KOROPAK.CO.ID – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memantik sorotan setelah meminta tiga menteri melakukan tobat nasuha atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Permintaan itu disampaikan bersamaan dengan surat resmi yang ia kirimkan kepada tiga menteri tersebut. Tiga pejabat yang dimaksud yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan sebagai wujud komitmen kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha,” ujar Cak Imin, Senin, 1 Desember 2025.
Ia menegaskan tobat nasuha yang dimaksud merupakan evaluasi total atas kebijakan lingkungan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” kata Cak Imin.
Raja Juli: Cak Imin Sudah Minta Maaf
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan telah menerima pesan permintaan maaf dari Cak Imin terkait pernyataan tersebut.
Baca: KLH Cabut Izin Delapan Perusahaan Diduga Pemicu Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
“Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin, beliau sampaikan minta maaf… mengatakan bahwa bukan itu maksudnya. Beliau secara gentle minta maaf,” ujar Raja Juli dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Kamis, 4 Desember 2025.
Raja Juli meminta seluruh anggota kabinet menjaga kekompakan. “Semuanya adalah anak buah Pak Prabowo. Tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita,” ujarnya.
Bahlil: Kalau Tobat, Cak Imin Juga Harus Tobat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons langsung ajakan tobat tersebut. “Kalau pertaubatan nasuha, Cak Imin juga pertaubatan nasuha lah. Semuanya ya… semua kita harus evaluasi diri,” katanya di Istana, Kamis, 4 Desember 2025.
Bahlil menegaskan hanya Presiden Prabowo Subianto yang berwenang memerintah dirinya. “Yang bisa perintah saya Pak Presiden Prabowo. Saya fokus urus urusan rakyat dan apa yang diperintahkan Bapak Presiden. Saya lagi urus lokasi bencana,” ujarnya.











