Seni Budaya

Dari Lampung, Alat Musik Kompang Tetap Lestari

×

Dari Lampung, Alat Musik Kompang Tetap Lestari

Sebarkan artikel ini

Koropak.co.id, Lampung – Lampung merupakan provinsi paling selatan di Pulau Sumatra, dengan Ibu Kotanya yang terletak di Bandar Lampung. Sebagaimana sebuah daerah, Lampung sendiri memiliki beraneka ragam jenis musik, mulai dari tradisional hingga modern yang mengadopsi kebudayaan musik global. 

Adapun untuk jenis musik yang masih bertahan sampai dengan saat ini di provinsi berjuluk Sang Bumi Ruwai Jurai ini adalah jenis Musik Klasik Lampung yang biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. 

Disebutkan, jenis musik ini merupakan perpaduan antara budaya Islam dan budaya asli dari Lampung itu sendiri. Lampung juga memiliki alat musik tradisional yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Salah satunya adalah Kompang atau disebut juga dengan Khaddap.

Alat musik tradisional Khas Lampung ini selalu mengiringi upacara adat dan perayaan-perayaan besar di Lampung. Kompang merupakan sejenis alat musik tradisional yang termasuk dalam kategori musik gendang. Biasanya, kulit kompang sendiri terbuat dari kulit kambing.

Berdasarkan sejarahnya, alat musik tradisional ini berasal dari Arab. Namun ada juga yang mengatakan bahwa kompang berasal dari Parsi dan digunakan untuk menyambut kedatangan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam pada waktu itu.

Baca: Mempelajari Sejarah Husain bin Ali bin Abi Thalib dari Tari Tabot

Kompang ini terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari yang berukuran garis pusat sepanjang 22,5 centimeter, 25 centimeter, 27,5 centimeter dan ada juga yang mencapai 35 centimeter. 

Kompang juga dimainkan secara beregu baik dalam keadaan duduk, berdiri atau berjalan. Selain itu, kompang biasanya dimainkan dengan menggunakan kedua belah tangan yang masing-masingnya akan berfungsi untuk memegang dan memukul kompang. 

Selain itu, terdapat tiga rentak dalam permainan kompang, yaitu rentak biasa, rentak kencet, dan rentak sepulih. Sementara untuk rentak yang biasa dimainkan adalah rentak biasa. Sedangkan untuk rentak kencet adalah rentak yang dimainkan di tengah-tengah pukulan, lalu seolah-olah terhenti seketika. 

Sementara untuk rentak sepulih, dimainkan untuk kembali pada rentak lagu pertama. Menariknya, kompang ini hampir mirip dengan alat musik rebana. Di beberapa daerah di Lampung, alat musik Kompang juga disebut dengan Khaddap dan keberadaan alat musik ini erat dikaitkan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

error: Content is protected !!