Memoar

Citra Sasmita: Perupa Berbakat dari Bali

×

Citra Sasmita: Perupa Berbakat dari Bali

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id – Citra Sasmita, seorang perupa asal Indonesia yang lahir pada 30 Maret 1990, telah meninggalkan jejak yang mengagumkan dalam seni rupa Indonesia. 

Karya-karyanya yang menggabungkan lukisan, seni instalasi, dan performance art telah memukau penonton di dalam dan di luar negeri. 

Salah satu prestasinya yang gemilang adalah meraih Gold Award Winner dalam kompetisi seni lukis UOB Painting of The Year 2017 kategori seniman profesional.

Latar belakang Citra Sasmita memberikan wawasan yang dalam tentang inspirasi dan perjuangannya dalam dunia seni. Dilahirkan di Tabanan, Bali, pada tahun 1990, ia tumbuh dalam keluarga seniman pertunjukan tradisi, yang telah memperkenalkannya pada kekayaan seni Bali sejak kecil. 

Meskipun menghadapi rintangan dalam mengejar cita-citanya sebagai perupa, Citra tetap gigih dalam mengekspresikan dirinya melalui seni. Pengalaman kuliah di bidang sastra dan ilmu fisika memberinya landasan yang unik dalam merumuskan gagasan-gagasan dalam karyanya.

Baca: Abdi Setiawan, Perupa yang Padukan Seni Lukis dan Patung di Setiap Karyanya

Pameran-pameran tunggal dan bersama telah menjadi panggung bagi Citra Sasmita untuk mengekspresikan visi seninya. Dari “Under The Skin” di Redbase Foundation, Yogyakarta, hingga “Maternal Skin” di Ghostbird + Swoon, Bali, karyanya terus menginspirasi dan menggugah pemirsa. 

Sebagai Finalis UOB Painting of The Year Exhibition dan peserta dalam berbagai pameran internasional seperti “Crossing: Beyond Baliseering” di Melbourne, Citra Sasmita terus menjelajahi batas-batas seni rupa kontemporer dengan keberanian dan inovasi.

Penghargaan yang diterimanya, termasuk Gold Award UOB Painting of The Year dan pengakuan sebagai finalis dalam berbagai kompetisi prestisius, menegaskan tempatnya di kancah seni rupa Indonesia. 

Karya-karyanya yang berani dan berbicara tentang isu-isu sosial dan budaya, terutama tentang identitas perempuan dan ketimpangan kelas sosial, telah membuatnya menjadi salah satu perupa yang paling menonjol dan berpengaruh dalam generasinya.

Baca juga: Kisah Wawan Gunawan, Perajin Terompet Pencak

error: Content is protected !!