Koropak.co.id – Tren kenaikan harga batu bara meroket tak terkendali. Saat pandemi Covid-19 harganya sempat turun, dan kini harganya kembali ke titik tertinggi.
Bahkan berdasarkan data yang dihimpun Koropak, harga si batu hitam saat ini disebut-sebut sebagai harga tertinggi dalam sejak tahun 2008 lalu.
Apa dampaknya bagi Indonesia? Jelas besar. Bisa berkah atau malah musibah sebenarnya. Bumi Nusantara ini merupakan produsen batu bara terbesar ketiga di dunia. Di pucuk atasnya, ada Tiongkok dan India.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewanti-wanti, kenaikan harga batu bara bisa menjadi musibah bagi industri dalam negeri. Namun begitu, potensi keberkahan bagi penerimaan kas negara juga tentu sangat besar.
“Sekarang yang justru menjadi tantangan bagaimana batu bara di dalam negeri tetap kompetitif karena kalau terlalu tinggi juga industri dalam negeri kesulitan untuk memperoleh energi karena terlalu mahal,” kata Airlangga, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2021.
Baca : Batu-Batu Unik yang Mirip Hewan Raksasa di Berbagai Belahan Dunia
Menyikapi kondisi ini, pihaknya berupaya untuk mendorong keseimbangan antar sektor. Cara ini dinilai lebih baik, mendorong keseimbangan antar sektor agar industri tidak dirugikan dari lonjakan harga batu bara ini.
Sementara itu, mengutip laman resmi dari Minerba ESDM, terlihat harga batu bara ini mengalami kenaikan signifikan sejak 9 bulan terakhir. Berturut-turut, harga batu bara dalam USD/tahun adalah sebagai berikut :
1. Februari 2021 harganya 75.84
2. Maret 2021 harganya 87.79
3. April 2021 harganya 84.47
4. Mei 2021 harganya 86.68
5. Juni 2021harganya 89.74
6. Juli 2021 harganya 100.33
7. Agustus 2021 harganya 115.35
8. September 2021 harganya 130.99
9. Oktober 2021 harganya 150.03
Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini









