Actadiurna

Merawat Kepedulian di Awal Tahun Hijriah: Pesantren Nurul Jihad dan Spirit Santunan Sosial

×

Merawat Kepedulian di Awal Tahun Hijriah: Pesantren Nurul Jihad dan Spirit Santunan Sosial

Sebarkan artikel ini
Merawat Kepedulian di Awal Tahun Hijriah: Pesantren Nurul Jihad dan Spirit Santunan Sosial
Dokumentasi Foto: SMRphotography

KOROPAK.CO.ID – TASIKMALAYA – Tahun Baru Islam bukan sekadar penanda waktu yang berpindah. Bagi sebagian umat, ia adalah momen tasyakur, mengingat kembali perjalanan ruhani sekaligus menyusun niat baru untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang.

Di Pondok Pesantren Nurul Jihad, Kampung Ciloa, Desa Cibatu, Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, pergantian kalender Hijriah 1447 H akan diisi dengan kegiatan yang jauh dari hingar bingar perayaan. Mereka memilih jalan sunyi namun bermakna: menyantuni anak yatim, fakir miskin, dan para lansia.

Direncanakan berlangsung pada Minggu, 20 Juli 2025, kegiatan ini akan dipusatkan di halaman Masjid Nurul Ihsan, jantung spiritual dari pesantren tersebut. Di sinilah masyarakat sekitar akan berkumpul dalam sebuah kegiatan yang tidak hanya religius secara seremoni, tetapi juga menyentuh secara sosial.

Santunan ini bukan hal baru bagi Pesantren Nurul Jihad. Setiap tahun, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) setempat rutin menggelarnya. Namun di balik rutinitas itu, tersembunyi pesan penting yang seringkali luput: bahwa agama bukan hanya tentang doa dan ibadah individual, melainkan juga tentang tanggung jawab sosial yang harus dijalankan bersama.

Merawat Kepedulian di Awal Tahun Hijriah: Pesantren Nurul Jihad dan Spirit Santunan Sosial
Dokumentasi Foto: SMRphotography

Sebagaimana tersirat dalam Surah Al-Maa’un, Islam mengajarkan bahwa kesalehan seseorang tak hanya dinilai dari ritual, tetapi juga dari sejauh mana ia peduli terhadap anak yatim dan orang miskin. Maka, kegiatan seperti ini bukan hanya bagian dari budaya pesantren, tapi cermin dari ketaatan yang konkret terhadap perintah Alloh SWT.

Kegiatan akan dimulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan doa bersama, tausiyah, lalu dilanjutkan dengan penyerahan bantuan. Lebih dari sekadar ajang berbagi, acara ini menjadi ruang untuk membangkitkan kembali empati kolektif, mengajak siapa pun yang hadir untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap penderitaan orang lain, serta menjadikan kedermawanan sebagai wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT.

Di tengah masyarakat yang kian terfragmentasi oleh sekat-sekat sosial dan ekonomi, kegiatan ini adalah pengingat bahwa solidaritas masih mungkin dibangun, dimulai dari hal-hal kecil dan lokal. Dan di sinilah pesantren mengambil peran strategis, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat penggerak nilai-nilai kemanusiaan.

Karena sejatinya, tahun baru bukan hanya soal bergantinya angka. Ia adalah ajakan untuk memperbarui niat, memperkuat ikatan, dan menghidupkan kembali kepedulian yang mungkin sempat terabaikan.

error: Content is protected !!