Seni Budaya

Mengenal Tarian Warisan Kerajaan Melinting Lampung Timur

×

Mengenal Tarian Warisan Kerajaan Melinting Lampung Timur

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id – Kerajaan terdahulu tidak hanya mewariskan kebudayaan benda saja, melainkan pula tarian-tarian dengan unsur khas sezamannya. Adalah Tari Melinting yang merupakan peninggalan Kerajaan Melinting di Labuan Meringgai, Lampung Timur.

Tari Melinting termasuk ke dalam tarian klasik yang tergolong tertua di wilayah tersebut. Diperkirakan, tarian ini sudah ada sejak masuknya Islam ke Nusantara.

Menurut buku Ensiklopedia tarian Nusantara Jilid 2, Tari Melinting pertama diciptakan pada abad ke-16 oleh Ratu Melinting II dengan gelar Pangeran Panembahan Mas.

Mulanya, tarian ini hanya bisa dibawakan oleh putera-puteri Ratu Melinting dan hanya digelar saat acara di Kerajaan Melinting.

Tarian ini ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur serta kebahagiaan masyarakat atas apa yang mereka dapatkan.

Seiring perkembangannya, tari ini dimainkan oleh para penari pria maupun wanita dengan masing-masing berjumlah 4 orang. Gerakan antara penari perempuan dan penari lelaki tidaklah sama.

Dimana para penari pria akan membawakan gerakan dengan lincah dan atraktif, sementara para penari perempuan didominasi oleh gerakan yang lembut

Gerakan yang ditampilkan para penari pria meliputi gerakan babak kipas, jang sumbah, kenul melayang nyiduk, lapah ayun, luncat kijang, niti batang, salaman, sekapan balik pulau, suali, dan sukhung.

Baca : Tari Baksa Kembang, Sambut Tamu Kehormatan Hingga Hajatan

Sementara gerakan penari perempuan meliputi jong sumbah, kipas, lapuh ayun, nginjak lada, nginjak tahi manuk, ngiyau bias, sekapan, sukhung, dan juga timbangan atau terpipih mabel melayang.

Dalam pertunjukkannya, Tari Melinting dibagi menjadi beberapa babak, yakni babak pembuka, kugawo ratu, knui melayang, dan penutup.

Tarian yang diawali dengan babak pembuka ini dimulai dengan penghormatan para penari kepada tamu yang menyaksikan pertunjukkan.

Babak kugawo ratu menampilkan penari perempuan yang menunjukkan gerakan penuh lemah lembut, berbanding terbalik dengan gerakan pria yang gagah perkasa.

Pada babak knui melayang, para penari menampilkan gerakan yang merepresentasikan keagungan sekaligus keanggunan mereka, lalu ditutup dnegan penghormatan para penari.

Umumnya, tarian ini diiringi oleh musik tradisional yang terdiri atas gendang, gong, dan kalo bala yang dimainkan secara harmonis.

Para penari Melinting mengenakan pakaian tradisional. Dimana para penari pria mengenakan buah jukum, bulu seretei, bunga pandan, celana reluk belanga, injang tuppal, jungsarat, kembang melur, kopiah emas, papan jajar, serta sesapur handap.

Sementara para penari perempuan mengenakan bulu seretei, gelang kano, gelang rai sesapurhanda, kalung buah jukum, jungsarat, siger bercadar bunga pandan subang, dan juga tapis.

Kini, tarian ini tidak hanya ditampilkan pada acara khusus saja, melainkan dipentaskan dalam berbagai kegiatan seperti perayaan , upacara penyambutan, maupun kegiatan kebudayaan.*

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

error: Content is protected !!