Ketika Delegasi G20 Jadi Orang Jawa Sehari

Koropak.co.id, 26 March 2022 15:39:48
Penulis : Eris Kuswara
Ketika Delegasi G20 Jadi Orang Jawa Sehari


Koropak.co.id - Berbicara mengenai Perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022, kegiatan itu tidak hanya sekadar agenda dalam merumuskan persoalan sosial budaya dan ekonomi global saja. Melainkan juga menjadi agenda dari para peserta untuk merasakan pengalaman budaya Nusantara.

Selain itu, dengan menjadi orang "Jawa" sehari pastinya merupakan pengalaman yang sangat dinikmati para delegasi Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Pendidikan G20 atau First G20 Education Working Group (EdWG) Meeting.

Para Delegasi G20 itu mendapatkan pengalaman tersebut di hari terakhir pertemuan pertama EdWG G20 yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat 18 Maret 2022 lalu. 

Dilansir dari indonesia.go.id, para anggota delegasi EdWG G20 yang berasal dari Eropa, Afrika dan Amerika Latin tersebut dikenalkan dengan budaya Indonesia dari tanah Jawa, yaitu upacara minum teh patehan atau royal high tea dan jemparingan.

Disana, para delegasi G20 pun mendapatkan pengalaman otentik prosedur komprehensif upacara minum teh tradisional yang biasanya dilakukan di Keraton Sultan Yogya, yaitu patehan. 

Tak hanya itu saja, mereka juga turut mencoba secara langsung olahraga tradisional memanah sambil duduk bersila, yang dikenal dengan nama jemparingan. 

Acara Patehan itu dimulai dengan arak-arakan abdi dalem (pelayan kerajaan) yang mengenakan pakaian tradisional kerajaan dan menuangkan teh sebagai penghargaan kepada tamu dan doa untuk keharmonisan bumi. 

Diketahui, nama patehan sendiri berasal dari "teh", yaitu jenis minuman yang diseduh. Sesuai dengan artinya, patehan merupakan orang yang bertugas dalam menyiapkan minuman, khususnya teh dan segala perlengkapan untuk keperluan Keraton Yogyakarta. 

Ritual itu pada awalnya merupakan kebiasaan upacara minum teh sehari-hari yang diikuti oleh para sultan sebelumnya dan ada sedikit penyesuaian pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Menariknya lagi, cara menyajikan minuman di patehan juga tidak sederhana. Setiap bahan memiliki takarannya dan ada cara-cara khas yang diberlakukan dengan tujuan tertentu.

Kemudian untuk agenda budaya selanjutnya yang tak kalah menariknya dan seru untuk delegasi G20 adalah jemparingan, yakni olahraga memanah ala Kerajaan Mataram. Tidak seperti memanah konvensional yang dilakukan sambil berdiri, jemparingan justru dilakukan sambil duduk bersila.

Meskipun sulit untuk dilakukan, para delegasi G20 tetap bersemangat dan mencoba memanah hingga berkali-kali. Dalam acara itu mereka mengenakan pakaian tradisional Jawa, laki-laki memakai blangkon, lurik, dan kain surjan sedangkan perempuan mengenakan kebaya dan kain jarit. 



Baca : Melihat Ragam Budaya dan Kerajinan Indonesia di Finance Track Presidensi G20


Tercatat, jemparingan yang masih ada saat ini, khususnya di Yogyakarta dikenal dengan nama jemparingan gaya Ngayogyakarta. Gaya panahan tersebut sejalan dengan filosofi jemparingan gaya Mataram, yaitu pamenthanging gandewa pamanthenging cipta, yang berarti bahwa busur membentang seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada hal yang ditargetkan. 

Kunjungan kebudayaan (cultural visit) atau ekskursi budaya tentunya selalu menjadi agenda wajib dalam perhelatan internasional yang berlangsung di Indonesia, termasuk pada saat Presidensi G20 Indonesia 2022. 

Bahkan sehari sebelumnya, delegasi EdWG Meeting pun diajak untuk menikmati pesona matahari terbit di Candi Borobudur dan berkunjung ke Candi Prambanan.

Agenda budaya yang diikuti para delegasi G20 adalah menikmati makan malam di Candi Prambanan dan menyaksikan pertunjukan dramatari Roro Jonggrang yang berlangsung di kompleks Candi Prambanan dengan latar belakang Candi Prambanan yang tampak indah di malam hari dalam sorotan cahaya lampu pada Kamis 17 Maret 2022 lalu.

Di hari terakhir EdWG pada Jumat 18 Maret 2022, rombongan berangkat menuju Candi Borobudur dan menikmati mentari terbit.

Setelah menyaksikan keindahan matahari terbit dari bagian atas struktur Candi Borobudur, para delegasi G20 lalu mengelilingi struktur candi sambil mendengarkan penjelasan pemandu dari Balai Konservasi Borobudur. 

Pemandu tersebut menjelaskan tentang sejarah Candi Borobudur dan kisah yang ada pada panel-panel relief dan stupa di Candi Borobudur. Tercatat secara keseluruhan, Candi Borobudur memiliki 1.460 panel relief dan 504 stupa.

Candi Borobudur juga merupakan cagar budaya Indonesia yang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESO pada tahun 1991. 

Dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Dinasti Syailendra, kompleks percandian tersebut merepresentasikan kemegahan peninggalan dinasti tersebut yang berkuasa di Jawa sampai dengan abad ke-10. Tak hanya itu saja, Candi Borobudur juga menjadi salah satu monumen Buddha terbesar yang ada di dunia.

Ketua Kelompok Kerja EdWG G20 Iwan Syahril mengatakan, dalam penyelenggaraan EdWG di DIY, Kemendikbudristek berupaya dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan karakter bangsa Indonesia yang terbentuk sejak dahulu kala. 

"Selain menyelenggarakan pertemuan, kami juga turut memberikan kesempatan kepada para delegasi untuk melihat dan mengalami secara langsung unsur kebudayaan yang ada di Yogyakarta dan Magelang," kata Iwan sebagaimana dilansir dari laman Kemendikbudristek, Sabtu 26 Maret 2022.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY, Agus Priyono mengatakan, DIY menjadi salah satu venue utama dalam penyelenggaraan G20 di Indonesia dan sampai saat ini telah terkonfirmasi akan diselenggarakan sepuluh pertemuan di DIY. Di mana salah satunya merupakan pertemuan tingkat menteri dan sisanya pertemuan setingkat dirjen atau disebut working group.

"Sebagai tuan rumah, Pemprov DIY tentunya berupaya untuk seoptimal mungkin dalam memberikan dukungan dan layanan bagi delegasi maupun seluruh peserta kegiatan G20 di Bumi Ngayogyakarta Hadiningrat," pungkasnya.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini



Komentar

Festival 7 Sungai Tinggal Menghitung Hari, Ada Apa Saja?

Koropak.co.id, 30 June 2022 07:19:17

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Festival 7 Sungai (F7S) ke-7 tinggal menghitung hari. Kurang dari sepekan lagi. Digelar mulai 5 Juli sampai 7 Juli 2022. Akan ada apa saja dalam acara yang digelar di Desa Wisata Cibuluh, Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu?

Beragam kegiatan seni budaya akan ditampilkan dalam agenda tahunan tersebut. Tak hanya di Desa Wisata Cibuluh, Festival 7 Sungai tahun ini juga akan di Bukit Dewi Manggung, Desa Rancamanggung, Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Festival 7 Sungai tahun ini akan terasa special dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan kegiatan ini masuk dalam kalender nasional Kementerian Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif, Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022, dan sebagai 100 event unggulan pilihan Kemenparekraf.

Berbagai kegiatan seni dan budaya bakal menghibur masyarakat. Rangkaian acara dimulai pada Selasa, 5 Juli 2022, dibuka dengan kegiatan Syukur Sungai yang akan dilakukan masyarakat sungai. Setelah itu dilanjutkan dengan hiburan rakyat dari berbagai grup seni.



Baca: Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang Kembali Digelar


Sedangkan untuk rangkaian acara di Bukit Dewi Manggung di hari yang sama akan diisi dengan Opening Pekan UMKM dan Sisingaan hingga di malam harinya akan dimeriahkan dengan kegiatan camping art.

Di hari kedua, Rabu, 6 Juli 2022, Festival 7 Sungai di Desa Wisata Cibuluh diisi kegiatan Pameran Budaya Sungai, Saresehan Sungai, Fun Tubing dan akan ditutup oleh pagelaran Wayang Golek.

Sementara di Bukit Dewa Manggung, diisi kegiatan Workshop Perkakas dan Pameran UMKM, penampilan Seni Kuda Renggong dan ditutup dengan nonton bareng (nobar) Film Lingkungan Hidup (LH) dan screening video.

Puncak acara pada 7 Juli 2022 di Desa Wisata Cibuluh akan dimeriahkan dengan kegiatan Helaran dan Atraksi Budaya Sungai. Sedangkan di Bukit Dewa Manggung, masih diisi dengan pameran UMKM, penanaman pohon, dan ditutup dengan penampilan musik akustik dan Angklung Spesial Camp.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Keraton Kasunanan Surakarta Jadi Kampus Merdeka ISI Solo

Koropak.co.id, 29 June 2022 07:19:39

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Sebagai upaya dalam mengembangkan kebudayaan, Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menandatangani kerjasama dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa itu pun akan menjadi "Kampus Merdeka" untuk para mahasiswa ISI Solo.

Rencana kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Rektor ISI Solo, I Nyoman Sukerna, bersama dengan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII, di Sasana Handrawina Keraton Solo, Jawa Tengah, Selasa 28 Juni 2022.

Rektor ISI Solo, I Nyoman Sukerna, mengatakan, kerjasama yang dilakukan bersama dengan Keraton Kasunanan sangat penting, mengingat istana tersebut didirikan sejak 1744-an atau tepatnya pada zaman PB II. 

"Meskipun secara resmi telah menjadi bagian dari Indonesia, namun kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Susuhunan atau Sunan. Bahkan rumah tangga istana juga masih menjalankan tradisi Kasunanan sampai dengan saat ini," kata I Nyoman.



Baca: Asa Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran


I Nyoman menambahkan, Keraton Surakarta memiliki warisan budaya yang tak ternilai harganya melalui upacara adat, tarian sakral, gamelan, dan pusaka yang masih terawat hingga saat ini. "Oleh karena itu, kami tentunya akan menjadi partnership Keraton Kasunanan Surakarta dalam rangka melestarikan seni budaya serta adat istiadat Jawa," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Pengageng Sasono Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat, menyatakan, kerjasama tersebut akan menjadikan keraton sebagai sumber ilmu pengetahuan yang bisa digunakan dalam mengembangkan kebudayaan di masa kini.

"Selama ini Keraton Kasunanan Surakarta sendiri memang memiliki kedekatan dengan ISI Solo. Bahkan cikal bakal dari kampus tersebut, dulunya bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) dengan kampusnya yang pernah berada di lingkungan keraton," ujar Dani.

Dani menambahkan, kerjasama yang dilakukan itu adalah tentang pendidikan dan kebudayaan. Ia menilai, dengan keraton yang menjadi kampus merdekanya ISI Solo, maka perguruan tinggi ini pulang kembali ke Keraton Kasunanan Surakarta.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Cagar Budaya Jembatan Kereta Terowong Tiga Memprihatinkan

Koropak.co.id, 25 June 2022 08:03:28

Eris Kuswara

 

Koropak.co.id - Kendati sudah diresmikan sebagai cagar budaya, Jembatan Kereta Terowongan Tiga yang berada di Jalan Bunga I, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, kondisinya tak terurus dan kian memprihatinkan. Beberapa bagian jembatan retak.

Jembatan yang dibangun sejak 1917-an itu tak terawat. Banyaknya sampah di sekitar aliran sungai yang melewati terowongan jembatan, ditambah lagi pepohonan liar yang merambat tak beraturan, membuat peninggalan sejarah itu tak sedap dipandang mata.

Padahal, jembatan tersebut telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1498 Tahun 2021. Jembatan berusia sekitar 105 tahun itu memiliki panjang kurang lebih enam meter dengan lebar sekitar tujuh meter. 



Baca: Pusat Kerajaan Riau Lingga Bakal Ditata, Banyak Situs Bersejarah


Kepala Seksi Perlindungan Suku Dinas Kebudayaan Jaktim, Iyan Iskandar, mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan, dan menemukan banyak sekali sampah di aliran sungai di terowongan jembatan. "Kami sudah menyampaikan surat ke PT KAI di Bandung selaku penanggungjawab aset," kata Iyan.

Iyan berharap PT KAI dapat menyelesaikan permasalahan di jembatan tersebut. Ia menilai, sudah sepatutnya keberadaan objek cagar budaya tersebut dihargai sebagai peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi. "Jembatan Kereta Terowongan Tiga memiliki nilai sejarah yang harus dihormati dan dihargai," tandasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Susi Pudjiastuti Ingin Bangun Budaya Dirgantara di Indonesia

Koropak.co.id, 21 June 2022 07:09:27

Redaksi


Koropak.co.id - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menginisiasi Susi Air Jambore Aviation yang digelar di Taman Dirgantara Susi's International Beach Strip, Pangandaran, Jumat s.d. Ahad, 17 Juni s.d. 19 Juni 2022.

Kegiatan yang diikuti para pemilik pesawat di seluruh Indonesia itu, salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap dunia penerbangan, sehingga membangun budaya dirgantara di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengapresiasi acara tersebut. Ia berharap Susi Air Jambore Aviation menjadi agenda tahunan dan diikuti oleh lebih banyak peserta. Selain wisata bahari, Pangandaran juga punya peluang mengembangkan wisata dirgantara.

"Sekarang ini pesertanya puluhan, tahun depan kita harapkan lebih banyak lagi. Bayangkan kalau acara ini diikuti ratusan atau ribuan peserta, pasti akan membuka usaha dan peluang lapangan kerja," ujar Sandi.

Sementara itu, Susi menjelaskan, sebagai pecinta dirgantara, ia menginginkan banyak pesawat yang terbang di langit Indonesia. Bukan hanya pesawat komersial yang mengudara, tapi juga yang milik pribadi. Dengan begitu, wilayah Indonesia yang luas bisa dengan mudah dijangkau menggunakan transportasi udara.



Baca: Mahasiswa Amerika Bahagia Dianggap Saudara di Kampar


"Dirgantara ini memudahkan kita mengcover Indonesia yang luas. Dari mana saja yang delapan jam, kita bisa singkat menjadi 1,5 jam atau 2 jam. Kalau kita melihat dari darat, cuma sedikit yang bisa kita lihat," tuturnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menerangkan, "Dengan melihat dari udara, kita bisa lebih mencintai Indonesia yang indah. Indonesia yang luas pun bisa menjadi terasa lebih dekat.

Menurutnya, Susi Air Jambore Aviation sengaja dilangsungkan di pinggir pantai, karena kebanyakan acara serupa dilangsungkan di bandara-bandara resmi, sehingga masyarakat sulit untuk mengaksesnya.

Untuk itu, Susi berencana menjadikan Susi Air Jambore Aviation sebagai agenda tahunan dan dikemas lebih menarik lagi. Ia berharap pemerintah daerah dan Pusat mendukung dengan memberikan kemudahan dalam mengembangkan hobi dirgantara di Indonesia.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mendukung digelarnya Susi Air Jambore Aviation untuk dijadikan agenda tahunan, karena menjadi daya tarik baru bagi wisatawan untuk datang ke pantai yang ada di ujung Timur Jawa Barat itu. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Lagi, UKM Teater 28 Unsil Gelar Lomba Monolog

Koropak.co.id, 20 June 2022 15:12:21

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Setelah sukses di tahun sebelumnya, UKM Teater 28 Universitas Siliwangi Tasikmalaya kembali menggelar kegiatan Siliwangi Monologue Event (SME) 2022 bertajuk 'Tubuh, Laku, dan Pernyataan' yang dimulai sejak 13 Juni s.d. 13 Agustus 2022 mendatang.

Ketua Pelaksana SME 2022, Lutfia Nisa Nuridayah, mengatakan, kegiatan tersebut sudah diadakan sejak 2017 dan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. "Alhamdulillah kegiatan ini selalu mengalami peningkatan, contohnya seperti di SME ke-2 pada 2018 yang cakupan tingkatannya menjadi tingkat mahasiswa se-Priangan Timur. Kemudian juga SME ke-3 pada 2019 meningkat lagi dengan diadakan ke tingkat mahasiswa se-Jawa Barat," kata Lutfia.

Pada SME ke-4 tahun 2020, sasarannya mahasiswa se-Jawa-Bali, namun dilaksanakan secara daring, karena masih merebaknya pandemi Covid-19. Sedangkan SME ke-5 pada 2021, diadakan untuk tingkat mahasiswa tingkat nasional. "Untuk tahun 2022 ini, kami mengemas kegiatan dengan gaya baru, yakni dilaksanakan secara daring dan luring serta diikuti mahasiswa seluruh Indonesia,” sebut Lutfia.

Dijelaskan, yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan SME 2022 adalah ingin terus merawat kesenian serta menciptakan 'pertarungan' gagasan para pegiat teater melalui pementasan monolog, sehingga masing-masing pegiat dapat saling bertukar pandang dan wawasan dalam berkesenian. 



Baca: UKM Teater 28 Unsil Tasikmalaya Menggelar Siliwangi Monologue Event


"Secara tidak langsung tentunya kegiatan ini akan dapat menjaga eksistensi kesenian di tengah masyarakat. Di tahun ini, untuk SME yang diadakan secara luring akan melibatkan 5 finalis terbaik yang akan tampil di babak final dengan penyeleksian yang sebelumnya dilakukan dengan cara pengiriman video secara daring," jelasnya. 

Selain pementasan monolog dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, SME 2022 juga melibatkan seniman dan pakar-pakar teater dari berbagai daerah dalam proses penjuriannya. Adapun naskah yang dibawakan dalam SME 2022 kali ini adalah 'Sin Nio: Sepinya Sepi karya Ahda Imran', 'Amir, dan Akhir Sebuah Syair karya Iswadi Pratama', 'Cerita dari Ruang Isolasi karya Putu Fajar Arcana' dan 'Setan Hadir Tepat Waktu karya Bode Riswandi'.

"Nanti di babak final akan diambil juara 1 yang akan mendapatkan hadiah uang Rp2,5 juta, juara 2 Rp 1,5 juta, dan juara 3 mendapatkan Rp1 juta. Masing-masing juara itu juga tentunya akan mendapatkan tropi piala dan sertifikat. Tak hanya itu, kami juga akan turut mengambil juara harapan 1, 2 dan favorit yang nantinya akan mendapatkan sertifikat dan hadiah menarik," tuturnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


PBI dan Pertiwi Indonesia Dorong Kebaya Masuk WBTb UNESCO

Koropak.co.id, 20 June 2022 12:35:11

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kebaya merupakan pakaian atas atau blus tradisional yang sering dipakai oleh wanita Indonesia, bahkan menjadi salah satu ikon dari pakaian wanita Indonesia. Biasanya dipadukan dengan kain batik, sarung, rok serta bahan dan kain lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, model dan ragam desain dari kebaya pun semakin berkembang.

Sebagai upaya dalam menggaungkan keberadaan kebaya hingga ke mancanegara, dan untuk membangun kecintaan masyarakat pada busana peninggalan nenek moyang, baru-baru ini komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) mendorong agar kebaya bisa masuk dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

Upaya tersebut terus mereka gaungkan melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, seperti dalam Kongres Berkebaya Nasional yang diadakan pada 2021 lalu dengan mengusulkan penetapan Hari Berkebaya Nasional hingga pendaftaran kebaya ke UNESCO. 

Terbaru, dengan menggandeng Pertiwi Indonesia, PBI menggelar kegiatan jalan santai bertajuk 'Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Berkebaya' yang dimulai dari halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad, 19 Juni 2022. Sebanyak 2.500 peserta mengikuti kegiatan tersebut.



Baca: Kebaya Foundation Desak Pemerintah Tetapkan Hari Kebaya Nasional


Pertiwi Indonesia merupakan organisasi perempuan yang mendukung dan berkomitmen untuk ikut serta dalam menggaungkan upaya pelestarian kebaya, dan sudah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PBI, Rahmi Hidayati, mengatakan, kegiatan bertajuk CFD Berkebaya itu merupakan langkah awal dimulainya gerakan untuk pendaftaran kebaya ke UNESCO. Meskipun ia menilai diperlukan waktu yang lumayan panjang, namun pihaknya optimistis kebaya bisa masuk sebagai WBTb UNESCO.

"Memang jalan yang ditempuh ini lumayan panjang, mulai dari kajian ilmiah mengenai sejarah kebaya, pembuatan dokumentasinya sampai dengan memproses pengajuan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan," kata Rahmi.

Ketua Umum Pertiwi Indonesia, Antarina F Amir menuturkan, kolaborasi bersama dengan berbagai organisasi pecinta budaya Indonesia penting dilakukan agar budaya luhur yang diwariskan secara turun temurun oleh bangsa Indonesia tetap terjaga kelestariannya.

"Tak hanya itu, budaya tersebut bahkan dapat dikembangkan sebagai upaya dalam membangkitkan kebanggaan, kecintaan pada tanah air serta menjadi pengikat dari persatuan serta kerukunan dalam bermasyarakat," tutur Antarina.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Mahasiswa Amerika Bahagia Dianggap Saudara di Kampar

Koropak.co.id, 17 June 2022 12:15:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Keragaman budaya dan adat istiadat yang dimiliki setiap daerah di Indonesia menjadi magnet bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Tak terkecuali mahasiswa asal Amerika Serikat yang belum lama ini berkunjung ke Kabupaten Kampar, Riau. 

Sebanyak sepuluh orang mahasiswa dari total 14 orang warga Amerika Serikat sengaja berkunjung ke Kabupaten Kampar untuk mempelajari adat istiadat dan budaya di sana. Mereka berasal dari University of North Carolina at Chapel Hill and North Carolina State University. Datang secara khusus ke Kampar untuk menjalin persahabatan dan mempelajari adat dan budaya kabupaten yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru itu.

Kedatangan mereka disambut baik oleh pemerintah setempat. Sekapur Sirih dan Setepak Pinang, serta Basiacuong turut menyambut mereka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri, mengatakan, "Saat datang ke Kampar, mereka disambut dengan seni dan budaya di sini. Penyambutan itu merupakan beberapa bagian adat yang hingga saat ini masih dipegang erat oleh masyarakat Kampar."



Baca: Menjelajah Indonesia dalam Semalam di Hamburg


Yusri menambahkan, penyambutan itu sebagai penanda bahwa masyarakat Kabupaten Kampar tidak memandang suku, ras dan agama. Masyarakat menganggap pengunjung sebagai saudara atau dalam bahasa adat diibaratkan 'sirih balik ke gagang, pinang balik ke tampuk'.

Dengan adanya kunjungan dari wisatawan mancanegara, Yusri mengharapkan bisa menjadi awal dari kebangkitan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kampar, sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi adat istiadat masyarakat setempat.

Sementara itu, pimpinan rombongan Mahasiswa Amerika Serikat, Shane Hussey mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kejaksaan Negeri Kampar yang telah memfasilitasi kunjungan mereka sebagai upaya dalam mempelajari kebudayaan yang ada di kabupaten tersebut. 

"Dengan sirih yang dipersembahkan ini, kami bersyukur sudah dianggap saudara. Tentunya kami juga akan belajar banyak hal di sini, mulai dari budaya, kuliner dan kultur masyarakat Kampar," tutur Shane yang sudah fasih berbahasa Indonesia dan telah tinggal di Indonesia lebih kurang 20 tahun itu.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Pesona Desa Wisata Cibuluh dengan Festival 7 Sungainya

Koropak.co.id, 16 June 2022 19:06:52

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Kabupaten Subang tercatat sebagai salah satu daerah penghasil nanas terbesar di Indonesia. Tak heran, di Subang banyak ditemukan olahan makanan yang terbuat dari nanas, seperti dodol nanas.

Selain punya nanas, Kabupaten Subang juga memiliki potensi wisata alam yang memesona. Salah satunya adalah Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang. Di Desa wisata itu ada wisata alam pegunungan, air terjun, hingga muara yang berasal dari tujuh aliran sungai.

Berada di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut, desa tersebut memiliki luas wilayah 563,298 hektare. Di dalamnya ada perkampungan, persawahan, perkebunan, pemakaman, perkantoran, dan prasarana umum lainnya.

Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dengan bertani, berladang, dan produksi rumahan, seperti membuat rengginang, pisang sale, pakreng, opak, kelontong, bandrek, manisan pepaya, atau membuat produk-produk kerajinan tangan yang terbuat dari bambu.



Baca: Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang Kembali Digelar


Pesona lain yang ada di Desa Wisata Cibuluh adalah adanya tujuh sungai, yaitu sungai Cikembang, Citeureup, Cilandesan, Cinyaro, Cileat, Cikaruncang, dan Sungai Cipunagara. Ketujuh sungai itu membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjadi daya tarik wisata dengan disediakannya wahana arum jeram.

Sebagai destinasi wisata favorit, tentunya Desa Wisata Cibuluh dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang akan membuat nyaman para wisatawan. Selain imah jobong atau homestay, ada juga warung, jungle tracking, kamar mandi umum, kios oleh-oleh, hingga aneka kuliner.

Tahun ini, Festival 7 Sungai akan kembali digelar di Desa Wisata Cibuluh. Rencananya, hajat tahunan tersebut bakal dilangsungkan pada 5 Juli s.d. 7 Juli 2022. Gelarannya akan terasa sangat istimewa, karena menjadi salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 dari 100 event unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) setelah melalui proses kurasi yang cukup ketat.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang Kembali Digelar

Koropak.co.id, 16 June 2022 15:05:40

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Festival 7 Sungai (F7S) akan kembali digelar di Desa Wisata Cibuluh, Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Rencananya, hajat tahunan tersebut bakal dilangsungkan pada 5 Juli s.d. 7 Juli 2022.

Diketahui, Desa Wisata Cibuluh merupakan tempat bertemunya aliran tujuh sungai di Kabupaten Subang, yakni sungai Cipunagara, Cinyaro, Cilandesan, Citeureup, Cikaruncang, Cikembang, dan Cileat. 

Desa tersebut menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, karena memiliki potensi wisata alam yang memikat, mulai dari alam pegunungan, air terjun, hingga muara sungai dari tujuh aliran sungai. Terlebih, lokasinya tidak terlalu jauh dari Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang.

Festival 7 Sungai tahun ini akan terasa sangat istimewa, karena menjadi salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 dari 100 event unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) setelah melalui proses kurasi yang cukup ketat.



Baca: Festival Tujuh Sungai di Subang Disemarakan Tradisi Tangkap Ikan


Diketahui, KEN 2022 merupakan upaya dari Kemenparekraf dalam membangkitkan geliat event daerah dengan cara mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan kunjungan wisata, dan memberdayakan potensi lokal. 

Dengan dilaksanakannya KEN 2022 ini, diharapkan bisa memberikan dampak yang positif bagi  ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan prinsip berkelanjutan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu.

Sedangkan dalam Festival 7 Sungai akan ada banyak kegiatan, mulai dari atraksi budaya sungai, aneka pameran dan bazar, workshop, penebaran ikan, dan berbagai acara menarik lainnya. Puncak acaranya yang akan digelar pada 7 Juli 2022.

Selain di Desa Wisata Cibuluh, Festival 7 Sungai juga akan turut digelar di Bukit Dewi Manggung, Desa Rancamanggung, Tanjungsiang, Kabupaten Subang sebagai Co-Host Event dari F7S tahun ini. Di bukit tersebut para wisatawan bisa menggelar kemah atau campervan bersama keluarga.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


PKB ke-44, Momentum Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata Bali

Koropak.co.id, 13 June 2022 15:19:35

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Atraksi Peed Aya atau pawai budaya yang dilakukan di depan Museum Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali, Ahad 12 Juni 2022, menjadi pembuka digelarnya Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 Tahun 2022.

Ajang tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkannya kembali ekonomi dan pariwisata akibat dampak pandemi Covid-19. Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian, berharap begitu.

Dengan digelarnya pesta kesenian tersebut diharapkan mampu menciptakan kelestarian budaya dan para senimannya. "Di sisi lain, mereka juga telah menjadi maestro bahkan telah menjadi maestro. Tak hanya itu saja, maestro seni dari Bali juga tidak hanya bermain di tingkat lokal dan nasional, akan tetapi juga hingga internasional," tutur Tito.

Dalam kesempatan tersebut, Tito memuji atas cepatnya capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali. Mulai dari vaksinasi pertama, kedua, bahkan vaksinasi booster (penguat) dengan capaiannya yang sudah berada di angka 70 persen.



Baca: Lautan Pasir akan Jadi Saksi Kemeriahan Eksotika Bromo 2022


PKB tahun ini mengusung semangat Danu Kerthi: Huluning Amreta atau pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. "Kami mengajak masyarakat agar terus mendengungkan upaya pemuliaan air sebagai sumber kehidupan, sehingga air akan menjadi sahabat dan tidak menyebabkan bencana bagi kita semua," papar Tito. 

Pembukaan PK-Bali ke-44 ditandai dengan pemukulan Gong Beri, disambut dengan tabuh Gong Gede, serta Balaganjur sebagai persembahan Pemerintah Provinsi Bali sekaligus juga mengiringi maskot Pesta Kesenian Bali "Siwa Nataraja".

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan, Pesta Kesenian Bali ke-44 sendiri akan  berlangsung selama sebulan penuh mulai 12 Juni hingga 10 Juli 2022, berpusat di Taman Budaya Provinsi di Denpasar. 

Peed Aya ini akan diikuti 24 partisipan dengan melibatkan sekitar 2.400 seniman yang bertugas mengilustrasikan tema pesta kesenian sesuai dengan keunikan dari daerah masing-masing.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Lautan Pasir akan Jadi Saksi Kemeriahan Eksotika Bromo 2022

Koropak.co.id, 10 June 2022 12:09:07

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Mengusung tema 'Ruwat Rawat Segoro Gunung', festival Eksotika Bromo akan kembali digelar. Lautan pasir di Kaki Gunung Bromo bakal menjadi saksi kemeriahan festival Eksotika Bromo 22 yang akan digelar pada 11 Juni s.d. 12 Juni 2022.

Festival yang digelar rutin setiap tahunnya itu merupakan salah satu rangkaian acara menjelang upacara ritual Yadnya Kasada yang sering dilakukan oleh masyarakat Tengger. Sekitar 700 orang yang terdiri dari penari profesional, penyanyi, musisi hingga sastrawan akan tampil untuk memeriahkan acara yang digelar di lautan pasir Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Perwakilan JatiSwara Indonesia sekaligus yang menaungi Eksotika Bromo 2022, Afifa Prasetya, mengatakan, dalam pertunjukan nanti pihaknya akan mengangkat kekayaan alam nusantara beserta budaya dan keseniannya.

"Tentunya tidak ketinggalan juga keindahan Bromo beserta alam dan budayanya. Kami juga sengaja mengangkat tiga tema sekaligus dalam kegiatan kali ini dikarenakan setelah pandemi Covid-19, tentunya banyak sekali elemen yang harus diruwat," kata Afifa, belum lama ini. 



Baca: Adu Betis, Tradisi Unik Masyarakat Bone Syukuri Hasil Panen Melimpah


Dijelaskan, Eksotika Bromo berawal dari harapan para seniman yang ada di daerah Tengger bersama dengan para pegiat seni budaya di Probolinggo, hingga pada akhirnya tercetus sebuah pagelaran yang kali pertama diadakan pada 2017.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan Eksotika Bromo bisa menjadi platform seperti di Bali. Jadi di sini kita hanya menyedikan tempat dan fasilitas, dan mereka sendiri yang datang untuk menampilkan sebuah tarian," jelasnya.

Afifa menambahkan, "Di tahun ini, konsep dari Eksotika Bromo adalah memakai persemakmuran pariwisata atau persahabatan antarprovinsi, sehingga nantinya dalam pertunjukan akan ada balon udara, meskipun tidak dinaikkan di lautan pasir Bromo. Hal itu dilakukan agar ueforia Eksotika Bromo 2022 ini tidak biasa-biasa saja."


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Pusat Kerajaan Riau Lingga Bakal Ditata, Banyak Situs Bersejarah

Koropak.co.id, 09 June 2022 07:12:43

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menata Pusat Kerajaan Riau Lingga, yakni Pulau Penyengat yang ada di Tanjungpinang. Proses penataan pulau bersejarah itu dilakukan dengan sangat hati-hati, lantaran tersimpan banyak situs bersejarah.

"Sebelum melakukan penataan, kami meminta saran dan masukan dari pihak terkait, salah satunya adalah BPCB Batu Sangkar," kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri, Hendrija, belum lama ini.

Dalam penataan cagar budaya yang ada di Pulau Penyengat, Pemprov Kepri pun akan bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kepri. Sedangkan untuk penataan kawasan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat rencananya akan ditangani BPCB Batu Sangkar.

"Untuk proyeksi anggaran penataan kawasan Pulau Penyengat di tahun 2022 ini sebesar Rp6 miliar, sesuai dengan saran dari BPCB Batu Sangkar. Anggaran tersebut diambil dari APBD Kepri 2022 dari total anggaran sekitar Rp 30,8 miliar," jelasnya.



Baca: Pulau Penyengat Akan Dijadikan Pusat Budaya di Kepri


Hendrija menambahkan, anggaran tersebut akan dipakai untuk penataan kawasan serta pemugaran dari Masjid Raya Sultan Penyengat itu sendiri. "Sedangkan untuk penataan kawasan kumuh dan penyediaan air minum sebesar Rp 24 miliar, akan ditangani oleh BPPW Kepri. Di sisi lain, Pemprov Kepri juga sudah mengajukan lelang pengawasan dan juga lelang fisik untuk kedua proyek tersebut," tambahnya.

Penataan Pulau Penyengat, Lanjut Hendrija, menjadi salah satu kegiatan strategis dari Pemprov Kepri di tahun 2022. Gubernur Kepri sendiri menargetkan agar Pulau Penyengat bisa semakin memiliki nilai estetis, dikarenakan pulau ini juga menjadi destinasi wisata religi di Kepri, khususnya di Tanjungpinang.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini: