Actadiurna

Nur Afifah Balqis, Koruptor Termuda di Indonesia yang Tak Kapok

×

Nur Afifah Balqis, Koruptor Termuda di Indonesia yang Tak Kapok

Sebarkan artikel ini
Nur Afifah Balqis, Koruptor Termuda di Indonesia yang Tak Kapok
Doc. Foto: ANTARA

KOROPAK.CO.ID – JAKARTA – Di usia yang baru menginjak 24 tahun, Nur Afifah Balqis telah mencatatkan namanya dalam sejarah kelam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ia bukan peraih prestasi akademik atau aktivis muda yang membanggakan. Ia justru menjadi simbol baru dari wajah korupsi generasi muda: muda, berpendidikan, berkuasa namun rakus.

Nama Nur Afifah pertama kali mencuat pada awal 2022. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Ia tak sendirian. Bersamanya, turut ditangkap Bupati Abdul Gafur Mas’ud dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang mengejutkan publik. Afifah adalah Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan. Jabatan yang barangkali terlalu besar untuk usianya, namun cukup memberinya akses terhadap jaringan kekuasaan dan aliran dana politik lokal.

KPK menyebut, uang suap senilai Rp5,7 miliar mengalir melalui rekening milik Afifah. Salah satu transaksi bahkan terekam saat ia membawa koper berisi uang. Jaksa mencatat, masih tersisa Rp447 juta dalam penguasaan rekannya saat operasi digelar.

Atas perbuatannya, Afifah dijatuhi hukuman empat tahun enam bulan penjara, denda Rp300 juta, dan kini mendekam di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Kalimantan Timur.

Baca: PPATK Temukan Dana Bansos Mengalir ke Judol dan Terorisme

“Eksekusi putusan telah dilaksanakan oleh jaksa,” ujar Ali Fikri, juru bicara KPK saat itu, 13 Oktober 2022.

Namun perkara Nur Afifah lebih dari sekadar hitungan pasal dan nominal uang. Ia mencerminkan fenomena yang lebih luas, regenerasi budaya korupsi yang tak kunjung patah. Di saat publik berharap munculnya pemimpin muda berintegritas, justru muncul generasi baru yang mempelajari politik dari sisi gelapnya.

Afifah bukan hanya koruptor muda. Ia juga bagian dari potret generasi yang tumbuh di tengah glamor politik dan gemerlap media sosial.

Akun Instagram-nya, @nafgis_, sempat menjadi bahan gunjingan publik karena menampilkan gaya hidup mewah, mobil BMW, pesta, dan foto mesra dengan Bupati Gafur. Gaya hidup yang kontras dengan realitas sebagian besar rakyat di daerah yang diawakilinya.

Kini, publik bertanya, apakah Nur Afifah hanya satu dari banyak Nur-Nur lain yang menunggu giliran? Di negeri yang mencatat skor korupsi stagnan dan reformasi politik setengah hati, harapan atas generasi muda bersih bisa dengan mudah patah, jika sistem tak berubah. Republik ini barangkali sedang kehabisan teladan, bukan kehabisan pemuda.

error: Content is protected !!