KOROPAK.CO.ID – TASIKMALAYA – Ratusan warga Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, mendatangi kantor desa pada Selasa pagi, 15 Juli 2025.
Mereka menuntut Kepala Desa Dede Egi Ramdani segera lengser dari jabatannya. Desakan itu muncul setelah dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan Dana Desa mencuat ke permukaan.
Demonstrasi berlangsung sejak pagi. Massa membawa spanduk dan pengeras suara, mengecam buruknya pengelolaan anggaran desa, mulai dari Dana Desa 2024, Alokasi Dana Desa, setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga insentif RT/RW dan kader kesehatan yang tak kunjung dibayarkan.
Mereka menilai ada kejanggalan yang belum dijelaskan pemerintah desa secara terbuka. “Warga sudah tidak percaya lagi. Dana desa harus dikelola untuk rakyat, bukan demi kepentingan pribadi,” kata Dede, salah satu warga yang ikut dalam aksi sebagaimana dilansir dari laman Radar.
Baca: Pilkades Serentak KBB di 41 Desa, Pemkab Siapkan Duit Rp 5,1 Miliar
Merespons tekanan warga, Dede Egi Ramdani akhirnya menyerah. Dalam surat pernyataan yang ditulis tangan dan dibubuhi materai, ia menyatakan mundur dari jabatannya. Ia mengaku pengunduran diri itu dilakukan atas desakan masyarakat dan para tokoh desa.
“Atas desakan masyarakat serta para tokoh yang disampaikan pada hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri,” tulis Dede dalam suratnya.
Ia juga mencantumkan identitas lengkap sebagai Kepala Desa Buniasih, beralamat di Kampung Nyalindung RT 002/RW 001. Dengan mundurnya Dede, jabatan kepala desa kini kosong dan menanti pengisian melalui mekanisme resmi.
Aksi ini menjadi cerminan kekecewaan publik terhadap praktik tata kelola anggaran di tingkat desa yang dinilai masih sarat persoalan. Warga berharap pengunduran diri ini menjadi titik awal perbaikan.











