Koropak.co.id – Tasikmalaya – Roadshow Staf Khusus Presiden RI bidang UMKM dan Teknologi Digital di Tasikmalaya menuai sorotan. Bisnis Development Center (BDC) Amanah Sukapura menilai pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang digelar, Jumat, 5 September 2025, tidak terencana dengan matang dan terkesan asal-asalan.
Ketua BDC Amanah Sukapura, Benk Haryono, menilai acara berskala nasional semestinya dipersiapkan lebih serius. Ia menyoroti jumlah peserta yang terlalu banyak untuk format pelatihan. Menurutnya, idealnya pelatihan hanya diikuti 50 orang agar efektif.
“Dengan mengundang peserta UMKM dalam jumlah besar, pelaksanaan ini terlihat tidak terkonsep. Seperti asal ada kegiatan dengan branding panggung Staf Khusus Presiden Republik Indonesia,” ujar Benk kepada wartawan.

Baca: Roadshow Stafsus Presiden Tiar Karbala di Tasikmalaya Tuai Keluhan UMKM
Selain itu, Benk mengkritik Stafsus Presiden Tiar Karbala yang dianggap tidak peka terhadap kondisi UMKM. Ia menyesalkan para pelaku usaha kecil harus meninggalkan pekerjaan sehari-hari tanpa ada kompensasi biaya transportasi.
Lebih jauh, ia menilai panitia seharusnya menyediakan akses daring agar tidak membebani peserta yang jauh dari kota. “Apalagi yang dibahas soal teknologi digital. Panitia seharusnya menyiapkan link Zoom untuk UMKM yang jauh, sehingga tidak perlu keluar ongkos dan aktivitas usaha tidak terganggu,” katanya.
BDC Amanah Sukapura menuntut pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara. Mereka khawatir kegiatan ini hanya menjadi ajang pencitraan politik.
“Jangan sampai UMKM dijadikan objek pencitraan roadshow Stafsus Presiden dengan gemerlap acara berskala nasional yang sekadar dilaporkan sebagai agenda kunjungan ke daerah,” pungkasnya.









