Karya-karya Terbaik Rock On Metal Brotherhood Vol 2 dan 3 Resmi Dirilis

Koropak.co.id, 31 August 2020 20:06:34
Penulis : Dede Hadiyana
Karya-karya Terbaik Rock On Metal Brotherhood Vol 2 dan 3 Resmi Dirilis


Koropak.co.id - Sebuah karya anak bangsa kembali dirilis melalui komplisasi yang dikemas dalam Double Album Rock On Metal Brotherhood Vol 2 dan Vol 3, Sabtu (29/8/2020) kemarin. 

Dikonfirmasi Koropak, Minggu (30/8/2020), Divisi Promosi Publikasi SROM Proudly Adhi Barzah mengatakan, album yang di rilis secara bersamaan ini berisikan 26 group band dari seluruh Indonesia sebagai dara pusaka yang dituntut untuk tetap tegar dan terus berkarya.

"Di bulan Agustus ini, melalui album ini juga, kita teriakan semangat kemerdekaan dan kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak lemah dan bisa melewati masa sulit ini dengan karya-karya terbaik," ujarnya.

Rock On Metal Brotherhood Vol 2

1. THUGGERY - FILICIDE
2. TERATONIN - POLUSI SOCIAL
3. FROST REVENGE - EL SAVADOR DE SHAM
4. LAST VOICE - SAD SONG
5. JENGLOTH - HUMAN PRIDE
6. EXISTANCE PLACE - THE OUTCAST
7. IN LOVING MEMORY - PERMADANIKU
8. INVEKSI - SURVIVAL OF THE FITTEST
9. FASIK - ARISE
10. FATAL ENERGY - JANCOEK
11. PATRIOT ATTACK - KERJA ATAU MATI
12. SALZABILLA - BINASA JIWA

BONUS TRACK:
MISANTHROPIC IMPERIUM - BEJANA LOGAM HITAM

Rock On Metal Brotherhood Vol 3

1. LAST BLOOD - PERTENGKARAN JIWA
2. EVIL CIRCLE - HOMUNCULUS
3. SYMPHOBIA - HOPE
4. BERANTAI - DISTRICT OF WAR
5. PATAH KAKI - RAKYAT JELATA
6. FATAL GENETICA - BANTAI
7. RUDAL SQUAD - LIAR (AND HYPOCRISY CONTINUES)
8. SPEED ZERO METER - GUNDALA
9. BERGOLA - NIRWANA
10. HUMAN ERROR - ANXIATY
11. BLACK CROW POK - AJAL
12. PETRICHOR - LUMAYU

BONUS TRACK :
LOSE IT ALL - SUBSTANTIAL BLOCK

 

Koropak.co.id - Karya-karya Terbaik Rock On Metal Brotherhood Vol 2 dan 3 Resmi Dirilis

 


Baca : Srom Proudly Siap Rilis Album Perdana Rock On Metal Brotherhood Vol 1


Baca : Srompilation Rock On Metal Brotherhood Volume 1 Resmi Lounching

 

Dengan diluncurkannya Vol.2 dan Vol.3, pihaknya berharap masih tetap dan terus berlanjut untuk berkarya serta di masa New Normal ini menjadi titik dimana harus bangkit dari keterpurukan dan berdiri tegak untuk kembali melanjutkan mimpi dan cita-cita.

"Respon di Vol.1 sangat luar biasa dan semua Sold Out. Di Vol.2 dan Vol.3 juga sama kita rilis terbatas seperti sebelumnya. Diharapkan juga mudah-mudahan SROM bisa tetap menjadi wadah bagi band-band baru untuk menunjukkan eksistensinya dalam bermusik pada para pecinta musik di luar sana," kata Adhi kepada Koropak.*

 


Baca : Vol 1 dan 2 Rock On Metal Brotherhood Siap Rilis Agustus Ini

 

Komentar

Kaba Ikan Sakti dari Agam Diusulkan Jadi WBTb Indonesia

Koropak.co.id, 30 September 2022 12:05:22

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Sumatra Barat - Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2022 resmi digelar, di Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada 27 September s.d 1 Oktober 2022.

Kegiatan yang juga diikuti secara virtual bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membahas perkara penting. Yakni mengusulkan agar Kaba Ikan Sakti Sungai Janiah dari Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso ditetapkan menjadi WBTb Indonesia.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Jufri mengungkapkan bahwa sebenarnya Kaba Ikan Sakti Sungai Janiah sendiri diusulkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) pada 2021. 

Walhasil, kata dia, usulan tersebut dibahas dan diproses oleh Pemprov Sumbar, yang selanjutnya diteruskan ke Kemendikbudristek RI.

"Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan Kemendikbudristek, Kaba Ikan Sakti Sungai Janiah yang kami usulkan untuk menjadi WBTb Indonesia 2022 itu masuk ke tahap sidang penetapan," ungkap Jufri belum lama ini.

Jufri menambahkan, jika Kaba Ikan Sakti Sungai Janiah ini lolos, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam sudah memiliki WBTb yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. 

Tahun lalu, kata dia, pemerintah pusat sudah menetapkan khatam Al-quran yang merupakan budaya turun temurun sekaligus menjadi kearifan lokal dari Agam sebagai WBTb.

"Sementara pada 2023, kami juga akan mengusulkan tiga karya budaya untuk dijadikan WBTb Indonesia seperti, Tupai Janjang, Indang Tuo, dan Talempong Uwaik-Uwaik. Selain itu, di Sumbar juga setidaknya ada 19 karya budaya yang diusulkan dari 11 kabupaten dan kota, yang kini masuk dalam tahap sidang penetapan," tambahnya.



Baca: 26 Kesenian dari DIY Terima Sertifikat WBTb Kemendikbudristek


Sebagai informasi, Sungai Janiah sendiri merupakan sebuah destinasi wisata yang terletak di Jorong Sungai Janiah, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Destinasi wisata ini pun diketahui sudah sejak lama terkenal dengan legenda "Ikan Sati" atau "Ikan Sakti".

Dilokasi yang terletak 3,5 kilometer dari simpang sebelum Pasar Baso itu juga sudah lama dijadikan sebagai objek wisata alam yang mengandung nilai cerita rakyat (legenda) Minangkabau. Selanjutnya, di tempat ini juga terdapat sebuah bukit yang dinamakan Bukit Batanjua.

Sementara itu, ikan sakti yang menghuni Sungai Janiah itu rata-rata panjangnya sekitar 50 centimeter. Namun ada juga yang kecil berukuran 10 centimeter dengan warnanya yang gelap, ramping dan memiliki bentuk yang panjang.

Masyarakat sekitar hanya mengetahui jika ikan itu terkenal sakti dan sudah ada sejak zaman dahulu. Sedangkan untuk asal usul dari ikan itu sendiri menurut penduduk sekitar adalah jelmaan dari seorang anak perempuan.

Kendati demikian, masyarakat setempat tidak sampai men-dewa-dewakan atau membuat sesajen pada masa-masa tertentu di Sungai Janiah atau pun kepada ikan-ikan tersebut yang begitu jinak hingga boleh juga untuk di pegang-pegang.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Yogyakarta, Budaya Indonesia dan Sherpa G20

Koropak.co.id, 29 September 2022 15:32:12

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Yogyakarta - Yogyakarta dipilih sebagai venue pertemuan ketiga Sherpa G20, mulai Selasa 27 September kemarin hingga hari ini, Kamis 29 September 2022. 

Momentum ini jadi kesempatan Indonesia buat pamer budaya. Ragam kekayaan dan keanekaragaman adat Indonesia diperkenalkan kepada seluruh Sherpa dan perwakilan organisasi internasional beserta tamu undangan.

Usai melangsungkan pertemuan plenary di hari pertama, pada Selasa 27 September 2022 lalu, para Sherpa G20, delegasi, dan tamu undangan, diajak untuk menghadiri kegiatan gala dinner yang berlangsung di Pelataran Wisnu Candi Prambanan.

Penampakan tiga candi utama di halaman utama Candi Prambanan, diantaranya Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa yang dilakukan dengan mapping projection atau penyinaran dengan proyektor yang diisi tampilan konten video digital berisikan tema G20 dan keindahan alam Nusantara berhasil membuat takjub hingga terkagum para Sherpa G20 dan delegasi. 

Setelah itu, para tamu undangan yang hadir dalam gala dinner dijamu dengan beragam hidangan tradisional khas Indonesia sembari diiringi alunan musik gamelan Jawa dan penampilan tarian ronggeng. Selanjutnya mereka juga disuguhkan dengan hiburan pertunjukan wayang dan tarian kontemporer yang menceritakan tentang kisah Rama dan Shinta. 

Suguhan hiburan juga dilanjutkan dengan pertunjukan gamelan dan dalang bertemakan "Land of Diversity" dan juga penampilan penyanyi jebolan Indonesian Idol, Lyodra Ginting yang membawakan beberapa lagu. Semua penampilan yang disuguhkan itu pun berhasil memberikan kesan yang mendalam bagi para Sherpa dan tamu undangan.

Dalam sambutannya secara virtual, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa tema "Overflowing with The Spiritual Meaning", merupakan representasi dari tiga candi terbesar yang letaknya berdampingan.



Baca: Gala Dinner Jadi Penutup Pertemuan TIIWG Presidensi G20 di Solo


Kata dia, ketiga candi ini menyimbolkan Trimurti yang menjaga keseimbangan. "Candi Prambanan yang saat ini dilihat para Sherpa dan Delegasi juga tidak dibangun dalam waktu yang singkat," ujarnya.

Airlangga melanjutkan, tiga unsur dalam event akbar itu bersatu. Dan ini merupakan hasil dari usaha yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama, dan juga didukung oleh banyak pihak. 

"Tentunya hal ini bisa menjadi inspirasi dari tema G20 'Recover Together, Recover Stronger'," kata Airlangga.

Lebih lanjut diterangkan, Candi Prambanan pernah mengalami krisis akibat bencana alam. Dan dunia juga saat ini sedang mengalami krisis yang dapat membahayakan komunitas global. Selain itu menurutnya, ada banyak tantangan yang masih belum diatasi dan mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa mengatasinya.

"Kita tidak boleh menunda upaya dalam membangun kembali dunia untuk menjadi lebih baik. Kemudian landasan yang kita bangun bersama hari ini juga adalah untuk kemanfaatan generasi yang akan datang," imbuhnya.

Ia menyebut, semua negara anggota G20 harus bahu-membahu dalam membangun dunia yang harmonis. Sebab, hanya dengan bekerjasama dan melengkapi perbedaan dan latar belakang yang unik, dunia dapat pulih bersama dan menjadi lebih kuat.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mendorong agar para Sherpa G20 dan delegasi untuk membangun ketahanan dan persatuan G20 demi mewujudkan dunia yang sejahtera dan harmonis.

"Pasalnya, dunia juga mengandalkan kita semua untuk membawa hasil yang bermanfaat, yang nantinya akan menjadi sorotan dan perhatian utama pada KTT G20 mendatang," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


26 Kesenian dari DIY Terima Sertifikat WBTb Kemendikbudristek

Koropak.co.id, 28 September 2022 12:19:33

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Yogyakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini menetapkan 26 kesenian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb). 

Dengan ditetapkannya ke-26 kesenian tersebut, maka jumlah total kesenian yang saat ini telah diakui sebagai WBTb di DIY yakni sebanyak 134 WBTb di tingkat Nasional.

Direktur Pembinaan dan Lembaga Kebudayaan Irjen Kemendikbudristek, Yudi Wahyudin mengatakan bahwa sebenarnya pencatatan kesenian sebagai Warisan Budaya Tak benda tersebut sudah berjalan selama sembilan tahun. 

"Dari sembilan tahun berjalan itu, jumlah total kesenian yang sudah tercatat sebanyak 11.156 kesenian," kata Yudi di Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa 27 September 2022. 

Yudi berkata, meskipun angkanya banyak, namun hingga saat ini baru sebanyak 1.528 kesenian saja yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda. Mengapa? Karena dia mengklaim, tidak mengejar kuantitas.

"Lebih mengejar kepada kualitas. Karena itu juga merupakan bagian dari pertanggungjawaban semua pihak dalam memutuskan, dan menetapkan Warisan Budaya Tak benda yang masuk levelnya nasional," imbuhnya.

Ia menjelaskan, penetapan Warisan Budaya Tak benda itu merupakan salah satu implementasi dari amanah Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan kebudayaan. Kemudian dalam pelestarian tersebut, lingkupnya mulai dari perlindungan, pengembangan, pemanfaatan hingga pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Yudi menambahkan, penetapan WBTb ini komprehensif. Diawali dari hulu sampai ke hilir, mulai dari melakukan pendataan, penelitiaan, pengkajian, verifikasi, hingga pengecekan ke lapangan dan lainnya. Dari beberapa objek itu, memang sebagian pelakunya sendiri sudah meninggal. 

"Akan tetapi kami tetap eksplorasi hingga didapatkanlah data yang valid dan sah untuk diajukan kepada tim ahli Warisan Budaya Tak benda," jelasnya. 

Tujuan dari penetapan Warisan Budaya Tak benda ini, lanjut Yudi, tidak hanya sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi Warisan Budaya Tak benda saja, akan tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan sampai dengan perekonomian. 

"Untuk data-data yang valid itu juga bisa mendukung dunia pendidikan, seperti dengan muatan lokal, atau penguatan pendidikan karakter yang bisa juga dijadikan sebagai data atau sumber penelitian. Atau data itu juga bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam pengembangan ekonomi kreatif," ujarnya.

Senada dengan Yudi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan bahwa 26 sertifikat WBTb asal DIY yang telah ditetapkan pada 2021 lalu itu akan diserahkan saat sidang penetapan WBTb Indonesia 2022 yang berlangsung di Sleman pada 27 September s.d 1 Oktober 2022.



Baca: FKY 2022 dan Ruang Ekspresi Budaya


"Tentunya tahun ini menjadi lebih istimewa, dikarenakan DIY dipilih untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang penetapan WBTB Indonesia 2022," ungkap Dian.

Dian menyebutkan karya budaya di DIY yang telah ditetapkan sebagai WBTb pada 2021 tersebut diantaranya sejumlah karya budaya milik Keraton Yogyakarta yakni Beksan Lawung Alit (seni pertunjukan), Labuhan Merapi dengan domain upacara adat ritus upacara tradisional, serta Sengkalan dengan domain tradisi dan ekspresi lisan.

Berikutnya, kata dia, sejumlah karya budaya yang dimiliki Puro Pakualaman yakni Beksan Inom domain dengan domain seni pertunjukan, Bedoyo Angron Akung dengan domain seni pertunjukan, Thiwul dengan domain kemahiran dan kerajinan tradisional tradisi, serta Wiwitan Panen Padi dengan domain pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta. 

"Ada juga Motif Batik Yogyakarta dengan domain tradisi dan ekspresi lisan dan Upacara Adat Taraban dengan domain upacara adat ritus upacara tradisional," imbuhnya. 

Dian mengatakan, untuk WBTb tersebut meliputi tradisi atau ekspresi hidup seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik-praktik sosial, adat istiadat, ritual, perayaan, pengetahuan dan praktik mengenai alam, serta keterampilan untuk menghasilkan kerajinan tradisional.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakui bahwa dalam proses penentuan Warisan Budaya Tak benda, pemerintah DIY sendiri mengalami kesulitan akibat minimnya dokumen pendukung. Sebut saja seperti asal usul kesenian, hingga dokumentasi foto yang sulit untuk didapatkan. 

"Melihat kondisi ini, Ngarsa Dalem pun meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota di DIY agar tertib dalam melakukan administrasi. Produk budaya memang mudah jika hanya dilihat saja, namun akan sulit untuk menjelaskan asal usulnya dan mencari foto pendukungnya," tutur Sri Sultan.

Sri Sultan pun mengharapkan, inventarisasi kesenian dapat dilakukan dengan tertib, sehingga nantinya akan mempermudah langkah pemerintah saat mendaftarkannya sebagai Warisan Budaya Tak benda. Oleh sebab itulah, pihaknya melalui dinas terkait untuk melakukan wawancara kepada seniman-seniman yang ada. 

"Untuk yang sudah tidak ada bisa dicari lingkungannya yang memungkinkan bisa ada catatan-catatan," kata Sultan.

Ia kemudian meminta Dinas Kebudayaan DIY agar mencatat seluruh seniman-seniman beserta produk-produknya. Hal itu dilakukan, agar ada kemudahan dalam kita berproses untuk berkesenian maupun bertradisi.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Ketika Anies Gratiskan Aktivitas Seni Budaya di TIM

Koropak.co.id, 27 September 2022 12:10:33

Eris Kuswara

 

Koropak.co.id, Jakarta - Jelang berakhirnya jabatan sebagai gubernur, Anies Baswedan membuat gebrakan di bidang seni dan budaya. Ia ingin memberikan kado spesial di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta Pusat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk aktivitas seni dan budaya di TIM. Persembahan anggaran untuk para seniman dan budayawan ini berlaku hingga akhir tahun 2022.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, subsidi dana tersebut diharapkan dapat mewadahi ragam aktivitas yang dilaksanakan di TIM. Maka dia menegaskan, TIM dibiayai pemerintah, sehingga untuk yang menggunakannya tidak akan dikenakan biaya sedikitpun.

"Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mendukung penuh kegiatan seni dan budaya di Jakarta, terlebih lagi setelah melakukan revitalisasi pada TIM. Dengan demikian kami berharap para seniman bisa fokus untuk menghasilkan karya seni tanpa memikirkan biaya," kata Anies saat melakukan peninjauan TIM, Senin 26 September 2022.

Anies berkata, meskipun begitu, tetap ada mekanisme yang harus dijalankan untuk menggunakan segala fasilitas yang ada di TIM, seperti gedung teater, panggung, dan berbagai sarana lainnya. Oleh karena itulah, pihaknya pun akan melibatkan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk menentukan penjadwalan.

"Untuk menjaga kualitas standar, Dewan Kesenian Jakarta akan menentukan ada 6 orang anggotanya yang nantinya akan menjadi dewan penasehat. Keenam orang dewan penaset dari DKJ tersebut juga nantinya akan melakukan kurasi, dan seleksi untuk siapa-siapa saja yang bisa tampil di TIM," tambahnya.



Baca: Baca Puisi Karya WS Rendra, Anies Pastikan Tak Ada Komersialisasi Seni Budaya di TIM


Dalam kesempatan itu, Anies juga menyebutkan, akan ada Badan Pengelola yang dibentuk oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mengelola TIM. Badan pengelola yang dibentuk Jakpro tersebut tentunya diharapkan bisa menjadi sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus di bidang kebudayaan.

Anies menuturkan bahwa pihaknya melakukan dialog bersama jurnalis hingga masyarakat umum untuk memperkenalkan kawasan TIM yang baru direvitalisasi. Bahkan Anies juga menyebutkan, kini TIM sudah memiliki wajah baru dan berbeda dari yang sebelumnya.

"Dengan pengenalan ini, kami berharap masyarakat akan lebih tahu lagi tentang apa saja yang sudah dilakukan, khususnya revitalisasi di tempat ini. Karena memang pembangunannya sendiri relatif komprehensif, jadi wajah TIM hari ini secara fisik tentu nampak sangat berbeda dengan sebelumnya," tuturnya.

Tak hanya itu saja, Anies juga berharap TIM bisa menjadi sebuah ekosistem kesenian yang mampu menghasilkan karya seni yang membanggakan, sekaligus juga menjadi tempat interaksi dan bertukar pikiran hingga menjadi tempat bagi masyarakat dalam merasakan karya-karya yang terkurasi dengan baik.

"Intinya, tujuan dari revitalisasi total Taman Ismail Marzuki adalah untuk menghasilkan ekosistem seni dan budaya yang berkelas dunia," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


FKY 2022 dan Ruang Ekspresi Budaya

Koropak.co.id, 26 September 2022 07:17:44

Eris Kuswara

 

Koropak.co.id, Yogyakarta - Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) Tahun 2022 sukses digelar. Dua pekan digelar meriah, hingga kemarin Ahad 25 September 2022, acara yang dipusatkan di Taman Kuliner Condongcatur itu resmi ditutup.

FKY 2022 berhasil tampil berbeda dengan tahun sebelumnya. Terlebih tahun ini, FKY mengusung visi "pencatatan kebudayaan." 

Konsep kegiatan juga lebih beragam. Mulai dari venue, hingga keterlibatannya mencakup pegiat seni dan budaya dari lima kabupaten di Yogyakarta, diantaranya Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan bahwa FKY 2022 berhasil menciptakan ruang ekspresi kebudayaan yang bisa dinikmati oleh masyarakat dengan berbagai macam kegiatan dan program menarik yang disuguhkan. 

"Setidaknya ada tujuh objek kebudayaan, mulai dari tata nilai, adat istiadat, pengetahuan dan teknologi, bahasa, hingga seni dan benda yang ditampilkan melalui budaya," kata Dian saat penutupan.

Ia menyebutkan, semua warisan budaya dalam kegiatan ini diupayakan tersentuh dengan manis dan menyenangkan. Pun dengan SDM yang terlibat. Semuanya berkreasi.

"Mulai dari pelaku hingga lembaga pranata di seluruh masyarakat DIY juga tersentuh dan tergerakan dalam proses-proses aktivasi kegiatan kebudayaan Yogyakarta," ungkap Dian.

Dian menjelaskan, FKY 2022 memang sengaja didokumentasikan dan diarsipkan secara digital, agar nantinya bisa menjadi data kebudayaan yang dapat terus dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat luas. FKY 2022 juga diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan tentang kebudayaan di masa depan bagi masyarakat.



Baca: Festival Blangkon Solo, Sasar Anak Muda Cinta Budaya


"Kami berharap semoga FKY 2022, dapat terus merekahkan dampak baiknya dan menebarkan berkah yang melimpah ruah di tengah dinamika kebudayaan Yogyakarta baik hari ini dan masa yang akan  datang," tambahnya.

Di tempat sama, Ketua Penyelenggara FKY 2022, Doni Maulistya menjelaskan, selama empat hari penyelenggaraan FKY 2022, tercatat lebih dari 39 ribu masyarakat turut terlibat dalam menghadiri kegiatan di berbagai lokasi. Selain itu, secara daring, sebanyak 13 ribu orang mengakses kegiatan ini melalui kanal online FKY 2022.

"Hingga hari terakhir ini, kami juga mencatatkan kurang lebih sebanyak 39 ribu masyarakat hadir di FKY 2022 di berbagai lokasi, termasuk yang paling banyak di Taman Kuliner Condongcatur. Kemudian masih ada juga 13 ribu lainnya yang mengaksesnya secara daring," jelas Doni.

Doni mengatakan, selama empat hari penyelenggaraan, sebanyak 1.749 seniman, pegiat budaya serta industri, tampil dan terlibat dalam FKY 2022, yang di mana mereka juga mendapatkan ruang kreasi untuk tampil. Ia yakin, sekarang sudah muncul  kesadaran publik dalam menyajikan ruang hiburan dan penampilan, menghadirkan beragam kebudayaan.

"Sedangkan dari sisi ekonomi, kami juga mencatatkan adanya geliat yang positif, yakni salah satunya dalam Peristiwa Sastra di Wisdom Park yang mampu menyedot perhatian setidaknya 1.000 pengunjung setiap hari. Selain itu juga, dari 60 tenant di Taman Kuliner, ada transaksi ekonomi yang mencapai lebih dari Rp25 juta per harinya," katanya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Baca Puisi Karya WS Rendra, Anies Pastikan Tak Ada Komersialisasi Seni Budaya di TIM

Koropak.co.id, 24 September 2022 15:07:09

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Gedung Teater Graha Bhakti Budaya yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 23 September 2022 malam. 

Dalam pagelaran perdana di Graha Bakti Budaya itu, Anies Baswedan juga tampil di atas panggung dengan membacakan sajak 'Rakyat adalah Kedaulatan' karya sastrawan, WS Rendra.

Anies Baswedan mengungkapkan bahwa kehadiran Graha Bhakti Budaya ini menjadi babak baru bagi seni pertunjukan di Jakarta. Selain itu, Graha Bakti Budaya juga untuk pertama kalinya digunakan kembali dengan teknologi terbarunya yakni menggunakan pendekatan state of the art.

"Kami berharap kehadiran Graha Bhakti Budaya ini juga bisa meningkatkan posisi Jakarta dan Indonesia agar tidak menjadi pemain samping. Pasalnya, kami juga menginginkan Jakarta dan Indonesia itu bisa menjadi pemain dominan di gelanggang seni budaya internasional," ungkap Anies selepas pentas di Graha Bhakti Budaya TIM, Jakarta, Jumat (23/09).

Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan juga memastikan bahwa tidak ada komersialisasi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta sebagai upaya dalam mendukung kemajuan seni budaya.

"Oleh karena itulah, kami mewujudkan komitmen tersebut dalam bentuk anggaran yang nantinya akan disalurkan dari pemerintah agar kegiatan seni bisa berjalan tanpa ada komersialisasi. Untuk itu kami juga meminta agar ada alokasi subsidi guna menjamin kelangsungan aktivitas seni budaya di TIM yang dibangun dengan alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1,4 triliun," jelasnya.



Baca: Jalan Pasar Baru Jakarta Jadi Cagar Budaya


Anies menambahkan bahwa pihaknya sendiri tidak berorientasi untuk mencari keuntungan. Selain itu, TIM sendiri dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui unit usahanya yang khusus mengelola terkait kegiatan seni budaya, terpisah dari unit komersial.

"Contoh serupa juga dilakukan untuk layanan transportasi umum melalui kucuran subsidi, sehingga tarifnya pun tidak akan  memberatkan kantong masyarakat dikarenakan dijual dengan tarif terjangkau. Rencananya, revitalisasi TIM ini akan diresmikan pada Senin 26 September 2022 mendatang setelah direnovasi pada Juli 2019 lalu," tambahnya.

Namun di sisi lain, perwakilan Forum Seniman Peduli TIM, Mogan Pasaribu menjelaskan bahwa pernyataan Anies Baswedan terkait tidak ada komersialisasi di TIM tak terbukti. Salah satu bukti adanya komersialisasi yakni pihak Jakpro menetapkan harga sewa secara sepihak untuk gedung Graha Bhakti Budaya yang dipatok Rp185 juta per delapan jam.

"Persoalan gawat ini sudah santer menjadi pembincangan. Gedung Graha Bhakti Budaya yang baru ini konon sewanya dipatok dengan tarif Rp185 juta per delapan jam. Tentunya, tarif yang dipatok ini sangat tidak masuk akal sekali, terlebih jika itu ditujukan kepada para seniman," jelas Mogan dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu saja, Mogan juga mengaku mendapatkan informasi yang nantinya gedung kesenian tersebut akan bisa disewa untuk kegiatan lainnya yang bersifat komersil, seperti pesta pernikahan, perayaan ulang tahun partai politik, dan lain sebagainya yang tentunya tidak berkenaan dengan urusan kesenian.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Menguak Fenomena Menyakiti Diri Sendiri dalam Naskah Hanum "Luka Adalah Reda"

Koropak.co.id, 24 September 2022 12:08:56

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Barak Teater Bandung kembali menggelar pementasan drama musikal menguak fenomena menyakiti diri sendiri bertajuk HANUM "Luka Adalah Reda" karya sutradara Dado Tisna yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kota Bandung, mulai Sabtu 24 s.d Ahad 25 September 2022.

Pentas drama musikal yang dilaksanakan itu sendiri terbagi dalam tiga sesi, yakni sesi pertama digelar pada pukul 10.00 WIB s.d 11.30 WIB. Kemudian sesi kedua digelar pada pukul 13.30 WIB s.d 15.00 WIB, dan sesi ketiga digelar pukul 15.00 WIB s.d 16.30 WIB.

Ketua Barak Teater Bandung, Farhan Fadillah mengungkapkan, pementasan drama musikal kali ini digelar berangkat dari kepeduliannya terhadap kesehatan mental di tengah maraknya kasus perceraian di masyarakat yang berdampak pada anak-anak hingga melakukan tindakan menyakiti diri sendiri.

"Tindakan yang menyakiti diri sendiri itu juga dilakukan sebagai pelarian dari sekelumit permasalahan yang sedang dihadapi. Naskah ini juga dibuat sebagai ajang pembelajaran serta sarana penyadaran bagi masyarakat akan betapa pentingnya kesehatan mental yang jarang diketahui lingkungan," kata Farhan sebagaimana rilis yang diterima Koropak, Jumat 23 September 2022.



Baca: STIA YPPT Priatim Sabet Piala Bergilir Siliwangi Monologue Event


Sementara itu, dalam pementasan drama musikal tersebut, "Hanum" sebagai tokoh utamanya diperankan oleh Mahasiswi Jurusan Teater Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Sinta Sintia. 

Ditemani 10 aktor atau pemeran lainnya, Sinta pun akan mengemas isu kesehatan mental tersebut secara ringan yang dibalut dengan tarian dan nyanyian, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan mulai dari remaja hingga dewasa.

Berbeda dengan pentas sebelumnya, kali ini Barak Teater Bandung bekerjasama dengan komunitas Bingkai yang akan menyediakan pojok curhat bagi siapa saja yang membutuhkan konseling setelah pentas selesai.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Jalan Pasar Baru Jakarta Jadi Cagar Budaya

Koropak.co.id, 24 September 2022 07:12:41

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menetapkan Kompleks Jalan Pasar Baru sebagai Kawasan Cagar Budaya. Selain itu, Batu Penggilingan dan Prasasti Padrao juga ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengungkapkan bahwa, penetapan cagar budaya ini dilakukan setelah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta melakukan proses kajian, kemudian setelah itu barulah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur.

"Ditetapkannya Kompleks Pasar Baru sebagai Situs Cagar Budaya dikarenakan bangunan yang ada di kawasan itu memiliki struktur cagar budaya dan menyimpan berbagai informasi mengenai kegiatan manusia di masa lalu," kata Iwan dalam laman PPID Jakarta, belum lama ini.

Ia menegaskan, keberadaan warisan leluhur itu perlu dilestarikan dan dilindungi. Terlebih kata dia, Kompleks Jalan Pasar Baru juga merupakan kawasan perdagangan yang telah berkembang sejak awal abad ke-19.

Sebetulnya di kawasan itu banyak peninggalan sejarah. Di dalam Kompleks Jalan Pasar Baru tersebut, sambungnya, terdapat beberapa struktur dan bangunan yang sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Sementara untuk Benda Cagar Budaya Batu Penggilingan yang ditetapkan berjumlah 6 buah batu penggilingan tebu yang lokasinya berada di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Benda tersebut ternyata sudah ada sejak abad ke-17 sekaligus menjadi cikal bakal perkembangan industri gula tradisional di Indonesia," tambahnya.



Baca: 52 ODCB Pangandaran Belum Terdaftar Cagar Budaya


Iwan menjelaskan ihwal nama "Penggilingan" pada benda cagar budaya itu juga diadopsi menjadi nama daerah tempat batu tersebut berada. Sedangkan untuk Prasasti Padrao yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya, merupakan koleksi dari Museum Nasional Indonesia. 

"Batu Padrao ini memiliki empat sisi dan memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter. Sayangnya, hanya dua sisi saja yang tampak ada inskripsinya. Sementara dua bagian lainnya tidak memiliki inskripsi, hanya saja memiliki pahatan yang kemungkinan besar dibuat oleh tangan manusia pada masa lalu," tuturnya.

Prasasti yang dibuat pada tahun 1522-an itu, lanjut Iwan, merupakan penanda khas bangsa Portugis di setiap wilayah yang dikunjunginya. Tak hanya itu saja, prasasti tersebut juga merupakan bukti awal kehadiran bangsa Eropa di wilayah Kerajaan Padjajaran sekaligus juga menunjukkan sikap keterbukaan kerajaan di Nusantara kepada setiap pendatang.

"Diketahui, pada 21 Agustus 1522-an, Batu Padrao ini menjadi penanda adanya perjanjian internasional yang dilakukan Surawisesa dari Kerajaan Sunda Padjadjaran dengan Henrique Leme dari Portugis. Selain itu, kehadiran Prasasti Padrao ini juga sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan Sunda Kelapa sebagai salah satu zona ekonomi pada masa itu," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Mengenang Yun Hap, Mahasiswa UI Korban Tragedi Semanggi II

Koropak.co.id, 23 September 2022 12:09:42

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Tepat hari Jumat di tanggal ini, 23 tahun lalu, seorang mahasiswa harus meregang nyawa. Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjadi korban tragedi Semanggi.

Langit Ibu Kota kelam. Tragedi Semanggi II meletus. Sepanjang hari Jumat 24 September 1999 itu, wilayah Jakarta siaga. 

Kala itu spirit reformasi bergema hebat. Puluhan ribu mahasiswa bergerak ke Jakarta. Mereka mendesak pemerintahan transisi untuk mengeluarkan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB). 

UU itu dinilai banyak kalangan penuh kekurangan. Satu di antaranya, memberikan keleluasaan kepada militer untuk melakukan keadaan negara sesuai dengan kepentingan militer. 

Mahasiswa bergerak dalam jumlah yang besar untuk bersama-sama menentang diberlakukannya UU PKB tersebut. Nahas, dalam aksi tersebut, mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) Angkatan 1996, Yap Yun Hap meninggal dunia dengan luka tembak di depan Universitas Atma Jaya. 

Sementara itu, ratusan mahasiswa lainnya ditambah warga mengalami luka-luka akibat tragedi tersebut. Peristiwa itu pun menjadi salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di Indonesia.

Peristiwa itu berawal pada Kamis, 23 September 1999. Saat itu, Yun Hap tengah berkumpul di Kantin Teknik untuk kemudian bertemu dengan massa aksi lainnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (FISIP) UI. Kemudian selepas dzuhur, mereka pun berangkat menaiki bus melewati Jalan Pasar Minggu sampai Gedung Bank Danamon, Semanggi, Jakarta. 

