KOROPAK.CO.ID – TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali mengusulkan kelanjutan pembangunan Stadion Kaliki yang telah terbengkalai lebih dari satu dekade. Usulan tersebut akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2026.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan, mangkraknya proyek stadion di kawasan Kaliki tidak hanya mencoreng wajah infrastruktur daerah, namun juga membuka ruang bagi praktik-praktik menyimpang.
“Stadion Kaliki itu sudah lama tidak terurus. Banyak yang memanfaatkannya untuk hal-hal negatif, mulai dari tempat mesum hingga transaksi narkoba,” ujar Cecep dalam rapat pimpinan yang digelar di Pendopo baru Pemkab Tasikmalaya, sebagaimana dilansir dari laman TribunPriangan, Jumat, 18 Juli 2025.
Cecep mengatakan, dirinya telah menyampaikan aspirasi ini dalam kunjungannya ke Komisi V DPR RI. Tak hanya Stadion Kaliki, relokasi Pasar Singaparna juga masuk dalam pembahasan.
“Saya baru saja dari pusat, salah satu yang saya bicarakan adalah stadion Kaliki. Ini sudah saya usulkan, bukan sekadar rencana lagi,” ucap Cecep.
Baca: Menelusuri Sejarah Stadion Gajayana, Stadion Tertua di Indonesia
Meski belum ada kepastian realisasi, Cecep optimistis pemerintah pusat maupun provinsi dapat merespons usulan tersebut. “Kita hanya bisa berikhtiar dan terus berdoa. Mudah-mudahan segera direalisasikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Selamat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mendorong percepatan proyek ini.
“Sudah direncanakan melalui bantuan provinsi tahun 2026. Anggarannya sekitar Rp 400 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana stadion,” kata Aam.
Namun Aam menyadari bahwa keputusan akhir berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kita sudah bantu revisi DED (Detail Engineering Design), tapi tentu kebijakan anggaran ada di provinsi. Kita tinggal menunggu apakah ini masuk dalam skala prioritas,” ujar dia.
Stadion Kaliki yang digagas lebih dari satu dekade lalu sempat digadang-gadang sebagai ikon olahraga Kabupaten Tasikmalaya. Namun hingga kini, proyek tersebut belum rampung dan malah menjadi ruang kosong yang luput dari pengawasan.











