Actadiurna

Empat Fakta Menarik Telur Asin yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

×

Empat Fakta Menarik Telur Asin yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id – Telur asin merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia sampai dengan saat ini. Tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, telur asin juga kerap diolah kembali menjadi berbagai sajian makanan. 

Dilansir dari Michelin Guide, biasanya telur asin itu dibuat dengan menggunakan tiga metode tradisional yakni merendam telur dengan larutan garam, melapisi telur dengan garam kasar, atau melapisi telur dengan pasta pasir, lumpur, atau tanah liat.

Biasanya, telur asin sendiri dibuat dari telur bebek yang memiliki kandungan kolesterol dua kali lebih banyak dibandingkan dengan telur ayam. Kendati demikian, telur asin itu mengandung lebih banyak protein, lemak, kalsium dan potasium dibandingkan dengan telur bebek segar.

Hanya saja, telur asin ini mengandung zat besi dan vitamin yang lebih rendah. Tercatat, berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, telur asin mengandung 179 kalori. Tak hanya itu saja, makanan ini juga mengandung 13,6 gram protein, 13,3 gram lemak, dan 4,4 gram karbohidrat.

Selain itu, kandungan lainnya yang juga terkandung dalam telur asin adalah 120 miligram kalsium, 157 miligram fosfor, dan 438 miligram natrium. 

Selain memiliki rasa yang gurih dan kaya akan nutrisi yang terkandung di dalamnya, telur asin juga memiliki beberapa fakta menarik. Berikut Koropak telah merangkum dari berbagai sumber 4 fakta menarik seputar telur asin.

1. Ditetapkan sebagai warisan budaya

Tak sekedar menjadi oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah, kini telur asin tersebut diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 6 hingga 9 Oktober 2020 lalu.

Tercatat, ada beberapa alasan mengapa telur asin Brebes masuk dalam daftar WBTb Indonesia. Menurut Direktur Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Sambas mengatakan bahwa telur asin memiliki nilai akulturasi bagi masyarakat Brebes. Selain itu, pola pewarisan telur asin juga sudah lebih dari dua generasi.

Baca : Hikayat Telur Asin, Oleh-Oleh Khas Brebes

2. Pembuatan yang praktis

Memiliki cita rasa yang unik, ternyata proses pembuatan telur asin sendiri terbilang cukup praktis. Hanya dengan bermodalkan air, garam, dan wadah, telur asin yang gurih pun sudah bisa tersaji di meja makan. Telur cukup direndam dalam wadah berisi air yang kemudian dicampur dengan garam.

Agar proses pengasinan semakin optimal, maka kamu juga bisa mengampelas telur tersebut agar pori-porinya terbuka, sehingga rasa asin dari garam pun akan lebih mudah meresap. 

Setelah itu, diamkan selama 10 hingga 12 hari lamanya. Pastikanlah telur itu tidak terkena cahaya matahari dan jangan lupa juga untuk merebus telur dengan api kecil selama kurang lebih 1,5 jam.

3. Bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan

Tidak hanya disajikan sebagai telur utuh, telur asin juga dapat diolah menjadi ragam menu lainnya. Sebut saja ayam telur asin, udang telur asin, spagheti telur asin, keripik telur asin, hingga kulit ikan telur asin yang merupakan aneka makanan dengan rasa telur asin yang tengah digandrungi saat ini.

4. Menjadi makanan kekinian

Sudah tidak asing lagi rasanya mendengar nama makanan yang dilengkapi dengan bumbu telur asin. Berawal dari tren kekinian yang digemari banyak orang, kini menu santapan berbumbu telur asin itu pun sudah menjadi salah satu menu andalan praktis yang mudah ditemui.

Bahkan kini, santapan yang dipadukan dengan telur asin juga dapat mudah ditemukan. Contohnya seperti bakpao telur asin, sate taichan saus telur asin, hingga cah brokoli telur asin.*

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

error: Content is protected !!