Koropak.co.id – Ken Arok, yang juga dikenal sebagai Ken Angrok, adalah tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang hidup pada abad ke-13.
Kitab Pararaton menjadi sumber utama untuk memahami kisah hidupnya. Dari awalnya seorang berandal yang gemar berjudi dan merampok, Ken Arok menjalani perjalanan yang mengejutkan dalam sejarah Kerajaan Singasari dan Kerajaan Kediri.
Ken Arok muncul dalam sejarah setelah membunuh pemimpin Tumapel, Tunggul Ametung, agar bisa menikahi Ken Dedes.
Setelah peristiwa ini, ia menjadi penguasa Tumapel dan mendeklarasikan berdirinya Kerajaan Singasari. Gelarnya adalah Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi, dan masa pemerintahannya berlangsung dari tahun 1222 hingga 1247 Masehi.
Ada beberapa interpretasi tentang asal usul Ken Arok. Salah satu versi menyebut bahwa ia adalah anak Gajah Para, seorang pejabat daerah di Kerajaan Kediri, dan Ken Ndok.
Baca: Kisah Cinta Legendaris Ken Arok dan Ken Dedes Awali Sejarah Kerajaan Singasari
Namun, versi lain mengklaim bahwa ia adalah putra Dewa Brahma, dengan Tunggul Ametung sebagai inkarnasi Dewa Brahma. Ini menjadi dasar bagi legitimasi Ken Arok sebagai penguasa yang istimewa.
Pada puncak kekuasaannya, Ken Arok menggulingkan Raja Kertajaya dari takhta Kerajaan Kediri melalui perang. Namun, masa pemerintahannya berakhir tragis ketika ia dibunuh oleh Anusapati, anak Tunggul Ametung dan Ken Dedes, dengan keris Mpu Gandring pada tahun 1247.
Setelah kematiannya, Singasari berada dalam kepemimpinan yang singkat oleh Anusapati, yang juga tewas dalam pertarungan, dan kemudian Tohjaya, putra Ken Arok dan Ken Umang, mengambil alih takhta.
Kehidupan Ken Arok mencerminkan perjalanan dari kehidupan berandal hingga menjadi pemimpin yang memainkan peran penting dalam sejarah kerajaan-kerajaan Jawa di abad ke-13.
Baca juga: Sultan Agung, Sang Penguasa Mataram dan Peranannya dalam Penyerbuan ke Batavia











