KOROPAK.CO.ID – JAKARTA – Sejumlah daerah di Jawa Barat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) usai ratusan hingga ribuan pelajar mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tidak serta-merta dihentikan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan MBG tetap berjalan sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.
“Terkait dengan kegiatan MBG, saya tetap diperintahkan oleh Pak Presiden melakukan percepatan-percepatan karena banyak anak, banyak orang tua yang menantikan kapan menerima makan bergizi gratis,” ujar Dadan dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.
Ia menyebutkan, penghentian hanya berlaku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah dalam penyediaan menu. Pihaknya tengah melakukan investigasi terkait insiden keracunan di beberapa wilayah.
Baca: BGN Hentikan Sementara 56 Dapur MBG Usai Kasus Keracunan Massal
“SPPG yang bermasalah sementara ini kita setop dulu karena ada kejadian yang harus dianalisis, diinvestigasi, sehingga kita akan tahu sebenarnya apa yang terjadi di tempat tersebut,” kata Dadan.
Meski ada desakan agar program dihentikan sementara, Dadan menyebut keputusan tetap berada di tangan Presiden. “Di luar perintah itu, saya tetap melaksanakan kecuali nanti Bapak Presiden mengeluarkan perintah lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Kabupaten Bandung Barat dan Garut telah menetapkan status KLB keracunan setelah ratusan pelajar jatuh sakit usai mengonsumsi menu MBG.











