Muasal

Mengungkap Sejarah dan Makna Hari Kusta Internasional

×

Mengungkap Sejarah dan Makna Hari Kusta Internasional

Sebarkan artikel ini
Mengungkap Sejarah dan Makna Hari Kusta Internasional
Doc. Foto: Ilustrasi

KOROPAK.CO.ID – Setiap Minggu terakhir bulan Januari, dunia memperingati Hari Kusta Internasional, sebuah momen refleksi untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit kusta sekaligus melawan stigma yang kerap membayangi penderita. Tahun 2025, tema “United Eliminated Leprosy” menggarisbawahi pentingnya kerja sama global dalam memberantas penyakit ini dan memberikan dukungan kepada para penyintasnya.

Peringatan ini memiliki sejarah panjang sejak pertama kali diprakarsai oleh filantropis Prancis, Raoul Follereau, pada tahun 1954. Follereau memilih Minggu terakhir Januari untuk menghormati Mahatma Gandhi, yang secara aktif mendukung penderita kusta di India.

Sejak saat itu, Hari Kusta Internasional menjadi simbol solidaritas dan langkah nyata untuk mengatasi tantangan medis, sosial, dan ekonomi yang dihadapi penderita kusta di seluruh dunia.

Meski kemajuan signifikan telah dicapai, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200.000 kasus baru kusta dilaporkan setiap tahun, dengan sebagian besar berada di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.

Baca: Mengenang Misi Kemanusiaan di Hari Kusta Sedunia 2024

Indonesia, yang pernah menjadi negara dengan prevalensi kusta tertinggi ketiga, masih menghadapi tantangan dalam memberantas penyakit ini. Data Kementerian Kesehatan tahun 2022 mencatat Papua Barat sebagai provinsi dengan prevalensi tertinggi, mencapai 9,89 per 10.000 penduduk.

Selain tantangan kesehatan, mitos dan stigma menjadi hambatan besar. Kusta sering dianggap tak bisa disembuhkan atau sangat mudah menular, padahal pengobatan dengan multidrug therapy (MDT) dapat sepenuhnya menyembuhkan penyakit ini jika didiagnosis sejak dini.

Hari Kusta Internasional juga menjadi pengingat pentingnya akses kesehatan tanpa diskriminasi. Pemerintah, organisasi, dan masyarakat bekerja sama meningkatkan deteksi dini, memberikan pengobatan, dan menghapus stigma. Hanya dengan langkah kolektif, mimpi memberantas kusta dan menciptakan dunia yang inklusif bagi penyintas dapat terwujud.

error: Content is protected !!