Memoar

Rahmah El Yunusiyah, Perempuan Pertama Dunia yang Raih Gelar Syaikhah

×

Rahmah El Yunusiyah, Perempuan Pertama Dunia yang Raih Gelar Syaikhah

Sebarkan artikel ini
Rahmah El Yunusiyah, Perempuan Pertama Dunia yang Raih Gelar Syaikhah dari Al-Azhar
Doc. Foto: Halo Indonesia News

KOROPAK.CO.ID – “Kalau saya tidak mulai dari sekarang, maka kaum saya akan tetap terbelakang.” Kata-kata itu menjadi pijakan hidup Rahmah El Yunusiyah, seorang tokoh revolusioner yang lahir pada 29 Desember 1900 di Padang Panjang, Sumatra Barat.

Bungsu dari lima bersaudara dalam keluarga ulama terkemuka, Rahmah sejak kecil mendapatkan pendidikan agama yang mendalam, membentuk dasar dari perjalanan panjangnya dalam memperjuangkan pendidikan perempuan.

Pada 1 November 1923, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyah Puteri, sekolah Islam khusus perempuan pertama di Indonesia. Langkah ini terinspirasi dari kakaknya, Zainuddin Labay El Yunusy, pendiri Diniyyah School pada 1915, tempat Rahmah belajar selama tiga tahun.

Dari pengalaman itu, ia menyadari bahwa perempuan pada masa itu jarang mendapatkan akses pendidikan yang memadai, di tengah paradigma yang menganggap pendidikan tinggi untuk perempuan sia-sia.

Madrasah Diniyah Puteri awalnya menampung 71 siswa, banyak di antaranya ibu muda. Di sekolah ini, Rahmah menekankan pembelajaran agama dan bahasa Arab, namun juga melengkapi kurikulum dengan keterampilan praktis, mulai dari menulis latin, berhitung, kesehatan, hingga berenang, musik, dan anyaman.

Dedikasinya dalam penggalangan dana juga luar biasa; pada 1927, ia berhasil mengumpulkan 1.500 gulden dalam tiga bulan untuk membangun asrama dan fasilitas sekolah.

Baca: Tidjah, Perempuan Madura dan Jejaknya di Barisan Tjakra

Selain Diniyah Puteri, Rahmah merintis beberapa sekolah lain, termasuk Menyesal School (1925), Yunior Institut Putri (1938), HIS, DAMAI, dan Kulliyatul Mu’allimin El-Islamiyah.

Ambisinya membangun pendidikan tinggi perempuan terwujud melalui Akademi Puteri Diniyah pada 1964, yang kemudian menjadi Fakultas Tarbiyah dan Dakwah resmi pada 1967, dengan ijazah setara Sarjana Muda diakui secara nasional.

Puncak pengakuan internasional datang pada 1957, ketika Rahmah dianugerahi gelar Syaikhah oleh Universitas Al-Azhar Mesir, menjadi perempuan pertama di dunia yang menerima gelar kehormatan tersebut.

Sistem pendidikannya yang progresif bahkan menginspirasi lahirnya Kulliyatul Banat, fakultas khusus perempuan di Universitas Al-Azhar pada 1962.

Rahmah El Yunusiyah bukan sekadar pendidik, tetapi pelopor transformasi sosial bagi perempuan Indonesia, menghadirkan akses pendidikan formal yang menembus batasan tradisi dan membentuk generasi perempuan yang terdidik dan mandiri.

error: Content is protected !!