Hari Jadi Ke-19 Sebagai Refleksi Kota Tasikmalaya Untuk Jadi Lebih Baik

Koropak.co.id, 17 October 2020 21:03:33
Penulis : Eris Kuswara
Hari Jadi Ke-19 Sebagai Refleksi Kota Tasikmalaya Untuk Jadi Lebih Baik


Koropak.co.id - Perayaan Hari Jadi Ke-19 Kota Tasikmalaya di tahun 2020, tentunya akan berbeda dan tidak akan semeriah tahun sebelumnya. Dimana Pemerintah Kota Tasikmalaya selalu menggelar kegiatan Tasik Oktober Festival (TOF). Namun dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi, maka pemerintah tidak akan menggelar TOF.

Hal itu diutarakan Walikota Tasikmalaya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya tentang Peringatan Hari Jadi Ke-19 Kota Tasikmalaya tahun 2020 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jumat (16/10/2020).

"Perayaan hari jadi Kota Tasikmalaya pada 17 Oktober 2020 nanti, dilakukan secara sederhana namun tanpa mengurangi maknanya. 17 Oktober merupakan tanggal berdirinya Kota Tasikmalaya yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001," kata Budi.

Keberhasilan yang sudah ditempuh Kota Tasikmalaya dalam kurun waktu 19 tahun ini lanjut dia, tentu saja tidak lepas dari jasa dan peran serta para walikota terdahulu. Oleh karena itu, hari jadi ke-19 bisa dijadikan sebagai ajang evaluasi guna menjadikan Kota Tasikmalaya semakin lebih baik ke depannya.

"Di hari ulang tahunnya yang ke-19 ini, alhamdulillah Kota Tasikmalaya mendapatkan kado istimewa berupa hibah satu buah mesin PCR dari BNPB. Sehingga untuk tahun ini, kami pun akan fokus kepada pembangunan kesehatan, keselamatan masyarakat serta dampak lain dari pandemi Covid-19,” ucapnya.

 

Koropak.co.id - Hari Jadi Ke-19 Sebagai Refleksi Kota Tasikmalaya Untuk Jadi Lebih Baik

 


Baca : Uus: Harap Pesantren Tidak Menutupi Apabila Ada Santri Terpapar Covid-19

 

Ia menuturkan, pemerintah juga akan lebih fokus bagaimana menangani kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya agar bisa dilakukan dengan cepat, sehingga pemulihan ekonomi pun dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya untuk turut berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 agar kasus Covid-19 tidak terus meningkat," ujarnya.

Semua masyarakat, lanjut dia, diharapkan bisa disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang terus ditingkatkan dengan melakukan 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.*

 


Baca : Keberhasilan Kota Tasikmalaya Jadi Daya Dongkrak Keberhasilan Jawa Barat

Komentar

Menjelajah Indonesia dalam Semalam di Hamburg

Koropak.co.id, 13 May 2022 07:41:48

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Antusiasme masyarakat Jerman dan Diaspora Indonesia untuk "melihat" Indonesia lebih dekat tampak tinggi. Itu terlihat dari kehadiran dan partisipasi mereka dalam "Lange Nacht der Konsulate" atau "Malam Panjang di Konsulat" yang berlangsung di KJRI Hamburg, beberapa waktu lalu.

Konsul Jenderal RI Hamburg, Ardian Wicaksono, berharap, acara tersebut dapat menginspirasi pengunjung untuk berkunjungan ke destinasi wisata Indonesia dan lebih menyukai Indonesia. "Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memeringati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman. Dalam kesempatan ini, kami juga mengajak pengunjung untuk menikmati pengalaman menjelajahi Indonesia dalam semalam," ucap Wicaksono. 

Pengalaman menjelajah Indonesia dalam semalam itu ditunjukkan melalui pertunjukan musik gamelan "Margi Budoyo-KJRI Hamburg" dan permainan angklung dari komunitas "Angklung Hamburg Orchestra", tarian daerah yakni tari Pendet dan Ronggeng Blantek, serta penampilan grup musik TOFFI Hamburg dengan lagu tradisional Indonesia.



Baca: Paviliun Indonesia Semarakkan Festival dell'Oriente Roma


Juga turut dipamerkan kerajinan tangan Indonesia, kuliner Indonesia oleh masyarakat Indonesia, dan kopi Indonesia oleh dua perusahaan kopi Indonesia di Jerman. Acara semakin meriah dengan peran serta dari diaspora Indonesia untuk mempromosikan bahasa Indonesia melalui Pojok Bahasa Indonesia.

State Secretary for Interior and Sports Kota Hamburg, Christoph Holstein, mengatakan, kegiatan Lange Nacht der Konsulate yang berlangsung di KJRI Hamburg tersebut mencerminkan keterwakilan Hamburg sebagai kota internasional.

"Kegiatan ini menggambarkan keterwakilan Hamburg terutama dalam peran dan beragamnya Diaspora Indonesia dan warga Jerman yang ingin mengenal Indonesia di kota Hamburg," kata Christoph.

Kegiatan Lange Nacht der Konsulate juga turut dimanfaatkan KJRI Hamburg untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia, kekayaan kuliner Indonesia, keragaman kopi Indonesia hingga keunikan pariwisata di Indonesia. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Benteng Eks Keraton Kartasura Resmi Jadi BCB Kabupaten

Koropak.co.id, 12 May 2022 12:30:23

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Benteng eks Keraton Kartasura resmi ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya (BCB) tingkat kabupaten. Bupati Sukoharjo, Etik Sukoharjo, mengeluarkan keputusan itu pada 28 April 2022.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Siti Laeli, menjelaskan, bekas Keraton Kartasura sudah menjadi situs cagar budaya dan dilindungi. Situs cagar budaya tersebut meliputi, masjid, sumur, makam sedah mirah, makam haryo panular, gedung miring, serta tembok dalam dan luar.

Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, nantinya Benteng eks Keraton Kartasura tersebut akan diusulkan ke tingkat provinsi. Itu akan dilakukan secara bertahap. Sekarang yang terpenting sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang (UU).



Baca: Tembok Benteng Keraton Kartasura Dirusak, Dimana Pemerintah?


Ia mengingatkan, masyarakat tidak boleh lupa dengan sejarah. Pasalnya, adanya Keraton Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta itu berawal dari Keraton Kartasura. Untuk itu pihaknya akan intens melakukan sosialisasi.

Keberadaan bangunan yang sudah berusia sekitar 342 tahun itu masuk sebagai kriteria menjadi cagar budaya. Padahal dulu dibangun tanpa semen akan tetapi mampu berdiri kokoh sampai dengan saat ini. Pihaknya mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga dan merawatnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Tiga Tradisi Jepara Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia

Koropak.co.id, 11 May 2022 08:13:17

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Tiga tradisi khas masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diakui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia. Ketiga tradisi itu adalah lomba kupatan dengan larung kepala kerbau, perang obor, dan jembul tulakan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Ida Lestari, menjelaskan, ketiga tradisi itu sudah mendapatkan sertifikat dari Kemendikbud Ristek sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) tingkat nasional. 

Ida menyebutkan, pendaftaran ketiga tradisi tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Jepara. Dengan adanya pengakuan dari Pemerintah Pusat, maka pemerintah daerah akan memberikan perhatian dengan memberikan dukungan anggaran. Ketiga tradisi itu akan dijadikan agenda rutin Pemkab Jepara.



Baca: Jadi Warisan Budaya, Gubernur Riau Ajak Lestarikan Lampu Colok


Larung sesaji berupa kepala kerbau ini biasanya digelar setiap 8 Syawal atau tujuh hari setelah lebaran. Sedangkan untuk tradisi jembul digelar setiap Senin Pahing oleh masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo.

Adapun perang obor merupakan tradisi warga Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, yang diyakini masyarakat sebagai tolak bala. Tradisi ini juga rutin digelar setiap Senin Pahing malam, Selasa Pon di bulan Zulhijah, bersamaan dengan acara sedekah bumi.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Seba, Satu Cara Warga Badui Mensyukuri Hasil Tani

Koropak.co.id, 09 May 2022 08:11:39

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Masyarakat Suku Badui yang ada di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan rasa syukur atas hasil produksi pertanian yang melimpah. Salah satunya Seba atau berkunjung ke bupati dan pejabat.

Seperti yang dilakukan belum lama ini. Mereka melaksanakan Seba di Pendopo Kabupaten Lebak. Seba ini sendiri merupakan wujud rasa syukur sekaligus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah yang melindungi masyarakat Badui dalam mengelola usaha pertanian dan juga keamanan.

"Untuk tahun ini, kami menggelar Seba Leutik atau Seba kecil dengan jumlah Badui Luar sebanyak 158 orang dan Badui Dalam sebanyak 23 orang," ujar tokoh adat Badui, Jaro Saija.

Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, menuturkan, pemerintah daerah sampai saat ini masih melestarikan budaya dari leluhur masyarakat Badui, termasuk tradisi Seba.



Baca: Jadi Warisan Budaya, Gubernur Riau Ajak Lestarikan Lampu Colok


Selain itu, pemerintah daerah turut memberikan jaminan keamanan di lingkungan kawasan masyarakat Badui. Masyarakat Badui juga diharapkan terus menjaga hutan agar tetap lestari. Diketahui kawasan Badui merupakan daerah resapan dan hulu air. Jika kawasan hulu air rusak, dapat menimbulkan bencana banjir dan kesulitan air bersih.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Edi Wardoyo mengapresiasi tradisi ritual Seba yang dilaksanakan masyarakat Badui. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia.

Pemerintah turut mendorong budaya tradisi Seba masyarakat Badui untuk terus dilestarikan. Pasalnya, budaya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pertumbuhan ekonomi.


Simak berbagai video menarik di sini:


Jadi Warisan Budaya, Gubernur Riau Ajak Lestarikan Lampu Colok

Koropak.co.id, 29 April 2022 19:24:06

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Gubernur Riau, Syamsuar secara resmi membuka festival lampu colok dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan di Riau, Kamis malam 28 April 2022. 

Tercatat, untuk di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, festival lampu colok tersebut dilakukan pada masing-masing kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dilansir dari berbagai sumber, Gubernur Riau, Syamsuar pun berharap, agar budaya lampu colok bisa terus di lestarikan ke depannya di seluruh kabupaten dan kota di Riau.

"Saat ini kita telah memasuki malam ke-27 Ramadan, dan sebagaimana adat dan budaya melayu yang selalu dilaksanakan secara turun temurun, kita juga mulai memasang lampu colok," kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan bahwa, saat ini lampu colok tersebut telah masuk sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) nasional. Oleh karena itulah, budaya yang dilaksanakan turun temurun ini perlu dijaga dan lestarikan. 



Baca : Pemprov Riau Siap Gelar Festival Lampu Colok Kreatif


"Salah satu upaya untuk melestarikan budaya lampu colok ini, di tahun 2022 ini Pemprov Riau menggelar festival lampu colok kreatif. Hal ini juga dilaksanakan dengan tujuan agar tumbuh anak-anak Riau yang kreatif dalam rangka membudayakan dan melestarikan budaya lampu colok di bumi Riau yang kita cintai ini," ujarnya.

Nantinya, Lanjut Syamsuar, festival lampu colok kreatif ini akan dinilai atau diperlombakan. Hal tersebut tentunya dilakukan agar peserta bisa lebih bersemangat lagi.

"Jadi nanti kita akan melihat daerah mana yang paling kreatif. Kemudian setelah itu kita akan menentukan pemenangnya, sekaligus untuk pemberian hadiahnya akan diumumkan pada hari raya Idul Fitri mendatang," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, ada makna yang terkandung dalam budaya lampu colok ini sendiri, yaitu ikut bergembira dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di samping itu juga, alasan mengapa lampu colok ini harus dipasang di malam ke-27 Ramadan? Karena banyak orang yang berpendapat bahwa malam lailatul qadar itu jatuh pada malam ke-27 Ramadan.

"Maka dari itulah, kami juga berharap semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut sepanjang masa, dan tidak hanya digelar di Pekanbaru dan Bengkalis saja, akan tetapi juga diseluruh daerah di Riau. Karena, ini juga merupakan bagian dari kebudayaan Riau yang tidak boleh kita lupakan," pungkasnya.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Menjajal Solusi Pasca Pandemi dengan Kebudayaan

Koropak.co.id, 29 April 2022 13:17:10

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia 2022, pada September 2022 mendatang,  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 atau G20 Culture Ministers' Meeting (CMM). 

Diketahui, sebagai rangkaian awal kegiatan G20 Bidang Kebudayaan menuju G20 CMM, Kemendikbud Ristek pun menggelar 1st Senior Officials Meeting (SOM) G20, pada Jumat 22 April 2022 lalu.

Dilansir dari laman indonesia.go.id, pertemuan tersebut diikuti oleh para delegasi anggota G20, negara undangan khusus, dan organisasi internasional secara daring.

Selain itu, rangkaian kegiatan G20 Bidang Kebudayaan tersebut mengusung tema "Kebudayaan untuk Hidup yang Berkelanjutan". Dalam kaitan tema SOM G20 itu, Kemendikbud Ristek melakukan refleksi tentang situasi pasca pandemi. 

"Pandemi telah mengungkapkan kerentanan laten dalam gaya hidup modern kita. Saat ini, kita tidak lagi berbicara tentang kemiskinan, ketidaksetaraan dan ketidakadilan, akan tetapi tentang kelangsungan hidup manusia sebagai spesies. Untuk pulih bersama dan pulih lebih kuat, maka kita membutuhkan gaya hidup baru yang lebih berkelanjutan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid.

Tercatat, ada dua tujuan utama Kemendikbud Ristek sebagai pengampu G20 Bidang Kebudayaan. Tujuan pertama, yakni untuk membangun konsensus global normal baru yang berkelanjutan. Sementara yang kedua, menginisiasi agenda pemulihan global melalui pembentukan jaringan aksi bersama di bidang kebudayaan.

Tak hanya itu saja, pertemuan perdana SOM G20 Bidang Kebudayaan itu fokus membahas peran budaya dalam mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan. Pertemuan kali ini juga turut mengeksplorasi kemungkinan normal baru, yaitu transisi menuju kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada keadilan sosial-ekologis berdasarkan dengan keragaman sumber daya budaya.

Lima Agenda

Dalam kesempatan itu, Hilmar Farid menyebutkan bahwa ada lima isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertama, mengenai peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan. Kedua, tentang dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari kebijakan berbasis budaya. 



Baca : Ketika Delegasi G20 Jadi Orang Jawa Sehari


Kemudian yang ketiga, tentang cultural commoning atau pengelolaan bersama atas sumber daya budaya yang mempromosikan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal. Keempat, akses yang berkeadilan untuk peluang ekonomi budaya dan yang kelima tentang mobilisasi sumber daya internasional yang mengarus utamakan pemulihan berkelanjutan dengan menginisiasi suatu mekanisme pendanaan untuk pemulihan seni dan budaya yang sangat terpukul selama pandemi.

Hilmar Farid menjelaskan satu hal bahwa dalam mempromosikan gaya hidup baru ini, budaya tentunya memainkan peran penting khususnya dalam menawarkan jalan kebudayaan sebagai solusi pasca pandemi. Inilah yang menjadi jalan kebudayaan yang ditawarkan Presidensi Indonesia di G20 tahun ini.

"Berbagai pengetahuan, institusi, ekspresi budaya, dan praktik yang kita warisi juga telah melewati ujian waktu, sehingga terus dibawa ke zaman modern. Jika berbagai sumber budaya ini dikonsolidasikan, maka kita akan memiliki sarana untuk menciptakan gaya hidup yang lebih berkelanjutan," tutur doktor ilmu sejarah itu.

Sementara itu, diketahui puncak Puncak dari G20 Bidang Kebudayaan adalah CMM yang diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 12 dan 13 September 2022 mendatang. 

Pada pertemuan para Menteri Kebudayaan ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemenristekdikbud akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain kirab budaya, rapat raksasa, konser G20, dan ruwatan bumi.

Kirab budaya dan rapat raksasa itu juga rencananya akan dihadiri oleh tidak kurang dari 2.000 pelaku budaya, masyarakat adat, dan komunitas budaya. Sedangkan untuk konser G20 akan melibatkan kolaborasi musisi dari negara-negara G20. 

Selain itu, untuk Ruwatan Nusantara, Student Festival, Indonesia Bertutur, Konferensi Internasional Kebudayaan Indonesia, dan beragam kegiatan lainnya pun akan diselenggarakan untuk menyukseskan G20 Bidang Kebudayaan.

Semarak kegiatan G20 Kebudayaan ini tentunya menandakan Indonesia mampu mendorong kehidupan keragaman dan perilaku budaya Nusantara sebagai jalan keluar dari krisis yang terjadi akibat pandemi maupun kerusakan ekologi sebagai dampak eksploitasi sumber daya alam.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Enam Koleksi Museum Jakarta Resmi Jadi Benda Cagar Budaya

Koropak.co.id, 28 April 2022 13:01:00

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu secara resmi menetapkan enam koleksi museum sebagai Benda Cagar Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, mengatakan bahwa penetapan ini dilakukan setelah melalui proses kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta yang kemudian merekomendasikan enam koleksi dari Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, serta Museum Joang '45.

"Objek yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya ini, tentunya merupakan koleksi unggulan dari masing-masing museum yang memiliki nilai penting. Mulai dari segi kesejarahan dan kesenian serta memenuhi kriteria sebagai Benda Cagar Budaya," kata Iwan sebagaimana dilansir dari laman InfoPublik, Kamis 28 April 2022.

Iwan mengungkapkan bahwa keenam objek Benda Cagar Budaya tersebut meliputi Lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh, Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan, Lukisan Prambanan Seko karya S. Sudjojono, Lukisan Dewi karya Agus Djaya, Meriam Si Jagur, dan Mobil Rep-1 yang merupakan kendaraan dinas presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Diketahui, Lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh Sjarif Boestaman merupakan koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 334 Tahun 2022. 

Dilukis di atas kanvas dengan menggunakan media cat minyak, lukisan bergaya realisme romantis Eropa ini juga  merupakan bagian dari khasanah pertama aliran realisme dalam perkembangan seni lukis modern. Pada lukisan ini, tergambar potret Raden Aria Kusumahningrat sebagai Bupati Cianjur ke-9 saat menjabat pada tahun 1834-1862 ini dibuat pada tahun 1852.

Sedangkan untuk Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan yang dilukis pada tahun 1955, ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 333 Tahun 2022. Lukisan tersebut merupakan salah satu karya terbaik Hendra Gunawan yang mengangkat tema revolusi. Hendra Gunawan membuat lukisan ini setelah dirinya terinspirasi dari rekaman peristiwa pernikahan di suatu tempat di Karawang, Jawa Barat yang tidak biasa. 

Alih-alih memakai baju pengantin, pengantin pria justru mengenakan jaket tentara dan mendorong sepeda yang dinaiki pengantin perempuan dengan diikuti arak-arakan sekelompok orang dan pemain tanjidor. Lukisan beraliran realisme ini juga merekam kehidupan sosial dan tradisi yang berkembang di masyarakat pada masa perang revolusi kemerdekaan tahun 1945-1949.

Selain itu, ada juga koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik lainnya yang juga resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Ia adalah Lukisan Dewi karya Agus Djaya, yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya melalui Kepgub Nomor 366 Tahun 2022. 

Lukisan yang dibuat pada tahun 1962 ini mewakili gaya seni lukis modern Indonesia pada tahun 1960-an yang mengungkapkan tradisi mitologi Jawa. Lukisan Dewi itu juga mengekspresikan sosok Nyi Roro Kidul, sang ratu penguasa pantai selatan dengan aliran impresionisme.



Baca : Pulau Penyengat Akan Dijadikan Pusat Budaya di Kepri


Sedangkan untuk koleksi lukisan lainnya adalah Lukisan Prambanan/Seko karya S. Sudjojono yang ditetapkan melalui Kepgub Nomor 367 Tahun 2022. Lukisan beraliran realisme pada masanya yang dibuat pada tahun 1949 ini merekam suasana setelah agresi militer kedua. 

Dalam Lukisan Prambanan itu, terdapat beberapa baris tulisan tangan penulis di antaranya berbunyi, "Toko-toko tjina terpaksa kita bakar, apa boleh buat, untuk kemenangan, Prambanan, yang pertema menjeberang djalan".

Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati mengungkapkan kebahagiaannya atas penetapan 4 koleksi lukisan milik Museum Seni Rupa dan Keramik. Sri pun berharap ke depannya, akan ada lebih banyak lagi koleksi UP Museum lainnya yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya guna meningkatkan upaya pelestarian terhadap koleksi-koleksi museum itu sendiri.

"Kami tentunya sangat berharap koleksi-koleksi ini selanjutnya akan dapat ditetapkan juga sebagai Benda Cagar Budaya Nasional. Hingga ada lebih banyak lagi koleksi UP Museum Seni lainnya yang ditetapkan baik sebagai Benda Cagar Budaya Daerah maupun Benda Cagar Budaya Nasional," ungkap Sri.

Sementara itu, Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta, Esti Utami juga turut menyampaikan harapannya atas penetapan Meriam si Jagur dan Mobil REP 1 sebagai Benda Cagar Budaya. Ia berharap dengan penetapannya itu,  dapat meningkatkan upaya pelestarian terhadap koleksi-koleksi museum.

"Penetapan status Cagar Budaya ini tentunya akan semakin memacu kami untuk bisa meningkatkan upaya pelestarian, perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan terhadap koleksi museum," ujar Esti.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta juga telah menetapkan Meriam Si Jagur, dari koleksi Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Taman Fatahillah sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 351 Tahun 2022. Meriam yang dibuat pada tahun 1625 ini, berhasil memperoleh rekomendasi dari TACB sesuai Berita Acara Rekomendasi Nomor 171/TACB/Tap/Jakbar/XI/2021 pada 10 November 2021.

Berdasarkan sejarahnya, dahulu meriam ini digunakan sebagai senjata oleh Portugis dan Belanda. Meriam ini mmiliki banyak hiasan khas, utamanya berbentuk kepalan tangan dengan posisi ibu jari yang diapit oleh jari telunjuk dan jari tengah di bagian pangkal meriam. 

Posisi tangan yang dikenal sebagai Mano In Fica ini juga memiliki arti sebagai simbol untuk menangkal kejahatan. Selain itu, pada bagian pergelangan tangan juga terdapat hiasan berupa gelang mutiara dan di bagian penutup pangkal meriam terdapat ukiran tulisan dari bahasa Latin yang berbunyi eX me Ipsa renata sVm yang berarti dari diriku sendiri aku dilahirkan kembali.

Kemudian ada juga Mobil Rep-1 yang merupakan koleksi dari Museum Joang ’45 yang secara resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 365 Tahun 2022. Mobil yang diproduksi pada tahun 1939 dan memiliki gaya mobil Amerika tahun 1930-an ini memiliki arti khusus bagi sejarah Indonesia. 

Mobil ini diketahui pernah digunakan oleh Ir Soekarno sebagai kendaraan dinas pertamanya ketika menjabat sebagai Presiden. Setelah tidak lagi digunakan oleh Bung Karno, mobil ini pun akhirny disimpan di garasi istana.

Akan tetapi, pada tahun 1979 diserahkan kepada Dewan Harian Nasional oleh pihak istana dan pihak keluarga Bung Karno untuk kemudian diabadikan di Museum Joang ’45 sebagai koleksi museum.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Empat Fakta Menarik Telur Asin yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

Koropak.co.id, 28 April 2022 12:16:28

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Telur asin merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia sampai dengan saat ini. Tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, telur asin juga kerap diolah kembali menjadi berbagai sajian makanan. 

Dilansir dari Michelin Guide, biasanya telur asin itu dibuat dengan menggunakan tiga metode tradisional yakni merendam telur dengan larutan garam, melapisi telur dengan garam kasar, atau melapisi telur dengan pasta pasir, lumpur, atau tanah liat.

Biasanya, telur asin sendiri dibuat dari telur bebek yang memiliki kandungan kolesterol dua kali lebih banyak dibandingkan dengan telur ayam. Kendati demikian, telur asin itu mengandung lebih banyak protein, lemak, kalsium dan potasium dibandingkan dengan telur bebek segar.

Hanya saja, telur asin ini mengandung zat besi dan vitamin yang lebih rendah. Tercatat, berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, telur asin mengandung 179 kalori. Tak hanya itu saja, makanan ini juga mengandung 13,6 gram protein, 13,3 gram lemak, dan 4,4 gram karbohidrat.

Selain itu, kandungan lainnya yang juga terkandung dalam telur asin adalah 120 miligram kalsium, 157 miligram fosfor, dan 438 miligram natrium. 

Selain memiliki rasa yang gurih dan kaya akan nutrisi yang terkandung di dalamnya, telur asin juga memiliki beberapa fakta menarik. Berikut Koropak telah merangkum dari berbagai sumber 4 fakta menarik seputar telur asin.

1. Ditetapkan sebagai warisan budaya

Tak sekedar menjadi oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah, kini telur asin tersebut diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 6 hingga 9 Oktober 2020 lalu.

Tercatat, ada beberapa alasan mengapa telur asin Brebes masuk dalam daftar WBTb Indonesia. Menurut Direktur Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Sambas mengatakan bahwa telur asin memiliki nilai akulturasi bagi masyarakat Brebes. Selain itu, pola pewarisan telur asin juga sudah lebih dari dua generasi.



Baca : Hikayat Telur Asin, Oleh-Oleh Khas Brebes


2. Pembuatan yang praktis

Memiliki cita rasa yang unik, ternyata proses pembuatan telur asin sendiri terbilang cukup praktis. Hanya dengan bermodalkan air, garam, dan wadah, telur asin yang gurih pun sudah bisa tersaji di meja makan. Telur cukup direndam dalam wadah berisi air yang kemudian dicampur dengan garam.

Agar proses pengasinan semakin optimal, maka kamu juga bisa mengampelas telur tersebut agar pori-porinya terbuka, sehingga rasa asin dari garam pun akan lebih mudah meresap. 

Setelah itu, diamkan selama 10 hingga 12 hari lamanya. Pastikanlah telur itu tidak terkena cahaya matahari dan jangan lupa juga untuk merebus telur dengan api kecil selama kurang lebih 1,5 jam.

3. Bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan

Tidak hanya disajikan sebagai telur utuh, telur asin juga dapat diolah menjadi ragam menu lainnya. Sebut saja ayam telur asin, udang telur asin, spagheti telur asin, keripik telur asin, hingga kulit ikan telur asin yang merupakan aneka makanan dengan rasa telur asin yang tengah digandrungi saat ini.

4. Menjadi makanan kekinian

Sudah tidak asing lagi rasanya mendengar nama makanan yang dilengkapi dengan bumbu telur asin. Berawal dari tren kekinian yang digemari banyak orang, kini menu santapan berbumbu telur asin itu pun sudah menjadi salah satu menu andalan praktis yang mudah ditemui.

Bahkan kini, santapan yang dipadukan dengan telur asin juga dapat mudah ditemukan. Contohnya seperti bakpao telur asin, sate taichan saus telur asin, hingga cah brokoli telur asin.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Paviliun Indonesia Semarakkan Festival dell'Oriente Roma

Koropak.co.id, 28 April 2022 07:37:02

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI Roma) menghadirkan kegiatan bertajuk Paviliun Indonesia sebagai upaya dalam rangka menyemarakkan Festival dell'Oriente yang dilaksanakan di Fiera Nuova Roma pada 23 hingga 25 April 2022 lalu. 

Diketahui, Festival dell'Oriente sendiri merupakan festival budaya Asia terbesar di Italia yang menampilkan pameran dan bazaar produk makanan dan barang kerajinan dari Timur, rangkaian pertunjukan seni dan budaya, serta pertemuan dan seminar mengenai berbagai topik perdagangan, gastronomi, kesehatan dan lain sebagainya dengan peserta dari berbagai negara di Asia.

Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri RI, kali ini, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai macam produk hortilkultura seperti kopi, bawang goreng, keripik pisang dan jamu serta aneka macam makanan dan minuman ringan kemasan Indonesia seperti 'Teh Botol', 'Fruit tea', 'Pop Mie', dan kacang atom.

Tak hanya itu saja, ada juga produk aksesoris dan kerajinan tangan dari Bali, produk cindera mata dari berbagai daerah di Indonesia, jasa pijat tradisional Indonesia, serta pertunjukan seni dan budaya Indonesia seperti musik angklung, tari Betawi, dan tari Bali.



Baca : Semarak Pekan Seni Budaya Korea di LRT Jakarta


Dalam kegiatan itu, Grup Angklung KBRI Roma memainkan medley lagu tradisional khas Indonesia yakni Gambang Suling, Bolelebo dan Apuse, kemudian dilanjutkan dengan lagu pop 'I Have A Dream'. Sementara penari muda berbakat sekaligus pelajar Indonesia di Italia, Zayna Waskito menampilkan tari Betawi 'Lenggang Nyai'. 

Dikutip dari KBRI Roma, selama tiga hari penyelenggaraan Festival dell'Oriente, Diaspora Indonesia, Tia Margi Rini juga menampilkan tari Pendet dari Bali, baik itu di panggung pertunjukan maupun di Paviliun Indonesia. Suguhan kudapan seperti teh, jamu dan makanan ringan Indonesia ternyata sangat disukai oleh para pengunjung yang hadir.

Selain itu, pertunjukan musik dan seni tari budaya Indonesia juga turut memukau publik yang hadir pada Festival dell'Oriente. Keikutsertaan Indonesia dalam Festival dell'Oriente kali ini tentunya berhasil dalam mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Italia serta mendorong pemasaran dan peningkatan ekspor produk Indonesia ke Italia.

Diketahui, Paviliun Indonesia ini terselenggara atas kerja sama KBRI Roma, Atase Pertanian, Atase Perdagangan, ITPC Milan, perusahaan Importir produk Indonesia "CFS International Market" dan "Balinesia", serta perusahaan jasa pijat tradisional Indonesia "Wonderful Indonesia Benessere".*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini



Tembok Benteng Keraton Kartasura Dirusak, Dimana Pemerintah?

Koropak.co.id, 27 April 2022 07:16:00

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyayangkan peristiwa perusakan tembok Benteng Keraton Kartasura dengan cara dijebol menggunakan alat berat. 

Menurutnya, peristiwa dirusaknya tembok situs peninggalan Keraton Kartasura yang ada di Kampung Krapyak Kulon RT/RW 02/10, Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo itu pun menjadi peringatan keras untuk pemerintah. 

"Itu merupakan peringatan buat kita, dan itu juga kritik keras buat pemerintah dan juga buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu 27 April 2022. 

Ganjar mengungkapkan bahwa terkadang apabila ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang akan menganggapnya seperti onggokan sampah yang tidak berguna. Sehingga pada akhirnya, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi. 

"Tapi begitu ada kejadian seperti ini, semuanya menjadi geger. Ya, kejadian ini menjadi bahan koreksi buat pemerintah yang harus diperbaiki," tegasnya. 



Baca : Enam Fakta Ironis Dibalik Pembongkaran Tembok Eks Keraton Kartasura


Ganjar juga mengatakan bahwa terkait dengan kepemilikan bangunan atau benda cagar budaya juga harus jelas agar kedepannya tidak terjadi persoalan yang merugikan. 

"Seperti kasus ini, saya khawatir itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau gitu, memang ada hak per datanya, tapi kan ada pelanggaran juga yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini," ujarnya. 

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga saat ini sudah menerjunkan tim yang terdiri dari polisi dan dinas terkait untuk melakukan identifikasi. Pihaknya menuturkan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu. 

"Siapa yang jual dan siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, maka kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjual belikan, karena ini merupakan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu," ucapnya. 

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan juga akan terus berkoordinasi dan bekerja sama terkait penanganan kasus itu. Bahkan hingga saat ini pihaknya tengah menunggu proses berikutnya. Di sisi lain lokasi kejadian juga sudah dipasangi police line.* 


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Semarak Pekan Seni Budaya Korea di LRT Jakarta

Koropak.co.id, 26 April 2022 12:16:26

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Apakah kamu penikmat atau pencinta seni sekaligus budaya Korea? Hmm, Tampaknya acara ini bisa menjadi rekomendasi buat kamu yang dapat dikunjungi juga bersama keluarga. 

Ya, diketahui baru-baru ini dikabarkan PT LRT Jakarta dengan menggandeng Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) melaksanakan kegiatan bertajuk "Pekan Seni & Budaya Korea Bersama LRT Jakarta" yang diisi dengan berbagai rangkaian acara. 

Mulai dari penampilan aksi seni beladiri Taekwondo, Buchaechum atau tari kipas tradisional Korea, K-Pop Cover Dance dan pameran karya peserta kelas budaya KCCI sesi 1 tahun 2022.

Tak hanya itu saja, para pengunjung juga bisa mengajak keluarga ataupun teman, sahabat maupun orang tersayang untuk bergaya manis pada spot foto Hanbok anak yang begitu memikat mata dengan warna khas Koreanya.

Selain itu, ada juga sederet Kerajinan Tradisional khas Korea dan Kaligrafi yang terpajang rapi. Disana, kalian juga bisa mencoba Pengalaman K-Traditional dalam sajian snack, games, dan photo challenge dengan hadiah yang menarik.

Dilansir dari berbagai sumber, kegiatan pekan seni dan budaya Korea tersebut dilaksanakan mulai 23 hingga 29 April 2022 mendatang di Stasiun LRTJ Boulevard Utara Lantai 2, Kelapa Gading, Jakarta yang setiap harinya digelar mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Direktur Korean Cultural Center Indonesia, Kim Yong-woon mengharapkan, dengan diselenggarakan kegiatan pagelaran seni dan budaya Korea tersebut, pihaknya berharap dapat memberikan pengalaman baru untuk para pengunjung yang hadir.



Baca : Cara Unik Chi Heritage Lestarikan Budaya Sambil Berbagi


"Yaitu, dengan menikmati seni dan budaya Korea di tempat umum atau di area stasiun LRT Jakarta. Kemudian juga mempromosikan Korea kepada masyarakat Indonesia secara khusus yang berada di Jakarta," kata Kim Yong-woon dalam keterangan resminya, Senin 25 April 2022.

Sementara itu, diketahui seremoni pembukaan acara tersebut, turut dihadiri oleh Direktur Operasi dan Pengembangan PT LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara. Pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut dan mengatakan Selain tingginya antusias masyarakat, menurutnya hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan ekstra kepada seluruh pengguna jasa.

"Ke depannya, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan yang prima, kami juga akan sangat terbuka dalam menerima kolaborasi seperti ini," kata Aditia. 

Aditia menambahkan, terlebih lagi yang berkaitan dengan pertunjukan seni, budaya, dan aktivasi hiburan lainnya. Hal itu dilakukan guna mewadahi minat masyarakat Indonesia serta memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung.

"Terutamanya untuk para penumpang LRTJ dalam berwisata sambil menggunakan transportasi publik. Hal ini tentunya sejalan dengan peran pelayanan LRTJ yang bukan hanya sebagai transportasi, akan tetapi juga sebagai salah satu wadah interaksi masyarakat,"paparnya.

Diketahui, kolaborasi yang dilakukan kali ini juga merupakan upaya dari PT LRT Jakarta untuk menjadikan stasiun-stasiun LRTJ sebagai salah satu destinasi menarik khususnya bagi warga Jakarta.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Pemprov Jatim Berikan Tali Asih Pada Seniman Ludruk Surabaya

Koropak.co.id, 26 April 2022 07:51:29

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Menjelang akhir Bulan Ramadan, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak berbagi keberkahan bersama para pegiat seni di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Arumi menyampaikan secara langsung jalinan tali asih dari Mitra Seni Indonesia kepada Komunitas Ludruk Irama Budaya Surabaya. 

Ketua Ludruk Irama Budaya Surabaya, Deden Irawan pun menerima amanat tersebut di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Timur, Senin 25 April 2022.

Dilansir dari kominfo.jatimprov.go.id, Ludruk Irama Budaya menerima aliran dana bantuan dari Mitra Seni Indonesia sebesar Rp 10 juta. Jumlah ini pun nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pelatihan, serta penunjang bagi para seniman ludruk yang terdampak pandemi Covid-19.

"Di pertemuan hari ini, saya bertemu dengan langsung dengan Pak Deden dari Ludruk Irama Budaya. Saya juga di sini menyampaikan amanat langsung dari Mitra Seni untuk menyampaikan Tali Asih," ungkap Arumi.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Provinsi Jawa Timur itu menyebutkan bahwa perhatian yang diberikan ini berangkat dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda para pekerja seni. Dimana, banyak pertunjukan besar akhirnya harus ditiadakan dan pelaku seni pun harus menerima imbas yang besar dari segi ekonomi dan profesi.

"Selama pandemi, kita tahu sekali bahwa pertunjukan-pertunjukan besar tentu ditiadakan. Ludruk ini merupakan salah satu pertunjukan yang termasuk besar karena melibatkan banyak orang dan banyak penonton. Sehingga tentunya selama dua tahun terakhir ini pasti sangat berdampak baik dari sisi ekonomi dan juga pekerjaannya," katanya.



Baca : Ketika Iklan Sido Muncul Tampilkan Wayang


Dalam kesempatan itu, Arumi juga mengapresiasi para seniman yang tetap teguh dalam melestarikan kesenian daerah dalam keadaan dan kondisi apapun. Selain itu, pihaknya juga turut berterima kasih kepada Mitra Seni Indonesia yang senantiasa mendukung kiat-kiat seniman Jawa Timur.

"Jadi saya atas nama pribadi dan atas nama pemprov juga, ingin mengucapkan terima kasih kepada seniman di Jawa Timur dan kepada Mitra Seni Indonesia untuk diberikannya Tali Asih ini. Selain itu, saya juga berharap agar bantuan yang diberikan ini dapat menjadi pemicu semangat para pegiat seni di Surabaya," ucapnya. 

Ketua Ludruk Irama Budaya Surabaya, Deden Irawan mengungkapkan bahwa dirinya merupakan generasi kedua yang memimpin Ludruk Irama Budaya. Ia juga mengatakan bahwa anggotanya pun dibedakan menjadi senior dan junior. 

"Diketahui, total anggotanya saat ini berjumlah 45 orang. Sementara itu, untuk anggota seniornya merupakan seniman ludruk asli yang sudah lawas bergabung. Sedangkan untuk anggota juniornya adalah rekrutan baru yang juga tengah menjalani pelatihan," ungkap Deden.

Dalam kesempatan itu, Deden juga turut mengapresiasi Pemprov Jatim dan Mitra Seni Indonesia atas saluran Tali Asih kepada komunitas ludruk yang berdiri pada 10 November 1987 itu.

"Kami mengucapkan terima kasih atas bentuk kepeduliannya terhadap para seniman di Jawa Timur. Semoga dengan ini kesenian tradisional dapat kian diminati oleh berbagai kalangan dan tetap lestari," pungkasnya.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini