Koropak.co.id – Roosilawaty, nama yang mungkin tidak asing bagi para pecinta seni dan budaya Indonesia. Dilahirkan pada tanggal 15 April 1936, ia membawa berbagai warna ke dalam panggung seni Indonesia sejak tahun 1950-an.
Sebelum meraih ketenaran sebagai seorang aktris, Roosilawaty telah menorehkan jejaknya sebagai seorang penyanyi dan penari. Bakatnya dalam seni tari telah membawanya meraih gelar juara dalam Kejuaraan Tari Serampang Duabelas tingkat nasional.
Prestasinya ini bahkan membawanya ke panggung internasional, saat ia diutus oleh Presiden Soekarno ke Pakistan untuk pertukaran kebudayaan.
Namun, bukan hanya di panggung seni Roosilawaty menunjukkan bakatnya. Ia juga membina rumah tangga yang bahagia, menikahi pianis Orkes Gumarang, Januar Arifin, dan dikaruniai tiga orang putra putri.
Akan tetapi takdir berkata lain ketika Januar Arifin meninggal karena sakit maag yang akut. Roosilawaty kemudian membangun rumah tangga yang baru dengan Kolonel Polisi Abdul Chalim Gani, dan dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang putra putri.
Baca: Profil Putu Wijaya: Budayawan Produktif dari Bali
Ketujuh anaknya membawa berkah dalam kehidupan Roosilawaty. Tak hanya mewarisi bakat seni, mereka juga turut mengembangkan bakat mereka di berbagai bidang seni, termasuk musik, seni peran, seni lukis, dan desain kostum.
Di sisi lain, perjalanan hidup Roosilawaty tidak selalu mulus. Pada tanggal 25 Februari 2009, dunia seni Indonesia kehilangan seorang tokoh penting.
Roosilawaty meninggal dunia di RS. Harapan Kita, Jakarta, akibat sakit jantung yang dideritanya. Pemakaman Roosilawaty dilangsungkan dua hari setelahnya, tepatnya tanggal 27 Februari 2009, di TPU Tanah Kusir.
Karya-karya Roosilawaty di dunia perfilman juga memberikan kontribusi berharga bagi perfilman Indonesia. Beberapa film yang pernah dibintanginya antara lain “Tjatut” (1956), “Delapan Pendjuru Angin” (1957), dan “Lembah Hidjau” (1963).
Karya-karya ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia, tetapi juga menjadi warisan seni yang abadi dari seorang legenda.
Baca juga: Siti Latifah Herawati Diah: Wartawan Legendaris Indonesia











