Tradisi Lebaran

Koropak.co.id, 06 November 2018 20:23:03
Penulis : Kemala Adiyatma
Tradisi Lebaran

Koropak.co.id - Ketika lebaran datang tentu banyak sekali kegiatan yang kita lakukan mulai dari pagi hingga petang, kebiasaan yang berlarut seakan sudah menjadi tradisi untuk dilakukan setiap menjelang lebaran bahkan di hari lebaran itu sendiri. Lalu kegiatan apa saja yang sudah menjadi tradisi saat lebaran?

1. Takbiran

Bagi kaum pria kegiatan ini merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan untuk memberitahu seluruh masyarakat bahwa kini telah memasuki 1 Syawal dengan mengumandangkan takbir.

2. Sholat Idulfitri

Sholat ini merupakan salah satu sholat wajib yang dilakukan selama satu tahun satu kali, tepatnya pada 1 Syawal.

3. Silaturahmi dan sungkem

Sebagai anak kepada orang tua sudah menjadi tradisi untuk sungkem sembari meminta permohonan maaf dan berterimakasih atas segala hal yang telah orang tua berikan. Silahturahmi ke rumah tetangga, keluarga jauh, bahkan teman maupun pasangan telah menjadi rutinitas.

4. Menerima Tunjangan Hari Raya

Bagi anak-anak, mendapatkan amplop THR dari keluarga merupakan sesuatu yang dinantikan, dan bagi orang dewasa juga sudah terbiasa untuk menyiapkan sebagian dari rejekinya untuk dibagikan kepada keluarganya yang terbilang masih anak anak.

Tradisi Lebaran

5. Menyediakan makanan dan kue

Memasak makanan terutama pengganti nasi yakni ketupat , sudah menjadi tradisi ciri khas lebaran. Ketupat yang disajikan dengan kari ayam ataupun opor ayam menjadi hidangan lezat untuk disantap bersama.

6. Menggunakan baju bedug

Hal yang satu ini memang tidak dilakukan oleh seluruh umat muslim yang merayakan hari lebaran, namun kebanyakan terutama anak anak membeli baju baru untuk digunakan saat lebaran.

7. Berziarah

Untuk mendoakan keluarga tercinta yang telah meninggalkan dunia ini, kala lebaran datang biasanya pihak keluarga berkunjung ke makam sembari melantunkan doa kepada almarhum/almarhumah yang telah meninggal.

Tujuh hal di atas merupakan suatu kebiasaan ataupun tradisi yang umum dilakukan ketika lebaran datang, lalu kebiasaan apa yang Anda lakukan saat hari lebaran?.*

 

Komentar

Vision+ Garap Royal Blood, Angkat Budaya Perjodohan di Jawa

Koropak.co.id, 11 August 2022 12:16:18

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jakarta - Vision+ bakal merilis serial terbarunya berjudul Royal Blood yang mengambil latar belakang adat dan budaya Jawa. Rencananya, serial yang dimainkan Shakira Jasmine, Tania Qumsoani, Andri Mashadi, Tubagus Ali dan yang lainnya itu akan mulai ditayangkan bertepatan dengan HUT ke-77 Indonesia.

Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo, mengatakan, dirinya merasa sangat puas dengan hasil dari orisinal serial Royal Blood, karena ikut andil dalam pembuatannya. "Meskipun sempat mengalami sejumlah tantangan, khususnya harus syuting dalam masa pandemic, namun pada akhirnya kita bisa merealisasikan seluruhnya," ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2022.

Dengan adanya serial tersebut, Clarissa berharap bisa lebih mengangkat budaya di Indonesia yang sangat beragam, khususnya tradisi Jawa. Ia menilai, Yogyakarta sampai dengan saat ini masih kental dengan adat bibit, bebet, bobotnya dalam hal menentukan pasangan dan juga perjodohan.

Hal senada dituturkan sutradara Royal Blood, Eko Kristianto. Menurutnya, selain budaya perjodohan yang masih mengedepankan bibit, bebet, dan bobot, ada juga kebiasaan atau tradisi Jawa lainnya yang kini sudah mulai hilang, yaitu sarapan bersama. 



