Seni Budaya

Mengenal Genderang Sisibah, Alat Musik Tradisional Khas Suku Pakpak

×

Mengenal Genderang Sisibah, Alat Musik Tradisional Khas Suku Pakpak

Sebarkan artikel ini

 

Koropak.co.id – Alat musik tradisional di Indonesia ada banyak sekali dan tak terhitung jumlahnya. Selain itu, di setiap daerah di Indonesia juga tentunya memiliki alat musik tradisionalnya sendiri. Salah satunya di Provinsi Sumatera Utara, ada alat musik tradisional khas suku Pakpak Bharat bernama Genderang Sisibah.

Diketahui, Genderang Sisibah ini merupakan instrumen musik tradisional yang terdiri dari sembilan buah sibah. Alat ini sendiri hampir mirip dengan gendang dan biasanya alat musik ini dihadirkan pada upacara-upacara adat.

Tak hanya itu saja, alat ini juga telah menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya untuk Suku Pakpak. 

Dilansir dari berbagai sumber, untuk memainkan alat musik ini diperlukan sebanyak delapan hingga sembilan pemusik yang biasanya dikenal dengan sebutan pande, atau orang yang pintar dan bijaksana.

Ensembel musik ini juga sering disebut “merkata genderang” atau berbunyi gendering dikarenakan bunyi yang dihasilkannya itu bukan sekedar bunyi-bunyian semata, melainkan juga ada beberapa kata ungkapan dan juga permohonan masyarakat.

Permohonan masyarakat itu mulai dari yang mengadakan upacara kepada roh leluhur, serta kekuatan lainnya yang ada dalam kepercayaan masyarakat Pakpak. Biasanya, Genderang Sisibah ini dihadirkan dalam upacara adat.

 

 

Baca : Pupuik Batang Padi, Alat Musik Tiup Sederhana dari Minangkabau

Contohnya seperti pada upacara adat perkawinan, lalu pesta mejan, dan juga peresmian rumah baru.

Kehadiran Genderang Sisibah ini tentunya menjadi pengabsahan akan status upacara yang akan dilaksanakan, yaitu upacara masyarakat atau dalam bahasa Pakpaknya “kerje mbaik” dengan tingkat yang terbesar dan tertinggi atau dalam bahasa Pakpak yaitu “male bulung simbernaik”.

Dalam menghadirkan ensembel musik ini atau Genderang Sisibah ini, biasanya masyarakat akan memberikan kerbau sebagai bentuk kurban yang akan disembelih.

Sehingga dengan demikian “kerje mbaik, male bulung simbernaik dan kerbo” itu pun menjadi syarat hadirnya alat musik tradisional suku Pakpak ini. Jadi, dalam penggunaan Genderang Sisibah ini tidak boleh sembarangan.

Hal itu dikarenakan adanya adat yang harus diikuti oleh pemain dan juga masyarakat itu sendiri.

Meskipun begitu, semua orang diizinkan untuk menghadirkan Genderang Sisibah, namun dengan catatan mereka sudah memenuhi seluruh unsur adat. Menariknya, genderang sisibah ini sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

error: Content is protected !!