Actadiurna

Kota Tasikmalaya Atur Ulang Jam Sekolah, Tidak Saklek Pukul 06.30 WIB

×

Kota Tasikmalaya Atur Ulang Jam Sekolah, Tidak Saklek Pukul 06.30 WIB

Sebarkan artikel ini
Kota Tasikmalaya Atur Ulang Jam Sekolah, Tidak Saklek Pukul 06.30 WIB
Doc. Foto: Intagram/Disdikkotatasik

KOROPAK.CO.ID – TASIKMALAYA – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya resmi menyesuaikan jam masuk sekolah di seluruh jenjang pendidikan, menyusul terbitnya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 58 Tahun 2025 tentang jam efektif belajar. Penyesuaian itu dilakukan untuk menyelaraskan arahan Pemerintah Provinsi dengan situasi riil di lapangan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, menyebut surat edaran itu menjadi pedoman umum yang tidak diterapkan secara kaku.

“Kami akomodatif terhadap arahan provinsi, tapi pelaksanaannya kami sesuaikan dengan kondisi lokal,” kata Tedi kepada wartawan sebagaimana dilansir dari laman RMOL Jabar, Senin, 14 Juli 2025.

Dalam edaran tersebut, jam masuk sekolah disarankan dimulai pukul 06.30. Namun, Disdik Tasikmalaya menerapkan kebijakan berbeda untuk sejumlah jenjang. Anak-anak PAUD, TK, dan RA, misalnya, baru masuk pukul 07.30. Sementara siswa SD dan SMP tetap mengikuti waktu masuk pukul 06.30 sebagaimana anjuran edaran.

Tedi menjelaskan bahwa fleksibilitas dalam penerapan jam belajar menjadi kunci agar kebijakan ini tidak membebani sekolah maupun peserta didik. “Tidak ada satu sistem yang cocok untuk semua sekolah,” katanya.

Baca: Kepala KCD Wilayah XII Pastikan SPMB 2025/2026 Berjalan Tertib dan Transparan

Beberapa sekolah, kata dia, menerapkan sistem lima hari kerja, masuk dari Senin sampai Jumat pukul 06.30. Sekolah lain tetap menggunakan pola enam hari kerja, dengan jam masuk lebih siang, yakni pukul 07.00.

Disdik memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk memilih sistem belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing. “Yang penting ada pelaporan jelas dan komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar,” ujar Tedi.

Kebijakan ini, menurut dia, bukan semata-mata soal waktu belajar, melainkan juga menjaga keberlangsungan proses pendidikan yang sehat secara psikologis dan sosial. “Tujuan akhirnya bukan mengejar jam masuk pagi, melainkan iklim belajar yang efektif dan kondusif,” katanya.

Ia menambahkan, fleksibilitas justru menjadi kekuatan dalam dunia pendidikan hari ini, terutama di daerah dengan keragaman kondisi seperti Tasikmalaya. “Kita tidak sedang mencari sistem paling cepat, tapi paling cocok,” pungkasnya.

error: Content is protected !!