KOROPAK.CO.ID – Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperingati setiap bulan Rabiul Awal, menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Peringatan ini tidak sekadar ritual keagamaan, tetapi juga wujud kecintaan umat kepada Rasulullah SAW melalui tradisi dan kegiatan sosial yang khas di setiap daerah.
Menurut buku Tradisi-tradisi Islam Nusantara Perspektif Filsafat dan Ilmu Pengetahuan karya Puji Rahayu, perayaan Maulid Nabi di Indonesia sarat makna dan mengandung nilai-nilai sosial, budaya, serta spiritual yang mendalam.
Berbagai tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang unik di Nusantara antara lain:
1. Sebar Udikan di Madiun
Masyarakat Madiun merayakan Maulid dengan menyebarkan koin di halaman rumah warga. Koin yang jumlahnya mencapai belasan juta rupiah diperebutkan oleh peserta, sebagai simbol kedermawanan dan rasa syukur.
2. Bale Saji di Bali
Di Bali, masyarakat mengarak Bale Saji, hiasan yang berisi bunga, telur, dan kertas, melambangkan kehidupan dan kelahiran. Bale Saji kemudian didoakan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.
3. Kuah Beulangong di Aceh
Di Aceh, perayaan Maulid ditandai dengan memasak kuah beulangong, hidangan daging sapi atau kambing berbumbu rempah, dalam belanga besar. Proses memasak dilakukan oleh kaum laki-laki sebagai simbol kebersamaan dan tanggung jawab sosial, dan hidangan dibagikan kepada masyarakat.
4. Keresan di Mojokerto
Tradisi Keresan mirip panjat pinang. Masyarakat memanjat pohon kersen untuk mengambil hadiah yang digantung, menjadi ajang kebersamaan dan hiburan masyarakat.
5. Bungo Lado di Padang Pariaman
Di Padang Pariaman, keluarga membuat pohon hias dari daun khusus sebagai simbol kebahagiaan. Pohon ini kemudian disumbangkan ke panti asuhan, menekankan nilai kepedulian sosial.
6. Mengarak Telur di Banyuwangi
Baca: Sejarah Maulid Nabi Pertama Kalinya Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional
Di Banyuwangi, ratusan telur ditancapkan pada batang pisang dan wadah nasi lauk, kemudian diarak ke masjid. Telur dan hidangan didoakan sebelum dibagikan untuk disantap bersama, menekankan rasa syukur dan kebersamaan.
7. Shalawat Nabi di Lombok
Masyarakat Lombok memperingati Maulid dengan pembacaan shalawat Nabi dan syair Al-Barzanji, diikuti lomba dan arak-arakan keliling kampung. Tradisi ini mempererat rasa kebersamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW.
8. Baayun Mulud di Kalimantan Selatan
Di Kalimantan Selatan, masyarakat Banjar mengayun bayi sambil membaca syair maulid. Tradisi ini mengekspresikan rasa syukur atas kelahiran Nabi sekaligus doa agar anak-anak tumbuh sehat dan penuh berkah.
9. Baca Kitab Al-Barzanji di Jepara
Di Jepara, tradisi Maulid diisi pembacaan kitab Al-Barzanji, tausiyah, dan doa bersama. Tradisi ini memperkuat iman dan menanamkan nilai keteladanan Rasulullah SAW.
10. Rammang-Rammang di Sulawesi Selatan
Di Sulawesi Selatan, tradisi Rammang-Rammang melibatkan arak-arakan paket makanan di sungai menggunakan puluhan perahu, dilengkapi ribuan telur hias sebagai simbol keberkahan. Tradisi ini juga mengekspresikan syukur atas nikmat alam.
11. Grebeg Maulud di Yogyakarta dan Surakarta
Di keraton Yogyakarta dan Surakarta, Grebeg Maulud menampilkan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi. Tumplak wajik dan pemukulan kentongan menandai awal prosesi, diikuti pengarakannya ke masjid agung dan doa bersama. Masyarakat kemudian berebut isi gunungan yang diyakini membawa berkah.
12. Tradisi Ketupat di Sampang, Madura
Di Sampang, masyarakat membuat ketupat dari janur yang kemudian dibawa ke pondok pesantren. Tradisi ini melambangkan gotong royong, penghormatan kepada ulama, dan rasa syukur, dengan shalawat dan doa yang dipimpin kiai menambah makna spiritual.
Melalui berbagai tradisi ini, peringatan Maulid Nabi SAW di Indonesia menampilkan kekayaan budaya lokal, nilai sosial, dan spiritual yang membentuk karakter umat Islam sekaligus menjadi pengingat akan kecintaan mendalam kepada Rasulullah SAW.