Setelah itu, rombongan pun berjalan sampai ke depan Jakarta Convention Center (JCC) dekat Jembatan Semanggi. Namun sesampainya disana, aksi lempar batu pun tak terelekan akibat provokasi yang dilakukan mahasiswa kepada polisi. Akibatnya, mahasiswa dipukul mundur polisi sampai ke Atma Jaya.



Baca: Tragedi Tanjung Priok, Sejarah Kelam Pelanggaran HAM


Sejak Kamis malam, situasi semakin mencekam ketika bom-bom dan pistol gas air mata ditembakkan aparat tanpa henti ke arah Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta. Untuk menghindari adanya sweeping yang dilakukan polisi, massa aksi memutuskan untuk bermalam di lapangan basket Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta dan kembali ke tempat tinggal masing-masing pada keesokan paginya. 

Selanjutnya pada Jumat, 24 September 1999, setelah salat Jumat, massa aksi dari UI kembali dan turun di putaran jalan Mal Ambassador. Ketika massa aksi lainnya dari Salemba datang sekitar pukul 18.00 WIB, mereka pun bersama-sama melakukan aksi long march ke arah Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. 

Saat itu Yun Hap sendiri tengah berkumpul bersama sekitar 300 mahasiswa dan masyarakat di sekitar Universitas Atma Jaya. Secara tiba-tiba, delapan truk berisi aparat keamanan datang dari arah fly over Casablanca sembari menembakan rentetan peluru secara membabi buta. 

Mahasiswa dan warga yang tengah berkumpul pun akhirnya kocar kacir dan berhamburan menyebar ke berbagai arah untuk  menyelamatkan diri akibat rentetan peluru yang ditembakkan. Belum sempat melarikan diri, Yun Hap yang saat itu tengah memakan nasi pemberian masyarakat harus terkapar akibat timah panas yang ditembakan aparat secara membabi buta.

Yun Hap tertembak oleh aparat dari arah belakang dan peluru sampai menembus punggungnya, mematahkan satu tulang iga kiri, menyerempet tulang belikat, tulang leher, kerongkongan, hingga pada akhirnya bersarang di otot kanan sebelah depan. Usai tertembak, Yun Hap langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. 

Saat itu, jasad Yun Hap diautopsi oleh dokter Djaja Suryaatmadja. Berdasarkan hasil keterangan dokter Djaja menyebutkan bahwa  proyektil peluru yang ditemukan dalam tubuh Yun Hap itu adalah proyektil peluru khusus yang biasa digunakan oleh aparat TNI dan Kepolisian.

Pada Sabtu, 25 September 1999, jenazah Yun Hap pun kemudian disemayamkan di Balai Mahasiswa UI Salemba. Setelah itu, jenazah kembali disemayamkan di Yayasan Rumah Duka Abadi Daan Mogot sebelum dimakamkan di Pondok Rangon. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Tentang Budaya Tertib Berlalu Lintas dan UU Nomor 22 Tahun 2009

Koropak.co.id, 22 September 2022 12:28:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Perkembangan dunia otomotif semakin pesat. Dampaknya, dialanan, keberadaan mobil dan motor makin sesak.

Ancaman nyata dari sesaknya kendaraan di jalan raya adalah lalu lintas yang semakin semrawut. Dan solusi paling memungkinkan atas keruwetan ini adalah budaya tertib berlalulintas.

Budaya tertib berlalulintas dapat menekan sikap "Arogan" pengendara lalu lintas. Karena sejatinya, sikap tepo seliro, saling menghargai sesama pengguna jalan raya dan taat aturan berkendara merupakan karakter luhur bangsa Indonesia.

Hadirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan merupakan salah satu jawaban dari kondisi lalu lintas di negara kita. Dalam regulasi tersebut diterangkan tentang etika berlalu lintas. 

Penjelasan umum undang-undang itu menyebutkan betapa pentingnya "Etika berlalu lintas." Etika dapat dibangun dengan pembinaan, pemberian bimbingan, dan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini.



Baca: Menguak Sejarah Car Free Day, Di Indonesia Digelar Pada 2007


UU ini juga menyoroti soal kecelakaan lalu lintas. Melalui regulas ini, pemerintah  melakukan upaya penanggulangan kecelakaan secara komprehensif yang mencakup upaya pembinaan, pencegahan, pengaturan, dan penegakan hukum. 

Hal lain yang juga menjadi isu utama dalam undang-undang itu adalah terkait pentingnya penegakan hukum yang dilaksanakan agar lebih efektif, baik melalui sanksi pidana kurungan atau denda untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran.

Selain sanksi pidana, dalam undang-undang itu juga diatur mengenai sanksi administratif yang dikenakan bagi perusahaan angkutan berupa peringatan, pembekuan izin, pencabutan izin, dan pemberian denda. Kemudian ketentuan mengenai sanksi pidana dan administratif, turut diancamkan pula kepada pejabat atau penyelenggara jalan.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Solo Baru Mendaftarkan 35 Corak Batik Jadi WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 21 September 2022 12:06:55

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Tengah - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Jawa Tengah, baru mendaftarkan 35 corak batik sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sejatinya, Disbudpar Kota Solo tersebut sudah melakukan upaya tersebut sejak 2020, tapi kenapa baru sekarang?

Walhasil hingga detik ini, puluhan corak batik itu belum diakui dunia. Corak batik Solo belum ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb). Kabar beredar, ke 35 corak batik itu ada kesamaan corak batik dengan daerah lain.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Solo, Is Purwaningsih menjelaskan bahwa pendaftaran 35 corak batik sebagai Warisan Budaya Tak benda ke UNESCO yang sudah dilakukan sejak 2020.

Upaya itu, kata Is, sebagai tindaklanjut dari usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kepada kabupaten/kota agar mendaftarkan Warisan Budaya Tak benda yang dimiliki.



