret Raden Aria Kusumahningrat sebagai Bupati Cianjur ke-9 saat menjabat pada tahun 1834-1862 ini dibuat pada tahun 1852.

Sedangkan untuk Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan yang dilukis pada tahun 1955, ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 333 Tahun 2022. Lukisan tersebut merupakan salah satu karya terbaik Hendra Gunawan yang mengangkat tema revolusi. Hendra Gunawan membuat lukisan ini setelah dirinya terinspirasi dari rekaman peristiwa pernikahan di suatu tempat di Karawang, Jawa Barat yang tidak biasa. 

Alih-alih memakai baju pengantin, pengantin pria justru mengenakan jaket tentara dan mendorong sepeda yang dinaiki pengantin perempuan dengan diikuti arak-arakan sekelompok orang dan pemain tanjidor. Lukisan beraliran realisme ini juga merekam kehidupan sosial dan tradisi yang berkembang di masyarakat pada masa perang revolusi kemerdekaan tahun 1945-1949.

Selain itu, ada juga koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik lainnya yang juga resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Ia adalah Lukisan Dewi karya Agus Djaya, yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya melalui Kepgub Nomor 366 Tahun 2022. 

Lukisan yang dibuat pada tahun 1962 ini mewakili gaya seni lukis modern Indonesia pada tahun 1960-an yang mengungkapkan tradisi mitologi Jawa. Lukisan Dewi itu juga mengekspresikan sosok Nyi Roro Kidul, sang ratu penguasa pantai selatan dengan aliran impresionisme.



Baca : Pulau Penyengat Akan Dijadikan Pusat Budaya di Kepri


Sedangkan untuk koleksi lukisan lainnya adalah Lukisan Prambanan/Seko karya S. Sudjojono yang ditetapkan melalui Kepgub Nomor 367 Tahun 2022. Lukisan beraliran realisme pada masanya yang dibuat pada tahun 1949 ini merekam suasana setelah agresi militer kedua. 

Dalam Lukisan Prambanan itu, terdapat beberapa baris tulisan tangan penulis di antaranya berbunyi, "Toko-toko tjina terpaksa kita bakar, apa boleh buat, untuk kemenangan, Prambanan, yang pertema menjeberang djalan".

Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati mengungkapkan kebahagiaannya atas penetapan 4 koleksi lukisan milik Museum Seni Rupa dan Keramik. Sri pun berharap ke depannya, akan ada lebih banyak lagi koleksi UP Museum lainnya yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya guna meningkatkan upaya pelestarian terhadap koleksi-koleksi museum itu sendiri.

"Kami tentunya sangat berharap koleksi-koleksi ini selanjutnya akan dapat ditetapkan juga sebagai Benda Cagar Budaya Nasional. Hingga ada lebih banyak lagi koleksi UP Museum Seni lainnya yang ditetapkan baik sebagai Benda Cagar Budaya Daerah maupun Benda Cagar Budaya Nasional," ungkap Sri.

Sementara itu, Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta, Esti Utami juga turut menyampaikan harapannya atas penetapan Meriam si Jagur dan Mobil REP 1 sebagai Benda Cagar Budaya. Ia berharap dengan penetapannya itu,  dapat meningkatkan upaya pelestarian terhadap koleksi-koleksi museum.

"Penetapan status Cagar Budaya ini tentunya akan semakin memacu kami untuk bisa meningkatkan upaya pelestarian, perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan terhadap koleksi museum," ujar Esti.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta juga telah menetapkan Meriam Si Jagur, dari koleksi Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Taman Fatahillah sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 351 Tahun 2022. Meriam yang dibuat pada tahun 1625 ini, berhasil memperoleh rekomendasi dari TACB sesuai Berita Acara Rekomendasi Nomor 171/TACB/Tap/Jakbar/XI/2021 pada 10 November 2021.

Berdasarkan sejarahnya, dahulu meriam ini digunakan sebagai senjata oleh Portugis dan Belanda. Meriam ini mmiliki banyak hiasan khas, utamanya berbentuk kepalan tangan dengan posisi ibu jari yang diapit oleh jari telunjuk dan jari tengah di bagian pangkal meriam. 

Posisi tangan yang dikenal sebagai Mano In Fica ini juga memiliki arti sebagai simbol untuk menangkal kejahatan. Selain itu, pada bagian pergelangan tangan juga terdapat hiasan berupa gelang mutiara dan di bagian penutup pangkal meriam terdapat ukiran tulisan dari bahasa Latin yang berbunyi eX me Ipsa renata sVm yang berarti dari diriku sendiri aku dilahirkan kembali.

Kemudian ada juga Mobil Rep-1 yang merupakan koleksi dari Museum Joang ’45 yang secara resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 365 Tahun 2022. Mobil yang diproduksi pada tahun 1939 dan memiliki gaya mobil Amerika tahun 1930-an ini memiliki arti khusus bagi sejarah Indonesia. 

Mobil ini diketahui pernah digunakan oleh Ir Soekarno sebagai kendaraan dinas pertamanya ketika menjabat sebagai Presiden. Setelah tidak lagi digunakan oleh Bung Karno, mobil ini pun akhirny disimpan di garasi istana.

Akan tetapi, pada tahun 1979 diserahkan kepada Dewan Harian Nasional oleh pihak istana dan pihak keluarga Bung Karno untuk kemudian diabadikan di Museum Joang ’45 sebagai koleksi museum.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Empat Fakta Menarik Telur Asin yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

Koropak.co.id, 28 April 2022 12:16:28

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Telur asin merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia sampai dengan saat ini. Tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, telur asin juga kerap diolah kembali menjadi berbagai sajian makanan. 

Dilansir dari Michelin Guide, biasanya telur asin itu dibuat dengan menggunakan tiga metode tradisional yakni merendam telur dengan larutan garam, melapisi telur dengan garam kasar, atau melapisi telur dengan pasta pasir, lumpur, atau tanah liat.

Biasanya, telur asin sendiri dibuat dari telur bebek yang memiliki kandungan kolesterol dua kali lebih banyak dibandingkan dengan telur ayam. Kendati demikian, telur asin itu mengandung lebih banyak protein, lemak, kalsium dan potasium dibandingkan dengan telur bebek segar.

Hanya saja, telur asin ini mengandung zat besi dan vitamin yang lebih rendah. Tercatat, berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, telur asin mengandung 179 kalori. Tak hanya itu saja, makanan ini juga mengandung 13,6 gram protein, 13,3 gram lemak, dan 4,4 gram karbohidrat.

Selain itu, kandungan lainnya yang juga terkandung dalam telur asin adalah 120 miligram kalsium, 157 miligram fosfor, dan 438 miligram natrium. 

Selain memiliki rasa yang gurih dan kaya akan nutrisi yang terkandung di dalamnya, telur asin juga memiliki beberapa fakta menarik. Berikut Koropak telah merangkum dari berbagai sumber 4 fakta menarik seputar telur asin.

1. Ditetapkan sebagai warisan budaya

Tak sekedar menjadi oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah, kini telur asin tersebut diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 6 hingga 9 Oktober 2020 lalu.

Tercatat, ada beberapa alasan mengapa telur asin Brebes masuk dalam daftar WBTb Indonesia. Menurut Direktur Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Sambas mengatakan bahwa telur asin memiliki nilai akulturasi bagi masyarakat Brebes. Selain itu, pola pewarisan telur asin juga sudah lebih dari dua generasi.



Baca : Hikayat Telur Asin, Oleh-Oleh Khas Brebes


2. Pembuatan yang praktis

Memiliki cita rasa yang unik, ternyata proses pembuatan telur asin sendiri terbilang cukup praktis. Hanya dengan bermodalkan air, garam, dan wadah, telur asin yang gurih pun sudah bisa tersaji di meja makan. Telur cukup direndam dalam wadah berisi air yang kemudian dicampur dengan garam.

Agar proses pengasinan semakin optimal, maka kamu juga bisa mengampelas telur tersebut agar pori-porinya terbuka, sehingga rasa asin dari garam pun akan lebih mudah meresap. 

Setelah itu, diamkan selama 10 hingga 12 hari lamanya. Pastikanlah telur itu tidak terkena cahaya matahari dan jangan lupa juga untuk merebus telur dengan api kecil selama kurang lebih 1,5 jam.

3. Bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan

Tidak hanya disajikan sebagai telur utuh, telur asin juga dapat diolah menjadi ragam menu lainnya. Sebut saja ayam telur asin, udang telur asin, spagheti telur asin, keripik telur asin, hingga kulit ikan telur asin yang merupakan aneka makanan dengan rasa telur asin yang tengah digandrungi saat ini.

4. Menjadi makanan kekinian

Sudah tidak asing lagi rasanya mendengar nama makanan yang dilengkapi dengan bumbu telur asin. Berawal dari tren kekinian yang digemari banyak orang, kini menu santapan berbumbu telur asin itu pun sudah menjadi salah satu menu andalan praktis yang mudah ditemui.

Bahkan kini, santapan yang dipadukan dengan telur asin juga dapat mudah ditemukan. Contohnya seperti bakpao telur asin, sate taichan saus telur asin, hingga cah brokoli telur asin.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Paviliun Indonesia Semarakkan Festival dell'Oriente Roma

Koropak.co.id, 28 April 2022 07:37:02

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI Roma) menghadirkan kegiatan bertajuk Paviliun Indonesia sebagai upaya dalam rangka menyemarakkan Festival dell'Oriente yang dilaksanakan di Fiera Nuova Roma pada 23 hingga 25 April 2022 lalu. 

Diketahui, Festival dell'Oriente sendiri merupakan festival budaya Asia terbesar di Italia yang menampilkan pameran dan bazaar produk makanan dan barang kerajinan dari Timur, rangkaian pertunjukan seni dan budaya, serta pertemuan dan seminar mengenai berbagai topik perdagangan, gastronomi, kesehatan dan lain sebagainya dengan peserta dari berbagai negara di Asia.

Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri RI, kali ini, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai macam produk hortilkultura seperti kopi, bawang goreng, keripik pisang dan jamu serta aneka macam makanan dan minuman ringan kemasan Indonesia seperti 'Teh Botol', 'Fruit tea', 'Pop Mie', dan kacang atom.

Tak hanya itu saja, ada juga produk aksesoris dan kerajinan tangan dari Bali, produk cindera mata dari berbagai daerah di Indonesia, jasa pijat tradisional Indonesia, serta pertunjukan seni dan budaya Indonesia seperti musik angklung, tari Betawi, dan tari Bali.



Baca : Semarak Pekan Seni Budaya Korea di LRT Jakarta


Dalam kegiatan itu, Grup Angklung KBRI Roma memainkan medley lagu tradisional khas Indonesia yakni Gambang Suling, Bolelebo dan Apuse, kemudian dilanjutkan dengan lagu pop 'I Have A Dream'. Sementara penari muda berbakat sekaligus pelajar Indonesia di Italia, Zayna Waskito menampilkan tari Betawi 'Lenggang Nyai'. 

Dikutip dari KBRI Roma, selama tiga hari penyelenggaraan Festival dell'Oriente, Diaspora Indonesia, Tia Margi Rini juga menampilkan tari Pendet dari Bali, baik itu di panggung pertunjukan maupun di Paviliun Indonesia. Suguhan kudapan seperti teh, jamu dan makanan ringan Indonesia ternyata sangat disukai oleh para pengunjung yang hadir.

Selain itu, pertunjukan musik dan seni tari budaya Indonesia juga turut memukau publik yang hadir pada Festival dell'Oriente. Keikutsertaan Indonesia dalam Festival dell'Oriente kali ini tentunya berhasil dalam mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Italia serta mendorong pemasaran dan peningkatan ekspor produk Indonesia ke Italia.

Diketahui, Paviliun Indonesia ini terselenggara atas kerja sama KBRI Roma, Atase Pertanian, Atase Perdagangan, ITPC Milan, perusahaan Importir produk Indonesia "CFS International Market" dan "Balinesia", serta perusahaan jasa pijat tradisional Indonesia "Wonderful Indonesia Benessere".*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini