Indonesia Tumbang di Tangan Afghanistan dalam Laga Uji Coba FIFA Matchday

Koropak.co.id, 17 November 2021 16:26:58
Penulis : Eris Kuswara
Indonesia Tumbang di Tangan Afghanistan dalam Laga Uji Coba FIFA Matchday

 

Koropak.co.id - Timnas Indonesia harus tumbang dalam laga uji coba FIFA Matchday November 2021.

Berhadapan dengan Timnas Afghanistan di Gloria Stadium Turki, Selasa 16 November 2021, Skuat Garuda harus mengaku kalah dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak oleh Popalzay Omid di menit ke-83.

Dalam pertandingannya, Timnas Afghanistan mencoba mengambil inisiatif serangan dan mencoba menekan Timnas Indonesia.

Namun, anak asuh Shin Tae-Yong itu perlahan mulai berhasil mengimbangi permainan Afghanistan. Terbukti di menit kedelapan, Timnas Indonesia nyaris saja membuka keunggulan di laga tersebut.

Ricky Kambuaya melepaskan umpan pendek ke Witan Sulaeman yang tidak terkawal. Namun sayang tembakan Witan masih melebar dari tiang gawang Afghanistan.

Jual beli serangan pun terjadi antara kedua tim. Akan tetapi, Afghanistan yang mendominasi penguasaan bola pun mencoba menekan. Namun lagi-lagi, pertahanan Indonesia yang dijaga ketat Elkan Bagott mampu tampil disiplin untuk meredam serangan Afghanistan.

Memasuki menit ke-23, Skuad Garuda lagi-lagi mendapatkan peluang emas. Melakukan umpan 1-2 dengan Witan, Dedik berhasil masuk ke kotak penalti, namun sayang sekali tembakannya masih menyamping dari gawang Ovays.

Pada menit ke-30, Skuad Merah Putih nyaris mendapatkan hadiah penalti setelah bek Afghanistan menjatuhkan Dedik di kotak penalti. Akan tetapi wasit memutuskan untuk tidak memberi hadiah penalti bagi Timnas Indonesia.

 


Baca : PSSI Targetkan Indonesia Juara Piala AFF 2020

Jual beli serangan pun masih terus berlanjut, namun skor kacamata 0-0 tetap bertahan hingga laga turun minum. Pada awal babak kedua, Indonesia mencoba untuk mengambil inisiatif serangan.

Terbukti, dalam lima menit pertama, Indonesia berhasil menggempur pertahanan Afghanistan namun sayang serangannya itu masih tidak berbuah menjadi gol.

Melihat tim asuhannya sulit menembus pertahanan Afghanistan, Shin Tae-Yong pun melakukan tiga pergantian pemain. Evan Dimas, Egy Maulana dan Dedik Setiawan pun ditarik keluar dan digantikan Irfan Jaya, Kadek Agung, dan Ezra Walian.

Masuknya ketikga pemain ini terbukti membuat permainan Indonesia menjadi lebih hidup. Skuat Garuda bahkan semakin percaya diri untuk masuk ke kotak penalti Afghanistan.

Meskipun begitu, petaka justru datang bagi Indonesia di menit ke-83. Berawal dari kesalahan koordinasi antar bek Timnas Indonesia, Hadid Mustafa sukses mengirim umpan dari sisi kanan lalu disambar oleh Popalzay Omid. Skor pun akhirnya berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Afghanistan.

Meski tertinggal, skuad Garuda tidak menyerah begitu saja. Mereka semakin meningkatkan intensitas serangannya, di mana Ezra Walian nyaris saja berhasil mencetak gol namun sayang bola tembakannya masih berhasil dihalau bek Afghanistan.

Indonesia terus mencoba untuk menyamakan kedudukan, namun skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dan memastikan Afghanistan menjadi pemenang dalam laga tersebut.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Komentar

Vakum 2 Tahun, Cukur Rambut Gimbal Kembali Digelar

Koropak.co.id, 04 July 2022 07:38:15

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Setelah dua tahun vakum akibat adanya pandemi Covid-19, tradisi potong rambut gimbal kembali digelar di Telaga Cebong, Sembungan, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad, 3 Juli 2022.

Selain sebagai upaya dalam melestarikan tradisi, aktivitas tersebut digelar untuk membangkitkan kembali wisata budaya di desa tertinggi di pulau Jawa itu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, didaulat untuk mengawali pemotongan rambut gimbal.

Dengan menggunakan gunting yang telah disediakan oleh panitia, Sandi mengawalinya dengan memotong rambut gimbal satu per satu dari tiga peserta ruwat rambut gimbal yang digelar di pinggir Telaga Cebong, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar. Setelah itu, potongan rambut gimbal dilarung atau dihanyutkan di Telaga Cebong oleh panitia. 



Baca: Fenomena Kehidupan Anak Berambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng


"Selain memiliki pemandangan yang indah, ternyata Desa Wisata Sembungan juga turut melestarikan tradisi pemotongan rambut gimbal. Ini merupakan suatu kolaborasi wisata alam budaya yang sangat fantastis," kata Sandiaga Uno.

Sandi menambahkan, Telaga Cebong merupakan salah satu destinasi unggulan yang dimiliki Desa Sembungan. Ia menilai telaga ini memiliki ekotourism yang dilengkapi dengan destinasi wisata budaya, yaitu memotong rambut gimbal. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, menjelaskan, ruwat rambut gimbal sudah melekat di Desa Sembungan dan juga beberapa desa di kawasan Dieng.

"Perlu diketahui juga bahwa cukur rambut gimbal ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Wonosobo sejak 2016. Cukur rambut gimbal ini juga ada beberapa versi, tapi untuk di Desa Sembungan sudah ada akulturasi budaya dari agama Islam, sehingga dalam pelaksanaannya ada salawatan dan tidak memakai sesajen atau kemenyan," jelas Agus.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Dekranas Usulkan Tenun Jadi WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 03 July 2022 07:10:38

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip sederhana, yakni menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Keberadaan kain tenun tradisional Indonesia itu diperkirakan sudah ada dan berkembang sejak zaman prasejarah atau yang dikenal juga dengan zaman Neolitikum.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda prasejarah prehistoris, seperti tenunan, alat untuk memintal, hingga bahan yang terlihat jelas adanya tenunan pada kain dari kapas yang diperkirakan berusia lebih dari 3.000 tahun. Itu ada pada situs Sumba Timur, Gunung Wingko, Yogyakarta, Gilimanuk dan Melolo.

Untuk melestarikan dan mendorong kemajuan tenun, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengusulkan agar kain tenun ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia ke UNESCO.



Baca: Pemprov Sulteng Ajukan Kain Tenun Donggala Jadi WBTb UNESCO


Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Maria Anna Plate, mengatakan, pihaknya turut melakukan akselerasi wastra dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah nasional secara terus menerus. "Itu dilakukan agar kami dapat menghasilkan wastra-wastra terbaik yang bisa ditampilkan di panggung internasional. Tak hanya itu, dalam selembar kain juga terdapat filosofi kehidupan yang sarat akan makna, pesan, cerita serta kandungan nilai kehidupan yang sarat akan hikmah," paparnya.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Usman Kansong, menjelaskan, Kominfo sebagai ex-officio sudah melakukan sosialisasi dan publikasi gebrakan Dekranas, khususnya dalam hal preservasi produk kerajinan budaya nasional, termasuk kain wastra atau wastra tenun.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Keren! Labuan Bajo Punya Sanggar Kope Oles Todo Kongkol

Koropak.co.id, 02 July 2022 15:13:10

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Labuan Bajo kini punya destinasi wisata baru berbasis budaya yang melibatkan partisipasi hampir semua kalangan masyarakat yang ada di Kampung Kaper, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Namanya Sanggar Kope Oles Todo Kongkol. Letaknya strategis, berada di pinggir jalan Trans Flores dan hanya berjarak sekitar 2,4 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo. Tempat tersebut baru diresmikan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, di halaman Rumah Adat Mbaru Gendang Kaper, Sabtu 25 Juni 2022.

Berbagai atraksi budaya ditampilkan dalam acara peresmian. Ada tarian adat, seperti tarian caci atau tari perang orang Manggarai hingga tarian kontemporer kreasi anak muda, juga berbagai produk UMKM yang dihasilkan warga Desa Golo Bilas.

Yulianus berharap, Sanggar Kope Oles Todo Kongkol dijadikan wadah untuk melestarikan budaya Manggarai, sekaligus mengembangkan potensi wisata yang ada. Menurutnya, bidang pariwisata juga bisa dijadikan sebagai jalan untuk merawat nilai budaya Manggarai.



Baca: Melihat Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai


"Perkembangan pariwisata boleh saja pesat, akan tetapi hal itu juga tidak boleh meruntuhkan, menghilangkan atau menggerus nilai-nilai budaya yang sudah ada dan hidup di tengah masyarakat kita," kata Yulianus.

Ketua Sanggar Kope Oles Todo Kongkol, Andrianus Taur, menuturkan, sanggar tersebut hadir sebagai jawaban akan kerinduan untuk belajar dan melestarikan budaya, sehingga nantinya bisa diwariskan serta dinikmati oleh anak dan cucu sebagai generasi selanjutnya.

"Sanggar yang saya pimpin ini juga merupakan tanda persatuan seluruh masyarakat Kaper, khususnya dalam melestarikan budaya di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Bagi wisatawan yang ingin terlibat dalam pelestarian budaya Manggarai, tentunya kami sangat terbuka. Bisa datang untuk melihat dan juga berlatih di Rumah Gendang setiap Minggu malam," tuturnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Meriahkan Festival 7 Sungai

Koropak.co.id, 02 July 2022 07:42:01

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, mengajak masyarakat untuk hadir memeriahkan helaran Festival 7 Sungai ke-7 yang akan digelar pada 5 s.d. 7 Juli 2022 di Desa Wisata Cibuluh, Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sandi menyebutkan, Festival 7 Sungai di Desa Wisata Cibuluh itu masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022. "Festival 7 Sungai ini juga merupakan atraksi wisata budaya masyarakat setempat yang akan memperkenalkan budaya sungai, budaya bercocok tanam, kesenian dan permainan tradisional yang biasa dilakukan oleh masyarakat desa," tuturnya dalam siaran pers yang diterima Koropak, Jumat, 1 Juli 2022.



Baca: Festival 7 Sungai Tinggal Menghitung Hari, Ada Apa Saja?


Selain dijadikan sebagai ajang promosi pariwisata, Festival 7 Sungai juga menjadi sarana advokasi masyarakat, khususnya yang ada di Desa Wisata Cibuluh Kabupaten Subang, dan umumnya masyarakat Indonesia.

"Kegiatan ini menjadi sarana advokasi masyarakat perihal betapa pentingnya menjaga sungai dengan bijak agar dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Hayu Ulin Ka Subang," tandasnya.

Berbagai kegiatan seni dan budaya bakal digelar, di antaranya syukur sungai, hiburan rakyat dari berbagai grup seni, camping art, pameran budaya sungai, saresehan sungai, fun tubing, dan wayang golek.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Festival 7 Sungai Tinggal Menghitung Hari, Ada Apa Saja?

Koropak.co.id, 30 June 2022 07:19:17

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Festival 7 Sungai (F7S) ke-7 tinggal menghitung hari. Kurang dari sepekan lagi. Digelar mulai 5 Juli sampai 7 Juli 2022. Akan ada apa saja dalam acara yang digelar di Desa Wisata Cibuluh, Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu?

Beragam kegiatan seni budaya akan ditampilkan dalam agenda tahunan tersebut. Tak hanya di Desa Wisata Cibuluh, Festival 7 Sungai tahun ini juga akan di Bukit Dewi Manggung, Desa Rancamanggung, Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Festival 7 Sungai tahun ini akan terasa special dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan kegiatan ini masuk dalam kalender nasional Kementerian Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif, Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022, dan sebagai 100 event unggulan pilihan Kemenparekraf.

Berbagai kegiatan seni dan budaya bakal menghibur masyarakat. Rangkaian acara dimulai pada Selasa, 5 Juli 2022, dibuka dengan kegiatan Syukur Sungai yang akan dilakukan masyarakat sungai. Setelah itu dilanjutkan dengan hiburan rakyat dari berbagai grup seni.



Baca: Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang Kembali Digelar


Sedangkan untuk rangkaian acara di Bukit Dewi Manggung di hari yang sama akan diisi dengan Opening Pekan UMKM dan Sisingaan hingga di malam harinya akan dimeriahkan dengan kegiatan camping art.

Di hari kedua, Rabu, 6 Juli 2022, Festival 7 Sungai di Desa Wisata Cibuluh diisi kegiatan Pameran Budaya Sungai, Saresehan Sungai, Fun Tubing dan akan ditutup oleh pagelaran Wayang Golek.

Sementara di Bukit Dewa Manggung, diisi kegiatan Workshop Perkakas dan Pameran UMKM, penampilan Seni Kuda Renggong dan ditutup dengan nonton bareng (nobar) Film Lingkungan Hidup (LH) dan screening video.

Puncak acara pada 7 Juli 2022 di Desa Wisata Cibuluh akan dimeriahkan dengan kegiatan Helaran dan Atraksi Budaya Sungai. Sedangkan di Bukit Dewa Manggung, masih diisi dengan pameran UMKM, penanaman pohon, dan ditutup dengan penampilan musik akustik dan Angklung Spesial Camp.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Keraton Kasunanan Surakarta Jadi Kampus Merdeka ISI Solo

Koropak.co.id, 29 June 2022 07:19:39

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Sebagai upaya dalam mengembangkan kebudayaan, Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menandatangani kerjasama dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa itu pun akan menjadi "Kampus Merdeka" untuk para mahasiswa ISI Solo.

Rencana kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Rektor ISI Solo, I Nyoman Sukerna, bersama dengan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII, di Sasana Handrawina Keraton Solo, Jawa Tengah, Selasa 28 Juni 2022.

Rektor ISI Solo, I Nyoman Sukerna, mengatakan, kerjasama yang dilakukan bersama dengan Keraton Kasunanan sangat penting, mengingat istana tersebut didirikan sejak 1744-an atau tepatnya pada zaman PB II. 

"Meskipun secara resmi telah menjadi bagian dari Indonesia, namun kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Susuhunan atau Sunan. Bahkan rumah tangga istana juga masih menjalankan tradisi Kasunanan sampai dengan saat ini," kata I Nyoman.



Baca: Asa Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran


I Nyoman menambahkan, Keraton Surakarta memiliki warisan budaya yang tak ternilai harganya melalui upacara adat, tarian sakral, gamelan, dan pusaka yang masih terawat hingga saat ini. "Oleh karena itu, kami tentunya akan menjadi partnership Keraton Kasunanan Surakarta dalam rangka melestarikan seni budaya serta adat istiadat Jawa," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Pengageng Sasono Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat, menyatakan, kerjasama tersebut akan menjadikan keraton sebagai sumber ilmu pengetahuan yang bisa digunakan dalam mengembangkan kebudayaan di masa kini.

"Selama ini Keraton Kasunanan Surakarta sendiri memang memiliki kedekatan dengan ISI Solo. Bahkan cikal bakal dari kampus tersebut, dulunya bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) dengan kampusnya yang pernah berada di lingkungan keraton," ujar Dani.

Dani menambahkan, kerjasama yang dilakukan itu adalah tentang pendidikan dan kebudayaan. Ia menilai, dengan keraton yang menjadi kampus merdekanya ISI Solo, maka perguruan tinggi ini pulang kembali ke Keraton Kasunanan Surakarta.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Cagar Budaya Jembatan Kereta Terowong Tiga Memprihatinkan

Koropak.co.id, 25 June 2022 08:03:28

Eris Kuswara

 

Koropak.co.id - Kendati sudah diresmikan sebagai cagar budaya, Jembatan Kereta Terowongan Tiga yang berada di Jalan Bunga I, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, kondisinya tak terurus dan kian memprihatinkan. Beberapa bagian jembatan retak.

Jembatan yang dibangun sejak 1917-an itu tak terawat. Banyaknya sampah di sekitar aliran sungai yang melewati terowongan jembatan, ditambah lagi pepohonan liar yang merambat tak beraturan, membuat peninggalan sejarah itu tak sedap dipandang mata.

Padahal, jembatan tersebut telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1498 Tahun 2021. Jembatan berusia sekitar 105 tahun itu memiliki panjang kurang lebih enam meter dengan lebar sekitar tujuh meter. 



Baca: Pusat Kerajaan Riau Lingga Bakal Ditata, Banyak Situs Bersejarah


Kepala Seksi Perlindungan Suku Dinas Kebudayaan Jaktim, Iyan Iskandar, mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan, dan menemukan banyak sekali sampah di aliran sungai di terowongan jembatan. "Kami sudah menyampaikan surat ke PT KAI di Bandung selaku penanggungjawab aset," kata Iyan.

Iyan berharap PT KAI dapat menyelesaikan permasalahan di jembatan tersebut. Ia menilai, sudah sepatutnya keberadaan objek cagar budaya tersebut dihargai sebagai peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi. "Jembatan Kereta Terowongan Tiga memiliki nilai sejarah yang harus dihormati dan dihargai," tandasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Susi Pudjiastuti Ingin Bangun Budaya Dirgantara di Indonesia

Koropak.co.id, 21 June 2022 07:09:27

Redaksi


Koropak.co.id - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menginisiasi Susi Air Jambore Aviation yang digelar di Taman Dirgantara Susi's International Beach Strip, Pangandaran, Jumat s.d. Ahad, 17 Juni s.d. 19 Juni 2022.

Kegiatan yang diikuti para pemilik pesawat di seluruh Indonesia itu, salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap dunia penerbangan, sehingga membangun budaya dirgantara di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengapresiasi acara tersebut. Ia berharap Susi Air Jambore Aviation menjadi agenda tahunan dan diikuti oleh lebih banyak peserta. Selain wisata bahari, Pangandaran juga punya peluang mengembangkan wisata dirgantara.

"Sekarang ini pesertanya puluhan, tahun depan kita harapkan lebih banyak lagi. Bayangkan kalau acara ini diikuti ratusan atau ribuan peserta, pasti akan membuka usaha dan peluang lapangan kerja," ujar Sandi.

Sementara itu, Susi menjelaskan, sebagai pecinta dirgantara, ia menginginkan banyak pesawat yang terbang di langit Indonesia. Bukan hanya pesawat komersial yang mengudara, tapi juga yang milik pribadi. Dengan begitu, wilayah Indonesia yang luas bisa dengan mudah dijangkau menggunakan transportasi udara.



Baca: Mahasiswa Amerika Bahagia Dianggap Saudara di Kampar


"Dirgantara ini memudahkan kita mengcover Indonesia yang luas. Dari mana saja yang delapan jam, kita bisa singkat menjadi 1,5 jam atau 2 jam. Kalau kita melihat dari darat, cuma sedikit yang bisa kita lihat," tuturnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menerangkan, "Dengan melihat dari udara, kita bisa lebih mencintai Indonesia yang indah. Indonesia yang luas pun bisa menjadi terasa lebih dekat.

Menurutnya, Susi Air Jambore Aviation sengaja dilangsungkan di pinggir pantai, karena kebanyakan acara serupa dilangsungkan di bandara-bandara resmi, sehingga masyarakat sulit untuk mengaksesnya.

Untuk itu, Susi berencana menjadikan Susi Air Jambore Aviation sebagai agenda tahunan dan dikemas lebih menarik lagi. Ia berharap pemerintah daerah dan Pusat mendukung dengan memberikan kemudahan dalam mengembangkan hobi dirgantara di Indonesia.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mendukung digelarnya Susi Air Jambore Aviation untuk dijadikan agenda tahunan, karena menjadi daya tarik baru bagi wisatawan untuk datang ke pantai yang ada di ujung Timur Jawa Barat itu. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Lagi, UKM Teater 28 Unsil Gelar Lomba Monolog

Koropak.co.id, 20 June 2022 15:12:21

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Setelah sukses di tahun sebelumnya, UKM Teater 28 Universitas Siliwangi Tasikmalaya kembali menggelar kegiatan Siliwangi Monologue Event (SME) 2022 bertajuk 'Tubuh, Laku, dan Pernyataan' yang dimulai sejak 13 Juni s.d. 13 Agustus 2022 mendatang.

Ketua Pelaksana SME 2022, Lutfia Nisa Nuridayah, mengatakan, kegiatan tersebut sudah diadakan sejak 2017 dan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. "Alhamdulillah kegiatan ini selalu mengalami peningkatan, contohnya seperti di SME ke-2 pada 2018 yang cakupan tingkatannya menjadi tingkat mahasiswa se-Priangan Timur. Kemudian juga SME ke-3 pada 2019 meningkat lagi dengan diadakan ke tingkat mahasiswa se-Jawa Barat," kata Lutfia.

Pada SME ke-4 tahun 2020, sasarannya mahasiswa se-Jawa-Bali, namun dilaksanakan secara daring, karena masih merebaknya pandemi Covid-19. Sedangkan SME ke-5 pada 2021, diadakan untuk tingkat mahasiswa tingkat nasional. "Untuk tahun 2022 ini, kami mengemas kegiatan dengan gaya baru, yakni dilaksanakan secara daring dan luring serta diikuti mahasiswa seluruh Indonesia,” sebut Lutfia.

Dijelaskan, yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan SME 2022 adalah ingin terus merawat kesenian serta menciptakan 'pertarungan' gagasan para pegiat teater melalui pementasan monolog, sehingga masing-masing pegiat dapat saling bertukar pandang dan wawasan dalam berkesenian. 



Baca: UKM Teater 28 Unsil Tasikmalaya Menggelar Siliwangi Monologue Event


"Secara tidak langsung tentunya kegiatan ini akan dapat menjaga eksistensi kesenian di tengah masyarakat. Di tahun ini, untuk SME yang diadakan secara luring akan melibatkan 5 finalis terbaik yang akan tampil di babak final dengan penyeleksian yang sebelumnya dilakukan dengan cara pengiriman video secara daring," jelasnya. 

Selain pementasan monolog dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, SME 2022 juga melibatkan seniman dan pakar-pakar teater dari berbagai daerah dalam proses penjuriannya. Adapun naskah yang dibawakan dalam SME 2022 kali ini adalah 'Sin Nio: Sepinya Sepi karya Ahda Imran', 'Amir, dan Akhir Sebuah Syair karya Iswadi Pratama', 'Cerita dari Ruang Isolasi karya Putu Fajar Arcana' dan 'Setan Hadir Tepat Waktu karya Bode Riswandi'.

"Nanti di babak final akan diambil juara 1 yang akan mendapatkan hadiah uang Rp2,5 juta, juara 2 Rp 1,5 juta, dan juara 3 mendapatkan Rp1 juta. Masing-masing juara itu juga tentunya akan mendapatkan tropi piala dan sertifikat. Tak hanya itu, kami juga akan turut mengambil juara harapan 1, 2 dan favorit yang nantinya akan mendapatkan sertifikat dan hadiah menarik," tuturnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


PBI dan Pertiwi Indonesia Dorong Kebaya Masuk WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 20 June 2022 12:35:11

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kebaya merupakan pakaian atas atau blus tradisional yang sering dipakai oleh wanita Indonesia, bahkan menjadi salah satu ikon dari pakaian wanita Indonesia. Biasanya dipadukan dengan kain batik, sarung, rok serta bahan dan kain lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, model dan ragam desain dari kebaya pun semakin berkembang.

Sebagai upaya dalam menggaungkan keberadaan kebaya hingga ke mancanegara, dan untuk membangun kecintaan masyarakat pada busana peninggalan nenek moyang, baru-baru ini komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) mendorong agar kebaya bisa masuk dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

Upaya tersebut terus mereka gaungkan melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, seperti dalam Kongres Berkebaya Nasional yang diadakan pada 2021 lalu dengan mengusulkan penetapan Hari Berkebaya Nasional hingga pendaftaran kebaya ke UNESCO. 

Terbaru, dengan menggandeng Pertiwi Indonesia, PBI menggelar kegiatan jalan santai bertajuk 'Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Berkebaya' yang dimulai dari halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad, 19 Juni 2022. Sebanyak 2.500 peserta mengikuti kegiatan tersebut.



Baca: Kebaya Foundation Desak Pemerintah Tetapkan Hari Kebaya Nasional


Pertiwi Indonesia merupakan organisasi perempuan yang mendukung dan berkomitmen untuk ikut serta dalam menggaungkan upaya pelestarian kebaya, dan sudah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PBI, Rahmi Hidayati, mengatakan, kegiatan bertajuk CFD Berkebaya itu merupakan langkah awal dimulainya gerakan untuk pendaftaran kebaya ke UNESCO. Meskipun ia menilai diperlukan waktu yang lumayan panjang, namun pihaknya optimistis kebaya bisa masuk sebagai WBTb UNESCO.

"Memang jalan yang ditempuh ini lumayan panjang, mulai dari kajian ilmiah mengenai sejarah kebaya, pembuatan dokumentasinya sampai dengan memproses pengajuan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan," kata Rahmi.

Ketua Umum Pertiwi Indonesia, Antarina F Amir menuturkan, kolaborasi bersama dengan berbagai organisasi pecinta budaya Indonesia penting dilakukan agar budaya luhur yang diwariskan secara turun temurun oleh bangsa Indonesia tetap terjaga kelestariannya.

"Tak hanya itu, budaya tersebut bahkan dapat dikembangkan sebagai upaya dalam membangkitkan kebanggaan, kecintaan pada tanah air serta menjadi pengikat dari persatuan serta kerukunan dalam bermasyarakat," tutur Antarina.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Mahasiswa Amerika Bahagia Dianggap Saudara di Kampar

Koropak.co.id, 17 June 2022 12:15:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Keragaman budaya dan adat istiadat yang dimiliki setiap daerah di Indonesia menjadi magnet bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Tak terkecuali mahasiswa asal Amerika Serikat yang belum lama ini berkunjung ke Kabupaten Kampar, Riau. 

Sebanyak sepuluh orang mahasiswa dari total 14 orang warga Amerika Serikat sengaja berkunjung ke Kabupaten Kampar untuk mempelajari adat istiadat dan budaya di sana. Mereka berasal dari University of North Carolina at Chapel Hill and North Carolina State University. Datang secara khusus ke Kampar untuk menjalin persahabatan dan mempelajari adat dan budaya kabupaten yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru itu.

Kedatangan mereka disambut baik oleh pemerintah setempat. Sekapur Sirih dan Setepak Pinang, serta Basiacuong turut menyambut mereka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri, mengatakan, "Saat datang ke Kampar, mereka disambut dengan seni dan budaya di sini. Penyambutan itu merupakan beberapa bagian adat yang hingga saat ini masih dipegang erat oleh masyarakat Kampar."



Baca: Menjelajah Indonesia dalam Semalam di Hamburg


Yusri menambahkan, penyambutan itu sebagai penanda bahwa masyarakat Kabupaten Kampar tidak memandang suku, ras dan agama. Masyarakat menganggap pengunjung sebagai saudara atau dalam bahasa adat diibaratkan 'sirih balik ke gagang, pinang balik ke tampuk'.

Dengan adanya kunjungan dari wisatawan mancanegara, Yusri mengharapkan bisa menjadi awal dari kebangkitan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kampar, sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi adat istiadat masyarakat setempat.

Sementara itu, pimpinan rombongan Mahasiswa Amerika Serikat, Shane Hussey mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kejaksaan Negeri Kampar yang telah memfasilitasi kunjungan mereka sebagai upaya dalam mempelajari kebudayaan yang ada di kabupaten tersebut. 

"Dengan sirih yang dipersembahkan ini, kami bersyukur sudah dianggap saudara. Tentunya kami juga akan belajar banyak hal di sini, mulai dari budaya, kuliner dan kultur masyarakat Kampar," tutur Shane yang sudah fasih berbahasa Indonesia dan telah tinggal di Indonesia lebih kurang 20 tahun itu.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Pesona Desa Wisata Cibuluh dengan Festival 7 Sungainya

Koropak.co.id, 16 June 2022 19:06:52

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kabupaten Subang tercatat sebagai salah satu daerah penghasil nanas terbesar di Indonesia. Tak heran, di Subang banyak ditemukan olahan makanan yang terbuat dari nanas, seperti dodol nanas.

Selain punya nanas, Kabupaten Subang juga memiliki potensi wisata alam yang memesona. Salah satunya adalah Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang. Di Desa wisata itu ada wisata alam pegunungan, air terjun, hingga muara yang berasal dari tujuh aliran sungai.

Berada di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut, desa tersebut memiliki luas wilayah 563,298 hektare. Di dalamnya ada perkampungan, persawahan, perkebunan, pemakaman, perkantoran, dan prasarana umum lainnya.

Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dengan bertani, berladang, dan produksi rumahan, seperti membuat rengginang, pisang sale, pakreng, opak, kelontong, bandrek, manisan pepaya, atau membuat produk-produk kerajinan tangan yang terbuat dari bambu.



Baca: Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang Kembali Digelar


Pesona lain yang ada di Desa Wisata Cibuluh adalah adanya tujuh sungai, yaitu sungai Cikembang, Citeureup, Cilandesan, Cinyaro, Cileat, Cikaruncang, dan Sungai Cipunagara. Ketujuh sungai itu membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjadi daya tarik wisata dengan disediakannya wahana arum jeram.

Sebagai destinasi wisata favorit, tentunya Desa Wisata Cibuluh dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang akan membuat nyaman para wisatawan. Selain imah jobong atau homestay, ada juga warung, jungle tracking, kamar mandi umum, kios oleh-oleh, hingga aneka kuliner.

Tahun ini, Festival 7 Sungai akan kembali digelar di Desa Wisata Cibuluh. Rencananya, hajat tahunan tersebut bakal dilangsungkan pada 5 Juli s.d. 7 Juli 2022. Gelarannya akan terasa sangat istimewa, karena menjadi salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 dari 100 event unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) setelah melalui proses kurasi yang cukup ketat.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini: