Mengenal Lebih Dekat Masjid Agung Tasikmalaya

Koropak.co.id, 29 November 2021 17:26:50
Penulis : Eris Kuswara
Mengenal Lebih Dekat Masjid Agung Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Salah satu julukan untuk Kota Tasikmalaya adalah Kota Santri. Dan, keberadaan Masjid Agung Tasikmalaya menjadi bagian tak terpisahkan dari ikon kota ini.

Masjid Agung Tasikmalaya merupakan masjid megah, mewah nan luas. Berada tepat ditengah-tengah jantung kota. Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 6.000 meter persegi dengan luas bangunan 2.456 meter persegi tersebut menjadi saksi dari perjalanan sejarah Tasikmalaya.

Dihimpun dari berbagai sumber, Masjid Agung Tasikmalaya pertama kali dibangun pada tahun 1886 dan diresmikan pada tahun 1888. Sejak awal dibangun itu, luas tanahnya 6.000 meter persegi.

Kala itu, pengelolaan masjid ini pertama kalinya diserahkan kepada Raden Haji Abubakar yang juga pada masa itu masih merupakan keturunan dari pemerintahan Sumedang Larang.

Masjid Agung Tasikmalaya sempat mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama terjadi pada tahun 1923 atau tepatnya pada masa kepemimpinan Bupati Raden Adipati Wiratanuningrat. Saat itu, masjid tersebut mengalami renovasi dan diperluas.

Masjid yang terletak ditengah-tengah persimpangan antara Jalan HZ Mustofa, Jalan dr. Soekarjo, Jalan Yudanegara dan Jalan Otto Iskandar Dinata itu mengalami renovasi keduanya pada tahun 1939 pada masa Bupati RTA Wiradiputra. Setelah itu, masjid juga mengalami renovasi ketiga kalinya yang dilakukan berkisar pada tahun 1970-an atau pada saat kepemimpinan Bupati Husein Wangsaatmadja.

Namun pada waktu itu, bentuk masjid masih seperti aslinya dan belum berubah seperti saat ini. Kemudian sekitar tahun 1982 sampai dengan tahun 1987 renovasi kembali dilakukan. Renovasi di tahun tersebut, mulai mengubah bentuk awal masjid.
Bentuk awal Masjid Agung Tasikmalaya sangat mirip dengan Masjid Demak. Lalu kemudian, berubah konsep menjadi mirip seperti masjid Madinah di Makkah. Perubahan pada masa itu dilakukan Bupati dari Tasikmalaya, Hudli.

Renovasi terakhir terjadi di era reformasi. Tepatnya tahun 2002, konsep masjid seperti yang terlihat saat ini. Pemerintahan pada waktu itu berada dibawah kepemimpinan Bupati Suryana WH, dan total pengeluaran dana pada renovasi masjid sebesar Rp7,9 Miliar. Pada saat itu, peresmian kembali Masjid Agung Kota Tasikmalaya dilakukan oleh Wakil Presiden Hamzah Haz.

 


Baca : Ketahui 6 Masjid Tertua di Indonesia, Ada yang Berdiri Sejak 1288

Di samping mengandung nilai estetika, detail dari arsitektur masjid ini juga menekankan pada makna filosofis Islam. Lima buah atap yang ada di masjid tersebut mencerminkan kewajiban bagi kita untuk salat lima waktu dan lima perkara pada rukun Islam.

Sedangkan empat menaranya bermakna empat ilmu yakni ilmu bahasa Arab, syariat, sejarah dan filsafat. Selain itu, tiga bagian menara masjid juga mencerminkan tingkat kesempurnaan seorang muslim, yakni iman, Islam, dan ihsan. Menara dengan ketinggian 33 meter itu menyimbolkan jumlah zikir kepada Sang Pencipta dalam bentuk tasbih, tahmid, dan takbir.

Mempunyai fungsi sosial untuk masyarakat sekitar, membuat rumah ibadah ini di pusat Kota Tasikmalaya ini dilengkapi dengan taman yang rindang dan asri sehingga menjadikan masjid tersebut lebih teduh. Di salah satu bagian taman juga terdapat pendopo tempat meletakkan sebuah beduk.

Beduk tersebut tercatat sempat meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai beduk terbesar di Indonesia. Pada tahun 2006, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Tasikmalaya meraih penghargaan juara umum se-Jawa Barat karena dinilai berhasil memberdayakan umatnya melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi, salah satunya adalah dengan mendirikan koperasi.*

DKM Masjid Agung Tasikmalaya memang dikenal sangat aktif memanfaatkan masjid sebagai pusat pendidikan dan syiar Islam. Bukan melulu ritual ibadah saja, sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat juga dilakukan DKM.

Selain menjadi salah satu ikon untuk Kota Tasikmalaya, Masjid Agung Tasikmalaya juga menjadi pusat diadakannya berbagai kegiatan besar keagamaan Islam. Selain itu, beragam kegiatan syiar, ekonomi dan berbagai aktivitas dakwah dilaksanakan di masjid ini.

Letaknya yang sangat strategis di pinggir jalan protokol pusat kota, ditambah dengan aksen warna kuning emas pada atap dan empat menara yang mirip dengan menara Masjidil Haram membuat masjid ini menjadi pusat perhatian banyak orang.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Komentar

Legenda Kue Bandros, Kreatifnya Orang Sunda Olah Makanan

Koropak.co.id, 22 June 2022 12:24:53

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Bandros. Nama dan bentuknya pasti sudah menempel kuat di ingatan. Begitupun dengan rasanya. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga sudah tahu kudapan yang terbuat dari tepung beras dan kelapa, plus bahan tambahan lainnya itu.

Meskipun terbilang sebagai jajanan jadul alias ada sejak zaman dulu, sampai dengan sekarang kue bandros masih mudah didapatkan. Masih banyak pedagang yang menjajakannya, keliling di pemukiman warga atau di pasar-pasar.

Citarasanya melegenda. Kita bisa membayangkan rasanya bandros meski tidak menyantapnya. Gurih dan lembut di mulut. Bila ditambah gula pasir, rasanya menjadi unik. Rasa asin dan manis bercampur di lidah, memberikan rasa yang sederhana tapi membuat bahagia.

Sekilas, bentuk kue bandros terlihat seperti pukis, karena memang dicetak pada cetakan yang serupa. Cetakannya berbentuk setengah lingkaran, berjejer cukup banyak. Kendati begitu, keduanya memiliki rasa berbeda. 



Baca: Asal Usul Kue Balok, Warisan Pendudukan Belanda di Bumi Pasundan


Menilik sejarahnya, kue bandros sudah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya pada 1900-an. Saat itu mereka datang dengan memperkenalkan tepung di daerah Priangan dan kota Bandung.

Dulu, tepung terigu hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Oleh karena itulah, masyarakat kalangan bawah pun berusaha memutar otak agar mereka bisa menikmati olahan tepung dengan harga yang terjangkau. 

Dari sana mulailah dibuat olahan makanan dengan bahan tepung beras, yang ternyata justru menjadi salah satu makanan pokok orang Sunda kala itu. Sejak itulah muncul kue bandros dengan bahan tepung beras.

Kini, banyak orang yang membuat kue bandros dengan banyak varian rasa. Bukan hanya menawarkan rasa manis, asin, atau manis asin, tapi juga ada yang memberikan beragam toping, sehingga jadi lebih banyak pilihan rasa. Sebut saja misalnya bandros rasa keju, cokelat, susu dan lain-lain.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Asal Usul Dayeuhkolot, Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Bandung

Koropak.co.id, 22 June 2022 07:20:40

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Saat mendengar nama Dayeuhkolot, hal pertama yang terlintas dari pikiran kita mungkin banjir. Bisa jadi begitu. Tak salah memang, karena daerah yang di cekungan Bandung serta dilewati aliran sungai Citarum, itu membuatnya rawan banjir.

Setiap tahunnya, wilayah yang masuk pemerintahan Kabupaten Bandung itu selalu banjir. Saat musim penghujan yang sangat tinggi, bencana banjir di Dayeuhkolot tak bisa dielak. Tak hanya itu, pendangkalan yang terjadi di sungai Citarum turut memperparah banjir di sana.

Sebelum dikenal sebagai daerah langganan banjir, Dayeuhkolot memiliki sejarah yang panjang. Berjarak sekitar 18 kilometer dari Soreang, Ibukota Kabupaten Bandung, Dayeuhkolot berada di tengah jalur yang menghubungkan antara Kota Bandung menuju Baleendah dan Banjaran.

Daerah itu awalnya bernama karapyak yang berarti rakit penyeberangan yang terbuat dari batang-batang bambu. Saat itu merupakan pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang berlangsung hingga 1810-an, di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels.

Sampai 1810-an, Karapyak pun menjadi tempat kedudukan bagi para bupati Bandung. Bupati Bandung yang memimpin saat itu adalah R.A. Wiranatakusumah II dengan masa jabatan mulai 1794 s.d. 1829-an.

Dengan alasan ada daerah yang lebih berprospek untuk dikembangkan, Daendels memindahkan pusat pemerintahan kabupaten dari Karapyak ke tepi sungai Cikapundung. 



Baca: Pertumpahan Darah di Balik Awal Mula Gunungkidul


Akibatnya, Karapyak menjadi kota yang perlahan ditinggalkan. Semua hal yang berhubungan dengan pemerintahan hingga perekonomian juga turut beralih ke daerah yang baru.

Setelah itu, orang-orang menyebut Karapyak sebagai kota tua atau kota lama. Mulai dari sana, daerah Karapyak saat ini disebut sebagai Dayeuhkolot yang berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda yakni dayeuh yang berarti kota, dan kolot yang berarti tua.

Dan kini, Dayeuhkolot dikenal sebagai daerah banjir. Pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Pada 2020, misalnya, pemerintah membuat sodetan Cisangkuy hingga membangun terowongan air Nanjung. Setahun berikutnya, 2021, pemerintah juga membuat Kolam Retensi Andir.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Ragam Makanan Indonesia Berawal Bak, Ada Bakmoy yang Terdengar Asing

Koropak.co.id, 21 June 2022 12:15:39

Fauziah Djayasastra


Koropak.co.id - Ada banyak makanan di sekitar kita yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi bisa jadi tidak tahu bagaimana asal-usulnya. Bakso, misalnya. Siapa tidak tahu makanan berbentuk bulat itu? Bukan hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga sudah akrab dengannya.

Kendati begitu, belum banyak orang tahu atau mungkin juga tidak mencari tahu dari mana bakso berasal. Begitupun dengan bakmi atau makanan lainnya yang berawal bak. Ya, makanan berawal bak.

Kedatangan para pedagang dan pendatang dari berbagai negara ke Indonesia menghasilkan saling silang budaya, termasuk antara Indonesia dan Cina yang juga memengaruhi dunia kuliner. Salah satunya makanan berawalan kata bak-, yang dalam Bahasa Cina kata itu merujuk pada bahan pembuatannya yang berarti daging babi. Namun, makanan itu kemudian disesuaikan dengan masyarakat Indonesia melalui proses modifikasi. 

Lantas, apa saja kuliner hasil akulturasi tersebut?

1. Bakso

Siapa nyana jika makanan sejuta umat ini berasal dari Cina? Resep aslinya sendiri memanfaatkan daging babi. Namun bukan berarti semua bakso berbahan babi atau celeng. Masyarakat Indonesia telah memodifikasinya, sehingga sesuai dengan norma agama serta adat istiadat yang ada di Indonesia. Alhasil, dewasa ini bakso berbahan utama daging sapi giling. Bahkan bakso telah bervariasi dengan bahan ayam, ikan, maupun dipadukan dengan aneka seafood lain.

2. Bakwan

Gorengan yang sekarang terkenal dengan campuran aneka sayur kol dan wortel yang berpadu dengan tepung itu begitu disukai semua kalangan. Banyak juga yang mengkombinasikan bakwan dengan jagung dan juga udang.

Tapi jika menilik pada sejarah, agaknya penggunaan nama bakwan terbilang salah kaprah. Bagaimana tidak, bakwan sendiri merupakan nama lain bakso. Dalam Bahasa Cina, bakwan berarti daging bulat, serupa bakso. Namun, apalah arti sebuah nama.

3. Bakmoy

Namanya mungkin terdengar agak asing bagi orang awam, namun kuliner ini merupakan hasil perkawinan silang antara Cina dan Jawa. Bakmoy sendiri berasal dari kata Ban Mui yang komposisinya juga jelas menggunakan daging babi, dengan campuran daging ayam dan daging sapi.

Kabarnya, pencetus makanan ini adalah pria keturuan Tionghoa yang merantau ke Yogyakarta lalu menikah dengan perempuan Bali. Suatu saat, pria itu merindukan makanan Cina dan meminta istrinya memasak bakmoy.

Istrinya memasak bakmoy dengan mencampurkan ragam rempah ke dalam bakmoy buatannya. Akhirnya resep ini menyebar dan dimodifikasi oleh masyarakat Yogyakarta.



Baca: Sejarah Bakpia Yogyakarta, Hasil Akulturasi Perpaduan Dua Budaya


4. Bakpia

Bakpia yang identik dengan Yogyakarta itu asalnya bernama Tou Luk Pia yang artinya kacang hijau. Namun pada awalnya, orang Cina menggunakan daging sebagai isiannya. Kini, bakpia telah dimodifikasi menjadi beragam rasa dan varian.

5. Bakcang

Bakcang atau bacang kerap terdapat di kantin-kantin rumah sakit. Makanan berbahan beras dengan isian daging dan dibungkus daun bambu ini punya sejarah panjang. Bakcang wajib ada dalam perayaan pesta air bagi masyarakat Tionghoa.

Namun karena makanan ini hasil akulturasi dan telah dimodifikasi, bakcang tidak digunakan sebagai sesembahan oleh masyarakat Indonesia.

6. Bakpao

Makanan yang mirip dengan roti ini berbahan dasar tepung dan isian daging. Umumnya berbentuk bulat atau di bagian atasnya berbentuk menyerupai bunga. Konon resep ini pertama ditemukan oleh seorang ahli militer bernama Zhuge Liang. Kini, bakpao telah dimodifikasi dengan ragam varian isian seperti kacang atau cokelat. Mantap jika dinikmati selagi masih hangat.

7. Bakmi

Terakhir, ada bakmi yang kini banyak dijual, baik oleh pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima. Bakmi berasal dari Cina dan dikabarkan tercipta pada masa Dinasti Han Timur. Kuliner ini lantas memengaruhi negara-negara tetangga sampai Indonesia.

Berbahan mie dengan daging, kuliner ini konon lambang umur panjang serta kemakmuran hidup. Namun sekarang, banyak yang memadukan bakmi dengan toping seafood.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Hikayat Nasi Liwet, Kuliner Indonesia sebagai Upaya Berhemat

Koropak.co.id, 20 June 2022 07:30:25

Fauziah Djayasastra


Koropak.co.id - Kuliner berbahan utama nasi sudah banyak sekali di Indonesia, salah satunya adalah nasi liwet. Umumnya, nasi liwet disajikan dengan aneka lauk pauk semacam daging ayam, sayur-mayur, sambal, ikan asin, dan kerupuk.

Nasi liwet banyak dijumpai di wilayah Jawa, seperti Solo atau Surakarta, dan tentu saja di tanah Sunda. Walau lebih identik sebagai makanan khas Sunda, lengkap dengan jengkol dan petai sebagai lalapannya, nasi liwet sejatinya makanan khas asal Jawa.

Dalam buku Kuliner Surakarta: Mencipta Rasa Penuh Nuansa garapan Murdjati Gardjito, dkk, nasi liwet bukan berasal dari kaum keraton atau bangsawan. Melainkan tercipta dari masyarakat yang bermukim di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Sekitar tahun 1934, masyarakat desa tersebut mencoba berjualan nasi liwet ke wilayah Solo dan Surakarta. Itulah sebabnya nasi liwet dikenal oleh para bangsawan dan keraton.

Sementara nasi liwet khas Sunda lahir dari kalangan masyarakat petani. Mereka biasa membekali diri dengan makanan untuk sarapan dan makan siang. Oleh karenanya, nasi liwet dipilih sebagai cara untuk berhemat. 



Baca: Cerita Tentang Rengginang Hingga Jadi Penghuni Ilegal Kaleng Kue


Dikatakan hemat, sebab nasi liwet tidak hanya berupa nasi, melainkan sudah berikut campuran rempah dan ditambahkan ikan asin di dalamnya. Orang Sunda biasa membawanya dalam wadah semacam panci bernama kastrol yang ditutup rapat. Tujuannya tentu saja untuk menjaga nasi liwet tetap hangat.

Kalaupun ingin dihangatkan, kastrol bisa langsung ditaruh di atas pembakaran. Biasanya, liwet dinikmati dengan alas daun pisang. Ini membuat nasi liwet menjadi lebih beraroma dan terasa nikmat.

Nasi liwet biasa disajikan dalam acara kumpul-kumpul dengan teman, sesekali juga muncul dalam acara selamatan atau peringatan Maulid Nabi. Bahkan, nasi liwet juga hadir dalam upacara adat Wilujeng Jawa, seperti dalam midodareni pernikahan. 

Kini, nasi liwet banyak dilirik untuk dijadikan usaha skala rumahan atau menu andalan di sejumlah restoran modern.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Cerita Tentang Rengginang Hingga Jadi Penghuni Ilegal Kaleng Kue

Koropak.co.id, 14 June 2022 15:09:16

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Lebaran tiba, rengginang pun meraja. Cemilan kriuk berbentuk bulat itu hampir dipastikan ada di setiap rumah saat Hari Raya Idul Fitri. Entah apa alasannya, tapi yang pasti selalu tersaji di meja tamu atau ruang keluarga.

Rengginang merupakan sejenis kerupuk tebal dari beras ketan yang dibentuk bulat lalu dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering, rengginang digoreng dalam minyak panas.

Berbeda dari jenis kerupuk lain yang pada umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan, seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak begitu. Bahan rengginang tidak dihancurkan, sehingga membuat bentuk butiran ketannya masih terlihat.

Berbicara mengenai asal-usul rengginang sendiri masih menjadi perdebatan. Meskipun banyak yang menganggap bahwa rengginang berasal dari Betawi, bahkan ada yang mengatakan juga dari Jawa, namun sebenarnya camilan renyah ini berasal dari Jawa Barat dan Banten.

Banyak yang menduga bahwa rengginang tidak sengaja dibuat. Konon, pada awalnya masyarakat Jawa Barat kala itu ingin membuat tape ketan. Akan tetapi, dikarenakan raginya kosong ditambah lagi beras ketan pun sudah terlanjur dikukus, maka dijemurlah beras ketan tersebut hingga pada akhirnya dijadikannya sebagai kerupuk.



Baca: Dibuat dari Ketidaksengajaan, Batagor Jadi Makanan Favorit


Tak hanya di Jawa Barat, rengginang pun menyebar ke daerah lain di Indonesia. Seperti di Sumatera Barat, rengginang dikenal dengan nama 'batiah' dan menjadi ciri khas Payakumbuh.

Tak hanya menggunakan beras ketan putih, rengginang pun bisa dibuat dari beras ketan hitam. Perlu diketahui juga bahwa rengginang harus menggunakan beras ketan dan bukan beras biasa. Selain itu, jika menggunakan nasi sisa yang dikeringkan, maka biasanya akan disebut rangining.

Untuk membuat cita rasa rengginang ini semakin lezat, rengginang pun akan ditambahkan bumbu penyedap atau pemanis yang asin dan biasanya juga akan diberi bumbu terasi atau kencur.

Sementara untuk rengginang yang manis biasanya akan dibumbui dengan gula kawung atau gula merah. Di balik cita rasanya yang gurih dan renyah, ternyata rengginang juga memiliki filosofi yang menarik. 

Rengginang dianggap sebagai simbol persatuan dikarenakan camilan tradisional ini terbuat dari butiran beras ketan yang saling menempel. Bisa diartikan bahwa rengginang memiliki simbol saling menyatu dan tak mudah terpecah belah.

Namun, entah sejak kapan rengginang menjadi penghuni ilegal bekas kaleng kue. Banyak tamu yang tertipu saat membuka tutup kaleng. Dikira kue, ternyata di dalamnya ada rengginang. Meski sedikit kecewa, tetap saja rengginangnya diambil, karena memang rasanya tidak mengecewakan.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


14 Juni; Hari Donor Darah Sedunia dan Awal Mulanya

Koropak.co.id, 14 June 2022 12:23:22

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Darah memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Salah satu fungsinya adalah memasok zat-zat penting ke seluruh tubuh, seperti gula, oksigen, dan hormon. Darah juga berfungsi untuk menghilangkan limbah dari sel-sel yang ada di dalam tubuh.

Berbicara tentang darah, setiap tanggal 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day. Peringatan itu bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya donor darah dan stok darah yang aman.

Juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para pendonor darah yang secara sukarela telah mendonorkan darahnya untuk keselamatan banyak nyawa. Lantas, bagaimana awal cerita Hari Donor Darah Sedunia?

Semua bermula dari eksperimen yang dilakukan oleh seorang ilmuan bernama Richard Lower. Ia mendalami dan mempelajari donor darah pada hewan. Kerja kerasnya membuahkan hasil positif. Richard mampu melakukan transfusi darah pada dua anjing.



Baca: Kesadaran Masyarakat Kota Tasik Pentingnya Donor Darah Semakin Tinggi


Eksperimen Richard kala itu menjadi pemantik awal ilmu pengetahuan tentang donor darah yang terus berkembang. Pada 1901-an, seorang ilmuan bernama Karl Landsteiner membuat klasifikasi khusus berkaitan dengan pembagian darah yang disebut dengan ABO Human Blood Type. 

Ide dari Karl itulah yang akhirnya menjadi sistem dalam menentukan pendonoran darah. Berkat penemuannya itulah, ia berhasil mendapatkan penghargaan Nobel.

Adapun peringatan Hari Donor Darah Sedunia pertama kali dilakukan pada 2004. Itu berdasarkan kesepakatan WHO, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Federasi Internasional Organisasi Donor Darah, dan Perhimpunan Internasional Tranfusi Darah.

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia juga diperingati untuk merayakan hari ulang tahun Karl Landsteiner (1868-1943), seorang ahli biologi dan dokter Austria yang merupakan ahli transfusi darah modern.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Se'i, Daging Asap Khas Rote yang Kaya Nutrisi

Koropak.co.id, 13 June 2022 12:06:11

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Daging merupakan sumber protein hewani yang sangat diperlukan tubuh. Nah, berbicara tentang daging, Indonesia memiliki banyak olahan daging tradisional yang memiliki cita rasa nikmat hingga membuat siapa saja yang mencicipinya akan ketagihan. 

Salah satu olahan daging khas Indonesia yang paling terkenal adalah rendang. Namun, ada juga olahan daging tradisional khas Nusantara lainnya yang tak kalah enak untuk dicoba. Namanya Se'i. Olahan daging yang dimasak dengan cara diasapi itu berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Se'i berasal dari bahasa daerah Rote dan memiliki arti daging yang disayat dalam ukuran kecil memanjang, kemudian diasapi dengan bara api hingga matang. Itu merupakan teknik pengasapan untuk mempertahankan kualitas daging. 

Awalnya, untuk membuat Se'i, masyarakat setempat biasa menggunakan daging rusa yang merupakan hasil buruan. Namun seiring dengan maraknya perburuan rusa hingga membuat keberadaannya semakin langka, rusa akhirnya menjadi hewan yang dilindungi.

Masyarakat lantas mengganti daging rusa dengan daging sapi atau babi. Tapi kini, tidak hanya memakai daging merah, namun ada juga Se'i yang menggunakan jenis daging putih, seperti daging ayam atau ikan. 



Baca: Rambut Nenek, Jajanan Unik Era 90-an yang Kini Langka


Olahan daging khas Kabupaten Rote Ndao ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi aroma, warnanya yang merah, tekstur dagingnya yang empuk, hingga rasanya yang lezat.

Cara membuatnya terbilang mudah. Sebelum diasapi, daging yang akan dijadikan Se'i ini diiris tipis terlebih dahulu dan dibumbui dengan berbagai rempah khas Indonesia. Biasanya, Se'I diasapi dengan menggunakan kayu kosambi. Pada saat pengasapan pun harus ditutupi juga dengan daun kosambi agar aromanya lebih harum dan rempahnya terasa.

Se'i paling enak jika dinikmati bersama sambal. Ada berbagai jenis sambal untuk disantap bersama Se'i, mulai dari sambal dabu-dabu, sambal rica, hingga sambal matah. Tapi ada sambal khas NTT yang seringkali disajikan bersama dengan Se'I, yaitu sambal lu'at yang terbuat dari bahan dasar cabai, jeruk nipis dan juga daun luat. Biasanya, Se'i ini turut ditemani dengan lauk pendamping, seperti tumis bunga pepaya atau daun singkong.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Dibuat dari Ketidaksengajaan, Batagor Jadi Makanan Favorit

Koropak.co.id, 12 June 2022 07:09:56

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Siapa yang tak kenal dengan jajanan khas Bandung, Jawa Barat, ini. Merupakan akronim dari baso tahu goreng, Batagor telah menjadi jajanan kaki lima yang banyak disukai semua orang.

Mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia, batagor bertransformasi menjadi jajanan yang sudah dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya, batagor terbuat dari bahan dasar tahu yang dilembutkan dan diisi dengan adonan berbahan ikan tenggiri serta tepung tapioka. 

Bukan hanya di Bandung, kini batagor sudah banyak dijajakan para pedagang kaki lima di berbagai daerah, sehingga membuatnya semakin populer. Kendati begitu, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana asal-usul kudapan tersebut dibuat.

Siapa sangka, ada kisah unik dan menarik di balik terciptanya batagor. Konon, batagor tercipta dari ketidaksengajaan seorang perantau dari Jawa Tengah, Muhammad Ihsan Kamil, pada 1963. Di Bandung, waktu itu Ihsan berjualan tahu bakso kukus keliling di daerah tempat tinggalnya, tepatnya di seputaran Jalan Kopo.



Baca: Filosofi Cuanki dan Cari Uang Jalan Kaki


Sayang, tahu bakso Ihsan setiap harinya tidak habis dan selalu ada sisa. Ia lantas berpikir bagaimana caranya untuk mengolah bakso dagangannya yang tak habis itu menjadi sebuah makanan yang tetap enak untuk disajikan.

Kemudian muncul ide untuk mengolah tahu bakso tersebut dengan menggorengnya agar tidak mudah basi. Setelah itu, tahu bakso yang sudah digorengnya kemudian diberi saus kacang yang ia racik secara khusus.

Setelah berhasil mengolah tahu bakso yang tersisa menjadi kudapan lezat, Ihsan berinisiatif membagikan hasil olahannya itu kepada para tetangga. Siapa sangka, makanan buatannya itu justru mendapat respons positif, hingga banyak tetangganya kala itu yang mengaku ketagihan dengan tahu bakso goreng buatan Ihsan. 

Dengan banyaknya tetangga yang suka dengan masakannya itu, Ihsan langsung memulai produksi bakso tahu goreng secara rutin dan sejak saat itulah ia pun kebanjiran pesanan. Seiring berjalannya waktu, batagor buatan Ihsan semakin dikenal hingga sekarang. Salah satu kedai milik Ihsan yang menjadi saksi sejarah perjuangannya terletak di Jalan Bojongloa Nomor 38, Bandung.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Susur Sejarah Candi Borobudur; Sempat Ramai Gara-Gara Tiket

Koropak.co.id, 11 June 2022 07:16:37

Fauziah Djayasastra


Koropak.co.id - Candi Borobudur menjadi viral sejak pemerintah punya wacana menaikkan tarif tiket masuk menjadi Rp750.000 untuk wisatawan lokal dan 100 dolar untuk turis mancanegara. Wacana tersebut sontak menuai pro dan kontra di sosial media.

Terlepas dari hal tersebut, Candi Borobudur merupakan satu dari banyaknya candi peninggalan masa lampau. Menilik sejarah keberadaannya, Candi Borobudur sudah ada sejak abad ke-8 dan dibangun pada masa Dinasti Syailendra.

Tidak ada yang tahu pasti berapa tepatnya usia candi tersebut. Menurut legenda, Candi Borobudur berdiri berkat tangan arsitek bernama Gunadharma. Tetapi secara historis hal tersebut belum jelas keabsahannya.

Sementara dalam disertasinya, J.G.de Casparis memprediksi Candi Borobudur didirikan oleh Samaratungga yang memerintah di Kerajaan Mataram Kuno, berkisar tahun 782-812 di era Dinasti Syailendra.



Baca: Mengenang Tragedi Tsunami Banyuwangi 1994


Nama Samaratungga memang tak seterkenal Gadjah Mada, Hayam Wuruk, atau Prabu Siliwangi. Namun peninggalannya berupa candi ini cukup tenar dari dulu hingga kini.

Namun, meski legenda dan historis menunjukkan jika pendiri candi ini adalah orang asli Indonesia, banyak yang beranggapan jika Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal di Jawa saat itu, adalah penemu Candi Borobudur.

Menurut sejarawan Peter Carey, Candi Borobudur pertama kali ditemukan bukan oleh Raffles, melainkan seorang insinyur militer VOC asal Prussia bernama Carl Friedrich Reimer. Penemuan itu terjadi ketika Reimer ditugaskan untuk meneliti serta menyurvei bentang kawasan VOC.

Penemuan Candi Borobudur termasuk temuan yang menakjubkan, sebab termasuk monument Buddha terbesar di dunia. UNESCO kemudian menetapkan candi ini sebagai warisan dan budaya dunia.

Pada tahun 2010, terjadi letusan Gunung Merapi yang mengakibatkan kompleks Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dengan ketebalan hingga 2,5 cm. Akibat bencana tersebut, UNESCO bahkan turun tangan sebagai upaya rehabilitasi dengan menggelontorkan dana sebesar 3 juta dolar AS. Proses rehabilitasi tersebut memakan waktu hingga enam bulan lamanya.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Hari Media Sosial, Momentum Tebar Pesan Kebaikan

Koropak.co.id, 10 June 2022 07:14:55

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Hari ini, 10 Juni 2022, diperingati sebagai Hari Media Sosial. Kita diajak untuk berbagi hal-hal yang positif, berbagai pesan kebaikan, atau segala hal yang menginspirasi dan bermanfaat untuk banyak orang.

Di setiap tanggal 10 Juni, baik itu individu, tokoh masyarakat, hingga para pelaku usaha diajak untuk menyampaikan berbagai hal positif dan inspiratif di media sosial. Tahun 2022 ini merupakan peringatan Hari Media Sosial yang ke-7 kali.

Hari Media Sosial di Indonesia ini pertama kali dicetuskan oleh CEO Frontier Group, Handi Irawan, pada 10 Juni 2015. Handi merupakan seorang pengusaha asal Solo, Jawa Tengah, yang memulai kariernya sebagai pakar pemasaran. Ia juga dikenal sebagai salah satu content and knowledge based speaker terbaik di Indonesia. 

Sebelum mencetuskan Hari Media Sosial Indonesia, Handi telah sukses dalam mencetuskan Top Brand Award, Hari Marketing Indonesia, dan Hari Pelanggaran Nasional.



Baca: Sejarah Singkat Komnas HAM Indonesia


Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, masyarakat Indonesia seperti tak bisa lepas dari media sosial. Dengan digagasnya Hari Media Sosial, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. 

Di sisi lain, peringatan hari tersebut ditujukan agar masyarakat di Indonesia dapat berbagi hal-hal yang positif, pesan-pesan kebaikan dan insipirasi bagi teman-teman, keluarga, dan masyarakat umum lainnya.

Bagi para pelaku usaha juga tentunya Hari Media Sosial merupakan momen yang tepat untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelanggan atas kesetiannya.

Inspirasi positif yang dapat disampaikan di Hari Media Sosial tersebut tentunya bisa diwujudkan dalam bentuk unggahan kata-kata hingga ajakan-ajakan kebaikan.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Sejarah Singkat Komnas HAM Indonesia

Koropak.co.id, 08 June 2022 07:36:06

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Tanggal 7 Juni 1993 merupakan hari jadi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Indonesia. Kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang memiliki fungsi melakukan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi yang berhubungan dengan hak asasi manusia.

Komnas HAM pada awalnya didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Tujuannya untuk membantu mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan HAM di Indonesia sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, Piagam PBB, serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. 

Komnas HAM juga dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan perlindungan HAM guna mendukung terwujudnya pembangunan nasional. Sejak 1999-an, keberadaan Komnas HAM itu pun didasarkan pada Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 yang juga turut menetapkan keberadaan, tujuan, fungsi, keanggotaan, asas, kelengkapan serta tugas dan wewenang dari Komnas HAM.



Baca: 6 Juni 1984; Diciptakannya Tetris, Gim Klasik Terlaris Sepanjang Masa


Dalam perjalanannya, berdasarkan Pasal 18 hingga Pasal 20 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000, tugas dari Komnas HAM mengalami perkembangan. Kewenangan Komnas HAM menjadi semakin luas. 

Peran yang diberikan kepada Komnas HAM juga menjadi semakin berat. Komnas HAM tidak hanya sekadar menjadi lembaga penyuluh kesadaran akan HAM, atau lembaga penerima pengaduan pelanggaran HAM, tapi juga memiliki peran melakukan mediasi dan masuk pada wilayah kerja dalam sistem peradilan pidana. Tugasnya, Komnas HAM bisa menjalankan sebagian dari tugas polisi selaku penyelidik.

Saat ini, Komnas HAM memiliki enam kantor perwakilan yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


6 Juni 1984; Diciptakannya Tetris, Gim Klasik Terlaris Sepanjang Masa

Koropak.co.id, 06 June 2022 12:14:35

Eris Kuswara


Koropak.co.id - Apakah kalian masih ingat dengan permainan tetris? Atau malah pernah kecanduan memainkan gim tersebut? Hari ini, 6 Juni 1984, permainan klasik ini diciptakan. Namun saat pertama kali diciptakan, permainan populer ini sebenarnya tidak dirancang sebagai sebuah video game.

Permainan yang didesain dan diprogram oleh seorang insinyur perangkat lunak di Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet, Moskow, Alexey Pajitnov, itu awalnya diciptakan sebagai alat untuk mengukur performa komputer.

Pajitnov yang memiliki tugas untuk menguji komputer jenis baru, Electronika 60, kala itu menciptakan permainan sederhana tersebut berdasarkan permainan puzzle "Pentominoes" yang pernah dimainkannya semasa kanak-kanak. 

Setelah diciptakan, Tetris itu akan membantunya dalam menilai seberapa kuat performa dari komputer Electronika 60. Di sisi lain, permainan sederhana itu juga memberikan sedikit hiburan baginya saat melakukan pengujian. 

Seiring berjalannya waktu, siapa sangka bahwa permainan ciptaan Pajitnov itu justru menjadi salah satu video game terbaik dan paling banyak digandrungi sepanjang masa. Diketahui, nama Tetris sendiri berasal dari awalan numerik Yunani tetrayang yang bermakna bangunan dengan empat bagian. 

Tetris juga merupakan gabungan dari kata Latin "Tetra" yang berarti empat potongan puzzle, dan "Tenis" yang berasal dari permainan favorit Pajitnov.

Pada awalnya, Pajitnov saat itu memperkenalkan Tetris hanya kepada rekan-rekan kerjanya. Namun, setelah itu justru menyebar dengan cepat ke seluruh daerah Moskow. Pada 1988-an, di pameran Las Vegas, perancang dan penerbit video game, Henk Rogers, menemukan Tetris dan langsung terpikat dengan permainan itu.

Setelah itu, melalui perusahaan miliknya, Bullet-Proof Software, Henk Rogerts akhirnya merilis Tetris untuk PC dan NES di Jepang hingga berhasil terjual lebih dari dua juta kopi.



Baca: Toaster, Alat Panggang Roti Paling Super


Henk Rogers pun akhirnya mendapatkan hak genggam Tetris. Ia menilai bahwa Tetris sangat cocok untuk sistem Game Boy Nintendo, oleh karena itu dia pun langsung melisensikan game tersebut ke Nintendo.

Meskipun gim Tetris itu kebanyakan muncul pada komputer rumahan, akan tetapi Tertris jauh lebih sukses pada versi Game Boy yang dirilis pada 1989-an. Bahkan kemunculannya dalam versi Game Boy ini membuat Tetris menjadi permainan paling populer dan terjual hingga lebih dari 35 juta kopi.

Kemudian pada 1991-an, Pajitnov beremigrasi ke Amerika dan mengabdikan dirinya untuk membuat gim. Pada 1996-an, perusahaan Tetris pun akhirnya dibentuk dan menjadi sumber eksklusif dari semua lisensi untuk Tetris.

Saat itu, tercatat bahwa pedoman Tetris dibuat untuk menetapkan standar konsistensi dan kualitasnya. Setahun kemudian Tetris mendapatkan desain logo yang dibuat oleh Roger Dean.

Tercatat, baik Tetris maupun sang penciptanya pun memperoleh berbagai prestasi. Kala itu, Alexey Pajitnov berhasil menerima penghargaaan First Penguin Award pada Game Developers Choice Awards.

Kemudian pada 2010, Tetris juga tercatat telah melampaui 100 juta unduhan seluler berbayar sekaligus menjadikannya sebagai game seluler terlaris sepanjang masa.

Setelah itu, Tetris juga mampu mencapai lebih dari 425 juta unduhan seluler berbayar serta  mendapatkan penghargaan Guinness World Records 2014 edisi Gamer.


Silakan tonton berbagai video menarik di sini: