Seni Budaya

Keunikan Suku Asmat, Terkenal ke Mancanegara

×

Keunikan Suku Asmat, Terkenal ke Mancanegara

Sebarkan artikel ini

 

Koropak.co.id – Suku Asmat merupakan salah satu dari kelompok suku besar yang ada di Papua atau tepatnya berada di bagian selatan tanah Papua.

Diketahui secara geografis, wilayah selatan Papua tersebut memiliki lingkungan alam berupa hutan bakau, berawa dengan banyak aliran sungai yang mempengaruhi kehidupan dan karakter budaya suku Asmat sebagai masyarakat pemburu, peramu dan menangkap ikan di sungai atau di air tawar.

Bagi suku Asmat, kesenian dijadikan sebagai tradisi khususnya seni ukir hasil buatan mereka yang terbilang sangat unik dan memiliki nilai budaya yang tinggi.

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, seni ukir itu juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan religi suku Asmat (agama tradisi) yang mereka percaya, terutama yang berkaitan dengan tradisi lisan dalam mite, legenda dan dongeng yang dianggap oleh mereka sakral dan berhubungan dengan sejarah kehidupan leluhur atau nenek moyangnya.

Kehidupan leluhur dan nenek moyangnya itu juga sangat mempengaruhi kehidupan religi mereka seperti mite Fumiripts dan mite Mbisman serta rumah adat atau Jew dan Mbis (patung roh orang mati atau patung yang memberikan simbol kehadiran roh leluhur).

Orang Asmat sendiri percaya bahwa benda berupa kerajinan ukiran adalah media penghubung antara kehidupan di dunia ini dengan kehidupan di dunia arwah terutama dengan nenek moyang mereka.

Selain itu, kematian contohnya seperti akibat black magic atau karena senjata lawan, bagi mereka harus dibalas dengan kematian. Segala jenis ukiran yang dibuat oleh Suku Asmat seperti di dayung, perisai, tifa, busur dan lain sebagainya.

Menariknya, setelah di kerjakan, maka mereka akan memberikan nama sesuai dengan orang yang telah meninggal. Pemberian nama ini juga dilakukan untuk mengingatkan mereka kepada orang yang meninggal tersebut.

Mereka juga akan melakukan pembalasan, sebab suku Asmat beranggapan sebelum membalas kematian, maka arwah orang yang meninggal tidak akan merasa tenang di akhirat.

 

 

Baca : Cerita Pengrajin Gerabah di Kasongan Yogyakarta dan Kematian Kuda

Diketahui juga bahwa sebagian besar ukiran Asmat tersebut dikerjakan oleh kaum pria. Peruntukan ukiran itu juga pada umumnya mereka gunakan untuk keperluan ritual, namun saat ini untuk keperluan dijual guna menambah ekonomi keluarga.

Setiap ukiran orang Asmat juga memiliki ciri-ciri khas tersendiri, terutama yang diperuntukan untuk ritual adat dan perbedaannya yang sangat terlihat jelas.

Tak hanya itu saja, ukiran Asmat yang kelihatan pada ukiran, sebenarnya merupakan bayangan konsep dari apa yang terkandung dan merupakan suatu usaha dalam membedakan khayalan tingkat nyata yang dapat dipahami.

Ukiran Asmat itu juga merupakan ukiran kepercayaan yang bertujuan dalam memuja arwah para leluhur. Sementara itu, mengukir adalah kegiatan mereka sebagai prosesi pengungkapan keadaan pribadi ke dalam wujud keadaan secara idiologis, psikologis, dan religi.

Secara umum, ukiran suku Asmat terbagi ke dalam tiga jenis yaitu patung besar, patung kecil dan Ukiran pada alat-alat keperluan (dayung, tombak, perahu, tifa, dan lainnya).

Untuk hasil karya budaya materi yang mereka hasilkan itu berupa seni ukir patung yang memiliki nilai seni cukup tinggi dengan simbol-simbol yang dimunculkan dalam ukiran yang diangkat dari kehidupan religius mereka.

Dalam kehidupan orang Asmat, seni adalah hidup. Artinya seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka, baik itu seni tari, seni ukir, seni musik dan lainnya.

Sementara itu, dikutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, berbicara mengenai sejarahnya, tercatat sejak tahun 1700-an, suku Asmat di Papua telah dikenal dunia dengan keterampilan mengukirnya.

Kesenian mengukir di Asmat juga diketahui merupakan aktualisasi dari kepercayaan terhadap arwah nenek moyang yang disimbolkan dalam bentuk patung serta ukiran. Untuk daerah sebarannya sendiri pada umumnya dapat ditemui di provinsi Papua.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

error: Content is protected !!