Actadiurna

Cara Unik Warga Kampung Adat Miduana Sambut Bulan Suci Ramadan

×

Cara Unik Warga Kampung Adat Miduana Sambut Bulan Suci Ramadan

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id – Bulan suci Ramadan hanya tinggal menghitung hari. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, biasanya masyarakat di berbagai daerah di Indonesia menggelar berbagai tradisi yang terbilang unik dan menarik.

Seperti yang dilakukan masyarakat di Kampung Adat Miduana. Mereka menjalankan sebuah tradisi lokal mandi besar atau yang biasa disebut juga “Kuramasan”. Tradisi ini pun berlangsung di Sungai Cipandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ketua Lokatmala Foundation, Wina Rezky Agustina mengatakan, dalam tradisi Kuramasan ini, warga sejak pagi hingga waktu zuhur sehari menjelang puasa biasanya akan mendatangi Sungai Cipandak baik itu sendiri maupun secara berkelompok untuk melakukan kuramasan.

“Sebelum prosesi mandi massal ini, warga adat akan memanjatkan niat dan doa yang dipimpin oleh pemimpin adat setempat. Kemudian setelah itu, dengan tanpa harus membuka pakaian, mereka turun ke Sungai Cipandak untuk menjalani prosesi mandi massal,” kata Wina dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dihimpun Koropak, Jumat 25 Maret 2022.

Wina menambahkan, tidak hanya prosesi mandi massal, disana warga juga akan turut membersihkan sungai dari sampah dan mengangkatnya ke pinggir sungai yang dilakukan secara gotong-royong. Setelah acara selesai, biasanya akan digelar juga kegiatan makan bersama atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘mayor di tepi sungai’.

“Saya menilai tradisi Kuramasan ini memiliki sisi yang menarik, termasuk juga mengenai kesiapan mental dan spiritual warga dalam menyambut serta menjalankan puasa di bulan suci Ramadan. Dari tradisi mandi Kuramasan ini saja, kita bisa belajar tentang betapa pentingnya membersihkan diri secara lahir dan batin, memulai sesuatu dengan niat yang baik dan persiapan yang paripurna, selalu memelihara kekompakan serta peduli sesama,” tambahnya.

Baca : Lestarikan Tradisi Nyandran Jelang Ramadan

Menariknya lagi, kegiatan seni budaya dan tradisi warga kampung adat Miduana di Desa Balegede ini pun semakin dikenal publik. Hal itu dibuktikan juga dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan lokal serta mancanegara, menyusul pendampingan yang dilakukan Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia atau Lokatmala Foundation dalam beberapa bulan terakhir.

Diketahui, Lokatmala Foundation sendiri mendorong upaya revitalisasi kampung adat Miduana ke berbagai pihak, termasuk juga kepada pemerintah. Yayasan itu pun menilai bahwa berbagai seni budaya, tradisi, dan adat kesundaan di wilayah itu terancam punah apabila tidak segera mendapatkan perhatian dari semua pihak.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sendiri hingga kini masih tengah berupaya dalam membangun berbagai fasilitas pendukung, termasuk juga dengan menerbitkannya regulasi atas keberadaan kampung adat Miduana agar tetap lestari.

“Kedusunan Miduana merupakan sebuah perkampungan yang hingga saat ini masih berpegang teguh pada tradisi kesundaan dalam kehidupan sehari-harinya. Dusun tersebut juga terhampar dalam areal 1041 Hektare persegi, meliputi 11 Rukun Tetangga (RT) dan empat Rukun Warga (RW) yang dihuni oleh 280 Kepala Keluarga (KK) dan terdiri dari 557 laki-laki dan 650 perempuan atau sekitar 1.207 jiwa,” ungkapnya.

Selain itu juga, seluruh mata pencaharian warga kampung adat Miduana juga masih mengandalkan sektor pertanian dan tetap menjalankan “tetekon” atau aturan tradisi tata kelola pertanian yang dijalankan secara turun-temurun. Di samping itu pula, penduduk lainnya pun bekerja di sektor lain, seperti berdagang dan membuka usaha kecil.*

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

error: Content is protected !!