Enam Ikhtiar Menjaga Kelestarian Budaya Indonesia

Koropak.co.id, 25 December 2021 14:53:21
Penulis : Eris Kuswara
Enam Ikhtiar Menjaga Kelestarian Budaya Indonesia

 

Koropak.co.id - Di era globalisasi seperti yang terjadi saat ini, cukup banyak sekali budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Sama halnya seperti karakter manusia yang kerap sekali berubah, kebudayaan juga ternyata memiliki sifat yang dinamis hingga selalu mengalami perubahan meskipun berjalan secara lambat.

Nah, dari perubahan kebudayaan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung itulah yang tentunya sangat berpengaruh sekali pada budaya lokal Indonesia.

Mengapa budaya lokal kita mudah untuk dilupakan? Ternyata salah satu yang menjadi faktornya adalah kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaan sendiri.

Perlu diketahui bahwa mewarisi budaya lokal itu bukan berarti membuat kita ketinggalan zaman. Justru membuat kita untuk bisa mengembangkan budaya lokal tersebut agar tetap lestari meskipun pada era globalisasi seperti saat ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan kebudayaan Indonesia pada era globalisasi agar tetap terjaga sebagaimana dilansir Koropak, Sabtu 25 Desember 2021:

 


Baca : Empat Faktor Penyebab Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya lokal.

2. Berusaha untuk menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan dan solidaritas yang tinggi.

3. Mengekspor dan mempromosikan kebudayaan lokal Indonesia melalui produk kesenian ke luar negeri.

4. Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah.

5. Mengusahakan agar masyarakat mampu mengelola keanekaragaman budaya lokal.

6. Memperkenalkan dan mempelajari kebudayaan lokal dalam mata pelajaran di sekolah.

Kita harus melestarikan budaya daerah. Jika budaya Indonesia tidak dilestarikan, maka warisan leluhur akan hilang. Sangat mengerikan jika generasi selanjutnya tidak dapat melihat apa budaya kita sendiri di masa depan.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Komentar

FANTOURA, Ajak Anak Mengenal Kebudayaan Indonesia

Koropak.co.id, 30 January 2023 15:01:14

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Mengawali tahun 2023, Forum Anak Nasional (FAN) menggelar kegiatan kreatif bertajuk "Forum Anak Tour Nusantara (FANTOURA)" yang dilaksanakan secara virtual pada Sabtu 28 Januari 2023 lalu. 

Kegiatan yang dibuka secara virtual oleh Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Rini Handayani itu mengajak anak-anak Forum Anak Daerah (FAD) untuk mengenal Nusantara melalui pembuatan dan pemutaran video kreatif bernuansa lokal.

Dalam keterangan resminya, Plt Deputi Bidang Hak Anak KemenPPPA, Rini Handayani mengaku bangga dan mengapresiasi forum anak yang dapat merancang dan mengemas dengan sangat menarik kegiatan positif Forum Anak Tour Nusantara.

"Semangat dan antusias yang luar biasa dari Forum Anak dalam membuat video ragam budaya, tradisi, dan alam daerah yang dikemas dengan kreatif tentunya dapat membantu dalam meningkatkan rasa cinta dan kebanggaannya sebagai anak-anak Indonesia," kata Rini saat membuka kegiatan secara virtual sebagaimana dilansir dari laman InfoPublik.

Rini menambahkan, Forum Anak Tour Nusantara juga dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang sudah seharusnya dipupuk sejak dini. Meskipun kegiatannya dilakukan virtual, namun pihaknya meyakini bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini akan sangat bermanfaat sekali bagi anak-anak.

"Melalui kegiatan ini, anak-anak akan belajar banyak dari video-video yang dihasilkan oleh mereka sendiri. Terutama tentang kebudayaan dan kearifan lokal daerah yang akan sangat berkontribusi dalam meningkatkan wawasan anak," tambahnya.



Baca: Mahasiswi ITB Ini Wakili Indonesia di Gelaran Misi Budaya di Thailand


Dalam kesempatan itu, Rini juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut juga akan memberikan manfaat yang sangat positif. Bukan hanya bagi mereka yang menonton video, akan tetapi juga bermanfaat bagi anak-anak yang membuat video. Pasalnya, mereka akan belajar banyak tentang proses pembuatan yang tidak mudah.

"Contohnya dari hal-hal yang bersifat manajerial seperti koordinasi, kerja sama, kepemimpinan dan juga kreativitas. Kemudian juga tentang budaya, tradisi, dan kearifan lokal di daerah masing-masing," tuturnya.

Tercatat, dari 27 video yang dikirim oleh 21 provinsi yang berpartisipasi, lima video terbaik berhasil terpilih setelah melalui tahap penilaian yang dilakukan. Diketahui kelima video terbaik itu diantaranya video FAD Provinsi Bangka Belitung, FAD Provinsi Sulawesi Selatan, FAD Provinsi Maluku, FAD Provinsi Kalimantan Barat, dan FAD Provinsi Jawa Timur.

Video-video itu juga ditayangkan dalam Puncak acara FANTOURA pada 28 Januari 2023 dan dapat ditonton secara daring atau virtual melalui chanel YouTube Forum Anak Nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua FAN, Maya mengungkapkan bahwa kegiatan FANTOURA ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai kearifan lokal dan ciri khas daerah pada anak Indonesia, serta membuat anak semakin mengenal lingkungannya.

"Tujuan lainnya juga adalah membuat anak merasa bangga menunjukkannya pada khalayak umum, serta menjadi wadah bagi FAD untuk memperluas relasi dan berbagi mengenai pergerakan yang telah dilakukan di daerah masing-masing," ungkap Maya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Mahasiswi ITB Ini Wakili Indonesia di Gelaran Misi Budaya di Thailand

Koropak.co.id, 30 January 2023 07:03:06

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Dalam ajang Putera-Puteri Kesenian Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta pada November 2022 lalu, Mahasiswi Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), Sofya Dewi Simanjuntak berhasil terpilih sebagai Puteri Kesenian Indonesia 2022. 

Diketahui, pemilihan Putera-Puteri Kesenian Indonesia tersebut merupakan ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia sebagai upaya dalam melestarikan kesenian negara, melalui generasi muda yang mampu berkarya, berestetika, dan berinovasi guna menciptakan karya seni kreasi berkelanjutan. 

Adapun fokus utama dalam ajang kompetisi ini adalah terciptanya sebuah karya seni kreasi baru yang inovatif dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Sementara itu, atas capaian tersebut, Sofya pun berhak mewakili Indonesia dalam Gelaran Misi Budaya yang akan diselenggarakan di Thailand pada akhir tahun 2023 mendatang.

"Latar belakang mengikuti ajang ini, dikarenakan saya mempunyai keinginan yang kuat untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang non-akademik, terutama yang berhubungan dengan kesenian dan modelling," kata Sofya sebagaimana dilansir dari laman itb.ac.id.

Mahasiswa asal Jawa Tengah itu pun meyakini, keikutsertaanya dalam kompetisi tersebut akan mengantarkan dirinya untuk bisa lebih dikenal masyarakat sebagai upaya pelestarian budaya negara Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa perjuangan yang dilakukannya untuk meraih penghargaan ini tidak mudah.

 


Baca: Cara JFC Perkuat Hubungan Indonesia-Jepang


Seperti pada saat awal pendaftaran, Sofya sempat mengalami kesulitan dalam proses pembiayaan kegiatan selama ajang kompetisi dikarenakan dana yang dibutuhkannya cukup tinggi. Meskipun usaha mencari sponsor telah dilakukan, namun mahasiswa jurusan teknik industri ini tetap tidak menemukan sponsor yang akan membiayai kegiatannya. Sehingga ia pun terpaksa harus merelakan seluruh pendapatan hasil magangnya untuk mengikuti kegiatan.

"Tantangan yang saya alami itu terutama tentang persoalan dana. Pasalnya orangtua saya juga tidak bisa membantu biaya kegiatan ini dikarenakan kondisi ekonomi keluarga kami yang tidak mampu. Pada akhirnya, saya mencoba untuk mengajukan sponsor ke bagian Pariwisata Provinsi Jawa Barat, namun tidak mendapatkan persetujuan. Untungnya, semua itu bisa saya tangani dengan hasil pendapatan saya selama magang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sofya pun menyampaikan bahwa kunci utama keberhasilannya dalam ajang pemilihan itu dikarenakan kepercayaan diri yang ditunjukkannya. Ia menilai, sesulit apapun tantangan yang dihadapi, manusia akan tetap memiliki peluang untuk berhasil jika rasa percaya dirinya itu masih membara dalam diri. 

"Untuk itulah, saya juga berpesan, siapapun pastinya memiliki peluang yang sama untuk bisa berkembang dan sukses dalam bidang pageant. Jika keyakinan dan percaya dirinya itu telah berhasil mereka tanamkan dalam diri masing-masing," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Cara JFC Perkuat Hubungan Indonesia-Jepang

Koropak.co.id, 25 January 2023 15:13:08

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Hingga saat ini, Jember Fashion Carnaval (JFC) terus memperkuat kerja sama dalam hal pengembangan budaya Indonesia dengan Jepang melalui seni dan budaya. Hal itu dilakukan guna mengasah bakat anak-anak dari kedua negara tersebut sebagai wujud perdamaian dunia.

Dalam keterangannya, Duta JFC Indonesia, Sakura Ijuin mengatakan bahwa pihaknya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang melalui seni dan termasuk proyek JFC untuk penelitian artefak kuno Indonesia. Selain itu, sebagai penulis, saat ini ia juga sedang mengerjakan produksi buku cerita fantasi.

"Sudah lebih dari 10 tahun lamanya kami memberikan kesempatan untuk mengembangkan persahabatan, melalui pertukaran budaya dan seni internasional antara anak-anak Jepang dan Indonesia untuk perdamaian dunia," kata Sakura Ijuin yang juga merupakan Presiden NPO Kids Museum yang berbasis di Tokyo, Jepang itu.

Tercatat pada 2020 lalu, JFC sudah mengadakan World Kids Carnival yang menghubungkan anak-anak dari 15 negara di seluruh dunia dengan harapan dapat membangun perdamaian melalui persahabatan yang saling menguntungkan melalui seni dan budaya meskipun di tengah krisis pandemi Covid-19.

Sementara itu, penguatan yang pertama kali dijalin yakni melalui acara lintas budaya bertajuk "We are All One" yang dilaksanakan di Bali pada 2011.



Baca: KBRI Oslo Raih Penghargaan Booth Terbaik dalam Explore the World Travel Expo 2023


Kemudian pada 2013, di bawah Kementerian Luar Negeri RI, pihaknya juga secara resmi memberikan kesempatan pertukaran seni dan budaya kepada anak-anak sebagai bagian dari peringatan 40 tahun persahabatan dan kerja sama ASEAN.

Tak berhenti sampai disana saja, dalam kunjungannya ke Keraton Yogyakarta beberapa waktu lalu, Sakura juga mengakui bahwa Indonesia sangat menghargai perdamaian. Hal tersebut ditunjukkan dengan keberadaan Yogyakarta sebagai kota yang damai. 

Selain itu menurutnya, keanekaragaman budaya Indonesia yang indah juga akan menjadi salah satu model yang indah untuk mengajarkan perdamaian kepada dunia. Bersama dengan Indonesia, JFC pun merasa banyak anak terutama di negara ASEAN bisa saling bertukar pembelajaran atas budaya masing-masing.

Selanjutnya, pembelajaran atas perdamaian dan pertukaran seni budaya tersebut bisa dituangkan baik ke dalam produksi film atau pun program televisi. Di sisi lain, Sakura juga mengapresiasi Indonesia yang serius dalam membangun kerja sama. Sehingga ia pun berharap setiap anak dapat mengasah bakat dan kemampuan dirinya melalui seni dan budaya yang lebih dalam lagi.

"Kami sangat menghargai dukungan dan dorongan yang dilakukan masyarakat Indonesia agar program-program kami dapat berkelanjutan. Saya juga akan terus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bisa tumbuh dan berusaha sekuat tenaga dalam kegiatan mencari KAYA, dan memperkaya hati mereka. Karena, kita semua satu di bumi sebagai keluarga," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Museum Sejarah dan Budaya Kesultanan Ternate Segera Diresmikan

Koropak.co.id, 24 January 2023 12:12:47

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Maluku Utara - Kesultanan Ternate, Provinsi Maluku Utara dikabarkan akan segera membuka Museum Sejarah dan Budaya Sultan IM Djabir Sjah di samping kedaton yang rencananya akan diresmikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S.

Diketahui, dalam peresmiannya yang rencananya akan dilaksanakan pada 27 s.d 30 Januari 2023 itu akan turut ditampilkan pula beberapa kegiatan, mulai dari dokumentasi gambar sejarah hingga photobooth bagi masyarakat.

Fanyira Kedaton Kesultanan Ternate, Muhammad Rizal Effendi, mengatakan bahwa nantinya di Museum Sejarah dan Budaya Sultan IM Djabir Sjah tersebut juga akan ditampilkan mata uang kuno milik kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Selain menampilkan mata uang kuno milik kesultanan dari berbagai daerah, di museum itu juga turut ditampilkan beberapa dokumentasi berupa gambaran sejarah. Terutama dari Kesultanan Ternate di masa lampau serta beberapa artefak lainnya," kata Rizal belum lama ini.



Baca: Taman Budaya Kalsel Siapkan Pertunjukan Seni di Tahun 2023


Rizal menambahkan, ada juga Al-Qur'an tulisan tangan tua, lalu berbagai tongkat komando yang diambil dari daerah-daerah yang ditaklukan Kerajaan Ternate. Kemudian benda lain yang ditampilkan di museum tersebut adalah kain tenun khas Ternate. 

"Pengelola museum juga bahkan ingin memamerkan secara langsung proses menenun kain Ternate. Selanjutnya ada photobooth bagi masyarakat yang ingin mendokumentasikan dirinya sendiri dengan menggunakan busana Ternate, itu baik pria maupun wanita," ujarnya.

Rizal berharap Museum Sejarah dan Budaya Sultan IM Djabir Sjah ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Ia juga berharap museum tersebut sebagai tempat melakukan berbagai kajian dan penelitian budaya masyarakat Moloku Kie Raha.

"Tentunya kami pun berharap, bagi masyarakat Ternate yang memiliki barang-barang bersejarah lainnya agar bisa ditampilkan di sini," tandasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Taman Budaya Kalsel Siapkan Pertunjukan Seni di Tahun 2023

Koropak.co.id, 21 January 2023 15:07:05

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Kalimantan Selatan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya, akan menyiapkan berbagai pertunjukan seni dan budaya pada tahun 2023.

Diketahui, berbagai pertunjukan seni dan budaya yang akan disuguhkan oleh UPTD Taman Budaya Kalsel itu bertujuan untuk lebih meningkatkan dan mengenalkan berbagai seni dan budaya yang ada di Kalsel kepada masyarakat luas. 

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Suharyanti mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dimulai pada Februari 2023. Selain itu berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan juga dalam rangka memperingati hari besar, salah satunya Hari Jadi Kalsel.

"Jadi beberapa pagelaran besar akan dilaksanakan nanti dalam rangka menyambut hari-hari besar seperti Hari Musik Nasional, Hari Teater Sedunia, hingga pagelaran untuk menyambut Hari Jadi Kalsel," kata Suharyanti di Banjarmasin, sebagaimana dilansir dari laman InfoPublik, Sabtu 21 Januari 2023.



Baca: Bersiap! Pekan Budaya Tionghoa Kembali Digelar di Yogyakarta


Suharyanti menambahkan, selain menggelar kegiatan tahunan di tahun 2023, pihaknya juga dipercaya untuk menjadi tuan rumah dalam acara temu karya Taman Budaya se-Kalimantan. Ia menilai, tentunya kegiatan tersebut menjadi keuntungan bagi semua pihak, sebab nantinya akan ada wisatawan yang datang ke Kalsel.

"Selain kita bisa mengenalkan kesenian yang dimiliki Kalsel, nantinya kita juga bisa sekaligus mengenalkan pariwisata yang ada di daerah kita," tambahnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Suharyanti, Taman Budaya juga direncanakan akan melaksanakan beberapa perlombaan seperti Lomba Habsyi, Lukis Kaligrafi, dan Foto Pertunjukan. Untuk menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya, maka harus ada koordinasi terlebih dahulu dengan seniman yang ada di Kalsel.

"Oleh karena itulah, kami akan terus bersinergi dengan para seniman dalam rangka untuk meningkatkan dan memperkenalkan seni dan budaya yang dimiliki Kalsel," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Pemkot Yogyakarta Genjot Rehabilitasi Bangunan Sekolah Berstatus Cagar Budaya

Koropak.co.id, 19 January 2023 15:11:18

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Yogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta saat ini tengah menggenjot rehabilitasi sejumlah bangunan sekolah di wilayahnya yang berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya menjelaskan bahwa rehabilitasi terhadap sekolah-sekolah berstatus sebagai bangunan cagar budaya tersebut dengan mempertimbangkan kondisi teknis. Hal itu dilakukan agar bangunannya tetap aman saat dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar, terutama bagian struktur atapnya.

"Kami sudah mengantongi sedikitnya enam dokumen Detail Engineering Design (DED) bangunan sekolah cagar budaya yang menjadi prioritas untuk direhabilitasi di awal tahun 2023. Keenam sekolah itu diantaranya, SD Negeri Kintelan, SD Negeri Kotabaru, SD Negeri Ngupasan, SMP Negeri 1 Yogyakarta, SMP Negeri 6 Yogyakarta dan SMP Negeri 8 Yogyakarta," jelas Aman dalam keterangannya.

Aman menambahkan, bangunan-bangunan sekolah yang menyandang status cagar budaya itu memiliki usia yang rata-rata sudah atau nyaris seabad. SMP Negeri 1 Kota Yogyakarta misalnya, sekolah tersebut didirikan saat masa penjajahan Jepang pada 1942-an. 

"Ada juga yang lebih tua lagi, yaitu SD Negeri Kintelan. Sekolah ini didirikan pada 1897-an dengan nama Gouvernment Native School, hingga sempat digunakan sebagai Sekolah Rakyat (SR) untuk golongan pribumi dengan nama Tweede Inlandsche School Kintelan," tambahnya.



Baca: Rumah Fatmawati Ditetapkan Menjadi Bangunan Cagar Budaya


Aman juga menuturkan, rehabilitasi sekolah berstatus cagar budaya ini juga dilakukan bukan sekedar untuk kepentingan teknis keamanan saja, melainkan juga untuk menjaga wajah keistimewaan Jogja sebagai kota pelajar dan budaya. Adapun untuk rehabilitasi bangunan cagar budaya itu, seluruhnya menggunakan dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"Tak hanya sekolah, kantor-kantor pemerintahan yang bangunannya sejak dulu sampai dengan sekarang tak berubah dan masih digunakan yang statusnya sebagai bangunan cagar budaya, diprirotaskan untuk direhabilitasi. Misalnya Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta yang sudah selesai dikerjakan pada 2022," tuturnya. 

Diketahui, bangunan Disdikpora yang masih bergaya indis kolonial itu di masa lalunya masih satu bagian dengan SMP Negeri 4 Yogyakarta. Bangunan-bangunan itu pun difungsikan untuk rumah sakit, hingga rumah tinggal pejabat-pejabat Belanda saat di Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Susilo Munandar menjelaskan bahwa bangunan-bangunan sekolah berstatus cagar budaya itu, rehabilitasi fisiknya dilakukan dengan menekankan pada banyak aspek. 

"Seperti di sebagian atap yang mengalami penurunan karena faktor usia yang sudah lama. Kemudian slot-slot pintu, hingga dinding-dindingnya juga yang keropos," jelas Susilo.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Bersiap! Pekan Budaya Tionghoa Kembali Digelar di Yogyakarta

Koropak.co.id, 19 January 2023 07:11:15

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Yogyakarta - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) Tahun 2023 secara resmi akan digelar secara offline setelah dua tahun digelar secara online akibat pandemi Covid-19.

Pekan Budaya Tionghoa yang akan berlangsung dari 30 Januari s.d 5 Februari 2023 ini juga dalam rangka untuk memeriahkan perayaan Hari Raya Imlek 2023 di Yogyakarta. Selain itu, PBTY XVIII kali ini menjadi perayaan Pekan Budaya Tionghoa pertama yang dilaksanakan secara luring setelah dua tahun digelar secara daring akibat pandemi Covid-19.

Dengan mengusung tema "Bangkit Jogjaku untuk Indonesia", Pekan Budaya Tionghoa kali ini akan digelar di sepanjang Kampoeng Ketandan Malioboro dengan diisi kemeriahan kegiatan karnaval dan berbagai kegiatan lainnya, seperti pagelaran seni dan budaya, lomba, pameran, stand bazzar, pasar kuliner, hingga panggung pentas seni.

Ketua Pelaksana PBTY XVIII, Sugiarto menjelaskan bahwa Pekan Budaya Tionghoa ini selalu diadakan setiap tahunnya dan tahun ini menjadi kali ke-18 sejak pertama kalinya dilaksanakan. Jika tidak ada halangan, Pekan Budaya Tionghoa di Yogyakarta ini akan digelar dari 30 Januari s.d 5 Februari 2023 dari Ketandan Wetan s.d Ketandan Kulon.

"Karena kemarin pandemi Covid-19, jadi untuk pelaksanaannya pada 2021 dan 2022 tidak bisa secara offline, sehingga kita pun mengadakannya secara online. Untuk yang ke-18 ini bisa dilaksanakan secara offline," kata Sugiarto sebagaimana dilansir dari laman Pemerintah Daerah DIY.



Baca: Jadi Pemain Wayang Orang, Panglima TNI dan Kapolri Pecahkan Rekor MURI


Sugiarto menambahkan, tujuan diadakannya Pekan Budaya Tionghoa ini adalah sebagai sarana dalam memperkenalkan budaya Tionghoa kepada masyarakat, sekaligus juga untuk menampilkan atraksi tradisional seperti liong dance, dragon dance, dan pertunjukan kungfu. 

"Rencananya untuk pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta akan digelar di Kampung Ketandan sekitar pukul 17.30 WIB pada 30 Januari 2023. Sedangkan penutupan PBTY XVIII ini akan dilangsungkan pada 5 Februari 2023 mendatang," tambahnya.

Sedangkan untuk karnaval PBTY XVIII 2023, lanjut Sugiato, akan dilaksanakan mulai pukul 17.30 WIB dengan durasi sekitar 3 jam lamanya pada 4 Februaru 2023 mendatang. Dalam pelaksanaannya, karnaval tersebut akan berawal dari Taman Parkir Abu Bakar Ali, kemudian titik akhir atau finishnya di titik nol seperti halnya tahun-tahun yang lalu. 

"Untuk peserta karnavalnya sendiri sudah kita persiapkan. Nantinya mungkin jika masyarakat Jogja ingin menikmatinya, bisa datang di tanggal 4 Februari mulai dari pukul 17.30 WIB atau setelah maghrib sampai kurang lebih pukul 21.00 WB malam. Jadi kurang lebih kira-kira durasinya selama 3 jam kira-kira durasinya," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


KBRI Oslo Raih Penghargaan Booth Terbaik dalam Explore the World Travel Expo 2023

Koropak.co.id, 18 January 2023 12:01:10

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Booth Indonesia dinobatkan sebagai booth terbaik dalam pameran Explore the World Travel Expo, yang berlangsung di Telenor Arena, Oslo, Norwegia yang dimulai dari 14 s.d 15 Januari 2023 lalu. 

Explore the world merupakan travel expo terbesar di Norwegia yang dihadiri lebih dari 7.000 pengunjung setiap tahunnya. Tahun ini, Booth Indonesia berhasil memenangkan penghargaan sebagai booth terbaik expo dikarenakan desain, partipasi budaya, dan padatnya pengunjung yang mendatangani booth tersebut.  

"Kita sangat senang melihat semangat wisatawan Norwegia yang kembali bergairah setelah pandemi Covid-19 untuk travel ke Indonesia khususnya ke Bali, Lombok dan Yogyakarta. Oleh karena itulah kita akan terus mempromosikan Indonesia agar menjadi tujuan favorit turis Norwegia," kata Duta Besar (Dubes) RI Oslo, Todung Mulya Lubis sebagaimana dilansir dari laman kemlu.go.id.

Dengan mengusung tema "it's time for Bali and Beyond", booth Indonesia dipenuhi dengan pertanyaan dan permintaan dari masyarakat Norwegia yang rindu ke Indonesia.

Oleh karena itulah, dalam pada kegiatan ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo bekerja sama dengan Come2Indonesia dan ASIEN Paradisresor, mempromosikan secara langsung paket tur dan program wisata ke Indonesia kepada calon wisatawan. 

Tercatat pada 2019, jumlah wisatawan Norwegia ke Indonesia hampir mencapai 23 ribu orang dan kini mulai meranjak naik kembali setelah meredanya pandemi Covid-19. Sehingga KBRI Oslo pun menargetkan setidaknya 5.000 wisatawan Norwegia berkunjung ke Indonesia pada 2023.



Baca: Tari Saman Semarakan Festival Barnas Verdensdager di Oslo


Meskipun tampak kecil dari segi jumlah, akan tetapi wisatawan Norwegia merupakan salah satu yang paling banyak menghabiskan uang untuk berwisata dengan tipe wisata yang paling digemarinya adalah wisata budaya, ecotourism, dan wellness tourism.

Sebagai informasi, Pameran wisata Explore the World 2023 ini merupakan kali pertamanya yang diselenggarakan kembali sejak pandemi Covid-19. Pameran wisata itu juga diketahui telah diikuti KBRI Oslo secara rutin sebagai bagian promosi pariwisata Indonesia di Norwegia sejak 1996-an. 

Pada 2023, booth Indonesia pun berhasil memenangkan penghargaan sebagai booth terbaik expo karena desain, partipasi budaya, dan padatnya pengunjung yang mendatangani booth. 

Selain menawarkan travel program, Booth Indonesia juga menghadirkan Den Gylden Bonne, salah satu pengusaha Kopi Norwegia yang menyediakan kopi khas Indonesia hingga banyak digemari publik Norwegia sebagai salah satu negara peminum kopi perkapita terbesar di dunia. 

Aroma kopi Mandailing dan Kintamani yang memenuhi ruangan pun menjadi salah satu daya tarik booth Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan kegiatan secara baik untuk mempromosikan seni budaya Indonesia ke Norwegia dengan menampilkan tarian Rantak dari Sumatera dan tari Cendrawasih dari Bali yang disambut meriah para pengujung expo. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


FFJB Gelar Apresiasi Film Purnama 2023 Tour ke Garut

Koropak.co.id, 17 January 2023 18:15:13

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Di tahun 2023, ada yang berbeda dari pemutaran film pendek karya sineas Indonesia. Jika sebelumnya selalu dilaksanakan di Bandung, namun kali ini Forum Film Jawa Barat (FFJB) ingin mencoba suasana berbeda.

Ya, FFJB akan menggelar pemutaran film pendek karya sineas Indonesia itu di Garut Art Center, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis 19 Januari 2023. Tercatat, sebanyak 7 film akan diputar dalam gelaran Film Purnama: Kebebasan Menembus Batas Garut Session. 

Ketua Forum Film Jawa Barat (FFJB), Irwan Zabonk mengatakan, dari jumlah total 27 film yang telah dikurasi, dihasilkan 7 karya film yang akan diapresiasi dalam Film Purnama 2023. Ketujuh film karya sineas-sineas indie itu diantaranya film Tilem, Sono, Last Wall, Jatuhlah, Self, Tiktok Jaipong, dan How To Be Forgevent By God?.

"Film yang akan diapresiasi itu juga tidak hanya berbahasa Indonesia namun ada beberapa yang menggunakan bahasa sunda. Pada dasarnya geliat komunitas dan karya yang inovatif perfilman di Jawa Baratlah yang menjadi acuan dan alasan kami menggelar Film Purnama ini," kata Irwan sebagaimana rilis yang diterima Koropak, Selasa 17 Januari 2023.



Baca: Semarak Penganugerahan Apresiasi Film Jawa Barat 2022


Sementara itu, hal menarik lainnya dari Apresiasi Film Jawa Barat Film Purnama kali ini adalah kegiatan diskusi film dengan tema "Membangun Ekosistem Film Indie Daerah" yang akan dipandu langsung oleh ketua FFJB, Irwan Zabonx dan menghadirkan narasumber Sutradara sekaligus Penggiat Film Indie, Aria Kusumadewa. 

"Untuk menyambut permintaan sineas di daerah, FFJB pun bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut yang memfasilitasi tempat penayangan dan diskusi film. Tak hanya Disbudpar, sejumlah pihak juga turut mendukung kegiatan ini, mulai dari Balai Pelestarian Budaya Wilayah IX Jawa Barat, Discover Garut, Garut Film Commision, Koran Gala, Liputan Garut, Ruang Kampus, BEM KBM IPI Garut, Hakersen, Big Benk dan Koropak," ungkapnya. 

Irwan juga menuturkan bahwa Bioskop Keliling ini tidak hanya akan digelar di Kota Intan saja, melainkan juga di kota-kota lainnya di Jawa Barat yang juga akan menjadi tuan rumah dari acara bulanan ini ke depannya. 

"Acara ini tentunya gratis dan terbuka bagi siapa saja yang hendak datang. Selain sebagai bahan apresiasi, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana silaturrahmi dan sharing antar komunitas. Sehingga tujuan dalam membuat ekosistem film Jawa Barat menjadi lebih baik pun akan terwujud," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Habis G20, Terbitlah Powerful Indonesia 2023

Koropak.co.id, 16 January 2023 15:05:38

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Bali - Setelah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, kini The Apurva Kempinski Bali memulai tahun 2023 dengan meluncurkan perhelatan akbar bertajuk "Powerful Indonesia 2023" yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Dalam program ini, aspek-aspek powerful Indonesia yang ditonjolkan melalui program tematik bulanan berbalut kolaborasi lintas disiplin, ragam budaya, pemberdayaan komunitas dan masyarakat, pariwisata berkelanjutan atau sustainability, dan kerjasama dengan teman penyandang disabilitas.

Selain itu, dalam perhelatan ini juga setidaknya ada 5 garis besar yang akan ditonjolkan, mulai dari pengembangan penyandang disabilitas, program sustainability atau pariwisata yang ramah lingkungan, dan kerjasama lembaga pendidikan seperti sekolah kuliner hingga tentang pengelolaan sampah.

Kemudian, membawa turis mancanegara atau para tamu hotel untuk menikmati perjalanan budaya, kekayaan dari keanekaragaman dari 6 pulau di Indonesia yakni Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, serta kolaborasi para tokoh ternama.

Diketahui, para tokoh ternama itu mulai dari praktisi kuliner seperti William Wongso, fotografer budaya, stephane Sensey, kolektor dan kurator OHD Museum, Dr. Oei Hong Djien, hingga arsitek dan pelukis, Raul Renanda.



Baca: Kala Pinandita dan Tari Pendet Ikut Sukseskan KTT G20 di Bali


General Manager Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ini, akan semakin menarik minat wisatawan khususnya mancanegara untuk datang ke Indonesia, terutama di Bali. Terlebih lagi menurutnya keragaman kuliner, keindahan alam, hingga tradisi sosial Indonesia sangatlah layak untuk disebar dan diinformasikan ke seluruh penjuru dunia.

"Bangsa ini sangat luar biasa. Bahkan dari segi warisan sejarah, landscape alam, identitas budaya, ilmu holistik, hingga keanekaragaman kuliner yang dimiliki, menunjukan kekuatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kami mengundang semua orang untuk merasakan pengalaman unik ini di The Apurva Kempinski Bali," ungkap Vincent dalam keterangannya.

Dalam kesempatan itu, Vincent secara blak-blakan mengungkapkan meskipun dirinya tidak lahir di Indonesia, namun ia sudah merasa sangat kerasan, hingga menganggap negara tempatnya bekerja dan mengabdi ini sebagai rumahnya sendiri.

"Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang dipenuhi dengan keberagaman yang berwarna. Bahkan saya sudah menyebut negara yang indah ini sebagai rumah selama 16 tahun terakhir," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Jadi Pemain Wayang Orang, Panglima TNI dan Kapolri Pecahkan Rekor MURI

Koropak.co.id, 16 January 2023 07:07:00

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera yang jatuh setiap tanggal 15 Januari, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) melakukan pagelaran wayang orang bertajuk "Pandawa Boyong" yang dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Ahad 15 Januari 2023 malam.

Pagelaran wayang orang ini, melibatkan Pejabat Utama di jajaran TNI-AL, TNI-AD, TNI-AU, dan Polri. Kemudian juga 450 prajurit TNI AL, serta Laskar Indonesia Pusaka (LIP) dan grup wayang orang Bharata.

Ada yang menarik dalam pagelaran wayang orang yang dilaksanakan pada Ahad malam itu. Ya, untuk pertama kalinya Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh Kepala Staf TNI ikut bermain atau tampil dalam permainan wayang orang yang dimaksudkan untuk memperkuat sinergitas sekaligus melestarikan budaya.

Dalam pagelaran wayang orang itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memerankan sosok Bima Sena, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berperan sebagai Prabu Puntadewa. 

Selanjutnya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berperan sebagai Batara Guru, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memerankan Batara Baruna, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo memerankan Eyang Abiyasa.

Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan bahwa pagelaran wayang orang yang dilaksanakan kali ini adalah gabungan dari pelestari budaya Indonesia diantaranya, Barata dan Sanggar Budaya Laskar Indonesia Pusaka dengan jumlah pemain sekitar 450 orang.



Baca: Menelisik Eksistensi Wayang Orang, Ada Sejak Zaman Mataram Kuno


"Tujuan diadakannya pagelaran wayang orang ini adalah sebagai upaya kami untuk ikut merawat serta melestarikan budaya asli Indonesia, salah satunya wayang orang. Kegiatan ini juga merupakan bukti dari terwujudnya sinergitas antara TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat," jelas Yudo sebagaimana dilansir dari laman Korlantas Polri, Senin 16 Januari 2023.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pagelaran wayang orang ini semakin membuktikan sekaligus juga memperkokoh sinergitas dan soliditas antara TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pagelaran seni budaya ini juga menyimpan banyak sekali makna filosofis yang bisa diambil hikmahnya agar bisa diimplementasikan, mulai dari nilai luhur, sikap kesatria, hingga jiwa kepemimpinan," ungkap Sigit. 

Kapolri juga berharap, sinergitas TNI-Polri ini benar-benar bisa semakin memperkokoh program-program kebijakan dari Negara dan dari Pemerintah. "Itu dilakukan dalam rangka mengawal, mendukung, mensejahterakan dan membangun Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera," ujarnya.

Hebatnya lagi, dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tercipta dalam pagelaran wayang orang yang dilaksanakan oleh TNI- AL itu. Kedua rekor tersebut diberikan kepada Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono dengan kategori pemrakarsa dan pemeran utama pagelaran wayang kolosal Pandowo Boyong, dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai pemrakarsa dan pemeran Wayang Orang.

"Rekor MURI hari ini diajukan dengan kerendahan hati oleh tim penilai Museum Rekor Indonesia. Awalnya, rekor ini dicanangkan sebagai rekor Indonesia. Akan tetapi setelah kami menyaksikan betapa dahsyat pagelaran ini, maka kami pun menolak ini sebagai rekor Indonesia, melainkan ini merupakan rekor dunia," tutur Ketua MURI, Jaya Supratna.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Rumah Fatmawati Ditetapkan Menjadi Bangunan Cagar Budaya

Koropak.co.id, 14 January 2023 12:07:06

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menetapkan rumah Ibu Negara pertama Indonesia, Fatmawati yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi bangunan cagar budaya. Penetapan status cagar budaya tersebut dilakukan agar keaslian bangunannya dapat tetap terjaga.

Kepala Pusat Konservasi Cagar Budaya Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Linda Enriany mengatakan, penetapan status cagar budaya itu juga dilakukan dalam rangka perlindungan agar bangunan tersebut dapat terpelihara dengan baik. "Disamping itu keasliannya masih tetap terjaga," kata Linda.

Linda menyebutkan bahwa saat ini rumah tersebut sudah tidak ditempati, namun masih dirawat dengan baik oleh pihak keluarga. Setelah menjadi bangunan cagar budaya, status kepemilikan rumah masih tetap dipegang oleh keluarga Fatmawati dan yang berubah hanya status rumahnya saja yakni menjadi bangunan cagar budaya. 

"Terkait dengan dibuka atau tidaknya rumah tersebut untuk bisa dikunjungi warga atau pun wisatawan, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga. Karena hal itu menjadi kewenangan pihak keluarga, apakah rumah tersebut terbuka untuk umum atau tidak," ucapnya.



Baca: Melihat Wajah Baru Kawasan Budaya Lasem Rembang


Diketahui, penetapan status cagar budaya tersebut sudah melalui rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) pada 16 Februari 2022. Bahkan rekomendasi cagar budaya itu dituangkan melalui Berita Acara Rekomendasi Nomor 181/TACB/Tap/Jaksel/II/2022.

Selain itu, status bangunan cagar budaya juga ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 1207 Tahun 2022 yang ditandatangani Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pada 27 Desember 2022 lalu.

Sebagai informasi, rumah istri Presiden Pertama RI, Ir Soekarno ini memiliki luas sekitar 718 meter persegi dengan luas tanahnya sekitar 1.400 meter persegi (m2). 

Rumah tersebut terletak di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26 Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini: