Muasal

Bir Jawa dan Jejak Sejarah Minuman Rempah dari Keraton Yogyakarta

×

Bir Jawa dan Jejak Sejarah Minuman Rempah dari Keraton Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Bir Jawa dan Jejak Sejarah Minuman Rempah dari Keraton Yogyakarta

KOROPAK.CO.ID – Di balik hiruk pikuk Yogyakarta yang kental akan tradisi, terdapat sebuah minuman yang menyimpan kisah panjang tentang pertemuan budaya Jawa dan Eropa: bir jawa.

Meski namanya mengandung kata “bir”, minuman ini sama sekali tidak memabukkan. Justru sebaliknya, bir jawa dikenal sebagai minuman penghangat yang berkhasiat bagi kesehatan.

Jejak bir jawa dapat ditelusuri hingga era pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII pada abad ke-19. Pada masa itu, bir Eropa menjadi minuman yang kerap disajikan untuk para pejabat Belanda.

Namun karena mahalnya biaya mendatangkan bir dari luar negeri, pihak keraton berinovasi menciptakan alternatif lokal.

Mereka meracik minuman dari rempah-rempah Nusantara, secang, serai, cengkeh, kayu manis, jahe, pala, merica, mesoyi, cabe jawa, hingga kapulaga lalu menambahkan perasan jeruk nipis.

Baca: Bir Jawa, Minuman Tradisional Khas Jogja yang Tidak Memabukkan

Hasilnya, warna merah minuman secang berubah menjadi oranye keemasan, menyerupai bir Eropa. Sejak saat itu, minuman ini dikenal dengan nama bir jawa.

Di lingkungan keraton, bir jawa memegang fungsi strategis. Saat jamuan resmi, bir Eropa hanya disajikan untuk tamu-tamu penting seperti Sri Sultan, para pangeran, dan perwakilan Belanda, sementara bir jawa diberikan kepada hadirin lainnya.

Cara ini bukan hanya menjaga agar para tamu tidak mabuk, tetapi juga menghemat biaya tanpa mengurangi kehormatan upacara. Lebih dari sekadar minuman simbolik, bir jawa memiliki manfaat kesehatan.

Kandungan rempahnya dipercaya dapat memulihkan stamina, menghilangkan rasa lelah, dan menghangatkan tubuh, menjadikannya cocok dikonsumsi pada malam hari atau di cuaca dingin.

Hingga kini, bir jawa tetap menjadi warisan kuliner yang merekam jejak interaksi budaya sekaligus melestarikan kearifan lokal Yogyakarta.

error: Content is protected !!