Seni Budaya

Jejak Permainan Bethet Thing Thong, Warisan Anak Negeri dari Yogyakarta

×

Jejak Permainan Bethet Thing Thong, Warisan Anak Negeri dari Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

KOROPAK.CO.ID – Di tengah geliat modernitas dan gempuran permainan digital, barangkali hanya sedikit dari kita yang masih mengingat atau bahkan pernah memainkan permainan bernama Bethet Thing Thong. Namun jauh sebelum suara ponsel menggema di tangan anak-anak, permainan tradisional ini pernah hidup dan tumbuh di pelataran tanah Yogyakarta.

Jejak sejarah Bethet Thing Thong dapat ditelusuri hingga awal abad ke-20. Di masa itu, suara nyanyian anak-anak yang melingkar sambil tertawa riang, menjadi pemandangan lumrah di sore hari. Di lapangan-lapangan terbuka, di pekarangan rumah, hingga di tepi sawah, permainan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari denyut kehidupan masa kecil yang sarat makna.

Nama Bethet Thing Thong bukan sembarang nama. “Bethet” merujuk pada jenis burung berparuh merah dan bulu hijau mengilap, sementara “thing thong” menggambarkan bunyi khas dari burung tersebut. Irama dan makna itu kemudian dihidupkan dalam sebuah nyanyian yang menjadi bagian penting dari permainannya.

Dari Nyanyian Hingga Lari Kejar-kejaran

Permainan ini dimainkan secara berkelompok, biasanya oleh tiga hingga tujuh anak atau lebih. Mereka membentuk lingkaran, menaruh telapak tangan di tengah, lalu menyanyikan lagu khas: “Bethet thing thong legendhut gong, gonge ilang, camcao gula kacang, wung gedhawung ilang.”

Baca: Mengenal Tali Tengah, Permainan Anak Pantai Raja Ampat

Setiap suku kata dalam lagu itu menunjuk ke satu tangan, hingga yang terpilih di akhir lagu harus menekuk jarinya. Proses ini diulang hingga hanya satu pemain tersisa, ia yang akan bertugas sebagai penjaga.

Setelah itu, suasana berubah menjadi riuh. Anak-anak berlarian, bersembunyi, dan saling mengecoh penjaga, hingga kelelahan atau waktu bermain selesai. Tak ada skor, tak ada layar, hanya tawa, peluh, dan semangat.

Permainan yang Kini Mulai Terlupakan

Kini, permainan ini perlahan memudar dari ingatan kolektif. Anak-anak lebih akrab dengan gim daring dan aplikasi hiburan instan. Padahal Bethet Thing Thong bukan hanya permainan biasa. Ia mengajarkan interaksi sosial, ketangkasan fisik, serta kecintaan pada tradisi dan budaya.

Di balik kesederhanaannya, Bethet Thing Thong adalah potret masa kecil masyarakat Yogyakarta tempo dulu, sebuah warisan yang sepatutnya tak lekang oleh zaman.

error: Content is protected !!