Baca: Cara Empat Raja Jawa Lestarikan Budaya Melalui Catur Sagatra


"Dalam series Royal Blood ini, kami menghadirkan beberapa adegan yang memperlihatkan keluarga keturunan bangsawan yang selalu makan pagi bersama dalam satu meja. Bahkan untuk jam dan tata letaknya pun sama, sehingga hal itu tentunya akan mengingatkan masyarakat bahwa di Indonesia ada tradisi tersebut," tutur Eko. 

Eko menambahkan, suatu daerah yang masih mempertahankan adat dan budayanya secara turun-temurun membutuhkan usaha dan perjuangan yang sangat kuat. Terlebih lagi di zaman modern seperti sekarang, ia menilai secara perlahan adat istiadat tersebut kian terkesampingkan. 

"Khususnya di wilayah Yogyakarta dan Solo, mayoritas masyarakatnya sendiri masih menggunakan bahasa Jawa yang baku. Selain itu mereka bisa membedakan saat berbicara dengan orang sebaya dan yang lebih tua. Intinya, besar banget effort mereka untuk budayanya," tambahnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Ponorogo Pecahkan Rekor MURI Penari Bujang Ganong Terbanyak

Koropak.co.id, 10 August 2022 07:32:38

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Timur - Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Kali ini dalam gelaran penari Bujang Ganong terbanyak di Indonesia yang dilaksanakan di Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Jenderal Sudirman, Selasa, 9 Agustus 2022.

Sebanyak 2.022 penari Bujang Ganong berkolaborasi dengan 100 penari Sufi terlibat dalam tarian tersebut. Para Bujang Ganong menari bersama mengikuti alunan gamelan reog dengan dibarengi penampilan dari penari sufi yang terus berputar-putar. Harmonisasi Bujang Ganong dan Sufi itu diibaratkan sebagai harmoni antara budaya dan agama di Ponorogo yang indah, abadi, dan lestari.

Perwakilan MURI, Sri Widayati, mengapresiasi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Kabupaten Ponorogo. Pihaknya merasa bangga, karena pemecahan rekor itu bertepatan dengan Hari Jadi ke-526 Kabupaten Ponorogo. 

"Hal itu menunjukkan bahwa Kabupaten Ponorogo selalu konsisten dalam berkarya dan berprestasi, baik itu di tingkat nasional maupun internasional. Hingga saat ini kami juga sudah mencatat beberapa rekor yang diciptakan Ponorogo. Sebelumnya ada pagelaran Tari Kridho Warok Cilik terbanyak," papar Sri.



Baca: Tari Bujang Ganong, Gambaran Patih Muda yang Jenaka dan Sakti


Ia menambahkan, 2.022 penari Bujang Ganong bersama 100 penari Sufi itu menjadi rekor dunia ke-10.468. Dengan diberikannya penghargaan itu, pihaknya berharap bisa menginspirasi daerah lain untuk tidak kalah dengan Ponorogo dalam menciptakan berbagai karya yang kreatif dan inovatif.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan, perpaduan antara tarian Bujang Ganong dan Tari Sufi adalah cerminan Kabupaten Ponorogo sebagai kota budaya dan kota santri. Kedua tarian itu sarat makna kehidupan. 

"Ganongan yang lincah namun ditutup dengan topeng ini dikarenakan tidak ingin diketahui siapa penarinya, artinya tarian ini memiliki makna ikhlas dan berbuat baik itu juga tidak harus ditampakkan. Begitu juga dengan tari Sufi yang mengajarkan untuk ikhlas dengan melandaskan semua perbuatannya dikarenakan tuhan semata," tutur Sugiri

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Ponorogo itu menambahkan, pihaknya merasa bangga dan bersyukur dikarenaka terlahir dari kota budaya adiluhung, dengan kesenian reog sebagai ciri khasnya. "Dengan diadakannya kegitan ini, kami berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten Ponorogo," harapnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Festival Seni Budaya Jaton ke-XVI Dongkrak Ekonomi Gorontalo

Koropak.co.id, 06 August 2022 07:19:34

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Gorontalo - Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, membuka Festival Seni Budaya Jawa Tondano (Jaton) ke-XVI yang dipusatkan di Desa Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.

Sebanyak 22 kontingen yang berasal dari Kabupaten dan Kota Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah memeriahkan festival yang dihadiri ratusan warga keturunan Jawa Tondano (Jaton) se-Indonesia Timur itu.

Festival Seni Budaya Jaton ke-XVI diisi berbagai lomba, mulai dari hadrah tradisional, hadrah kreasi, salawat Jowo, lomba damas, hingga pidato Bahasa Jaton. 

"Kami menilai festival seni budaya yang dilaksanakan di Desa Sidodadi ini tak hanya bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi warga keturunan Jaton, akan tetapi juga bisa dijadikan sebagai penggerak ekonomi daerah," kata Hamka.



Baca: Tari Dana-Dana, Perlambang Muda-Mudi Gorontalo


Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya Desa Sidodadi, Boliyohuto, menjadi tuan rumah festival seni budaya kali ini. "Dengan adanya festival ini, kami juga telah mendorong multiplier effect ekonomi, khususnya di daerah Gorontalo. Perlu diketahui, Gorontalo merupakan daerah dengan akulturasi budaya yang beragam. Salah satunya keberadaan budaya Jaton yang diwarisi dari Kyai Mojo sebagai leluhurnya," ucapnya.

Festival ini, lanjut Hamka, banyak mengangkat nilai-nilai seni budaya. Tak hanya itu saja, daerah Gorontalo juga memiliki banyak etnik yang kini sudah saling berbaur dan berdampingan. "Tentunya dengan adanya percampuran budaya tersebut, menjadikan Gorontalo ini beragam namun tetap berpegang pada falsafah adat bersendikan sara dan sara bersendikan kitabullah," pungkasnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Silat Melayu Pukol Tujuh Diajukan Masuk WBTb Indonesia

Koropak.co.id, 05 August 2022 07:08:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Kalbar - Raja Keraton Pakunegara Tayan XIV/Panembahan Anom Pakunegara XIV, Gusti Yusri mendorong agar tradisi seni bela diri silat Melayu Pukol Tujuh terdaftar di Direktorat Jenderal Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb).

"Jika memungkinkan, kami juga berharap silat Melayu yang saat ini dikembangkan di Kalimantan Barat (Kalbar) ini bisa didaftarkan ke UNESCO. Terlebih lagi, jejak dari pencipta silat Pukol Tujuh ini sudah jelas tercatat dan juga ada manuskripnya," kata Gusti Yusri.

Ia juga turut menyambut baik prakarsa Wak Long Mat Boceng yang telah melestarikan silat warisan leluhur itu melalui Yayasan Perguruan Silat Pukol Tujuh. Dengan begitu, asal usul dari silat Melayu ini jelas dan tercatat.

"Kami juga turut berharap agar Pemerintah Daerah melalui instansi teknisnya, untuk dapat memfasilitasi proses pendaftaran Silat Pukol Tujoh ini ke Direktorat Jenderal Kebudayaan," harapnya.

Di sisi lain, Gusti Yusri juga menekankan apabila tidak ada langkah konkret yang dilakukan, pihaknya khawatir kekayaan budaya yang sudah ada secara turun temurun dan diwariskan oleh nenek moyang ini bisa hilang begitu saja atau dicuri pihak lain.



Baca: Hikayat Pencak Silat Sudah Ada Sejak Abad VIII


"Intinya, jangan sampai kekayaan budaya kita ini nantinya diakui oleh pihak lain yang justru mendaftarkannya sebagai budaya mereka. Tentunya, hal inilah yang harus diwaspadai. Bagaimana pun juga, silat Pukol Tujoh ini merupakan salah satu jenis seni bela diri khas Kalbar yang dikembangkan secara turun temurun," pungkasnya.

Diketahui, seni bela diri silat Melayu ini dikenal masyarakat Ketapang sebelum masuknya agama Islam. Silat Melayu itu pertama kalinya dibawa dan diperkenalkan oleh Syech Ahmad Padang untuk membela diri atau mempertahankan diri dari serangan penjajah. 

Sementara itu, untuk bentuk dan jenis dasar dari silat yang pertama kali diperkenalkan ini adalah Pukul Tujuh (Tujuh Sasaran). Dalam perkembangannya, mulai dikenal berbagai macam bentuk atau jenis lainnya, seperti Kampar, Sendeng, dan Tujuh Dua Belas. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Tradisi Ruwatan Suran Ageng Sedulur Sikep Blora Kembali Digelar

Koropak.co.id, 03 August 2022 07:02:36

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Tengah - Setelah vakum dua tahun gara-gara pandemi, tradisi Ruwatan Suran Ageng kembali digelar Sedulur Sikep Kampung Samin Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. 

Tradisi diawali dengan kenduri besar atau makan nasi tumpeng bersama setelah didoakan sesepuh adat. Kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan dalang Ki Sindhunata Gesit Widiharto dari Semarang yang membawakan lakon "Semar Mbangun Kahyangan".

Sesepuh Sedulur Sikep Karangpace, Mbah Lasiyo, menjelaskan, tradisi ruwatan rutin dilaksanakan setiap bulan Suro atau Muharram sebagai bentuk rasa syukur membuka tahun baru. "Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap malam Selasa Kliwon yang kali ini bertepatan dengan 1 Agustus 2022," ujarnya.



Baca: Festival Krueng Daroy, Upaya Lestarikan Nilai Sejarah dan Budaya Aceh 


Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, mengapresiasi atas terselenggaranya kembali tradisi tersebut. "Alhamdulillah, kita bisa menggelar pagelaran wayang lagi. Kita juga bisa kembali ngruwat alam sekaligus melestarikan adat seni budaya peninggalan para leluhur. Tentunya kita berharap semoga kegiatan ini kedepannya bisa menjadi event tahunan serta menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Blora," papar Arief.

Melalui tradisi tersebut, ia berharap, masyarakat di Kabupaten Blora bisa semakin erat dalam menjalin silaturahmi dan tali persaudaraannya serta guyub, rukun berkumpul bersama dalam melestarikan tradisi budaya lokal.

"Kegiatan ini sangat luar biasa, karena tidak hanya dihadiri oleh warga Blora, tapi juga ada sedulur sikep dari luar Blora. Tentunya kita di sini bersilaturahmi membangun kebersamaan. Kami mohon doanya agar pembangunan Blora ke depan bisa lebih baik lagi," ucapnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Rekatkan Sinergi Melalui SMSI Award 2022

Koropak.co.id, 02 August 2022 12:13:08

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi terus melakukan sejumlah persiapan untuk menyukseskan penyelenggaraan SMSI Award 2022 yang akan dilaksanakan di District 1 Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi, 15 Agustus 2022.

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi itu sekaligus menjadi pembuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-5 SMSI Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bekasi. 

Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon, berharap, SMSI Award 2022 di momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi bisa memantapkan sinergitas antara pemerintah, pengusaha, lembaga masyarakat, insan media, dan para praktisi serta profesional.



Baca: SMSI Jabar Bakal Gelar Rakerda di Bekasi, Ada Budaya Berbeda


Doni merinci, SMSI Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Himpunan Kawasan Industri Kabupaten Bekasi, pengelola Meikarta Lippo Cikarang dan Bank BJB beserta sponsor untuk menyukseskan kegiatan mendatang. 

"Kami juga berharap bisa memfasilitasi pertemuan para tokoh melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi, dan semoga saja ini juga bisa menjadi nilai yang positif," ujarnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Festival Krueng Daroy, Upaya Lestarikan Nilai Sejarah dan Budaya Aceh

Koropak.co.id, 01 August 2022 07:26:58

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Aceh - Nilai sejarah dan budaya yang ada di Aceh harus tetap lestari. Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Festival Krueng Daroy 2022, di bantaran Krueng Daroy, Taman Putroe Phang, Kota Banda Aceh, mulai 29 Juli sampai 31 Juli 2022.

Seluruh lapisan masyarakat diikutsertakan dalam festival tersebut, mulai dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, komunitas wisata, hingga kalangan pelajar mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak sampai SMA. Termasuk menggaet Konsulat Jenderal Malaysia sebagai salah satu wilayah yang mempunyai ikatan sejarah kuat dengan Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menjelaskan, Festival Krueng Daroy merupakan salah satu bukti nyata dari warisan budaya dan sejarah Aceh yang perlu dilestarikan. Terlebih di sepanjang sungai terdapat bangunan bersejarah yang menunjukkan masa kejayaan Aceh.

"Di bantaran sungai ini ada beberapa bangunan sejarah yang menjadi penanda kejayaan Aceh di masa lampau, seperti Gunongan, Pinto Khop, Kompleks Makam Kerajaan Aceh, serta Keraton Aceh. Tak hanya itu, Krueng Daroy ini juga turut dikisahkan dalam Kitab Bustanussatin yang ditulis oleh Syekh Nuruddin Ar-Raniry," jelas Almuniza. 

Almuniza menambahkan, Krueng Daroy sekaligus menjadi simbol persahabatan dari bangsa-bangsa asing yang ada di dunia, terutama dengan Malaysia. Krueng Daroy saat ini kerap dijadikan sebagai tempat untuk beraktivitas masyarakat sekitar, mulai dari berekreasi maupun dijadikan sebagai tempat olahraga.



Baca: Kemenparekraf Usulkan Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO


"Area ini juga sangat berpotensi tinggi untuk menjadi salah satu destinasi wisata andalan bagi masyarakat lokal maupun masyarakat luar Aceh. Dengan melihat potensi yang ada di sini, tentunya kami berupaya untuk terus meningkatkan aktivitas di sekitar Krueng Daroy," tambahnya.

Itu dilakukan untuk menjadikan area tersebut sebagai ragam aktivitas yang syarat akan nilai budaya dan pariwisata. Dengan demikian dapat memperkuat citra sejarah, wisata, hingga budaya, khususnya di Aceh.

Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh, Ayu Candra Febiola Nazuar mengapresiasi Festival Krueng Daroy itu. Istri Pj Gubernur Aceh itu menilai bahwa Aceh merupakan provinsi yang hebat. 

"Aceh ini memiliki tokoh-tokoh dan pahlawan yang mendunia. Oleh sebab itulah, dalam kesempatan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat memuliakan dan mengingat peran serta tokoh dan pahlawan tersebut dengan cara merawat dan melestarikan semua peninggalannya," tutur Ayu.

Ayu menilai, Festival Krueng Daroy menjadi salah satu kegiatan yang bagus sekali dalam memotivasi generasi muda, agar mau belajar dan mengenal tentang siapa tokoh-tokoh dan pahlawan Aceh terdahulu.

"Melalui kegiatan ini, kami juga turut mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan ikut berpartisipasi dalam mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kegiatan sehari-hari," ucapnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Sambut 1 Suro dengan Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng

Koropak.co.id, 30 July 2022 19:15:01

Fauziah Djayasastra

 

Koropak.co.id, Yogyakarta - Setiap daerah punya tradisi unik dalam menyambut dan memeriahkan tahun baru Islam. Bertepatan dengan itu juga merupakan tahun baru atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa.

Keraton Yogyakarta selalu menyambutnya dengan menggelar Tapa Bisu atau Topo Bisu Lampah Mubeng Beteng. Itu merupakan tradisi tahunan dengan cara berkeliling di kawasan Keraton Yogyakarta tanpa berbicara sepatah katapun.

Diketahui, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak zaman Sri Sultan Hamengkubuwono II. Serangkaian ritual yang terselenggara diawali dengan lantunan tembang macapat oleh para abdi dalem di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta.

Dalam tembang yang dilantunkan itu ada doa-doa dan harapan. Biasanya, ritual akan dimulai pada tengah malam dan berlangsung hingga dini hari.

Sebelum dimulai, lonceng Kyai Brajanala yang ada di Regol Keben akan dibunyikan sebanyak 12 kali. Lalu para abdi dalem akan berjalan mengelilingi beteng keraton dengan rute dimulai dari Bangsal Pancaniti.



Baca: Pawai Obor, Tradisi Sambut Malam Tahun Baru Islam


Rute kemudian berlanjut menuju Jalan Kauman, Jalan Agus Salim, Jalan Wahid Hasyim, Suryowijatan, lalu ke Pojok Beteng Kulon, Jalan MT Haryono, Pojok Beteng Wetan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, serta berhenti di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Para peserta dalam tradisi ini menempuh jarak kurang lebih 4 km dan berjalan tanpa berucap apapun. Rombongan terdepan adalah abdi dalem berpakaian Jawa, tanpa keris, tanpa alas kaki, membawa bendera Indonesia serta panji-panji Keraton Yogyakarta.

Panji-panji itu melambangkan abdi dalem dan lima wilayah, meliputi Bantul, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, dan juga Sleman. Di belakang abdi dalem biasanya warga maupun wisatawan yang juga ingin memeriahkan tradisi tersebut.

Momen sakral dalam keheningan total itu adalah simbol evaluasi diri sekaligus keprihatinan atas segala perbuatan dalam setahun terakhir.

Selain sebagai bahan evaluasi dan perenungan, tradisi ini juga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan memohon keselamatan serta kesejahteraan dalam menyambut tahun baru.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Kemenparekraf Usulkan Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Koropak.co.id, 29 July 2022 15:17:38

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Timur - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusulkan Ponorogo sebagai UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau jaringan kota-kota kreatif. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berharap, Festival Reog Ponorogo bisa menjadi event bertaraf internasional, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.

"Tahun ini, kami juga akan mempersiapkan agar Ponorogo bisa menjadi bagian dari yang akan kami usulkan kepada UNESCO Creative Cities Network. Tak hanya itu saja, kami juga berharap Festival Reog Ponorogo ini bisa menjadi event internasional di masa mendatang," ujar Sandi saat menghadiri Festival Reog Ponorogo 2022 di Alun- Alun Ponorogo, Jawa Timur, belum lama ini.

Dalam rangka mendorong Festival Reog Ponorogo sebagai event international, pihaknya memberikan dukungan dengan mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) yang diusulkan Indonesia ke UNESCO. 

"Tahun ini, kami akan mencoba lagi berusaha agar Reog juga bisa didorong sebagai Warisan Budaya Tak benda. Jika Ponorogo juga masuk UCCN, tentunya ini luar biasa, karena penilaiannya pun sangat detail. Begitu masuk event-event, maka wisatawan mancanegara akan datang ke sini, terlebih dikarenakan ini bisa menjadi jaringan dari kota-kota kreatif UNESCO," tambahnya.



Baca: Menguak Sejarah Ponorogo Hingga Dijuluki Kota Reog


Indonesia, lanjut Sandi, setidaknya memiliki ribuan warisan budaya yang sangat luar biasa. Tercatat, saat ini ada 1.239 Warisan Budaya Tak benda (WBTb), dan salah satunya adalah seni pertunjukan Reog yang bisa menjadi daya tarik wisata pembangkit ekonomi.

"Kita juga tentu tidak ingin apabila kekayaan budaya yang dimiliki ini sampai diakui oleh bangsa lain. Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan serta dalam menjaga dan melestarikan Reog Ponorogo ini agar menjadi kebanggaan dan warisan budaya yang diakui oleh dunia. Melalui Reog Ponorogo juga, nantinya kita akan kembangkan bagaimana peluang usaha dan lapangan kerja agar bisa diciptakan seluas-luasnya," tuturnya.

Bupati Ponogoro, Sugiri Sancoko, mengungkapkan, kegiatan Grebeg Suro ini sudah dua tahun lamanya dinantikan oleh masyarakat. Setidaknya juga ada hampir 52 kegiatan yang dilibatkan dalam kegiatan Grebeg Suro, termasuk juga festival reog mini, festival reog umum, dan festival gajah-gajah. 

"Berbagai kegiatan yang diselenggarakan ini tentunya menafsirkan bahwa kami sebentar lagi siap menuju Creative Cities Network yang dibantu juga oleh Menparekraf. Kami berharap saja, semoga ke depan Ponorogo ini benar-benar bisa menjadi kota kreatif," ungkap Sugiri.

Diketahui, pertunjukan Reog dalam Festival Reog Ponorogo sendiri memadukan antara tarian, keterampilan olah tubuh dan cerita Panji yang terdiri dari penari, pemain musik atau pengrawit, serta pengiring. 

Namun yang menjadi daya tarik dalam seni pertunjukan ini adalah salah satu penari utamanya yang menggunakan topeng terbesar di dunia. Bentuknya kepala harimau atau barongan yang dipadukan sebuah mahkota yang terbuat dari bulu merak atau Dhadhak Merak dengan berat keseluruhannya kurang lebih mencapai 40 kilogram.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Hampir Rampung, Benteng Pendem Diharapkan Jadi Wisata Edukasi

Koropak.co.id, 28 July 2022 15:15:52

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Timur - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini tengah  menyelesaikan rehabilitasi bangunan Kawasan Pusaka Benteng Van den Bosch atau yang biasa disebut dengan Benteng Pendem yang ada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. 

Rehabilitasi itu dilakukan untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya yang dibangun pada 1840-an itu, sekaligus meningkatkan potensi pariwisata. "Kawasan Benteng Pendem ini merupakan cagar budaya, oleh karena itulah penataannya harus dilakukan secara hati-hati agar nilai kulturalnya tetap terjaga dengan baik," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers, Rabu, 28 Juli 2022.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menuturkan, saat rekonstruksi telah rampung, Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem Ngawi di Jawa Timur berpotensi bisa menjadi lokasi konser musik. Sebab, luas kawasan Benteng Pendem Ngawi ini sendiri mencapai 15 hektar, sebelum dikurangi luas bangunan inti sekitar 5 hektar.

"Jadi, untuk kegiatan yang diperbolehkan kawasan inti adalah kegiatan yang tidak merusak bangunan, seperti pengadaan museum, perpustakaan atau tempat memajang produk UMKM. Sementara terkait konser dan kegiatan yang akan mendatangkan orang banyak, akan dilaksanakan di luar kawasan inti seluas 10 hektar," paparnya.



Baca: 7 Bangunan Milik UGM Ditetapkan Cagar Budaya


Kepala Balai Besar Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, M. Reva Sastrodiningrat, mengungkapkan, sampai saat ini, pekerjaan revitalisasi sudah hampir mencapai 92 persen. Seluruh pekerjaan pada bangunan utamanya sudah hampir selesai, tinggal tahap penyelesaian pekerjaan bangunan tambahan.

"Untuk sisi pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah pembangunan lima toilet umum, pembangunan jalur pedestrian sekitar kawasan yang nantinya bisa dimanfaatkan juga untuk lari pagi, serta pekerjaan lanskap. Targetnya selesai akhir Desember 2022 atau lebih cepat dari rencana kontrak selesai pada Januari 2023," beber Reva.

Pihaknya juga akan turut meningkatkan penghijauan di kawasan Benteng Pendem dengan tetap berkoordinasi kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. "Kami berharap, ke depan kawasan Benteng Pendem bisa dijadikan sebagai wisata edukasi sejarah cagar budaya yang dilengkapi dengan papan informasi penjelasan di setiap sudut ruangannya," tuturnya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


SMSI Jabar Bakal Gelar Rakerda di Bekasi, Ada Budaya Berbeda

Koropak.co.id, 28 July 2022 07:09:57

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Jawa Barat - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat bakal menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di District 1 Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada 15 Agustus sampai 16 Agustus 2022.

Ketua SMSI Jawa Barat, Hardiyansyah, menuturkan, dalam rakerda kelima ini ada budaya berbeda dengan gelaran serupa sebelumnya. Ada semangat untuk melahirkan berbagai program, inovasi, dan terobosan-terobosan cemerlang agar SMSI semakin lebih baik.

"Selain membahas program kerja, agenda penting lainnya adalah penguatan peran SMSI dalam pembangunan di Jawa Barat. Salah satunya melalui berbagai kegiatan yang nyata dan positif untuk masyarakat Jawa Barat," tutur Hardiansyah.

Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon, menyebutkan, dalam acara nanti akan diadakan penyerahan award atau penghargaan untuk stakeholder dan para tokoh, terlebih kegiatan tersebut bertepatan dengan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi.

"Kesiapan tuan rumah bisa dilihat dari adanya perjanjian kerja sama antara SMSI dan Kabupaten Bekasi dengan pengelola Meikarta terkait dengan penggunaan District 1," ujarnya seraya menambahkan, rakerda mendapatkan dukungan yang positif dari Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan.



Baca: SMSI dan TNI AD Satu Suara Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan


Untuk menyukseskan acara, panitia telah membuat flyer yang terbilang unik. Flyer tersebut menggunakan background dwimatra langit terselimuti awan seolah memberi pesan futuristik. Selain itu, terdapat foto panitia berjejer di atas truk trailer yang didesain model kartun.

Di sudut kiri atas terdapat logo Proklamasi Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia dan logo Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi. Sedangkan di sebelah kanan ada logo SMSI. Isi flyernya juga tidak memuat banyak kalimat, tapi sebatas informasi nama kegiatan, tempat, dan tanggal pelaksanaan.

Selain itu, SMSI Kabupaten Bekasi juga turut membuat video animasi serta membagikan link twibbon ke seluruh perusahaan media yang tergabung. Sejak dibagikan pada Selasa, 26 Juli 2022, sudah ada 204 dukungan media yang menjadikannya sebagai bingkai pilihan.

Link twibbon Rakerda SMSI Jawa Barat tahun 2022 dapat diunduh di https://twb.nz/rakerdasmsijabar2022. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


7 Bangunan Milik UGM Ditetapkan Cagar Budaya

Koropak.co.id, 27 July 2022 12:31:56

Eris Kuswara


Koropak.co.id, Yogyakarta - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sleman menetapkan 7 bangunan milik Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk ke dalam daftar 25 cagar budaya Kabupaten Sleman tahun 2021.

Penetapan status cagar budaya tersebut dilakukan setelah melalui kajian dan penilaian yang dilakukan TACB  Kabupaten Sleman. Ketujuh bangunan UGM itu adalah Gedung Pusat UGM, Museum UGM Komplek Bulaksumur, dan lima bangunan lainnya di Komplek Panca Dharma yang berada di Sekip. 

Penilaian itu didasarkan pada kriteria cagar budaya, nilai penting dan khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama atau kebudayaan khususnya di Kabupaten Sleman dan umumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta memiliki nilai budaya penting bagi penguatan kepribadian bangsa Indonesia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan, dengan adanya pemberian SK Cagar Budaya, pihaknya berharap bisa memberikan kepastian status hukum bagi bangunan cagar budaya, kesenian, maupun kearifan-kearifan lokal untuk budaya yang ada di Kabupaten Sleman. 

"Cagar budaya ini merupakan bukti kekayaan yang dimiliki oleh bangsa, maka sudah seharusnya juga bagi kita bersama untuk melestarikannya. Selain itu, cagar budaya juga merupakan wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang sudah terlaksana sejak zaman dulu hingga menjadi sejarah," kata Kustini sebagaimana dilansir laman UGM, Selasa (26/7).  



Baca: Tarik Wisatawan, Cirebon Gencar Gelar Seni Budaya di Ruang Terbuka


Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Edy Winarya, menjelaskan, penetapan dan penyerahan status cagar budaya kepada pemilik ini adalah sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11/2010 Pasal 33 ayat 2, yaitu memberikan jaminan hukum kepada pemilik cagar budaya dalam wujud surat keterangan status cagar budaya. 

"Untuk tujuan dari penetapan cagar budaya ini adalah sebagai langkah awal dari perlindungan terhadap benda, bangunan dan struktur yang memiliki nilai penting sejarah, pendidikan, agama, dan kebudayaan bagi kabupaten agar tidak hilang, rusak atau musnah dikarenakan faktor alam dan manusia," jelas Edy. 

Direktur Perencanaan UGM, Muhammad Sulaiman mengucapkan terima kasih dikarenakan UGM mendapatkan penghargaan cagar budaya terbanyak di tingkat Kabupaten Sleman. Pihaknya berharap setelah 7 bangunan UGM menerima SK Cagar Budaya Kabupaten Sleman, akan terus dilanjutkan ke tingkat provinsi. 

"Dalam upaya merawat cagar yang ada di UGM, kami akan memperhatikan aspek cagar budayanya, mengakomodasi perkembangan dan kebutuhan-kebutuhan terkini. Seperti, dengan melakukan implementasi di Gedung Pusat UGM dengan adanya fasilitas bangunan baru untuk mengakomodasi para difabel dan bangunan lift," ucap Sulaiman. 


Silakan tonton berbagai video menarik di sini: