Actadiurna

Belanja K/L Tak Terserap Rp4,5 Triliun, Pemerintah Klaim Defisit APBN Tetap Terjaga

×

Belanja K/L Tak Terserap Rp4,5 Triliun, Pemerintah Klaim Defisit APBN Tetap Terjaga

Sebarkan artikel ini
Belanja K/L Tak Terserap Rp4,5 Triliun, Pemerintah Klaim Defisit APBN Tetap Terjaga
Doc. Foto: stabilitas.id

KOROPAK.CO.ID – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sekitar Rp4,5 triliun anggaran negara dikembalikan oleh kementerian dan lembaga (K/L) karena tidak dapat dibelanjakan hingga akhir tahun anggaran.

Kondisi ini tentunya turut membantu pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen.

“Kalau nggak salah masih ada yang mengembalikan anggaran ke kita. Ini kan ada beberapa yang nggak bisa belanja. Kita lihat, harusnya sih masih aman di bawah 3 persen,” kata Purbaya saat ditemui di Istana Negara, Selasa (16/12).

Purbaya menjelaskan, sebelumnya nilai anggaran belanja K/L yang tidak terserap dan dikembalikan ke Kementerian Keuangan tercatat sebesar Rp3,5 triliun.

Namun, berdasarkan data terbaru, angka tersebut meningkat menjadi Rp4,5 triliun dan berpotensi terus bertambah. “Cuma ada lagi yang balikin yang kita belum rekapitulasi, belum dijumlahkan semua totalnya,” ujarnya.

Baca: Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan APBN Cukup Tangani Banjir Bandang Sumatra

Menurut Purbaya, fenomena anggaran yang tidak terserap sepenuhnya bukanlah hal baru. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, tidak pernah ada kementerian atau lembaga yang mampu menyerap anggaran belanja hingga 100 persen.

“Begini, setiap tahun nggak pernah ada yang pernah 100 persen keserap. Kita asumsikan awal 99 persen keserap, itu pun nanti ada yang kembalikan lagi. Jadi mungkin di bawah itu nanti (defisitnya),” kata dia.

Ia menilai kondisi tersebut membuat posisi fiskal pemerintah relatif aman, meskipun penerimaan pajak tahun ini diperkirakan tidak mencapai target. Dalam APBN 2025, pemerintah menetapkan target penerimaan pajak sebesar Rp2.189,3 triliun. Namun, outlook terbaru menunjukkan adanya potensi shortfall penerimaan.

Pemerintah sendiri menargetkan defisit APBN tahun ini maksimal sebesar 2,78 persen dari produk domestik bruto (PDB). Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan risiko penerimaan negara yang tidak optimal serta realisasi belanja yang lebih rendah akibat anggaran K/L yang tidak terserap sepenuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya optimistis defisit APBN hingga akhir tahun tetap berada dalam batas aman sesuai ketentuan fiskal yang berlaku.

error: Content is protected !!