KOROPAK.CO.ID – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada jajaran birokrasi dan pejabat kementerian/lembaga terkait praktik mark up anggaran dalam pengadaan barang dan jasa.
Peringatan itu disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional 2026 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat, 28 November 2025.
“Saya kasih peringatan ya, para birokrat. Kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh semua. Mark up-mark up barang harga 10 juta dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” kata Prabowo. Ucapan tersebut disampaikan di hadapan jajaran menteri dan pejabat negara.
Prabowo meminta para menteri meningkatkan pengawasan terhadap struktur internal di institusi masing-masing. “Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu,” ujarnya.
Selain pengawasan, Presiden menegaskan pembersihan terhadap aparat yang bermain dalam pengadaan anggaran menjadi keharusan. “Saya kasih peringatan para menteri, para kepala badan, pejabat, bersihkan aparatmu semuanya itu,” kata Kepala Negara.
Baca: Prabowo Perintahkan Audit Layanan Kesehatan Usai Ibu Hamil di Papua Meninggal Ditolak 4 RS
Prabowo menekankan bahwa setiap rupiah anggaran negara dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya peningkatan kualitas pendidikan. “Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, untuk kepentingan perbaikan sekolah, kita butuh itu semua. Jangan mencuri uang rakyat,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung perkembangan teknologi digital yang memungkinkan masyarakat memberikan laporan secara langsung kepadanya. “Waspadai ya, ini banyak menteri di sini. Sekarang ada digital, rakyat, anak-anak di desa mana pun bisa langsung hubungan sama saya, yang capek aku,” kata Prabowo.
Presiden juga mengarahkan perhatian kepada kondisi pendidikan di daerah terpencil. Ia meminta pejabat melihat langsung situasi di lapangan, termasuk anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah. “Coba itu anak-anak yang ke sekolah harus nyebrang sungai tiap hari, bayangkan itu,” katanya.
Dalam acara tersebut ditayangkan rekaman video perjalanan anak-anak di berbagai daerah di Indonesia yang menembus arus sungai demi mencapai sekolah. “Ini koruptor-koruptor lihat ini, mereka ke sekolah basah, di sekolah basah, pulang basah,” ujar Prabowo menutup peringatannya.