Baca: Batik Pesisir, Maju Setelah Industri Tekstil India Mundur


"Pada 2020, kami mendaftarkan 35 corak batik tersebut, namun setelah melalui kurasi dan penilaian tim ahli, ternyata corak batik di Solo juga ada di daerah lain. Oleh karena itulah, Kemendikbudristek pun meminta agar ada perbaikan keterangan terkait corak batik Solo yang akan didaftarkan ke UNESCO," kata Is Purwaningsih belum lama ini.

Is Purwaningsih menambahkan, hal tersebut dilakukan agar 35 corak batik yang didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak benda ke UNESCO itu benar-benar asli dari Solo. Pihaknya mengungkapkan, beberapa corak batik Solo yang diajukan ke UNESCO diantaranya, sidomukti, sekar jagad, parang, dan lainnya.

"Sampai dengan saat ini, upaya perbaikan itu belum bisa dilakukan. Akibatnya, 35 corak batik yang seharusnya bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda pada Desember 2021 itu pun belum juga bisa dilakukan," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Is Purwaningsih juga mengungkapkan bahwa penetapan yang tidak berhasil dilakukan pada 2021 itu, karena ditemukannya corak batik yang sama di Jogja. Oleh karena itulah, pihaknya pun harus melengkapi deskripsi dan kajian yang lebih mendalam lagi.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


PT KHE Optimistis Proyek PLTA Kayan Sesuai Target

Koropak.co.id, 16 September 2022 07:10:40

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Pembangunan Bendungan Kayan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, terus dikebut. PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) tengah merampungkan pembuatan jalan penghubung dari jalan umum terdekat menuju titik lokasi bakal bendungan. 

PT KHE optimistis, pengerjaan konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan  dapat dimulai 2023 dan beroperasi secara bertahap pada 2026. Rencananya, di PLTA Kayan Cascade yang memanfaatkan sungai Kayan itu terdiri atas lima bendungan dengan 5 s.d. 6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya. 

Untuk tahap pertama, PLTA Kayan Cascade berkapasitas 900 Megawatt (MW), tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW. Proyek tersebut diperkirakan memakan biaya sekitar 17 miliar dolar AS. Sumber dananya dari PT KHE dan rekan, salah satunya Sumitomo Jepang.

Direktur Operasional PT KHE, Khaeroni, mengatakan, pembangunan jalan tersebut akan terbagi dalam tiga seksi pengerjaan, yakni dari titik Bendungan Kayan I menuju Tugu Lima, kemudian Tugu Lima menuju Sungai Muara Pangean, dan Sungai Muara Pangean menuju jalan PU (Pekerjaan Umum) atau jalan umum. Panjangnya 12 kilometer.

"Untuk memulai tahap konstruksi 2023, sedang dikerjakan perluasan jalan angkutan alat berat serta izin peledakan. Gudang bahan peledaknya sudah siap sejak lama,” ujar Khaeroni.

Di bawah koordinasi Manajer Lapangan Sapta Nugraha dan Safran, saat ini PT KHE tengah melakukan land clearing dan pembukaan jalan di sekitar PLTA Kayan. Sementara kegiatan land clearing kedua di area tugu 5 yang diperuntukkan bagi infrastruktur. "Karena kemarin banjir, jadi agak tersendat. Selesai itu nanti kita harapkan 80 hektare lebih," ungkap Khaeroni.

Jalan penghubung ke gudang penyimpanan bahan peledak di tugu 5 melewati Sungai Pangean, Kecamatan Peso sudah selesai. PT KHE juga telah memesan bangunan konstruksi jembatan. "Jalan penghubung ke bahan peledak sudah selesai. Jadi, jalan PU menuju Sungai Pangean, dari Sungai Pangean ke Tugu 5 itu kita sudah pesan jembatan besar. Kemungkinan tidak lama lagi tiba. Kemarin pengirimannya agak tersendat dari Surabaya karena pada saat lebaran mereka tidak terima pengiriman muatan barang besi yang banyak," jelas Khaeroni.



Baca: Masuk MURI, Mahasiswa UMP Main Kentongan Terbanyak


Khaeroni melanjutkan, "Kemarin, logistik angkut dari Tanjung Selor menuju Peso kondisinya pas air surut, sehingga mereka harus kembali lagi. Nanti pengiriman logistik sampai Tugu 5 harus keadaan air pasang".

Untuk memperlancar pengiriman material konstruksi di Peso, ada 11 titik Sungai Kayan akan dilakukan pengerukan. Salah satu spotnya ada di depan Desa Long Bia, ada adras. “Terus ada tikungan sungai dekat Peso ada pengerukan. Untuk pengerukan di beberapa titik spot itu kemarin kami sudah proses izin pemanfaatannya ke kementerian ESDM. Sekarang lagi proses peningkatan IUP OP dan kemarin sudah dapat rekomendasi dari PUPR untuk perizinan pengerukan," paparnya.

Menurutnya, untuk infrastruktur sedang diupayakan untuk permohonan izin peledakan, di mana rekomendasi dari Polres Bulungan dan Polda Kaltara telah selesai. Dengan begitu, tidak lama lagi sudah bsia melakukan peledakan jalan yang menuju bendungan. Peledakan itu bisa makan waktu enam bulanan. Sampai ke titik bendungan dilakukan peledakan pembuatan diversion channel atau pengelak sungai itu.

Diversion channel adalah saluran pembagi debit atau shorcut untuk mengurangi debit banjir pada sungai yang langsung dialirkan ke laut. "Rencana awal tahun 2023 itu sudah membuat diversion channel, terus lanjut konstruksi bendungan," ucap Khaeroni.

Ia menambahkan, untuk  penyelesaian akses jalan penghubung antara titik lokasi pembangunan PLTA Kayan I, per September ini perlu dilakukan peledakan 115 ribu meter kubik material batu di sejumlah titik jalur akses tersebut.


Silakan tonton berbagai video menarik disini