Muasal

Misteri Gunung Tidar, Kisah Syekh Subakir Meruqyah Tanah Jawa dari Jin dan Dedemit

×

Misteri Gunung Tidar, Kisah Syekh Subakir Meruqyah Tanah Jawa dari Jin dan Dedemit

Sebarkan artikel ini
Misteri Gunung Tidar, Kisah Syekh Subakir Meruqyah Tanah Jawa dari Jin dan Dedemit

Koropak.co.id – Gunung Tidar di Kota Magelang bukan sekadar bukit yang berdiri di tengah kota. Ia menyimpan kisah tua, tentang perjumpaan Islam dengan keyakinan lokal, tentang pertempuran gaib antara seorang ulama asal Persia dan penjaga tanah Jawa.

Menurut Babad Tanah Jawa, Syekh Subakir ulama ahli ruqyah dari Persia, diutus ke Jawa pada tahun 1404 Masehi. Tugasnya bukan sembarangan, menumbal tanah Jawa dari kekuatan gaib yang konon menjadi penghalang masuknya Islam.

Kala itu, Pulau Jawa digambarkan sebagai belantara angker. Jin, dedemit, dan lelembut menguasai tanah ini. Mereka bisa menjelma menjadi ombak besar yang menenggelamkan kapal, badai yang meluluhlantakkan daratan, hingga hewan buas yang mencelakakan manusia.

Syekh Subakir datang dengan ilmu ruqyah dan pusaka tombak Kyai Sepanjang. Namun, perlawanan datang dari Sabda Palon atau Kyai Semar, tokoh yang diyakini sebagai pengasuh tanah Jawa selama ribuan tahun.

“Penghuni tanah Jawa pada saat itu adalah para dedemit, jin, dan setan. Eyang Ismoyo (Kyai Semar) diciptakan oleh Tuhan Sang Pencipta untuk momong tanah Jawa sampai 1100 tahun,” ujar Sumarlan juru kunci Gunung Tidar.

Pertempuran keduanya berlangsung dahsyat, tapi tak ada yang benar-benar menang. Hingga tercapai perjanjian damai. Syekh Subakir diperkenankan menyebarkan Islam, sementara Sabda Palon dan bala gaibnya berdiam di wilayah Pantai Selatan.

Salah satu ujian terbesar terjadi di Alas Purwo. Syekh Subakir ditantang mengubah bau busuk air sumur menjadi harum. Dari dua sumur yang ada, hanya satu yang berhasil diubahnya. sebuah Simbol kata sumber peneliti, bahwa kehidupan manusia ditempatkan lebih tinggi dibanding bangsa jin.

Gunung Tidar pun dipilih sebagai pusat dakwah. Letaknya yang berada tepat di tengah Pulau Jawa dianggap sebagai “paku bumi”. Di puncak Tidar, Syekh Subakir menancapkan pusaka Kyai Sepanjang sambil melafalkan doa-doa ruqyah. Sejak saat itu, diyakini tanah Jawa menjadi tenang dan layak dihuni manusia.

Kini, Gunung Tidar menjadi situs ziarah yang ramai dikunjungi. Ada tiga makam yang dikeramatkan yaitu makam Syekh Subakir, makam pusaka Kyai Sepanjang, dan makam Kyai Semar. Bentuk bangunan makamnya pun sarat simbol. lingkaran di makam Syekh Subakir, tumpeng kuning kerucut di makam Kyai Semar.

Tak hanya situs religi, Tidar juga memuat simbol kebangsaan. Di puncaknya berdiri Tugu Akmil, penanda keberadaan Akademi Militer di lembah gunung tersebut. Para taruna kerap diajak mendaki, bukan hanya melatih fisik, tetapi juga untuk menyerap sejarah dan kearifan lokal yang hidup di tanah Magelang.

Gunung Tidar dengan demikian bukan sekadar titik geografis di jantung Jawa. Ia adalah pertemuan mitos, sejarah, agama, dan kebangsaan. jejak panjang tentang bagaimana tanah Jawa pernah “diruqyah” sebelum benar-benar bisa dihuni manusia.

error: Content is protected !!