KOROPAK.CO.ID – Bandung pada 5 Oktober 1950 menjadi saksi salah satu perayaan HUT TNI paling meriah di awal masa republik. Kota kembang yang kala itu masih sarat nuansa perjuangan, dipenuhi keramaian sejak pagi buta.
Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan peringatan ulang tahun kelima Tentara Nasional Indonesia, yang berakar dari Tentara Keamanan Rakyat, cikal bakal angkatan bersenjata Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebar di berbagai titik kota. Dari pusat kota hingga lapangan terbang, nuansa patriotisme dan kegembiraan bercampur menjadi satu, menghadirkan pesta rakyat sekaligus penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
Perayaan dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan atraksi perang-perangan di tengah kota. Para tentara menampilkan simulasi pertempuran yang begitu nyata, hingga sebagian warga Bandung sempat mengira peristiwa itu adalah peperangan sungguhan.
Warga berlarian mencari perlindungan sebelum akhirnya menyadari bahwa semuanya hanyalah pertunjukan. Meski sempat menimbulkan salah paham, atraksi tersebut justru menarik perhatian dan menambah semarak perayaan.
Baca: Inilah Sejarah Peringatan HUT TNI Pada 5 Oktober
Selepas atraksi, ribuan masyarakat bersama para tentara berkumpul di Lapangan Tegallega. Upacara khidmat digelar untuk memperingati HUT TNI sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan. Usai upacara, suasana berubah menjadi lebih riang dengan pertandingan olahraga serta demonstrasi kemampuan militer yang disambut tepuk tangan meriah penonton.
Tidak berhenti di Tegallega, rombongan TNI melanjutkan agenda ziarah ke dua makam pahlawan yakni Cikutra dan Ereveld Pandu. Selain menabur bunga, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi rumah sakit serta Corps Invaliden, wadah bagi para veteran cacat perang. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus wujud kepedulian pada mereka yang telah berkorban untuk republik.
Perayaan turut merambah ke Lapangan Terbang Andir, yang kini dikenal sebagai Bandara Husein Sastranegara. Angkatan Udara Republik Indonesia menggelar serangkaian acara, mulai dari pertandingan olahraga internal hingga pasar malam yang ramai dikunjungi warga. Area Andir pun berubah menjadi arena hiburan rakyat, melengkapi kemeriahan HUT TNI ke-5.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir sehari penuh di berbagai titik, peringatan HUT TNI tahun 1950 di Bandung tidak hanya menjadi ajang selebrasi militer. Ia juga menjelma sebagai perayaan rakyat, penuh kenangan, sekaligus cermin bagaimana TNI kala itu berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat yang baru saja meraih kemerdekaan.











