Koropak.co.id, Jakarta – Tanggal 18 Juli menjadi peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, terlebih untuk Muhammadiyah. Itu merupakan momentum berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), tepatnya pada 18 Juli 1961.
Berdirinya IPM tidak lepas dari Muhammadiyah, organisasi Islam yang di antaranya berkonsentrasi pada pendidikan. Ada banyak sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dalam membina dan mendidik kadernya.
Selain itu, situasi politik di Indonesia era 60-an atau pada masa Partai Komunis Indonesia berkibar. Kondisi itu menjadi tantangan yang sangat berat bagi Muhammadiyah dalam menegakkan dan menjalankan misinya.
Oleh karena itulah didirikan IPM, sebagai salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung misi dan juga menjadi pelopor, pelangsung, serta penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Dengan demikian, kelahiran IPM memiliki dua nilai strategis, yakni sebagai aksentuator gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pelajar serta sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah di masa mendatang.
Baca: Milad Ke-109 Tahun, Muhammadiyah Jadi Organisasi Pergerakan Islam
Sebenarnya keinginan dan upaya para pelajar dalam membentuk organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak 1919-an. Namun, dalam pendiriannya selalu ada halangan dan rintangan dari berbagai pihak. Mereka baru mendapatkan titik terang ketika dilaksanakannya Konferensi Pemuda Muhammadiyah (PM) di Garut pada 1958-an.
Hasil konferensi PM tersebut memutuskan bahwa organisasi pelajar Muhammadiyah akan ditempatkan di bawah pengawasan PM. Hasil keputusan itu juga turut diperkuat pada Muktamar PM II yang berlangsung di Yogyakarta pada 24 s.d 28 Juli 1960 dengan memutuskan untuk membentuk IPM.
Setelah adanya kesepakatan antara Pimpinan Pusat PM dan Muhammadiyah, pada 15 Juni 1961, Majelis Pendidikan dan Pengajaran menandatangani peraturan bersama tentang organisasi IPM.
Kemudian pada Konferensi PM yang dilaksanakan di Surakarta 18 s.d 20 Juli 1961, pendirian IPM dimatangkan secara nasional. Syahdan, pada 18 Juli 1961 resmi dibentuk IPM. Setelah pembentukan itu, IPM menjadi salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan kaderisasi di kalangan pelajar.
Seiring berjalannya waktu, IPM menjadi organisasi dengan basis massa yang sangat besar dan jelas dengan anggotanya merupakan kalangan pelajar. IPM juga tersebar di 34 provinsi dan lebih dari 300 Kota dan Kabupaten di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, IPM bertransformasi menjadi organisasi pelajar terbesar di Indonesia.
Silakan tonton berbagai video menarik di sini:











