Actadiurna

Prabowo Ungkap Pulau Galang Siap Tampung Korban Perang Gaza

×

Prabowo Ungkap Pulau Galang Siap Tampung Korban Perang Gaza

Sebarkan artikel ini
Prabowo Ungkap Pulau Galang Siap Tampung Korban Perang Gaza
Doc. Foto: Ulasan.co

KOROPAK.CO.ID – JAKARTA – Pemerintah menyiapkan Pulau Galang di Kepulauan Riau untuk menampung dan merawat sementara warga Gaza, Palestina, yang menjadi korban perang. Pulau seluas 80 kilometer persegi ini bukan nama baru dalam sejarah kemanusiaan Indonesia.

Pada 1979–1996, kawasan ini menjadi kamp pengungsi manusia perahu Vietnam. Dua dekade kemudian, Pulau Galang kembali dihidupkan sebagai rumah sakit khusus pasien Covid-19.

Rencana penggunaan Pulau Galang untuk warga Gaza disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Menurut Hasan, Presiden Prabowo Subianto memberi arahan dalam rapat kabinet sehari sebelumnya agar Indonesia menyiapkan fasilitas pengobatan untuk sekitar 2.000 korban perang Gaza. “Mereka yang luka-luka, kena bom, atau tertimpa reruntuhan,” ujarnya.

Pulau Galang dipilih karena memiliki infrastruktur rumah sakit yang pernah difungsikan sebagai pusat observasi Covid-19. Selain pengobatan, lokasi ini dapat menampung keluarga korban perang yang mendampingi pasien.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan alternatif lokasi lain, tapi Pulau Galang menjadi opsi utama karena kesiapan fasilitasnya. “Dulu sudah dipakai untuk perawatan Covid, jadi infrastrukturnya ada,” katanya.

Jejak kemanusiaan Pulau Galang dimulai pada 1979, saat Indonesia di bawah Presiden Soeharto menampung ribuan pengungsi Vietnam atau Vietnamese Boat People.

Baca: Israel Siap Blokir Kapal Amal Greta Thunberg Menuju Gaza

Gelombang kedatangan manusia perahu itu terjadi pasca kemenangan Komunis di Vietnam dan jatuhnya Saigon, April 1975. Rasa takut terhadap pemerintahan baru mendorong mereka mengarungi laut menuju negara-negara tetangga.

Laporan PBB tahun 1979 mencatat 43 ribu manusia perahu sudah masuk ke Indonesia. Pemerintah menetapkan Pulau Galang sebagai penampungan utama, memisahkan pengungsi dari penduduk lokal.

Di sini, mereka mendapat pendidikan, kursus bahasa, dan perlindungan di bawah koordinasi UNHCR. Jumlah penghuni kamp bertambah hingga mencapai puluhan ribu sebelum mulai dikosongkan pada 1994.

Pulau Galang kembali aktif pada Maret 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah membangun Rumah Sakit Khusus Infeksi dengan anggaran Rp400 miliar.

Meski dirancang untuk 1.000 pasien, rumah sakit itu mulai beroperasi saat baru siap menampung 360 pasien. Pada April 2021, kapasitas hampir penuh akibat lonjakan kasus, banyak di antaranya pekerja migran dari Malaysia dan Singapura.

Kini, dalam bab sejarah yang baru, Pulau Galang bersiap menerima tamu dari belahan dunia lain—korban perang Gaza. Jika rencana ini terwujud, pulau ini akan kembali menjadi saksi pertemuan kemanusiaan lintas bangsa dan zaman.

error: Content is protected !!