Memoar

Lukman Hakim Nain: Ahli Sinematografi yang Mengukir Sejarah

×

Lukman Hakim Nain: Ahli Sinematografi yang Mengukir Sejarah

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id – Lukman Hakim Nain, lahir pada tanggal 2 Februari 1931 dan berpulang pada tanggal 15 April 2001, dikenal sebagai salah seorang sutradara film dan ahli tata sinematografi terkemuka dari Indonesia. 

Dalam dunia perfilman Indonesia, Lukman Hakim Nain telah meninggalkan jejak yang mendalam, menjadi salah satu juru kamera film nasional yang paling dihormati dengan menerima sejumlah Piala Citra prestisius.

Pria keturunan Minang ini adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, Nain Datuk Madjolelo, adalah seorang guru yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan. 

Lukman menuntut ilmu di SLA di Bukittinggi, Sumatera Barat, sebelum melanjutkan pendidikan informalnya dengan mengikuti berbagai kursus di Bandung dan Jakarta.

Kariernya dalam dunia perfilman dimulai pada tahun 1954, ketika ia bergabung sebagai asisten juru kamera di perusahaan Garuda Film. Lima tahun kemudian, ia naik pangkat menjadi juru kamera penuh dan terlibat dalam pembuatan film Holupis Kuntul Baris (1959), yang menandai debutnya sebagai sinematografer utama. 

Baca: Legenda Musik Indonesia: Kisah Hidup dan Karya Chrisye

Lukman Hakim Nain juga aktif sebagai sutradara, mengarahkan beberapa film termasuk Dikejar Dosa (1974), Malam Pengantin (1975), dan Cinta Rahasia (1976). 

Keahliannya dalam bidang tata sinematografi diakui dengan penghargaan empat Piala Citra untuk tata sinematografi terbaik, yang diterimanya atas kontribusinya dalam film Perkawinan (FFI 1973), Dikejar Dosa (FFI 1975), Cinta (FFI 1976), dan Badai Pasti Berlalu (FFI 1978).

Selain itu, Lukman Hakim Nain juga memiliki filmografi yang mencakup berbagai film di mana ia bertindak sebagai sinematografer, menyumbangkan keahliannya dalam mengabadikan momen-momen penting dalam sejarah perfilman Indonesia. 

Ia mendapatkan pengakuan lebih lanjut melalui penghargaan dari Festival Film Indonesia, dengan nominasi dan kemenangan dalam kategori Pengarah Sinematografi Terbaik.

Warisan Lukman Hakim Nain tidak hanya terletak pada karyanya yang mengesankan dalam bidang perfilman, tetapi juga pada dedikasinya yang tak tergoyahkan terhadap seni dan budaya Indonesia, yang membuatnya menjadi salah satu tokoh yang dihormati dalam sejarah perfilman Tanah Air.

Baca juga: Citra Sasmita: Perupa Berbakat dari Bali

error: Content is protected !!