Actadiurna

Sejuta Alasan Orang Sunda Tak Bisa Lafalkan Huruf “F”

×

Sejuta Alasan Orang Sunda Tak Bisa Lafalkan Huruf “F”

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id, Jawa Barat – Unggahan sebuah video di media sosial Twitter yang menjelaskan alasan ilmiah mengapa orang Sunda tak bisa mengucapkan huruf “F” beberapa waktu lalu mendadak viral dan ramai menjadi perbincangan publik di dunia maya. 

Diketahui, video yang diunggah oleh akun @upi_lawas pada Rabu 26 April 2023 lalu itu memuat penjelasan dari Profesor Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Eri Kurniawan.

Dalam video tersebut, memperlihatkan Prof Eri Kurniawan membantah cuplikan video dari Guru Gembul, pengajar sekaligus konten kreator yang menyebutkan bahwa orang Sunda tak bisa melafalkan bunyi huruf “F” karena malas.

Menurutnya, hal tersebut juga sama saja mengklaim jika alasan orang Jepang dan Korea tidak bisa membedakan bunyi huruf “L” dan “R” karena malas. Padahal, orang Jepang dan Korea sendiri terkenal sebagai pekerja keras.

Dalam video yang juga diunggah di akun YouTube Prof Erikurn itu, ia menyebutkan bahwa bunyi huruf “F” tidak bisa dilafalkan secara spontan oleh orang Sunda. Alasannya dikarenakan bunyi itu bukan merupakan bagian dari fonem bahasa Sunda.

“Artinya bunyi huruf ‘F’ ini tidak ada dalam daftar bunyi konsonan dalam bahasa Sunda,” kata Prof Eri dalam video yang diunggah di channel YouTube-nya. 

Lantas, bagaimana dengan kata “Fitnah”? 

Baca: Lestarikan Bahasa Sunda, Unpad Gelar Pasanggiri Tarucing Cakra

Prof Eri pun menjelaskan bahwa kata “Fitnah” berasal dari bahasa Arab. Sehingga, kalau pun ada kata-kata dalam bahasa Sunda yang memakai huruf “f”, maka biasanya itu merupakan kata pinjaman dari bahasa lain.

“Nah, karena bunyi huruf ‘F’ ini tidak ada dalam daftar bunyi asli bahasa Sunda, maka wajar saja kalau orang Sunda akan mencari padanan bunyi yang terdekat. Karena titik artikulasi huruf ‘F’ itu juga bilabial, sehingga bunyi terdekatnya adalah huruf ‘P’ yang juga biabial,” jelasnya.

Diketahui berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bilabial sendiri merupakan bunyi atau fonem yang terjadi dikarenakan penyempitan kedua bibir, misalnya pada huruf p, b, dan m. 

“Makanya orang Sunda dalam melafalkan kata yang ada bunyi huruf f-nya itu dengan p. Sehingga kata fitnah pun menjadi pitnah,” ucapnya.

Lalu, ada berapa dan apa saja bunyi konsonan dalam bahasa Sunda itu?

Tercatat, setidaknya Bahasa Sunda memiliki 18 huruf konsonan, mulai dari p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y. Jika dilihat dari daftar huruf konsonan itu, sudah jelas tidak ada huruf “F”. Oleh karena itulah, huruf F pun berubah menjadi p, lalu huruf v menjadi p. 

Selain itu, Bahasa Sunda juga mempunyai 7 huruf vokal yakni suara vokal murni (a, i, u, e, o) dan dua huruf vokal netral e (pepet) dan eu.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

error: Content is protected !!