KOROPAK.CO.ID – Fauzan, lahir pada 14 Agustus 1961, adalah sosok akademisi yang kini menempati salah satu posisi penting dalam struktur pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Pada 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mendampingi Prof. Brian Yuliarto dan Prof. Stella Christie dalam mengawal masa depan pendidikan tinggi Indonesia.
Perjalanan panjang Fauzan sebagai intelektual dan pemimpin pendidikan dimulai jauh sebelum masuk ke kancah politik nasional. Namanya dikenal luas di dunia akademik, khususnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tempat ia menjabat sebagai Rektor selama dua periode, dari tahun 2016 hingga 2024.
Di bawah kepemimpinannya, UMM tak hanya berkembang secara institusional, tetapi juga menegaskan visinya sebagai universitas dengan misi keumatan dan kebangsaan.
Fauzan adalah inisiator berbagai program visioner seperti Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M), Center of Excellence (CoE), dan Center for Future Work (CFW) yang menempatkan kampus sebagai jembatan nyata antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan UMM meraih rekognisi internasional menjadi salah satu capaian penting dalam masa jabatannya. Ia juga memainkan peran strategis dalam memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai institusi, baik nasional maupun internasional.
Baca: Jejak Panjang Romo Syafi’i, Sang Wakil Menteri Agama Pilihan Presiden Prabowo
Namun, kiprah Fauzan tidak hanya berhenti di ruang kuliah atau ruang rektorat. Ia juga aktif dalam dunia politik, menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu Presiden 2024.
Keterlibatannya dalam politik praktis tak mengaburkan identitasnya sebagai akademisi, melainkan memperkuat posisinya sebagai figur penghubung antara kebijakan dan pendidikan.
Sebelum menjabat sebagai rektor, Fauzan telah menapaki berbagai tangga struktural di UMM, mulai dari Kepala Biro Administrasi Umum, hingga Dekan Fakultas Pendidikan pada 2012.
Semua pencapaian ini berpijak dari latar belakang pendidikan yang kuat—berawal dari MTsN 4 Kediri dan MAN 1 Kota Kediri, dilanjutkan ke S1 di UMM, serta jenjang S2 dan S3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kontribusinya dalam bidang ilmiah juga tercermin dalam karya-karyanya, salah satunya adalah artikel berjudul Teachers’ Directive Speech Acts to Motivate Junior High School Students in Indonesian Language Subjects after the Covid-19 Pandemic Online Classes yang dipublikasikan dalam KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya pada 2023.
Kini, sebagai Wakil Menteri Dikti, Fauzan membawa seluruh pengalaman, gagasan, dan integritasnya ke level nasional. Kiprahnya menjadi simbol kesinambungan antara pendidikan, kepemimpinan, dan pelayanan publik.











